Ditinggalkan oleh Ayahnya sejak masih dalam kandungan membuat Kayna Givana hidup dengan mandiri. Ia dibesarkan oleh Ibunya seorang diri. Namun ada seseorang dalam keluarganya yang membuat Kayna harus terjebak dalam suatu pekerjaan.
Kejadian itu juga yang membuat Kayna akhirnya bertemu dengan Arnatta Delion, laki-laki yang ia temui dan kenali sebagai seorang pelayan di sebuah kafe tempatnya bekerja, namun dibalik kesederhanaan Arnatta ada rahasia besar di dalamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Airin?
Sejak tinggal di rumah Kayna, Natta jadi tidak terlalu khawatir dengan nasibnya yang menggembel sekarang ini. Meski sikap Kayna masih tetap sama, namun mama Mita sangatlah baik dan penuh perhatian dengan Natta. Bahkan tidak jarang Natta juga kembali mendapat bekal dari mama Mita. Sama persis seperti yang dibawa oleh Kayna.
Sudah seminggu lebih Natta tinggal di rumah kontrakan Kayna dan mamanya. Selama itu pula tidak ada yang tahu jika keduanya tinggal bersama, termasuk kak bos Dio dan juga Olin teman Kayna.
"Kay, lihat deh! Natta banyak juga yang penggemarnya," ujar Olin melihat ke arah lapangan.
Kayna dan Olin sedang menghabiskan cemilannya di depan kelas. Dengan pemandangan lapangan yang berada di bawah.
Sedikit lirikan dari matanya, tanpa disadari Kayna mencebik melihat pemandangan di bawah sana dari atas. Banyak siswi yang sedang meneriaki Natta juga membawakan beberapa makanan untuk Natta.
"Ck pada buta tuh mata, cowok nyebelin gitu dipuja-puja," ujar Kayna seketika membuat Olin menggeleng.
"Apa sih Kay? emang keren kok Nattanya, aku juga mau tahu kalau Nattanya mau. Lihat aku dong Nat."
Mendengar kata-kata Olin yang menurut Kayna sangat tidak masuk akal membuatnya menempelkan telapak tangannya pada kening gadis bertubuh sedikit gempal itu.
"Ngaco deh," gumam Kayna setelah merasa Olin dalam keadaan baik-baik saja.
"Enggak. Aku nggak ngaco! buktinya di kafe juga pada suka Natta, di sekolah juga sama aja. Kamu yang ngaco Kay. Cowok kayak Natta suka disebut sinting," bela Olin semakin membuat Kayna malas untuk menjawabnya.
"Nattaaaaa!" teriak Olin sangat kencang dari atas. Sontak saja semua yang berada di bawah sana termasuk Natta menatap ke arah Olin yang sekarang sedang meringis menahan malu.
"Olinnnnnn," gumam Kayna menahan amarah.
Masalahnya bukan Olin yang ditatap oleh Natta dari bawah. Melainkan Kayna yang sedang ditatap Natta dengan tatapan yang menurut Kayna sangat membuatnya malu atau salah tingkah.
Jelas tatapan Natta menyudutkan Kayna meski Olin lah pelaku sebenarnya.
Karena kejadian tadi. Kayna sangat menghindar untuk masuk ke kelasnya. Sebangku dengan Natta jelas suatu perkaran nantinya.
"Masih ada waktu." Kayna berniat untuk masuk ke kelas manti setelah bel masuk. Dia sedikit berkurang nyali gara-gara kelakuan Olin tadi.
"Hei," sapa seorang gadis yang tiba-tiba datang menghampiri Kayna.
Sejenak Kayna terdiam. Ia mengamati gadis di depannya yang tiba-tiba datang, sebelum akhirnya Kayna ingat siapa gadis yang kini berada tepat di depannya. Gadis yang pernah dirundung dan dia tolong waktu di lorong kamar mandi.
"Kamu yang waktu itu kan?" tanya Kayna dijawab senyuman oleh gadis tersebut.
"Iya, kenalin aku Airin," tangan Airin ia ulurkan untuk menjabat tangan Kayna.
Tanpa sungkan. Kayna membalas uluran tangan Airin dengan sedikit senyum di bibirnya. "Kayna," balasnya.
"Boleh ngobrol bentar?" tanya Airin diangguki oleh Kayna.
"Boleh," balas Kayna menyetujui.
Dan di sinilah Kayna dan Airin berada. Keduanya duduk di pinggir lapangan yang kini sudah sangat sepi anak-anak. Jika tadi sangatlah ramai di tempat Kayna dan Airin sekarang duduk. Ramai siswi-sisiwi yang sedang meneriaki nama Natta atau pun Arka.
"Btw makasih ya waktu itu kamu udah nolongin aku," ujar Airin diangguki oleh Kayna dengan senyum. "Sama-sama."
"Kamu dekat ya sama Natta?" tanya Airin membuat Kayna sempat terdiam beberapa saat.
Namun beberapa detik berikutnya Kayna menggeleng. "Enggak terlalu kok, cuma teman sebangku aja," jelas Kayna diangguki oleh Airin.
"Sama teman kerja juga kan?" kali ini pertanyaan Airin seketika membuat Kayna sempat berpikir.
Dari mana Airin tahu jika Natta dan Kayna teman satu kerjaan? yang tahu mereka satu tempat kerja ya cuma mereka dan juga Olin saja. Selebihnya tidak ada yang tahu.
"Arka yang ngasih tahu," lanjut Airin memberitahu.
Kali ini Kayna mengangguk paham. Jika tidak salah, Olin pernah bercerita jika teman Natta bukan hanya Dio sebagai pemilik kafe tempat mereka bekerja saja. Melainkan juga Arka anak pemilik sekolah juga. Anehnya Natta meski memiliki perawakan juga wajah yang lebih baik dari teman-temannya. Nasibnya sangatlah berbeda.
"Kamu pa-"
"Aku teman mereka Kayna," sela Airin seketika membuat Kayna mengangguk pelan.
Tolong jangan bilang kalau kamu juga tahu dimana Natta tinggal selama ini batin Kayna menatap Airin dengan diam.
"Boleh minta tolong Kay? cari tahu dimana Natta tinggal sekarang."
Deg
Detak jantung Kayna kembali berdetak dengan cukup kencang, antara lega dan juga bencana baginya.
semngaaaaaat
terimakasih mbak Ri
atw belajar dr Mas Ray