Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 - Cemburu Lagi
Untuk merayakan kebahagiaan meraka setelah Zee resmi di kontrak oleh Galaxy Agency, Kedua orang tua Zee melakukan perayaan kecil kecilan. Bu Susan membuat kue dan memaksa makan malam yang lezat. Kedua orang tua Zee juga mendoakan Zee dengan doa terbaik mereka, dan mereka percaya bahwa Zee bisa menjadi lebih dari apa yang Zee impikan selama ini.
“Jadi nanti pekerjaan mu cuma foto foto begitu ya, Zee?” tanga Ibu nya yang tak mengerti apapun soal modelling
“Engga semudah yang kita bayangin, Ma. Tapi aku yakin aku bisa melakukan nya, selama ada kalian di sisi ku, mendukung ku, akan aku lakukan yang terbaik untuk mengangkat derajat keluarga kita” ucap Zee penuh tekad.
“Iya, Nak. Kamu faham, dan apapun yang terjadi. Kami akan mendukung kamu, kami tidak perduli apa yang orang katakan tentang mu”
Zee tersenyum penuh haru dan kemudian mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
.....
Setelah resmi bekerja di bawah naungan agensi yang sama dengan Sabina, kini Zee mulai melakukan pemotretan. Dan salah satu nya Zee akan melakukan pemotretan bersama model pria yang tampan dan di gilai para wanita, model itu bernama Jose. Jose Atmaja, dan saat melihat foto Jose yang tanpa baju, Zee kesulitan menelan ludah nya sendiri. Pria itu sangat seksi.
“Kak, aku gugup.... “kata Zee yang saat ini sedang di perisipakan untuk melakukan pemotretan pertama nya.
“Rilex, Zee. Nanti kamu akan terbiasa” kata Kayla menenangkan Zee “Dan sekarang kamu masih melakukan pemotretan sendiri, bagaimana kalau nanti kamu melakukan pemotretan bersama model pria? “
“Aduh, pasti makin deg degan, Kak” jawab Zee yang membuat Kayla terkekeh.
“Kamu harus terbiasa” ucap Kayla.
Setelah di persiapkan, Zee pun langsung melakukan pemotretan. Ia berpose sebagai mana yang di arahkan oleh sang fotografer.
Meskipun awalnya ia kaku dan gugup, namun Zee cepat belajar dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Dan setelah selesai dengan satu pemotretan solo, kini saat nya Zee melakukan pemotretan dengan model bernama Jose itu.
Zee semakin gugup, melihat foto Jose saja membuat bola mata nya seolah ingin keluar dari tempat nya, apa lagi jika melihat langsung. Dan tak kama kemudian Jose datang dan langsung berkenalan dengan Zee, Jose sangat ramah dan selalu tersenyum pada Zee.
Dan tak lama kemudian setelah Zee berganti kostum, Zee di arahkan ke lokasi pemotretan. Mereka melakukan pemotretan di pinggir kolam dan Zee di arakan untuk berpose mesra dengan Jose. Mereka duduk di pinggir kolam dengan memakai baju santai, bahkan Zee di arahkan agar bersender ke bahu Jose seolah mereka sedang pacaran dan tangan mereka saling mengait.
“Kamu gugup ya?” tanya Jose dan Zee mengangguk malu malu.
“Haha, rileks. Ini hanya pemotretan, kita harus bersikap profesional” ujar Jose yang membuat Zee semakin malu.
....
Sementara itu, Ken merasa uring uringan setelah beberapa hari ia hidup tanpa Zee yang selalu siap siaga mengantarkan barang Ken yang tertinggal atau sengaja di tinggal di rumah nya.
“Gara gara Mama sih ini... “ gerutu Ken dalam kesendirian nya “Coba kalau Zee masih bekerja, aku kan bisa suruh dia ini itu” lanjut nya.
Ken melirik jam yang melingkar di pergelangan nya, dan jam kini sudah menunjukan jam 4 sore.
“Apa aku ke tempat Zee saja ya? Emm tapi mau apa? Apa aku bilang saja mencari jas ku? Ah, ide yang bagus”
Ken pun bergegas ke sebuah hotel dimana Zee melakukan pemotretan, dan jangan tanya dari mana Ken tahu hal itu. Tentu hal itu sangat mudah bagi seorang Kenzo Alvian.
Sesampainya di tempat pemotretan, Ken Langsung menggeram kesal karena melihat Zee yang tampak nya lebih akur dengan Jose.
“Zee...” seru Ken dengan suara bas nya.
Saat ini Zee sedang bersama Jose dan mereka sedang bersantai setelah tadi melakukan pemotretan.
Melihat mantan tuan muda nya datang, Zee pun langsung menghampiri nya dengan melemparkan senyum pada nya.
"Ya, Tuan? Ada apa?" tanya Zee.
"Kamu itu kenapa dekat dekat dengan pria itu, Zee?" tanya Ken setengah menggeram membuat Zee langsung tampak bingung.
"Dia kan teman kerja saya, Tuan Kenzo" ucap Zee kemudian.
"Iya, tapi kan sekarang bukan saat nya bekerja. Kamu kalau kerja yang profesional, jangan dekat dekat sama cowok kecuali urusan pekerjaan" ujar Ken kemudian yang membuat Zee tersenyum tertahan.
"Oh, iya, saya faham" jawab Zee kemudian ia di panggil untuk kembali melakukan pemotretan terakhir
"Nah, sekarang saya waktunya bekerja lagi, Tuan. Tunggu sebentar ya..." kata Zee dan dengan bodoh nya Ken mengangguk.
Saat melakukan pemotretan, Zee terus melirik Ken dan ia justru berpose semakin mesra dengan Jose. Ia sengaja memanas-manasi Ken yang tampak sangat cemburu saat ini dan Zee menikmati hal itu.
" Sekarang masih engga mau ngaku kalau cemburu, Kenzo? Hm?"