NovelToon NovelToon
Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:237.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: meidina

21+++++ tolong bijak, kalau tak suka bisa di lewati.

cinta adalah anugrah dari Tuhan, dengan siapa kita mencintai itu juga sudah di jodohkan oleh takdir.

Tapi bagi seorang pria seperti Aris, cinta adalah sebuah kesengsaraan dan luka, tapi dia baru menyadari apa itu cinta saat bertemu dengan gadis yang bisa mencuri hatinya di pandangan pertama.

Ayu seorang gadis sederhana yang mampu menggoyahkan hati juragan kasar itu, tapi sebuah kenyataan melukai cinta mereka.
Apa mereka akan bahagia, atau malah akan Sengsara?

Apa cinta Aris tulus atau itu hanya cinta sementara yang membutuhkan kehangatan saja?

Dukung terus yuk karya otor yang satu ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jalan berdua

keesokan harinya, Aris sudah siap berangkat menjemput Ayu, dia memakai baju senyaman mungkin karena dia akan berjalan-jalan seharian ini.

Aris mengendarai mobil pick up miliknya, ya Aris lebih nyaman membawa mobil L300 yang baru di belinya.

pasalnya membeli mobil jenis pick up lebih berguna dari pada mini bus jenis Avanza yang biasa di gunakan untuk keluarga.

sesampainya di rumah ayu, Aris langsung menyapa pak Mun yang sedang menyiram tanaman di depan rumah.

"pagi pak Mun, ayu sudah siap?" tanya Aris dengan sopan.

"nduk .. ini nak Aris sudah jemput," panggil pak Mun.

"aku sudah siap mas, wah mobil baru lagi ya?" tanya Ayu melihat mobil terparkir di depan rumahnya.

"mobil Avanza sudah aku jual, terus beli mobil itu, meski begitu ini itu mobil mewah dengan dua pintu dek, sudah ayo kita berangkat untuk jalan-jalan," jawab Aris tertawa

Ayu hanya tersenyum saja, pasalnya dia tau benar jika arus memang sekarang lebih suka bercanda.

keduanya pun pamit dan berangkat bersama, ternyata Aris ke bank terlebih dahulu.

"mau apa mas ke bank?" bingung Ayu.

"sudah ikut saja, ayo dek," ajak Aris mengandeng tangan ayu dan masuk ke kantor dari bank itu.

mereka mengalihkan satu deposito dari Nana Aris menjadi nama Ayu, dan juga beberapa giro yang juga di ubah.

mereka juga mengambil uang yang semalam sudah di minta, setelah selesai ternyata sudah sangat siang.

"mas sudah jam segini, kita mau kemana lagi?" tanya Ayu yang berada di dalam mobil.

"kita beli perhiasan untuk mu, dan juga beberapa hadiah untuk para pasangan yang akan menikah massal bersama kita," jawab Aris yang menghentikan mobilnya di pasar legi Jombang.

"maksudnya dengan nikah massal?"

"aku mengadakan nikah gratis untuk semua pasangan yang ingin menikah dan terjadi bersama dengan pernikahan kita," jawab Aris.

"mas baik banget, pasti akan banyak yang ikut," kata Ayu.

"iya, Ambi sudah dapat Lina pasang calon pengantin dan sedang mengurus semua keperluan mereka di kantor desa, sekarang biarkan juragan tua ini membelikan perhiasan untuk mu sebagai hantaran nantinya," kata Aris mengandeng tangan Ayu.

"mas belum setia itu, jadi jangan meras minder, karena mas tetap terlihat sangat tampan di usia matang," kata Ayu.

"kamu membuat ku malu dek," kata Aris.

mereka memilih berbagai bentuk kalung dan perhiasan lainnya, setelah sudah mereka pun berjalan ke area belakang deretan toko perhiasan itu.

"makan dulu yuk mas, aku lapar," bisik Ayu.

"mau makan apa? mie ayam atau gado-gado di belakang pasar sekalian kita nanti belanja peralatan dapur,", kata Aris.

"baiklah kita ke area belakang saja," jawab Ayu yang tetap di gandeng oleh Aris karena takut calon istrinya itu hilang.

mereka makan terlebih dahulu, baru berbelanja hadiah untuk sekitar lima belas pasangan pengantin.

Aris dan Ayu selesai membeli setelah dua jam memilih, Ayu menunggu Aris yang mengambil mobil.

setelah mobil sampai, para pekerja toko itu menaikan panci set lima belas kardus, ada wajan anti lengket yang juga satu set dengan teflon dan panci kecil untuk sup.

tak hanya itu ada kasur lipat dan juga yang lainnya, mobil pickup itu bahkan langsung penuh.

"kita cari mushola dulu yuk mas, ini sudah dhuhur dan kita belum sholat," ajak ayu.

"baiklah sayang, kita ke masjid terdekat ya," jawab Aris.

mereka menemukan masjid terdekat, dan sholat bersama, setelah itu mereka pun melanjutkan untuk belanja lagi.

sebenarnya ayu sudah sangat lelah, tapi dia tak mau membuat Aris sedih, pasalnya pria itu begitu antusias dalam berbelanja keperluan pernikahan.

mereka sampai di toko kain, dan Ayu kaget saat arus membeli satu glondong besar kain batik.

"mas untuk apa ini? kenapa belu sebanyak ini?" tanya Ayu.

"ini untuk seragam semua orang, biar rapi dek," jawab Aris.

setelah selesai mereka pun pulang, saat sampai di rumah Aris ternyata sudah banyak orang yang menunggu di rumah itu.

"Eko ambil kain batiknya, dan minta semua orang yang kamu pilih jadi panitia untuk membuat seragam," kata Aris.

"siap bos, tapi aku juga pengantin loh di nikahan itu," jawab Eko

"tidak masalah dong, ini kan belum nikah juga, jadi kamu jangan sok sibuk," ketus Aris.

"iya bos, iya.." jawab Eko pasrah.

Ayu masuk kedalam rumah Aris, tanpa di duga Aris menarik tangan Ayu dan mengajaknya masuk kedalam kamarnya.

di dalam kamarnya, Aris memeluk Ayu dengan sangat erat, "mas... kita belum sah,"

"sebentar saja, aku ingin seperti ini sebentar saja," jawab Aris yang kemudian memangku ayu saat duduk di ranjang.

"mas ..."

"aku rasanya tak bisa menahan diriku lagi, terlebih kenapa kamu bisa secantik ini dan begitu menggoda," kata Aris memuji.

"sudah lepaskan jangan gombal terus, aku ingin membuatkan mas kopi dulu, mohon ayu mendorong Aris pelan dan berhasil lepas dari pria itu.

ayu bergegas turun dengan raut wajah memerah karena malu, sedang Aris tersenyum sambil merebahkan dirinya di ranjang.

ayu membuatkan kopi untuk semua orang yang sibuk, dan membawa milik Aris ke lantai dua.

Ayu meletakkan di meja, dan tak menemukan Aris, tapi saat dia ingin keluar.

Aris langsung menarik Ayu hingga terjatuh ke atas ranjang, Aris menindih gadis cantik itu, keduanya saling berpandangan cukup dalam.

Aris tak bisa menahan dirinya lagi, dan langsung mencium bibir merah muda yang menggodanya itu.

Ayu hanya diam karena tak tau harus melakukan apa, Ayu memukul dada Aris pelan saat dia tak bisa bernafas.

Aris menidurkan tubuhnya yang baru mandi di samping Ayu dan memeluk gadis itu, "mas..." panik ayu merasakan sesuatu yang keras.

"diam dek, biarkan dia tenang, kamu jangan bergerak atau bisa bahaya," bisik Aris dengan suara yang begitu berat.

karena merasa nyaman, ayu tertidur tanpa sadar karena tubuhnya juga begitu lelah.

Aris turun dan melihat semua sudah di tata rapi di ruang tamu, Eko dan Ambi juga berpamitan untuk pulang.

Aris tak bisa melihat ayu yang sedang tidur di dalam kamar, pasalnya jiwa liarnya seakan bangkit dan ingin memangsa gadis itu.

tapi hatinya tak mengizinkan hal itu, terlebih perbuatan tadi saja sudah keterlaluan.

"ah... aku harus mengalihkan perhatian ku dengan sesuatu, jika tidak... ah.. bahaya," gumam Aris menghela nafas berkali-kali.

di rumah Ayu juga di lakukan persiapan, tapi menjadi satu dengan Ambar, pasalnya pernikahannya akan bersama juga.

jadilah para warga sibuk membuat jenang dodol, dan juga membuat madu mongso.

terlebih lusa mereka harus membuat tumpeng yang akan di antarkan ke makam yang di keramatkan di desa itu.

itu adalah adat bebek moyang yang terus di jaga, Ambar melihat para ibu-ibu yang sibuk dan tak menemukan sosok ayu di manapun.

"Mbah min, dimana ayu kok gak kelihatan sama sekali, apa dia di rumah?" tanya Ambar.

"ayu sedang pergi bersama juragan Aris untuk berbelanja hadiah untuk para pasangan yang menikah, mungkin sudah pulang tapi dia di rumah tuan Aris karena harus membungkus semua hadiahnya," jawab pak Mun.

"wah ... padahal udah deket hari pernikahan kok malah main di rumah suami, tak takut saat menikah dan di rias tak mangklingi," kata Bu atik.

"memang apa salahnya, yang penting itu mereka saling mencinta, kalau make up itu tergantung periasnya saja yang bagus atau cari yang murah tapi maunya bagus, cih..." jawab Ambar yang membuat beberapa ibu-ibu langsung diam.

ambar hanya tak suka dengan pembicaraan mereka, yang sebenarnya juga bukan ayu yang melamar Aris.

tapi Aris yang mengejar dan melamar ayu, dari pada itu sebenarnya mereka hanya iri karena Aris yabg kaya memilih Ayu.

meskipun gadis itu pernah mengalami hal yang sangat buruk, tapi Aris tetap menerimanya tanpa melihat masa lalunya.

ayu terbangun dan melihat sekitarnya, dia kaget melihat Aris yang tidur di sebelahnya.

tapi dia sedikit bernafas lega karena bajunya juga masih lengkap, dan bergegas ke kamar mandi.

ternyata sudah jam empat sore, itu berarti dia sudah tidur cukup lama, Aris tak merasakan kehadiran dari ayu.

dia pun bangun dan tak mendapati gadis itu di kamar mandi, melainkan ada di dapur sedang membuat roti bakar.

Aris pun memeluknya dengan erat dari belakang, "mas jangan seperti ini, malu ..."

"kenapa? ada yang salah, aku calon suamimu, jadi aku boleh memeluk mu dengan cara seperti ini bukan, agar kamu terbiasa saat menikah lusa," bisik Aris.

"tapi mas, kamu membuat tubuhku panas, ah... tak nyaman," kata Ayu memohon.

Aris pun tersenyum saja mendengar jawaban dari calon istrinya itu, dia segera ke meja makan sambil melihat ayu yang begitu sibuk.

ayu memberikan kopi dan cemilan, dan kali ini mereka makan cemilan bersama.

"aduh mas, kenapa masih seperti anak kecil," kata ayu mengusap sudut pinggir bibir Aris yang belepotan.

reflek Aris malah menahannya dan menjilatinya, "mas... jorok," ayu malu bukan main melihat tingkah dari Aris yang begitu menggoda.

"tidak apa-apa, ini tangan calon istriku," kata Aris tersenyum.

"tolong abtaekan aku pulang, jika terus di sini kita bisa khilaf mas," mohon Ayu.

Aris pun mengangguk dan langsung berjalan bersama menuju keluar rumah, arus mengantarkan Ayu mengunakan motor.

selama perjalanan Aris melingkarkan tangan ayu ke pinggangnya, otomatis tubuh Keduanya menempel erat.

Aris pun sempat debfan sengaja melintas di jalan berlubang, dan membuat tubuh mereka terlonjak dan makin dekat.

"mas kamu ih..." kata Ayu.

"maaf... habis jalannya bolong-bolong begini, bukan salah aku dong," bela Aris yang ingin tertawa.

pasalnya dia terus melakukannya agar ayu makin mepet pada punggungnya.

meski niatnya bercanda lama kelamaan Aris sendiri yang merasa tubuhnya mulai bereaksi karena hal itu.

"kau bodoh Aris, mau mengerjai ayu, sekarang malah si Joni ikut-ikutan bangun, Joni tenanglah tunggu lusa kamu akan bisa melakukannya dengan senang hati," batin Aris yang tak bisa mengajak kompromi tubuhnya.

1
Mamah Kekey
Mbah Mun.. meninggal..
Mamah Kekey
Bu lurah Aris ..😂
Mamah Kekey
lanjut tambah seruu...
Mamah Kekey
dableg... apa an itu Thor...
Mamah Kekey
keren tambah seruu ceritanya... semangat terus KK...
Mamah Kekey
ngetiknya terburu,,ini...
Mamah Kekey
itu lepet Thor kt Betawi mah ..😂
Mamah Kekey
kasian ayu.. di hina
Mamah Kekey
mampir..
LALA LISA
emang ada ya tradisi bebek moyang ....setahuku sih tradisi nenek moyang yg ada.....typo makin tak terkendali dan authornya cuex bebex dgn typo2 nya padahal dah dikasih kritik secara baik2 lho sebelumnya
LALA LISA
bener,kayaknya si author gak menerima kritik dan masukan dech/Joyful/
LALA LISA
thooorrr..typo dimana mna,lagi asik baca eh typo lagi jadi terganggu tolong diperbaiki yaaa/Pray/
Ari_nurin
bagus sih cuma banyak typo nya .. jd pusing bacanya 🤔😟
Andi Fitri
Menik lbh baik muka pas2an tpi hatinya cantik..dri pada muka cantik tpi hati busuk..
menunggu_hilal
kan baru tau kalo dapat no urut 2 kok udah pakek kaos no urut 2 istrinya
Arni 1705
🤣🤣parah ini mah typonya....
aira aira
bagus
aira aira
bagus bnget ceritanya, latar belakang cerita ddesa aku suka
Ari_nurin
semakin parah typo nya dr bab ke bab. aku kira hanya diawal awal cerita saja 🤔
Ari_nurin
banyak banget ya typo nya sampai bingung baca nya .. 🤔😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!