Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.
Setelah mengangkat telfon entah dari siapa Radja segera pergi meninggalkan Ailin bahkan tanpa berpamitan dengan ya. Namun Ailin hanya diam tanpa bertanya dia segera menghentikan makannya karna sudah merasa tidak mempunyai selera makan lagi.
Ailin membersihkan meja makan itu sebelum akhirnya masuk kembali kedalam kamarnya.
"Nyaman sekali aku tidur tanpa harus berbagi ranjang dengannya." Ucap Ailin sembari menjatuhkan tubuhnya di atas ranjan.
Pagi hari.
Seperti biasa Ailin berangkat ke kantor JISET GROUP di temani supir, di dalam Mobil Ailin tak berkata sedikit pun, Ailin hanya memandang ke Arah jalan dengan tatapan kosong, hingga suara supir membuatnya tersentak kaget
Nona, Ailin!" ucap pak Ray beberapa kali tapi Ailin tetap diam memandang ke Arah jalan, Ailin pun tak menyadari jika Mobil sudah berhenti di depan kantor JISET
" noooonaaaaaaa. . "ucap pak Ray sembari sembunyikan klakson Mobil dengan suara keras
"Oh, sudah sampai!" Ucap Ailin gelagapan.
Selesai bicara Ailin segera turun dari mobil dan dia berjalan berjalan menuju ruangan kerjanya. Dan menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya.
"Ailin, ini jadwal Pak Radja hari ini!" ucap Pak Adam sembari menyodorkan selembar kertas
"Baik!" Sahut Ailin singkat sembari membaca isi kertas yang di berikan oleh Adam tadi.
"Apa Pak Radja ada di ruangan nya?" Tanya Ailin pada Adam sembari menatap wajah Adam yang tampan.
"ganteng juga ternyata Pak Adam, kenapa aku baru nyadar ya, baik pula." gumam Ailin dalam hati.
"Heh, apa yang kamu pikirkan?" tanya Adam sembari mengeryip ngeryipkan matanya, mengoda Ailin karna melihat Ailin yang memasang wajah bengong sembari menatapnya.
"Hehe. . bukan ap," Elak Ailin pada Adam sembari tersipu malu.
"Aku mau ke ruangan Pak Radja!" Ucap Ailin sembari menarik tubuhnya dari kursi dan berjalan berdampingan dengan Adam.
"Jangan lupa ketuk pintu dulu sebelum masuk!" ucap Adam pada Ailin mengingatkan.
"Baik Kak." jawab Ailin singkat
"Tok. . . Tok. . Tok!
Ailin mengetuk dari luar pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban
"kemana Pak Radja ini?" Tanya Ailin pada dirinya sendiri. Ailin membuka pelan pintu ruangan itu namun ruangan itu terlihat kosong Ailin masuk lebih dalam lagi dan tak sengaja malah mendengar suara desahan kejam yang masuk kedalam pendengarannya.
" ah. . . uh. . Radja pelan dikit!" Ucap desahan seseorang wanita dari dalam ruangan Radja.
"Eh suara apa ini." Gumam Ailin penasaran. Ailin pun melihat suaminya sedang bermesra, an dengan seorang gadis cantik lain dihadapannya.
"Sialll! Apes sekali aku hari ini, memergoki suami sedang selingkuh.!" celoteh Ailin jutek sembari beranjak pergi namun suara seseorang terpaksa menghentikan niatnya.
"****** tak tau aturan dan tak tau sopan, berhenti kamu di sana!" maki Keren kekasih Radja pada Ailin.
"Cih! Bukanya Kata Kata itu lebih pantas aku yang ucapkan untuk mu" Gumam Ailin sembari berbalik badan menghadap Radja dan keren.
"Iya, anda memangil saya?" Ucap Ailin dengan nada suara lembut pada Keren namu sangat jelas jika dia mencoba menahan amarahnya.
"Aku memanggilmu, memangnya siapa lagi! Kamu kan punya tangan, apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu," Bentak Keren sembari merapikan dirinya dan berjalan mendekati Ailin dengan wajah merah padam karna emosi.
"Saya sudah mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada jawaban dan saya," Belum selesai Ailin menjelaskan satu tamparan mendarat di pipinya.
Plakk!
Suara tamparan yang mengema dan begitu keras hingga Ailin jatuh ke lantai dan kepalanya membentur tembok
Keren menampar pipi Ailin dengan sangat keras, Radja pun langsung mendekati Keren karna melihat jidat Ailin mengeluarkan dara segar, dan menetes perlahan membasahi pipi Ailin. .
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren