NovelToon NovelToon
Enough

Enough

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Enough berkisah tentang kisah asmara seorang wanita bernama Dia Tarisma Jingga dengan seorang lelaki yang belum lama dikenalnya, Btara Langit Xabiru

Keduanya saling mencintai dan kemudian memutuskan membangun kehidupan keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.

Namun sayangnya semua itu hanya menjadi angan saja, hal ini terjadi lantaran trauma masa lalu dan sikap Tara yang abusive, yang pada akhirnya menjadi prahara dalam rumah tangga mereka.

Akankah Tari dan Tara mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Kisah selengkapanya hanya ada di novel Enough.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Rasa amarah dan jengkel pada Tara, menghantam batin Tari sekaligus. Satu-satunya hal yang ia inginkan adalah udara segar. Ya Tari butuh udara segar dan ia tahu persis dimana ia bisa mendapatkannya.

Beberapa saat kemudian, ia bergegas membuka pintu rooftop. Di sana ia melihat ada beberapa orang tamu yang memisahkan diri dari pesta dan memilih berada di rooftop untuk melihat indahnya angkasa. Ada tiga orang, dan mereka duduk di kursi santai. Tari mengabaikan mereka, ia melangkah menuju bangunan kecil tempatnya duduk beberapa bulan lalu saat ayahnya meninggal dunia.

"Bisa tinggalkan kami berdua sebentar?"

Tari membalik badan, dan ia melihat Tara berdiri di dekat ketiga tamu itu. Mereka bertiga langsung mengangguk dan berdiri untuk memberikan mereka privasi. Tari melompat dan berseru, "Tunggu!" tapi tak seorang pun yang menoleh ke arah Tari. "Kalian tidak perlu pergi!" ucap Tari.

Tara berdiri dengan tenang dengan kedua tangan di saku, sementara salah satu tamu bergumam. "Tidak apa-apa, kami tidak keberatan." Satu persatu mereka mulai menuruni tangga untuk kembali ke dalam apartement Caira.

"Apa semua orang selalu menurutimu?" tanya Tari kesal.

Tara tak menjawab, ia terus berjalan mendekat ke arah Tari. "Tari," ujarnya ia tiba tepat di hadapan Tari, dan tatapan Tara turun ke belahan dada Tari. Seketika itu juga Tari menarik bagian atas gaun supaya Tara tak melihatnya.

Tara tertawa dan maju satu langkah lebih dekat, hingga mereka nyaris bersentuhan. "Aku merasa ada banyak hal yang ingin kamu katakan," ucap Tara. "Jadi sekarang aku ingin memberimu kesempatam mengungkapkan kejujuranmu."

"Hah!" sergah Tari sambil tertawa. "Kau yakin mau mendengarnya?"

Tara mengangguk dan Tari bersiap-siap menumpahkan isi hatinya. "Aku tidak mengerti apa yang kau inginkan, Tara! Setiap kali aku tiba di titik, dimana aku tidak mau peduli lagi padamu, kau malah muncul lagi! Kau muncul di cafeku, di depan pintu apartementku, kau muncul di pesta ini, kau...."

"Aku tinggal di sini," ucapnya, memberi alasan untuk tuduhan Tari yang terakhir. Dan hal itu justru membuat Tari semakin jengkal, ia mengepalkan kedua tangannya.

"Uh! Kau membuatku gila! Sebenarnya kau ini menginginkan aku atau tidak?"

Tara menegakkan badannya dan menatap Tari. "Maksudmu?"

Tari semakin frustasi, ia menggeleng-gelengkan kepalanya."Kau tidak paham juga?" tanya Tari, ia melembutkan nada suara. Tari merasa lelah jika harus berteriak pada Tara. "Aku menyukaimu, Tara. Dan mengetahui kau menginginkan aku hanya untuk satu malam, itu membuatku sedih. Aku mohon jangan terus menggodaku, jangan gantung fotoku di apartementmu, dan jangan mengirimku makanan. Itu sangat menyakitkan bagiku."

Tari merasa lelah dan bersiap untuk pergi, namun ia masih memberikan Tara waktu untuk mengutarakan pembelaannya. Tapi Tara tidak berbicara sepatah kata pun, ia malah berbalik badan, bersandar di tembok sembari menatap jalan seolah ia sama sekali tak mendengar semua yang di ucapkan Tari.

Tari menghembuskan nafas kesal, kemudian ia pergi dari rooftop. Saat setengah jalan, Tari masih berharap Tara memanggilnya dan memintanya untuk tidak pergi.

Sepertinya harapan Tari pupus, Tara sama sekali tak melakukannya, hingga Tari kembali ke apartement Caira. Ia menyeruak di sela kerumunan tamu, dan menelusuri dua ruangan berbeda sebelum akhirnya ia melihat Cakra.

"Ayo kita pulang!" Ajak Tari, ia meraih tangan Cakra dan berjalan mencari keberadaan Caira.

Tak lama kemudian mereka menemukan Caira dan Gala di ruang tamu utama. Tari pun langsung berpamitan, ia menggunakan alasan ingin beristirahat setelah beberapa minggu bekerja keras untuk pembukaan cafenya. Caira memeluk Tari dan mengantarnya ke pintu depan.

"Aku akan datang ke cafe hari senin," ucapnya, lalu mengecup pipi Tari.

"Selamat ulang tahun Caira," ucap Tari. Cakra membukakan pintu, namun tepat sebelum mereka melangkah ke beranda, Tari mendengar seseorang memanggil namanya. "Tari, tunggu!" serunya, ia berusaha menghampiri Tari.

Degup jantung Tari langsung tak karuan. Tara melangkah tegas seraya menghindari para tamu undangan, hingga akhirnya Tara berada di celah kerumunan kosong dan tatapannya tak lepas memandangi Tari, Caira yang berada di hadapan Tari pun terpaksa menyingkir.

Awalnya Tari mengira jika Tara akan memberi pembelaan diri atas semua yang ia katakan padanya di rooftop tadi, tapi dia malah melakukan sesuatu hal yang tak di sangka. Tara meraih dan mebopong tubuh Tari .

"Tara, turunkan aku!!" pinta Tari.

Tara tak menghiraukannya, ia justru menatap Cakra. "Aku pinjamam tunanganmu malam ini," ucap Tara pada Cakra .

Cakra mengangguk sembari tersenyum. "Silahkan!"

"Dasar pengkhianat!" gumam Tari.

Tara kembali berbalik dan kembali masuk ke ruang tamu. Sekilas Tari memandang Caira nampak bingung dengan apa yang terjadi.

Semua orang yang berada di ruangan itu menontoni mereka berdua, Tari sangat malu dan hanya bisa membenamkan wajahnya di dada Tara saat Tara membopongnya menyusuri kediaman Caira dan membawanya ke kamarnya.

Begitu Tara masuk dan menutup pintu kamarnya, barulah ia menurunkan Tari. Tari memaki dan memukuli Tara, namun Tara malah mendesak Tari ke pintu dan menyambar kedua pergelangan tangan Tari yang di jepitnya di atas kepala Tari.

Tara menatap Tari begitu lekat hingga Tari berhenti melawan dan menahan nafas. Tara menekan dadanya ke dada Tari, hingga punggung Tari terhimpit ke pintu, dan kemudian bibir Tara memangut bibir Tari.

Rasanya hangat dan selembut sutra.

Tari terkejut dengan erangannya sendiri, dan lebih mengejutkannya lagi ia membuka bibi dan menginginkan lebih. Lidah Tara menyusup masuk dan ia melepas pergelangan tangan Tari, menangkup wajahnya. Ciumannya bertambah dalam dan Tari mencengkram rambutnya, dan menariknya kian mendekat.

Mereka berdua berpadu dalam erangan dan sentakan nafas hingga keduanya sama-sama kewalahan, namun tubuh mereka menginginkan lebih dari hanya sekedar bibir.

Tangan Tara meraih ke bawah dan menyambar kedua kaki Tari, mengangkatnya dan mengaitkan di pinggangnya.

Astaga, pria ini mahir sekali berciuman, seolah ia melakukan ciuman itu sama seriusnya dengannya menekuni profesinya.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
yeyyy... Akhirnya🥰🥰🥰
RithaMartinE
Ranu 😭😭😭
Anonymous
tadinya kutebak ranu adalah tara....
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
luar biasa karyamu,, sehat dan sukses selalu..
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
hanya 1 kata untuk mu thor 𝙆𝙀𝙍𝙀𝙉!!!
👏👏👏👍
LALA LISA
betul Thor..perlu untuk diketahui hal2 itu ada di dunia nyata,,nambah wawasan juga/Rose//Heart/
ayu sukoco
next kisah Ranu, tari dan anak2nya ada gk Thor?
Kenn: ka bisa minta tolong spill ending novel k.u.n ga? tambahan nya 1 lembar aja, sayang banget kalo beli soalnya gaada bajakan nya 😭
total 2 replies
Aizivaishe Zaky
ter d best...makasih ya thor udh buat cerita ini...sukses selalu y..
Khairul Azam
Tari bertahan saja nanti dampaknya jg ke anak km seperti km benci ayahmu
Khairul Azam
aduh dududu mbak tariii Baru kenal udah mau aja diraba"
Safini Azizah
sampai akhir baru komen.. bagus banget cerita nya kak
banyak pesan moral yg didapat dari cerita ini.. asli keren kak.. bisa buat baper akut n nangis Bombay.. untuk kak Irma sukses terus sehat dan selalu di tunggu karya selanjutnya..
Irma: Terima kasih telah membaca sampai akhir
total 1 replies
Mas Bagong
Bagus. pemilihan tema dan alur jelas
banyak pesan dan ilmu yang terkandung
Lek"A"
whohoho asli keren banget 👍👍👍👍
Lek"A": mungkin saking banyaknya penulis ,pihak NT jadi bingung,yg sabar dan tetap semangat untuk berkarya💪👍, mungkin lain waktu tiba" di promosiin, rejeki kita tidak ada yg tau, cuma bisa mendo'akan dan memberi semangat 😉😘
total 2 replies
Lek"A"
Semoga semakin banyak pembacanya,
Semangat Kak author,
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini,
💪👍
Irma: Terima kasih sudah membaca dan memberikan bintang 5nya😊
total 1 replies
Vthree Keisha
Cerita yang Amazing,lain dari yang lain..Sangat recommended,mengulik kisah yang sesungguhnya banyak terjadi dilingkungan sekitar kita.Tentang kdrt& pelecehan terhadap perempuan,banyak hal positif yang bisa diambil dari cerita ini.Good job buat penulisnya,sukses slalu👍❤️
Irma: Terima kasih sudah membaca, tulisan recehku🙏
total 1 replies
Lek"A"
wow ada sultan gabut🤭🤭,
adisty aulia
ide ceritanya kereeen🌺🌺🌺🌺
Irma: Terima kasih telah membaca karyaku yang ga pernah di lirik sama NT ini 😁🙏
total 1 replies
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
aku baru baca 2 karyamu ka
ㅤㅤ
hmmm sweet Tara tapi saat marah kamu bagai monster😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!