NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 17] Tidak percaya pada takdir.

Alrescha membawa Alissa kembali, bahkan ayahnya Jerremy yang terkenal dingin itu mengantarkan Alissa hingga pintu rumah, bahkan membuat keheranan diantara kedua adik kakak dan istri keduanya, memangnya apa istimewa dari gadis itu hingga mereka berdua amat akrab dan nampaknya ayahnya begitu menyukai Alissa.

“Kau jaga dia baik-baik” ucap Jerremy kepada anaknya Alrescha, membuat pria itu amat bingung melihat tingkah ayahnya.

“Ia hanya seorang sekretaris pribadiku, jangan berharap lebih” ketus Alrescha ketika ingin beranjak memasuki kabin penumpang.

“Kita tidak pernah tahu tentang takdir, bahkan kita tidak bisa menebak apakah senja akan mengantarkan kita pada malam atau menurunkan hujan di pertengahanya”

“Apa maksud mu” dengus Alrescha dengan penuh jengkel atas kalimat ayahnya, tentu jika diartikan itu sama saja dengan Alrescha tidak pernah tahu apakah Alissa hanya sekedar orang lain untuknya, atau nanti di pertengahan akan menjadikanya seseroang yang masuk kedalam senja-nya Alrescha.

“Kau lebih tahu dari pada diriku” balas Jerremy Nero kepada putranya, ia mengedipkan mata penuh arti hingga Alrescha berlalu pergi setelah makan malam itu.

Alissa duduk manis sambil melepaskan hak sepatu tinggi yang ia gunakan, sungguh ini sangat tidak nyaman untuknya, dan Alissa dengan segera membentangkan sebuah syal hangat di balutan kain yang kurang bahan tersebut.

“Apa kau senang?” tanya Alrescha dengan jengkel.

“Senang kenapa?” balas Alissa kepada priaitu.

“Kau senang mempermalukan diriku” tuduhnya dengan penuh kesal pada gadis gila itu.

“Kau lebih tahu padaku, apakah aku tengah mempermalukan dirimu atau tengah mengambil mungka untukmu” ketusnya hingga membuat bibir Alrescha bungkam, jika tidak karna gadis ini mungkin Alrescha tidak akan menuai kesepakatan dengan ayahnya tadi, bahakn setelah makan malam itu Alrescha mengajukan sebuah kesepakatan dan ayahnya menyetui hanya karna suasana hati baiknya.

*

Di kediaman Nero.

“Papa kenapa kau begitu baik pada gadis tidak sopan itu” ketus Clara saat mengejar langkah papa-nya.

“Tutup mulutmu!!” bentak Jerremy pada putri semata wayang nya, hingga Charmilla meraih pundak anaknya agar tidak memprofokasi suaminya.

“Kenapa kau membentak ku, kita bahkan sama tahu bagaiman sikapnya padaku” lirih Clara dengan nada bergetar.

“Apa yang ia lakukan, ia bahkan tidak membentakmu dan mengatakan mu gila, kau yang membentaknya dan kau yang mengatakan ia gila” balas Jerremy pada anak gadisnya.

“Tapi dia mengatakan diriku sampah” balas Clara dengan air mata berlinang kepada ayahnya, tentu selama ini itu adalah snejata terampuhnya hingga dengan mudah Clara mengeluarkan air mata.

“Apa kau merasa sebagai sampah?” tanya beliau hingga membungkam mulut Clara.

“Alissa bahkan dengan jelas mengatakan jika ia hanya memikirkan sesuatu, dan saat ia memperjelas hal itu, kau malah merasa terhina, apakah itu salahnya jika kau sendiri yang merasa jika dirimu sampah” sambung Jerremy sekali lagi, membuat air mata Clara berderai tidak menyangka, gadis iti menepis tangan ibunya hingga pergi dari sana untuk menangis di kamar.

“Clara….” Teriak Charmilla yang memandangi putrinya. “Sayang kau kenapa?” tanya Charmilla dengan tidak terima kearah Jerremy.

“Kau ajari putrimu untuk dewasa, bagaimanapun usianya sudah tidak muda lagi, aku sudah muak dengan sikap manjanya, jika ia tidak bisa mandiri akan aku kirim ia ke indonesia untuk bekerja di bawah perusahaan Alrescha” sontak penuturan itu membuat Charmilla tergugu, bahkan ia tidak menyangka jika suaminya akan memikirkan hal seperti itu.

"Ibu, pergilah temui Clara” timpal Georgi kepada ibunya, membuat wanita itu menyusul anaknya dan meninggalkan Georgi bersama ayahnya di ruang keluarga. “Ayah apa aku boleh bertanya?” sambung pria itu dengan sikap dewasa, membuat Jeremmy memalingkan wajah kearah anaknya sambil menganggukan kepala.

“A

yah aku mengenal dirimu, kau bukan orang yang mudah dekat dengan orang lain, tapi kenapa kau begitu menyukai Nona Alissa?” tanya Georgi dengan penasaran, membuat Jerremy berfikir sejanak sebelum menjawab pertanyaan anaknya.

“Dia bukan gadis sembarangan” lirihnya dengan penuh bangga, membuat kedua alis tajam Georgi menegas seolah butuh penjelasan atas penuturan barusan. “Dia adalah pengacara internasional termuda di dunia, tapi aku sangat tidak percaya ia meninggalkan jabatan itu dan berpaling ke dunia bisnis. Saat ini aku hanya melihat perkembangan Alrescha yang sangat luar biasa kedepanya” ucap Jerremy dengan tertekeh. “Ia bahkan bisa menyaingi perusahaan Nero jika terus mempertahankan gadis luar biasa itu” tawa kepuasaan itu sungguh membuat Jerremy merasa bangga pada anaknya.

“Kenapa?” timpal Georgi yang kala itu mengelapkan tatapan matanya.

“Kenapa apanya? Oh, apa maksudmu kenapa Alrescha bisa menyaingi perusahaan Nero? Tentu saja karna gadis itu adalah emas yang ada di tumpukan tak terjangkau, namun dapat di temukan oleh Alrescha. Bukan takdir memang memihak dirinya” jelas Jerremy kepada anaknya itu, membuat tangan Georgi megepal geram, bahkan rasanya ia ingin menghancurkan apapun setelah mendengar kebanggan pria itu pada Alrescha.

Sejak ia lahir, Alrescha dan selalu Arescha yang di banggakan, bahkan selalu nama pria itu yang keluar dari mulutnya hingga membuat Georgi merasa amat muak, dan kali ini ia mendengar jika wanita yang bernama Alissa Moon itu adalah keberungtung emas untuk masa depanya, bagaimana bisa Georgi bisa menerima kekalahan seperti ini.

*

Alrescha dan Alissa sudah berdiri di depan pintu kamar masing-masing, Alissa yang kala itu tengah mengenggam permukaan kain yang ia selempangkan ke tubuhnya merasa amat gugup untuk memalingkan wajah kebelakang, begitupun Alrescha yang tengah meragu untuk menekan tombol kamarnya.

Keduanya masih sungkan untuk masuk begitu saja tanpa mengucapkan kalimat apapun, hingga keduanya saling membalikan badan diwaktu bersamaan, dan membuat keduanya cukup malu jika mereka memiliki gerakan yang sama.

“Hm, Bos. Selamat malam, terimakasih atas makan malam hari ini” ucap Alissa kepada pria itu, ia tidak mengerti apakah yang ia ucapkan adalah hal benar atau tidak.

“Baiklah, aku terima” balas Alrescha dengan dingin, membuat Alissa terdiam seolah penjelasan dari bosnya membutukan percakapan.

“Kalau begitu, aku akan masuk ke kamar ku, anda masuklah” ucap Alissa dengan sungkan, ia membalikan badan dengan segera hingga tangan Alrescha menarik bahu gadis itu.

“Apa kau mau menemaki ku minum sebentar?” tawar Alrescha kepada gadis itu, membuat mata Alissa membulat lantaran ia amat bingung mengartikan sikap Alrescha, apakah sikap ini bisa ia defenisikan sebagai bentuk pendekatan diantara mereka, namun dari pada bingung Alissa perlu melihatkan sikap patuh pada pria itu, sebab Alrescha adalah Bosnya.

“Tentu saja, tapi aku ingin berganti pakaian sebentar, aku sungguh tidak nyaman mengunakan dress seperti ini” ucap Alissa saat memandangi dirinya.

Namun Alrescha mengabaikan hal itu sembari menarik paksa tangan Alisa untuk mengikutinya, ia menyeret tubuh Alissa untuk menaiki lift sebelum menekan tombol untuk menjalankanya.

Tentu Alissa menolak namun nampaknya bantahan Alissa tidak ada gunakan hingga ia mengikuti perkataan pria itu dan memilih tenang si sampingnya, kedua pintu lift itu terbuka, Alissa di suguhkan sengan sebuah tangga yang menanti diarah depan, nampaknya di ujung tangga itu ada sebuah pintu yang menjadi ujungnya, apakah mereka akan kesana.

“Keluarlah” perintah Alrescha dengan tegas hingga membuat Alissa mengikutinya tanpa bertanya apapun, benar tebakan Alissa jika mereka akan menaiki tangga dan saat ini tangan pria itu membuka pintu besi yang menampilkan hamparan lagit malam dengan hamparan bintang di sepanjangnya.

“Apa ini atap Hotel?” tanya Aliissa dengan makna retorika, membuat pria itu enggan menjawab lantaran Alissa sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Bagaimana luasnya lantai atas ini, dan Alissa merasa amat kecil sebab ada diantara lapangan lebar yang bisa membuatnya tidak terlihat jika di pandang dari ketinggian, bahkan perbintangan itu tengah menyetarakan kekecilan tubuhnya dan berkelap-kelip dengan lampu di sepanjang kota, sungguh Alissa tidak percaya dunia malam ternyata cukup indah dari bayanganya, ia mungkin tidak pernah bermimpi akan berada di ketinggian seperti ini bersama seorang manusia, lantaran Alissa tidak pernah memiliki siapapun di dalam hidupnya, karna itulah Alissa cukup berkesan atas malam ini.

Di atas atap itu ada sebuah tempat duduk lebar yang sepertinya sengaja di sediakan, bahkan alrescha tengah mengerjakan sesuatu disana seolah ia sangat terbiasa, membuat Alissa memandang pri itu dengan tatapan sendu, ia sungguh berdebar saat mengakses dua tatatapan tajam penuh perlindungan, namun disaat bersamaan membuat Alissa sadar dunia mereka sangatlah berbeda.

Dari pada terus memandangi Alrescha dari kejauhan, Alissa memilih menghampirinya, dengan tubuh yang di balut dengan syal hangat dan telapak kaki yang tidak beralas itu, membuat Alissa terhenti di hadapan Alrescha.

“Tempat apa ini?” tanya Alissa sambil melihat banyaknya kaleng minuman disana, bahkan pria itu membuka penutupnya sembari meneguk minuman kaleng dengan posisi ternyaman, ia benar-benar melepaskan sikap elegannya dan menunjukan sisi dirinya yang biasa, membuat Alissa mengambil alih duduk di sisi Alrescha.

“Apa kau tidak pernah pergi ke tempat seperti ini sebelumnya?” tanya Alrescha ketika meneguk minuman kalengnya.

“Tentu saja tidak. Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal seperti ini”

“Kenapa?” tanya Arescha dengan ingin tahu besar.

“Karna…..” Alissa menanguhkan perkataanya sembari menegadahkan kepala kearah langit. “Mungkin karna aku terlalu sibuk bekerja dan belajar, aku selali terkungkung di perpustakaan dan bahkan menatap layar komputer setiap saaat” ucap Alissa sambil mengambil minuman kaleng itu, ia cukup kesusahan untuk membuga pengaitnya hingga Alrescha mengambil alih kaleng minuman untuk membantu Alissa.

“Terimakasih” ucap Alissa dengan tulus, sebab pria itu cukup baik untuk di kataakn sebagai seorang pria yang memiliki pacar, bagaimana beruntungnya Nona Arabella sebab memiliki pria sehangat Alrescha, hanya saja ia menyia-nyiakan dirinya, sungguh di sayangkan sekali.

Alissa menyegarkan kerongkonganya dengan minuman alkohol itu. “Aku masih mengigat jelas bagaimana kau mengucapkan, jika Alrescha Nero adalah panggilan sayang diantara kita” sontak Alissa tersedak atas minuman yang gagal ia cerna, apakah pria itu tidak tahu jika saat ini Alkohol itu amat pekat terasa di indra perasanya dan ia malah mengucapkan kata memalukan seperti itu.

“Aku hanya bicara saja, aku tidak sadar mengucapkanya, kenapa kau mengungkitnya” bantah Alissa ketika membulatkan mata untuk menyangkal hal itu. Membuat Alrescha tertawa renyah ketika memandang wajah panik dari Alissa Moon. “Kenapa kau tertawa, aku sungguh berkata sembarangan saja” kekeh Alissa sekali lagi untuk mempertahankan harga dirinya.

“Baiklah-Baiklah…” ujar pria itu dengan penuh penghiburan, membuat wajah Alissa memerah penuh malu saat memalingkan wajah dari tatapan Alrescha, Ia tidak menyangka pria itu malah meledek dirinya penuh kepuasan.

“Aku adalah orang yang tidak percaya dengan hal mustahil, aku tidak pernah percaya dengan yang namanya takdir, sebab apapun yang terjadi selalu memiliki akibat” ucap Alrescha dengan nada serius, bahkan suasana yang tadinya penuh canda gurau berubah dingin ketika sikap Alrescha penuh pertimbangan.

Tentu Alissa mengalihkan pandangan kearah pria itu, apakah saat ini Alrescha tengah mabuk, sebab jika di lihat ia sudah menghabisi 7 kaleng Alkohol, hanya saja Alrescha yang seperti ini sungguh membuat Alissa berdebar. “Alissa ada apa dengan jantungmu” batin gadis itu dengan binging atas dirinya.

“Kenapa kau tidak percaya dengan takdir? Apa karna kematian ibumu yang masih kau percayai memiliki alasan di baliknya?” balas Alissa kepada pria itu, membuat Alrescha terpana atas lontaran kata yang di ucapkanya.

Dan kali ini lagi-lagi Alrescha mempercayai hal mustahil itu, jika gadis bernama Alissa memang mmemiliki sesuatu di dirinya. Yang mungkin sebagaian orang tidak akan pernah mempercayainya.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!