Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.
Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...
tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Om Om lagi...
Elna dan adik-adiknya sampai di apartemen, bahkan mereka juga tadi sempat mampir ke minimarket sebelum pulang.
Ben pun terbangun karena mendengar notifikasi dari kartu yang di gunakan oleh Elna.
"pak Hary tolong masak nasi, dan biarkan aku membuat makan siang," kata Elna yang berlari untuk berganti baju.
"baik nona," jawab pak Hary.
Elna pun memakai baju asal, dan tak lupa memeriksa lehernya, setidaknya tidak ada yang akan tau jika di lehernya ada bekas merah.
dia pun turun dan mulai memasak Nugget dan sosis yang dia beli tadi. karena dia ingin membuat makanan viral toktok.
Evan dan Saga pun keluar dari kamarnya, dan langsung duduk di meja makan saat Elna sudah selesai memasak.
Evan meski lama tinggal di luar negri, bocah itu tetap bisa makan sambal yang pedas.
jadilah tiga orang itu makan dengan lahap, dan tak lama Ben juga datang untuk makan si rumah.
tapi dia tak mengira melihat kesederhanaan di balik makan siang itu.
tapi Elna sudah memasak lauk yang lain, jadilah Ben dan asisten Mike bergabung bersama.
setelah itu Ben pun lanjut ke tempat proyek yang lain, tak lupa Elna juga memberikan kue untuk Ben.
Elna memberikan kue almond dan juga kue sarang semut yang semalam di buatnya.
Elna lupa tak izin pada Ben, tapi itu bisa di atur nanti malam, sedang di rumah Nana, gadis itu sudah menjadi bulan-bulanan dari kakaknya.
pasalnya seluruh kakaknya pulang dan sedang libur dari tugas negara, dari empat kakak prianya itu.
semua adalah abdi negara dan hanya Elna yang perempuan dan masih sekolah.
meski begitu mereka tak sepenuhnya mengekang gadis itu, begitupun orang tua Nana, tapi mereka mengirim orang untuk melindungi gadis itu diam-diam.
sedang Fafa, sedang membantu membereskan meja makan setelah makan siang bersama.
dia sadar jika hanya anak tiri di keluarga ayahnya, dia adalah putri yang di bawa masuk ke keluarga ini saat menikah dengan keluarga konglomerat itu.
tapi beruntung dia tetap di terima meski tak sepenuhnya, setidaknya dia menjadi kesayangan dari opa dan Oma sambungnya itu.
sedang dua adik Fafa begitu menyebalkan, dan sering membuat masalah dengannya tapi Fafa hanya menerima Semuanya dengan lapang dada.
"nona beristirahatlah, mungkin anda lelah," kata bibi di rumah Fafa.
"tidak apa-apa bik, ini sudah biasa, terlebih aku harus belajar jadi istri kan, karena aku tak ingin jadi istri yang tak berguna nantinya," jawab Fafa tersenyum.
Elna pun memilih baju yang akan dia kenakan, dia pun menjatuhkan pilihan pada kaos berkerah tinggi tanpa lengan.
kemudian dia juga memadukan dengan rok mini jeans berwarna gelap, dan juga jaket jeans kesayangannya.
"ah ... nanti malam pasti akan sangat menyenangkan," kata Elna tak sabar.
dia malah ketiduran karena lelah, dan meninggalkan ponselnya di cas, saga yang kesal langsung masuk kamar Elna.
pasalnya bocah itu dapat telpon dari Naura dan wanita itu marah karena Elna yang begitu sulit di hubungi.
"ya mama... kakak sepertinya kelelahan, hingga dia tertidur begitu nyenyak, aku tak berani membangunkan kakak karena dia bisa marah nanti," kata Saga dari sebrang telpon.
"baiklah, kalau begitu titip salam saja, karena kami akan memperpanjang liburan, ya siapa tau kami punya adik lagi," goda Naura.
"boleh tu, minta adik cewek ya," jawab Saga yang pergi dari kamar Naura.
Ben pun menyelesaikan pekerjaannya dan memutuskan untuk pulang, dan saat sampai rumah ternyata dia kaget melihat keadaan rumah.
karena dia bocah laki-laki itu sedang menonton Film, "hei kalian sudah mandi dan makan malam?" tanya Ben menyapa keduanya.
"sudah om, kak Elna sepertinya mau pergi, tadi dia sudah begitu cantik," adu Saga.
mendengar ucapan Saga Ben pun langsung berlari baik ke lantai atas dan benar saja gadis itu sedang bersiap.
"hai om," sapa Elna melihat Ben.
Ben pun mengendong Elna ke kamar mandi dan menciumnya dengan begitu mesra.
Elna mengalungkan tangannya pada leher Ben, "om... jangan sekarang aku ingin pergi ke bar bersama anak-anak," kata Elna.
"apa! kenapa kamu tak bilang, aku tak mengizinkan," marah Ben.
"ayolah om, padahal Lila mengajak suaminya, om bisa mengajak om Mike dan juga Adnan juga, bolehlah ya honey," kata Elna merayu Ben.
"tidak," kesal Ben.
"kita bisa cek in setelah itu," bisik Elna.
"baiklah, telpon kedua orang itu dan minta pak Hary menyiapkan makan malam milikku," kata Ben.
Elna pun memberikan ciuman dibibir Ben sebelum keluar dari kamar mandi.
sedang Ben menuju ke kamarnya untuk bersiap, Ben mengunakan outfit yang begitu m
seksi.
bahkan menunjukkan sosok dirinya yang pantas di sebut pria matang nan menawan.
terlebih pria itu Persis seperti sugar Daddy milik Elna yang begitu tampan dan seksi.
Ben pun turun dan melihat Elna, "honey ganti bajumu, atau kamu tak boleh keluar," titah Ben tak mau di bantah.
"baik om, baik!" jawab Elba pasrah.
"om mau kemana memangnya?" tanya Saga.
"kami ingin keluar untuk menghadiri pesta, kalian di rumah baik-baik dan jangan menyusahkan pak Hary, dan kalian bisa memesan apapun yan kalian inginkan, dan nanti langsung tidur karena mungkin kami pulang malam," jawab Ben.
"om pilih kasih nih,kami juga mau ikut pesta," protes Evan.
"ini pesta orang dewasa, baiklah om janji Minggu saat kita libur, kita akan bermain kemana pun kalian mau, jadi jangan marah lagi ya," kata Ben membujuk kedua ponakannya.
"siap om, padahal aku cuma bercanda, ha-ha-ha-ha,"
Evan merasa menang, Saga juga memberikan acungan jempol pada temannya itu.
Elna pun turun dengan baju lain,dan setidaknya Ben pun merasa sedikit aman,terlebih gadis itu tak menunjukkan tubuhnya.
"puas om," kesal Elna yang terpaksa memakai baju longgar agar Ben tak mengomel.
Evan menertawakan Elna begitupun Saga, pasalnya mereka tau jika Elna mau ke bar tapi baju yang di pakai tak sesuai.
tapi ini demi bisa keluar jadilah gadis itu pasrah, Ben pun mengajaknya berangkat ke tempat yang sudah di beri tahu Lila.
saat sampai ternyata semua sudah datang, Ben pun menyapa Chan yang juga datang.
"hore kita main dan pesta bareng om om ternyata!" teriak nana.
"hei kita baru datang kenapa kau sudah mabuk," kesal Elna.
"habis semua yang datang itu om om semua, tuh temen om Chan juga terus ada kak Nakula dan kak Bima yang juga masuk usia om om tau," jawab Nana mencebikkan bibirnya.
"sudah kita nikmati pesta saja, mulai musiknya!" teriak Lila pada DJ yang khusus di panggil oleh Chan untuk istrinya.
sedang Ben dan Chan hanya mengawasi,dan benar saja bar itu di tutup untuk umum karena khusus pesta keempat gadis itu.
Adnan dan asisten mike mulai bergoyang bersama Nana dan Fafa, sedang Elna saling berhadapan dengan Lila.
kedua gadis itu bahkan menunjukkan hal yang tak biasa,membuat dua pria itu terbengong.
pasalnya keduanya begitu intim saat menikmati musik yang di mainkan.
semua masih terkendali, asisten Mike dan Adnan mundur dan memilih duduk.
dan para teman Chan tau jika mereka di undang untuk main tapi tak boleh menyentuh keempat gadis itu.
tak lama ada beberapa wanita panggilan yang datang dan menghibur para pria itu dan menemani minum-minum.