NovelToon NovelToon
Wilson & Tisya

Wilson & Tisya

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:322.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Bagaimana jadinya jika seorang pria biasa yang tidak mempunya pengalaman tentang cinta di pertemukan dengan seorang gadis yang manja dan keras kepala?

Ikuti keseruan rumah tangga Wilson dan Tisya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Seharian ini Wilson sengaja menghabiskan waktu berdua saja di pantai bersama dengan Tisya.

Semenjak pulang kampung mereka benar-benar kesulitan mencari waktu berdua saja, hal itu sungguh membuatnya sulit bernafas.

Seandainya saja bapak Nara bukan kepala desa, seandainya saja dulu keluarganya tidak ada perjanjian dengan keluarga Nara, sudah pasti urusannya tidak akan serumit ini. Istrinya pasti akan di terima keluarganya sebagai menantu pertamanya yang akan sangat di sayang keluarga.

Hehhhhh ....

Helaan nafas berat keluar dari bibir Wilson saat mereka sedang duduk di bibir pantai dan menikmati cahaya jingga yang menghiasi langit sore itu.

Tisya menyandarkan kepalanya di bahu ternyamannya,

"Enak ya gini Wil, kapan kita bisa bebas gini lagi? Tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi, status kita!"

"Tidak lama lagi, tapi janji nggak usah ganjen-ganjen sama pak guru itu lagi!"

"Kamu juga, nggak usah ganjen-ganjen, sok perhatian sama Nara!"

"Kamu cemburu ya?"

"Kamu juga!"

Hal romantis itu selalu berakhir dengan sebuah perdebatan yang tidak ada ujungnya.

Hingga langit benar-benar gelap mereka pun memutuskan untuk pulang.

"Biar aku aja Wil yang nyetir, luka kamu ntar malah nggak sembuh-sembuh kalau kayak gitu!"

"Yakin nggak pa pa?"

"Iya!"

Akhirnya Tisya pun mengambil alih kemudi, menerjang gelapnya jalanan dengan jalan yang tidak semulus di kota. Di tengah jalan tiba-tiba Tisya merasakan perutnya bergejolak.

"Wil berhenti bentar ya!" ucap Tisya sambil memegangi perutnya.

"Kamu kenapa?"

"Aku pengen muntah!" Dengan cepat Tisya membuka pintu mobil dan sedikit berlari keluar, Wilson yang merasa cemas segera menyusulnya.

Hoeks hoeks hoeks ...

Tisya memuntahkan semua isi perutnya, Wilson mendekat dan memijat tengkuk Tisya.

"Minumlah dulu!" Wilson menyerahkan botol mineral yang sudah ia buka tutupnya.

Tisya pun segera mengambilnya dan menggunakannya untuk berkumur karena mulutnya terasa begitu pahit,

"Kamu kenapa? Apa kamu masuk angin?" Wilson begitu panik, ia memegangi perut Tisya.

"Kayaknya iya deh Wil, tiba-tiba pusing cium aroma mobil! masak aku mabuk perjalanan sih Wil, kan enggak banget!"

"Kalau gitu aku aja yang nyetir, kamu tidur ya, eh bentar_!" Wilson pun kembali lagi masuk ke dalam mobil, ia mengambil minyak kayu putih di dalam mobil.

"Buka perutmu!" perintah Wilson.

"Apa?"

"Buka perutmu!"

Tisya yang bingung maksud Wilson pun segera membuka kaosnya hingga begitu tinggi dan Wilson yang panik kembali menarik kaosnya agar tidak terlalu tinggi.

"Jangan tinggi-tinggi!" ucapnya sambil memperhatikan sekitar yang masih banyak orang yang lalu lalang.

"Tadi suruh buka sekarang nggak boleh tinggi-tinggi!" keluh Tisya.

"Aku nggak mau ya ada orang yang lihat tubuh kamu selain aku!"

"Isttttt!" Tisya begitu kesal dan melenggang begitu saja meninggalkan Wilson, ia masuk lagi ke dalam mobil.

Wilson pun segera menyusulnya.

"Kalau sekarang bagaimana?" Tisya kembali membuka bajunya begitu tinggi hingga memperlihatkan buah dadanya.

"Ya tetap aja jangan tinggi-tinggi!"

"Sekarang kenapa lagi, kan orang di luar nggak akan ada yang liat?"

"Aku lagi puasa Tisya, jangan sampai aku gagal nahan dan memakanmu di sini!"

"Astaga, ribet banget sih jadi kamu Wil!"

"Sudah jangan banyak bicara!" Wilson pun membuka tutup minyak kayu putih dan menuangkannya ke tangannya lalu mengusapnya ke perut Tisya.

"Bagaimana? Sekarang terasa lebih enakan?"

"Lumayan, sedikit hangat!"

Wilson pun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Tisya, ia mengambil alih kemudin dan meminta Tisya untuk tidur di bahunya agar lebih nyaman.

Wilson tidak berani menjalankan mobilnya terlalu cepat karena khawatir Tisya sampai terbangun. Hingga satu jam kemudian barulah mereka sampai di rumah Wilson.

Terlihat di rumah Wilson sudah begitu ramai, Wilson sudah bisa menduga kalau itu pasti Nara dan keluarganya.

Perlahan Wilson memindahkan kepalan Tisya ke sandaran kursi, ia bisa mengarahkan kepala Tisya begitu panas.

"Kamu sakit ya?" Wilson juga mendapati tubuh Tisya yang menggigil kedinginan.

Wilson pun segera turun, dan langsung di sambut amarah oleh bapaknya Nara.

"Wilson! Kamu sudah keterlaluan ya sama anak saya! Bisa-bisanya kamu meninggalkan calon istri kamu demi sopir kamu!"

"Maaf pak, bisakah saya bawa Tisya ke dalam dulu, dia sedang sakit sekarang!"

"Maksudnya mau kamu bawa ke rumah kamu?"

"Ini darurat pak, saya mohon jangan mempersulit saya!" Wilson sampai mengatupkan kedua tangannya di depan dada, Nara yang melihat Wilson begitu cemas pun menahan tangan bapaknya agar sedikit mundur.

"Bicara di dalam saja pak!" ucap Nara lirih akhirnya sang bapak menurut.

Wilson pun segera berlari mengitari mobil dan membuka pintu yang berada di samping Tisya, mengangkat tubuh Tisya dan membopongnya, ia berjalan cepat melewati Nara begitu saja.

Melihat apa yang di lakukan Wilson pada Tisya, tentu membuat hati Nara begitu sakit tapi untuk sementara ia harus bisa mengendalikan dirinya.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

IG @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

1
Marhaban ya Nur17
untung Nara g jd ulet bulu
Marhaban ya Nur17
tanggung malu pak lurah
Marhaban ya Nur17
iy Wilson terlalu lembek kek jeli
Marhaban ya Nur17
kasus 4G lebih tepatnya wkkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bapaknya Nara ternyata antagonis
Marhaban ya Nur17
sengaja di ulur"
Marhaban ya Nur17
lagat" nya Nara g tulus neh
Marhaban ya Nur17
pak lurahnya pasti ada udang di balik bakwan wkkwkw
Marhaban ya Nur17
sebenarnya simpel tinggal jujur kelar dah tp y gtu authornya mau dibikin seru" an
Marhaban ya Nur17
berlele-lele se thor
Marhaban ya Nur17
males klo cerita banyak rahasia
Marhaban ya Nur17
nama Wilson buat di kampung sungguh sangat keren wkkwkw biasanya kan wong kampung namanya ujang, agus wkwkkw, asep, aji dll klo Wilson uwww jauh
Marhaban ya Nur17
kek sinetron
Marhaban ya Nur17
maira kakak nya trs dokter Frans jg ???
Doharta Debora Be Gultom
Kecewa
Katherina Ajawaila
Mantap ngk bisa bekoar lagi tuh lurah tambun di borgol aja sm antek2 nya
Katherina Ajawaila
lurah Edan otoriter, biar ketahuan aja jahatnya jadi di pecat jadi lurah
Katherina Ajawaila
maruk matre lurah tambun tinggal di gorok aja di tiang bendera
Katherina Ajawaila
nyaho lurah gendeng, arogan
Katherina Ajawaila
biar kejengkang tu lurah yg arogan, penipu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!