Pada tahun 2076 manusia sudah memanfaatkan teknologi yang dapat memindahkan kesadaran manusia seutuhnya ke dalam dunia maya. Teknologi ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan media sosial, game, maupun simulasi.
Di antara game yang populer di kalangan anak muda, ada sebuah game yang disebut Virtual Universe. Seorang pemuda bernama Remi kembali memainkan game tersebut karena ajakan dari teman lamanya. Dia pun terkejut ketika mengetahui akun lamanya dihapus oleh sistem sebagai penalti karena tidak online selama dua tahun. Akhirnya Remi pun harus berjuang dari awal lagi di dunia game Virtual Universe yang penuh kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razze Pahlevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1E16. The Original Sin
Dante menunjukkan lokasi keberadaan Satan kepada Yakushin. Di tempat tersebut terdapat sebuah istana megah. Di sekitar tempat itu juga terdapat sungai-sungai darah yang mengalir dengan deras. Tanpa basa-basi lagi, mereka berdua pun segera menerobos masuk ke istana tersebut. Monster-monster yang menghalangi mereka masuk pun berbeda dari sebelumnya, mereka lebih kuat dari monster-monster sebelumnya.
Yakushin dan Dante pun mengerahkan semua yang mereka bisa. Mereka berdua terus membunuh monster-monster di sana sambil terus bergerak maju. Selang beberapa lama, sampailah mereka ke ruang tahta. Di sana terlihat seseorang yang sedang duduk di singgasana emas. Orang tersebut memiliki rambut dan janggut kehitaman, berkulit merah, memiliki sepasang tanduk dan sepasang sayap kelelawar. Orang yang berada di hadapan mereka berdua tidak lain adalah Satan.
Satan pun beranjak dari singgasananya. Dia meregangkan kedua sayapnya dan mengepakkannya kemudian melayang di udara. Tiba-tiba dia mengacungkan jari telunjuknya ke arah mereka berdua, dari ujung jari telunjuknya keluar sebuah tembakan cahaya yang langsung mengarah ke mereka berdua. Tembakan cahaya tersebut menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat. Dante masih sempat menghindar namun Yakushin tidak. Tubuhnya pun hancur berkeping-keping dan hanya menyisakan bagian kepalanya.
"Blood Magic: Reanimation!" Kepala Yakushin pun melayang dan seketika tubuhnya kembali seperti semula, Dante pun bergidik ngeri saat melihatnya.
Yakushin pun kembali bertarung dengan Satan, sementara itu Dante hanya mengamati karena dia sadar dengan perbedaan kekuatannya. Mereka berdua terus bertarung hingga menghancurkan istana tersebut. Awalnya Yakushin mampu mengimbangi kekuatan Satan dengan baik. Akan tetapi ketika Satan mengeluarkan seluruh kemampuannya, Yakushin pun mulai terdesak. Lama kelamaan akhirnya Yakushin pun terpojok.
Ah, itu dia! Kok aku sampe lupa?! Yakushin pun teringat sesuatu ketika dia melihat sungai-sungai darah yang mengalir di sana.
Yakushin pun mencoba menarik darah yang mengalir pada sungai-sungai tersebut mendekat padanya. Seketika darah tersebut pun membentuk sebuah pusaran yang mengelilingi tubuh Yakushin. Satan yang melihatnya pun langsung menyerang Yakushin dengan sebuah bola kegelapan raksasa yang muncul dari telapak tangannya.
"Blood Magic: Blood Ritual - Daeva Transformation!" Yakushin pun segera menggunakan kemampuan spesialnya, seketika tubuhnya berubah menjadi sesosok raksasa berkulit merah bertangan empat dan mempunyai sepasang taring atas yang melengkung ke luar.
Yakushin yang sudah berubah ke wujud tersebut dengan mudah menahan serangan Satan. Mereka berdua pun kembali melanjutkan pertarungan. Namun kali ini Yakushin mampu untuk mengimbangi kekuatan Satan, bahkan beberapa kali hampir memojokkannya.
Setelah cukup lama bertarung, akhirnya Yakushin pun menyadari pola serangan Satan. Dia pun memanfaatkan hal tersebut untuk memprediksi serangan berikutnya. Di saat Satan lengah, Yakushin pun menangkap Satan dengan salah satu tangan raksasanya. Kemudian dia pun langsung melahap dan mengunyah Satan. Dengan demikian Satan pun berhasil dikalahkan. Setelah itu Yakushin pun kembali ke wujud semula.
Tak lama kemudian terjadi sebuah gempa yang seketika mengubah sisa reruntuhan istana milik Satan menjadi sebuah kawah. Di dasar kawah tersebut terdapat sebuah pedang berjenis longsword berwarna hitam dengan aksen merah pada bilahnya. Dante pun segera berlari menuju pedang itu, sementara Yakushin menyusulnya dengan berjalan pelan karena tenaganya sudah sangat terkuras.
Dante pun mencoba untuk mencabut pedang tersebut. Namun secara misterius Dante pun terpental beberapa meter ketika hendak memegangnya. Yakushin pun juga mencobanya, namun kali ini dia berhasil mencabutnya. Seketika terjadi sebuah fenomena aneh di Netherium. Perlahan dimensi itu pun runtuh menjadi serpihan data. Tiba-tiba Yakushin dan Dante pun sudah berada di hadapan Merza. Merza pun sangat terkejut dengan kemunculan mereka berdua.
"Eh?! Kamu berhasil?!" Kata Merza dengan raut muka tidak percaya.
"Kamu! Merza dari Klan Adonis?" Tanya Dante yang tampaknya telah mengenal Merza.
"Kamu! Dante dari Klan Ordo Kesatria Naga Merah?!" tanya Merza.
Akhirnya mereka bertiga pun saling mengobrol sambil beristirahat. Merza pun menceritakan semua kejadian yang terjadi selama tiga tahun terakhir, termasuk tentang Era Kerajaan Tunggal. Awalnya Dante merasa tidak bisa menerima kalau ternyata klan yang dahulu menjadi musuh bebuyutan klannya yang menjadi pemenang di perang tersebut. Namun akhirnya dia pun bisa berpikir jernih dan menerima semuanya dengan lapang dada. Lagipula ini juga salahnya karena tidak mencari informasi dari luar terlebih dahulu ketika offline dan terus bertarung di Netherium ketika sedang online, tanpa menyadari kalau klannya telah lama bubar.
"Jadi sekarang kamu mau gimana?" tanya Merza.
"Aku mau ngejelajah dunia ini dulu! Mumpung sekarang lagi era damai," kata Dante.
"Mungkin enggak sedamai yang kamu kira!" sahut Yakushin.
Dante pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sementara itu Yakushin dan Merza tetap berada di sana. Yakushin pun menceritakan pengalamannya ketika berada di Netherium. Merza juga kagum karena selama ini belum pernah ada yang berhasil mengalahkan Satan. Namun Merza juga menyarankan agar Yakushin tidak menceritakan hal tersebut dan menunjukkan Umbralis ke pemain lain. Apabila Yakushin melakukannya kemungkinan dia akan diburu oleh semua pemain di game tersebut.
...****************...
Keesokan malamnya, Yakushin pun kembali ke markas OWLS. Di sana terjadi sesuatu yang cukup mengejutkan. Ternyata Rizkie berhasil mendapatkan sebuah relic. Relic tersebut bernama Fragarach. Bentuknya adalah sebuah pedang berjenis longsword yang gagang dan sarungnya berwarna putih, sementara bilahnya bening transparan seperti terbuat dari kaca.
Fragarach adalah jenis relic yang hanya bisa digunakan dengan cara khusus. Cara mendapatkannya bukan dengan cara bertarung dengan monster eksklusif tertentu, namun dengan melakukan sebuah tantangan ekslusif di tempat tertentu. Sehari yang lalu Rizkie berhasil menyelesaikan sebuah teka-teki labirin dan dia pun mendapatkannya.
"Akhirnya kamu dapetin relic juga!" kata Yakushin.
"Iya nih, Shin! Kamu enggak mau berburu relic juga, Shin?" tanya Rizkie.
"Enggak dulu! Lagian semuanya masih capek gara-gara lawan Behemoth kemarin," kata Yakushin.
"Ngomong-ngomong, Shin kamu udah tahu belum?! Katanya ada beberapa pemain lama yang balik main lagi!" tanya Rizkie.
"Lah?! Bukannya itu biasa ya?" tanya Yakushin.
"Masalahnya mereka ini orang yang dulu kejebak di Netherium," jelas Rizkie.
"Kayaknya aku baru denger soal itu!" jawab Yakushin.
Yakushin pun menyembunyikan fakta bahwa hal tersebut terjadi karena dia dari Rizkie. Dia tidak ingin menjadi buruan semua pemain di game tersebut. Untung saja Rizkie dan yang lainnya juga tidak curiga padanya.
Tak lama setelahnya Yakushin mendapatkan pesan dari Cain. Cain menyuruhnya untuk pergi ke sebuah tempat bernama Kerajaan Noir. Rupanya beberapa hari yang lalu Cain dan beberapa Kesatria Darah menaklukan tempat itu karena Kerajaan Noir menantang Kekaisaran Sanguinium. Cain menyuruh Yakushin untuk menjadi raja di sana karena lokasinya yang berdekatan dengan area milik pemain Indonesia. Dengan demikian Kerajaan Noir bisa menjadi negara vasal dari Kekaisaran Sanguinium.