NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Kembalinya Masa Lalu

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Selesai pertemuan di kantor Pak Hamdan, Noah

langsung berangkat membawa Kanaya menuju

ke suatu tempat di dampingi Pak Bastian juga

Pak Hamdan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah

jam karena harus menembus kemacetan akhirnya

mobil yang di bawa Noah sampai di halaman

sebuah bangunan tinggi nan megah berlantai

Kanaya tampak bengong sesaat setelah

keluar dari mobil, dia menatap kagum bangunan

yang di dominasi warna golden itu. Bangunan

ini mencerminkan sebuah karya dan keindahan

yang penuh dengan nilai seni berestetika tinggi.

"Az Zahwa Jewelry.."

Naya bergumam seraya menatap kagum

kearah bangunan tersebut. Dia cukup

mengenal perusahaan besar ini, karena ini

merupakan salah satu perusahaan perhiasan

ternama di tingkat global.

"Yes Dear..itu adalah nama belakang mu.

Ada satu perusahaan lain yang menunggu

kunjunganmu."

Noah tersenyum penuh arti. Naya hanya bisa

menggeleng tidak percaya.

"Ayo.. kejutan lain masih menunggumu.."

Noah membimbing Naya melangkah masuk ke

dalam loby perusahaan tersebut. Mereka langsung

di sambut oleh barisan resepsionis dengan gaya

pakaian yang sangat menarik namun tetap sopan.

"Selamat siang Tuan.."

Noah hanya mengibaskan tangan seraya tetap

berjalan tenang penuh dengan kharisma membuat

hati para resepsionis senantiasa bergetar saat

melihat kehadiran salah satu petinggi perusahaan tersebut.

Mereka tiba di lantai 20 setelah naik melalui

lift khusus yang hanya dapat digunakan oleh

orang-orang yang menghuni lantai teratas saja.

Kedatangan Noah di sambut oleh seorang laki-

laki berumur 35 tahunan, berpenampilan rapih

dan sangat maskulin. Laki-laki tadi menatap

penuh hormat kearah Naya di sertai dengan

sorot mata penuh kekaguman.

"Hati-hati dengan pandangan mu..!"

Tegur Noah dengan tatapan tajam penuh

ancaman membuat laki-laki itu langsung

menunduk dengan muka memerah.

"Maafkan saya..Selamat datang Tuan..Nona.."

Sambut laki-laki itu seraya membungkuk.

"Dear..dia adalah Robin, orang yang aku percaya

memimpin di tempat ini. Mulai sekarang dia ada

dibawah perintah mu..!"

"Senang berjumpa dengan anda Pak Robin.."

"Panggil saja saya Robin Nona.."

Laki-laki yang menduduki posisi sebagai direktur

itu tampak tersenyum penuh hormat.

"Apa semua staf sudah berkumpul.?"

"Sudah Tuan, mereka sudah menunggu dari tadi."

"Baiklah..kita masuk sekarang."

Noah melirik kearah Naya yang sedikit bimbang.

Apa semua ini harus di lakukannya.?

"Kamu siap dear..?"

Naya menarik napas dalam-dalam.

"Insya Allah.."

Lirihnya sambil mengangguk. Setelah itu mereka

semua masuk ke sebuah ruangan yang cukup luas.

Sepertinya ini adalah ruangan meeting khusus

para petinggi perusahaan.

"Selamat siang Tuan.."

Orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut

langsung berdiri menyambut kehadiran Noah dan

rombongannya. Noah mengangkat tangannya

kemudian berdiri di depan kursi utama yang ada

di ruang meeting itu. Naya berdiri di sebelahnya.

Dia menatap orang-orang yang ada di tempat itu

dengan perasaan sedikit tegang.

"Selamat siang semuanya..! Saya tidak akan

berbasa basi kali ini. Kalian semua sengaja saya

suruh kumpul di tempat ini, karena hari ini, detik

ini, saya akan memperkenalkan pemilik sah perusahaan ini. Hari ini dia sudah bisa datang

untuk bertemu dengan kalian semua."

Noah mulai berbicara. Semua orang tampak

antusias, lalu mereka saling pandang dengan

wajah bertanya-tanya. Tatapan mereka jatuh

pada sosok wanita cantik nan ayu yang ada di

sebelah Noah. Mata mereka terlihat terpaku.

"Ya benar, dia adalah Nona Kanaya Az Zahwa

Dananjaya, pemilik sah perusahaan ini. Mulai

besok dia akan memimpin kalian di perusahaan

ini. Jadi saya minta kerjasamanya dari semua

pihak karena Nona Kanaya masih harus

menyesuaikan diri dengan suasana di kantor ini."

"Selamat datang Nona Kanaya.."

Mereka langsung serempak menyambut nya.

Noah mempersilahkan Naya untuk maju dan

berbicara sepatah dua patah kata.

"Terimakasih atas sambutannya. Saya senang

bisa berada di antara orang-orang hebat seperti

kalian, mohon kerjasama nya. Semoga saya bisa

dengan cepat beradaptasi di lingkungan baru ini."

Naya berbicara dengan lembut namun intonasi

yang kuat dan cukup berwibawa membuat semua

orang tampak begitu terkesan.

Mereka semua mengangguk dengan patuh dan

penuh semangat.

"Robin akan tetap memegang posisi sebagai

direktur, karena Nona Kanaya tidak bisa terus

berada di kantor ini. Saya sudah menyiapkan

berkas fakta integritas yang harus kalian

pelajari, kalian harus menjaga kerahasiaan

dan jati diri Nona Kanaya.."

Noah kembali menyambung, setelah itu asisten

Robin membagikan sebuah berkas kepada semua

peserta meeting. Mereka terlihat serius melihat

dan mempelajari berkas tersebut.

----- -----

Naya terlihat begitu terpukau saat melihat ruang

kerjanya yang di desain khusus dengan sangat

mewah mencerminkan sebuah keindahan.

"Duduklah..itu kursi kebesaran mu..!"

Goda Noah dengan senyum manisnya. Naya

tersipu, dia masih berdiri menatap seksama ke

seluruh ruangan. Pak Bastian dan Pak Hamdan

memutuskan untuk langsung pulang setelah

Kanaya keluar dari ruangan meeting.

Ke dalam ruangan muncul 2 orang wanita muda

berwajah cantik dan berpenampilan menarik.

Keduanya berdiri di hadapan Noah dan Naya.

"Mereka berdua adalah sekretaris di kantor ini.

Ayo kalian perkenalkan diri langsung pada atasan

baru kalian ini.!"

Titah Noah. Naya hanya menatap canggung

pada kedua sekretaris itu.

"Selamat datang Nona Kanaya, perkenalkan

saya Risti.."

"Dan saya Amel Nona.."

Naya menjabat tangan kedua sekretaris nya

dengan senyum manis yang kini tersungging

di bibir nya.

"Senang berjumpa kalian. Mohon kerjasama

nya ya.."

Naya menatap lembut mereka yang terlihat

sangat terkesan, keduanya menunduk.

"Silahkan kalian lanjutkan pekerjaan nya."

"Baik Nona..kami permisi."

Mereka berlalu pergi dari dalam ruangan.

Tidak lama kemudian Robin masuk bersama

dengan seorang wanita berpenampilan menarik namun sangat tegas dan terlihat berwibawa.

Wanita itu langsung membungkuk dalam di

hadapan Naya yang menautkan alisnya.

"Nay..dia adalah Monica, mulai sekarang dia

akan menjadi asisten pribadimu. Kau bisa

mengandalkan nya untuk segala situasi."

Noah memperkenalkan wanita bertubuh tinggi

itu pada Naya yang tampak terkesan.

"Senang bertemu anda Nona Muda. Saya sudah

mendapat perintah jauh hari dari Tuan Besar

untuk mendampingi anda.."

Monica membungkuk hormat seraya berjabat

tangan dengan Naya.

"Semoga aku tidak merepotkan mu ya.."

Canda Naya. Monica hanya tersenyum tipis.

Mereka semua akhirnya duduk di sofa yang ada

di ruangan itu .

"Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya.

Saat ini saya belum bisa untuk terus berada di

perusahaan ini. Saya tetap akan menyerahkan

semuanya pada Robin sambil terus belajar.

Tapi akan saya usahakan untuk bisa datang

kesini setiap hari. Saya tidak bisa merubah

semuanya dalam sekejap mata."

Naya membuka pembicaraan. Robin dan Monica

tampak mengangguk antusias.

"Saya siap Nona."

Sambut Robin. Naya tersenyum mengangguk.

"Anda bisa menghubungi saya kapanpun Nona.

Mulai besok saya akan mengantar anda kemana

pun anda pergi."

Monica menyambung. Naya dan Noah saling

pandang.

"Saya akan tetap menjadi Naya yang sekarang.

Saya hanyalah seorang wanita yang saat ini

sedang mengharap pengakuan dari suaminya.

Jadi biarkan saya berada pada posisi seperti

sekarang ini."

"Nona..anda bisa mengatakan semuanya pada

Tuan Muda.."

Sahut Monica dengan raut wajah sedikit tidak

setuju pada keputusan Naya.

"Tidak..! biarkan saja semuanya berjalan apa

adanya.! Semua tidak akan mempengaruhi

apapun. Saya bukanlah siapa-siapa di matanya."

Mata Naya tampak sedikit berkaca-kaca, dan

hal itu tidak luput dari pengamatan Noah.

Semua orang tampak terdiam dan hanya bisa

mengikuti keinginan Naya.

***** *****

Aham baru saja kembali dari ruang meeting.

Dia berjalan masuk kedalam ruangannya.

Tiba di dalam dia segera membuka jas nya,

di sampirkan di kursi kebesarannya, kemudian melonggarkan dasi nya.Tidak lama kemudian

dia sudah kembali berkutat dengan segala

kesibukan nya.

Masih dalam kesibukannya, seorang sekretaris

pribadi nya tiba-tiba masuk kedalam ruangan

setelah sebelum nya mengetuk pintu.

"Maaf Tuan.ada yang ingin bertemu dengan

anda, dia memaksa walau tidak punya janji

bertemu dengan anda sebelumnya. "

Aham melirik sekilas ke arah sekretaris nya itu.

"Kalian tahu peraturan di sini.! Kenapa masih

membiarkannya ada di tempat ini..!"

"Dia bilang, dia adalah bunga Flamboyan nya

anda Tuan.."

Deg !

Jantung Aham seakan berhenti berdetak.

Wajah nya terlihat sedikit membeku.

"Suruh dia masuk.!"

Titah Aham dingin.

"Baik Tuan.."

Sekretaris itu berlalu pergi dengan wajah di

penuhi rasa penasaran.

Aham mencoba mengatur irama jantung nya

yang saat ini seakan sedang bertalu. Setelah

3 tahun berlalu, kenapa tiba-tiba dia kembali.?

Aham berdehem untuk menetralkan perasaanya

yang kini berkecamuk.

Tidak lama kedalam ruangan muncul seorang

gadis yang sangat cantik..Bahkan bisa dibilang

terlampau cantik. Wajah yang sempurna di

lengkapi dengan bentuk tubuh yang aduhai..

serta kulit yang bercahaya dengan rambut

merah kecoklatan yang berkilau. Benar-benar

sangat menggoda dan menggiurkan.Tidak

akan ada laki-laki yang mampu menolak

pesonanya yang luar biasa.

Gadis cantik itu berdiri di tengah ruangan.

Aham berdiri menatap kedatangan gadis itu.

Kedua mata mereka bertemu, saling pandang

kuat, tidak bisa berpaling dan melepaskan satu

sama lain. Ada binar kerinduan yang tersimpan

dalam sorot mata mereka.

"Felicia.."

Bibir Aham bergetar menyebut nama gadis itu.

Mata gadis itu tampak berkaca-kaca, sesaat

kemudian dia berlari dan berhambur memeluk

erat tubuh Aham.

"Aham...aku sangat merindukanmu.."

Lirih gadis itu seraya mempererat pelukannya.

Untuk beberapa saat Aham masih terdiam

membeku tidak membalas pelukan gadis itu.

Namun akhirnya dia tidak tahan, membalas

pelukan gadis tadi. Keduanya larut dalam

kehangatan pelukan penuh dengan kerinduan.

Gadis inilah yang telah membuat hidup Aham

seakan berakhir setelah dia terpaksa pergi meninggalkan dirinya.

Ya..dia adalah Felicia Anderson, gadis yang

pernah begitu di cintai oleh Aham. Mungkin

hingga saat ini cinta itu masih ada.

----- -----

Aham dan Feli duduk di sofa di sudut ruangan.

Gadis cantik itu tampak sedang menunduk

dengan mata sedikit sembab. Leo ikut berdiri

tidak jauh dari Tuan nya.

"Apa yang terjadi sebenarnya.?"

Suara Aham terdengar dingin. Matanya

menatap tajam wajah Feli yang terus

menunduk di depannya.

"Pria yang menikahiku itu meninggal tidak

lama setelah kami menikah. Dia terkena

serangan jantung.."

Sahut Feli dengan wajah murung nya. Aham

tetap terdiam dengan wajah datarnya.

"Lalu kemana kau selama ini.?"

"Aku tidak berani pulang ke sini, aku malu sama

kamu. Aku sudah sangat mengecewakan mu."

Aham melempar pandangan ke tempat lain.

"Lalu utang-utang Ayahmu.? apa laki-laki tua

itu melunasinya.?"

Feli terdiam. Dia tampak bingung dan ragu.

"Dia tidak menepati janjinya.?

Aham menatap tajam wajah Feli yang terlihat

semakin menunduk.

"Tidak semuanya. Papa masih harus berjuang

untuk membangkitkan perusahaan nya lagi."

Lirih Feli dengan suara yang sangat pelan.

Aham menarik napas berat. Feli mengangkat

wajahnya, menatap lembut wajah tampan Aham

yang tidak pernah bisa di lupakan nya itu.

"Aham..aku masih sangat mencintaimu..Aku

tidak pernah melupakanmu sedetikpun.."

Aham terhenyak. Dia menatap wajah cantik

Feli yang begitu menggiurkan. Hatinya tiba-

tiba saja resah, tidak tahu penyebabnya.

"Kau tahu.! Aku hancur setelah kamu pergi.!

Kau lebih memilih kedua orang tuamu daripada

cinta kita.."

Aham berdiri, melangkah ke dekat jendela kaca

besar berbentuk cembung yang menjadi Icon

dari gedung perusahaan AM Corporation.

Feli ikut berdiri, melangkah mendekati Aham,

kemudian sedikit ragu dia memeluk tubuh

gagah Aham dari belakang.

"Maafkan aku honey..aku sangat menyesal.."

Lirihnya seraya mempererat pelukannya. Aham

membalikan badannya, keduanya kini saling

berhadapan. Saling menatap penuh kerinduan.

"Semuanya masih sama seperti dulu, baik

hati, cinta dan tubuhku ini. Semuanya hanya

milikmu, laki-laki tua itu belum pernah

menyentuhku sama sekali.."

Suara Feli terdengar berat dan bergetar. Dia

tidak bisa menguasai dirinya saat wajah tampan

Aham dan semerbak aroma wangi tubuhnya

kini menguasai seluruh pikirannya.

Dengan wajah datar dan tatapan yang masih saja dingin, tangan Aham mencengkram pinggang

ramping Feli, menarik tubuhnya hingga tidak

berjarak. Feli mendesah pelan saat bibir Aham

kini menempel di belakang telinganya.

"Aku kecewa padamu, tapi aku juga sangat

merindukanmu.."

Gumam Aham sambil kemudian mulai menjilat

halus telinga Feli, turun ke tengkuknya. Semakin

lama ciumannya semakin turun dan liar, merayap

ke leher jenjang Feli yang putih mulus.

"Aakhh.."

Feli mendesah dan menggelinjang, tidak tahan menerima sentuhan bibir Aham yang begitu

lembut. Hal inilah yang membuat dia tidak akan

pernah bisa melepaskan laki-laki paripurna ini.

Leo bergegas keluar saat melihat adegan intim

Tuanya semakin lama semakin liar. Semula dia

ingin mengingatkan bahwa sebentar lagi akan

ada meeting, namun melihat semua itu, rasanya

mustahil baginya untuk berbicara.

Feli melingkarkan lengannya di leher kokoh

Aham, dengan hasrat yang semakin

melambung Aham mengangkat tubuh gadis

itu kembali di bawanya keatas sofa. Keduanya

kembali saling memandang lekat. Aham

mulai ******* bibir merah apelnya Feli

dengan kuat. Feli membalas ciuman Aham

dengan tidak kalah panasnya. Lidah mereka

saling membelit dan menjelajah seluruh isi

mulut masing-masing.

Tapi Aham merasa ada yang aneh, dia kehilangan

sesuatu dalam ciuman ini. Dia tidak menemukan

sensasi kenikmatan yang di rasakannya saat

dirinya berciuman dengan wanita itu...ya ciuman

ini tidak semanis ataupun senikmat saat dia

mencium bibir Naya. Walaupun wanita itu

terkesan kaku dan tidak berpengalaman,

namun Aham menemukan sensasi berbeda

yang tidak bisa dia dapatkan saat ini.

Aham mengerjap, bayangan wajah ayu Naya

kini tiba-tiba saja menguasai pikirannya,

mengacaukan suasana hatinya, hingga

hasratnya yang tadi sempat melambung

kini menguap begitu saja .

Dengan cepat Aham melepaskan ciumannya.

Dia terduduk, mengatur deru napasnya yang tidak beraturan. Feli bangkit dan merapihkan pakaiannya, sekilas dia menatap Aham yang kini sedang memegang kepalanya dengan mata terpejam.

"Tidak apa honey..kita bisa lanjutkan lain kali.."

Lirih Feli sambil memeluk tubuh Aham dari

samping, sementara Aham masih terdiam tidak

bereaksi.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Bersambung...

Jangan lupa like, koment & vote nya ya gaiiss...

Tq so much...👍😘😘🙏

1
Ira Suryadi
Luar Biasa
ayi pujiarti
semua novel Author kak Shan,peran perempuannya mewakili semua sifat wanita,ada yang manja+mandiri,cengeng+ mandiri,tangguh mandiri, dll dan aku suka semuanya.kalau bisa bikin novel lagi,dengan tipe wanita yang berbeda lagi,😍
Ira Suryadi
2026,,bca Ulang Kembali Salah satu Novel Karya mu Kk Authour ini yg k 3x atau 4x kalinya Aku bca Ulang Novel mu Ka,,,Kapan launching lgi Novel nya Kk,,smoga Kk Sehat sllu🤗
Naniek Sri
noach emang penjaganya🤣
Naniek Sri
rasain ham, dikerjain sama istrimu🤣
Naniek Sri
kurang peka Aham dg kondisi istrinya🤣
Naniek Sri
biadab ya
Naniek Sri
thor kamu bikin tegang sih🤣
Naniek Sri
waduh pasti hamil naya
😍
Naniek Sri
dasar nenek lampir
Naniek Sri
jatuh cinta nih ye
Naniek Sri
asyiiik Aham, bener2 dia 👍😄😄
Naniek Sri
itu pasti si Aham yg datang
Naniek Sri
ini Aham itu hanya mau membuat malu si uler keket itu ya thor, pura2 mau bertunangan padahal dia sdh tau sifat culasnya😍
Naniek Sri
gemes liat si Aham yo
Naniek Sri
itu namanya senjata makan tuan, dia akan menjebak malah dia yg kejebak 🤣🤣
Naniek Sri
waduh aham, masak sampe pingsan nayanya, kasian🤣
Naniek Sri
feli serasa udah jd istrinya aja
Naniek Sri
hebat naya, semua terpesona
Naniek Sri
syukur pingsan meline
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!