NovelToon NovelToon
Terjebak Nafsu Sesaat

Terjebak Nafsu Sesaat

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:458.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: ritasilvia

Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.

Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana mama

Seiring berjalannya waktu, Natasya merasakan perubahan-perubahan aneh pada dirinya. sekarang hampir setiap pagi dia merasa mual dan muntah-muntah, kepalanya begitu pusing.

“Natasya kamu kenapa nak?” Ucap Mama mertuanya, khawatir melihat wajah Natasya yang pucat. sambil menyipit kan mata, dia meraba untuk merasakan kondisi tubuh menantunya.

“Aku pusing dan sering muntah-muntah ma.” Jawab Natasya lemah, sambil berusaha untuk kuat dan menopang tubuhnya pada dinding kamar mandi.

"Mendingan hari ini ngak usah sekolah dulunya sayang." mengusap pelan rambut Natasya.

"Baik ma," jawab Natasya patuh.

"Sekarang istrahat dulu dikamar ya, nanti Mama suruh pelayan untuk mengantarkan sarapan Kekamar."

"Baik ma."

"Menantu yang patuh." puji Mama, sesungguhnya dia tengah harap-harap cemas menatap punggung Natasya dari belakang yang berjalan menuju kamar.

"Semoga harapan ku ini bisa menjadi kenyataan, aku yakin pasti menantuku tengah hamil muda." gumam Sinta dengan Mata berbinar-binar bahagia. sementara Farrel langsung melonggos mendengar pujian mamanya.

"Farrel, mau Kemana?" teriak mana mengehentikan langkah nya.

"Ya sekolah lah ma, emang mau Kemana lagi dengan pakaian seragam seperti ini?" jawab nya kesal.

"Sarapan dulu nak."

"Ngak ma, lagi ngak selera liat makanan itu."

"Tumben, ini makanan kesukaan mu Lo nak." ucap Sinta.

Farrel langsung melangkah pergi menuju mobilnya, dalam hatinya dia tersenyum puas. karena semalam dia kembali bisa merasakan kehangatan tubuh Natasya meskipun harus secara diam-diam dan sangat hati-hati.

"Kebo' juga tidurnya tuh cewek, masa ngak tau jika tubuhnya semalam aku gerayangin." Gumam Farrel.

Sementara dikamar, Natasya menatap pantulan wajah nya di cermin. menatap bagian leher dan dadanya, banyak sekali terdapat tanda merah bekas cium Farrel.

Sebenarnya, Natasya mengetahui semua perbuatan suaminya Farrel. dia sengaja mendiamkan, berharap Farrel akan benar-benar berubah dan bisa mencintai dirinya dengan tulus.

Deringan ponsel mengagetkan lamunan Natasya.

"Davina sahabatku."

Nama yang tertera dilayar ponsel nya, segera Natasya mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo Vin?"

"Natasya, hari ini kamu ngak sekolah ya." terdengar suara teriakan keras suara Vita dan Davina, spontan Natasya menjauhkan ponsel dari telinga nya.

"Kalian tolong izinin ke guru ya, aku lagi ngak enak badan."

"Kok ngak langsung kabari guru, atau laki Lo udah bawa surat izin ya." ucap Vita ketika berpapasan dengan Farrel yang masuk ke kelas.

"Tasya kamu kenapa?" tanya Davina lagi.

"Aku sering mual-mual dan pusing sekarang Vin."

"Apa kamu hamil?" spontan pertanyaan itu muncul dari mulut Vita.

Natasya sempat terlonjak kaget mendengar pertanyaan sahabat nya, keringat dingin langsung membasahi wajah cantik nya. bagaimana pun dia masih belum siap untuk hamil.

Ponsel yang dipegangnya langsung jatuh kelantai, Natasya terhenyak diranjang.

"Benarkah aku hamil?" gumamnya kembali mengusap perutnya yang masih datar.

Tok....tok.... terdengar ketukan dari luar pintu kamar.

"Natasya sayang, Mama boleh masuk ngak?" ternyata diluar Mama Sinta tengah membawakan sarapan dan segelas susu ditangan nya.

"Masuk ma."

"Sayang sarapan dulu ya, dan minuman susu mu ini. masih hangat Lo." ujar Mama duduk disebelah Tasya.

"Terimakasih ma." balas Natasya tersenyum kearah Mama mertuanya yang begitu baik.

"Oya nak, Mama boleh tanya sesuatu yang agak pribadi ngak?" ucap Sinta agak ragu.

"Boleh ma."

"Begini, bagaimana hubungan ranjang kalian? apa Farrel memperlakukan mu dengan baik sayang?"?

Natasya terdiam, dia bingung menjelaskan. Farrel benar-benar memperlakukan nya sangat lemah!but dan hati-hati, karena takut Natasya terbangun. bahkan Farrel melakukan hubungan xxx dengan berfikir jika Natasya benar-benar tidur pulas, padahal Natasya mengetahui semua nya.

"Ma, Farrel mencuri-curi seperti maling." Akirnya perkataan itu lolos dengan sempurna di bibir Natasya.

"Astaghfirullah, ngak ayah ngak anak sama saja. dulu sewaktu kami dijodohkan dan menikah, ayah Farrel juga bersikap seperti itu. hingga sekarang dia berselingkuh dan menikah. mungkin dia memang tidak pernah mencintai mama..." ucap nya sedih.

Natasya langsung menekuk ibu mertuanya.

"Jangan sedih ma, kami akan sel mencintai mama." balas Natasya.

Hari ini, Natasya ditemani ibu mertuanya juga mengunjungi klinik ternama, dia ingin memastikan secara langsung kondisi menantunya yang menunjukkan perubahan dan ciri-ciri kebanyakan yang dialami ibu hamil muda pada umumnya.

"Ayo sayang kita masuk kedalam, jangan takut. Mama akan menemanimu." bujuk Mama mertua Natasya.

Wajah dokter perempuan paruh baya itu menatap lekat Natasya yang masih terlihat pucat dan lemas. sambil mendengarkan keluhan-keluhan yang dirasakan gadis remaja itu, akhir-akhir ini, kemudian dokter memulai melakukan pemeriksaan nya.

Natasya *******-***** tangannya cemas, menunggu hasil pemeriksaan dokter. begitu juga dengan mertuanya.

Dokter menatap kedua orang dihadapannya itu secara bergantian, baru dia memulai menjelaskan hasil memeriksakannya.

“Apakah anak perempuan nyonya ini sudah Menikah?” tanya dokter.

“Sudah, dia menantu saya dok." jawab Mama, sambil menatap Natasya yang terlihat masih lemas.

"Syukurlah, mengingat usianya yang terlihat masih sangat muda."

“Maksud dokter?”

“Anak Nyonya sedang hamil , masuk semester pertama.” Ucap dokter.

“Alhamdulilah, ini benar-benar berita yang menggembirakan, Mama harus kasih tahu Farrel, berharap dengan kehamilan mu dia benar-benar berubah. agar menjadi calon ayah yang lebih baik kedepannya.” Ucap Mama tersenyum bahagia.

Sementara Natasya langsung memucat, pikiran nya belum mampu menerima kenyataan ini, tubuhnya tiba-tiba bergetar seketika pandangan nya muram dan sukses pingsan dalam hitungan detik itu juga. nampak genangan air mata masih membasahi pelupuk mata dan pipi putih mulus nya. Persis tanpa noda sedikit pun hal inilah yang membuat daya tarik dari Natasya.

“Natasya bangun... Natasya bangun nak....,” dia mendengar suara Mama Sinta, yang memangil namanya, namun Natasya tidak mampu untuk membuka matanya.

Cukup lama Natasha pingsan, saat dia membuka matanya gadis itu melihat disekelilingnya serba putih.

dan seorang laki-laki tampan yang sudah menjadi suaminya duduk disebelah Natasya sambil memegang dan mengusap lembut jemari tangan Natasya.

"Farrel."

Suara lembut Natasya, mengagetkan Farrel. spontan suaminya yang masih mengenakan seragam sekolah SMA itu melepaskan dan menarik tangannya kembali, bersikap acuh dan cuek.

Natasya mengulum senyum, dia tahu jika saat ini Farrel tengah mencemaskan kondisi nya yang tidak stabil. tapi laki-laki yang merupakan cinta pertamanya itu mepadih terlihat gengsi untuk mengakui perasaannya yang sesungguhnya.

Mama Sinta masuk keruangan tempat Natasya dirawat, sambil membawa makanan dan minuman mineral.

"Wwwuuueeak,... Wwwuuueeak...aduh bau apaan ini ma, tolong jauhin dari Farrel ma."

"Lo..ini Khan makanan kesukaan mu, sekarang menantu dan calon cucu Mama seperti nya juga mulai menyukai makan ini. lihat tuh, Natasya makan nya lahap." tunjuk Mama.

"Pokoknya jauhin Makanan ini, isi perut Farrel rasanya mau keluar dengan baunya." membatalkan niatnya untuk sarapan, seperti kemaren nya Farrel berangkat duluan, dan memilih sarapan pagi di kantin sekolah.

"Farrel kenapa ma, kok dia aneh banget deh sekarang?" Natasya menatap punggung suaminya berjaln pergi.

"Biasa sayang, dulu sewaktu Mama hamil Farrel juga kayak gitu. bawaan kehamilan mu." terang Mama melanjutkan makan nya kembali.

"Ma, sekolah sekarang lagi mengadakan studi tour keluar kota." ucap Natasya sedikit sedih, mengingat pasti kedua sahabatnya pada ikut.

'"Sayang, biar aja mereka pergi. Mama janji setelah kamu melahirkan nanti dan kamu sudah sembuh. kita jalan-jalan ke luar negeri, kita puas-puasin shoping dan senang-senang. sekarang kamu sabar ya."

"Iya ma."

***

"Kita boleh gabung nggak di sini?" Aldo dan Jo mendekati Davina dan Vita.

"Boleh silahkan" jawab Davina tersenyum kerah Aldo, mereka duduk bersebelahan.

"Eh kalian semua, pada ikutankan studi tour sekolah nggak?" ucap Jonathan.

Aldo melirik Davina, berharap gadis itu juga ikut, namun bibir Davina terlihat enggan untuk mengatakan kata "Ya" dia cuma tersenyum menanggapi, membuat rasa penasaran Aldo memuncak namun dia terlalu gengsi untuk menanyakan secara langsung.

"Kalau aku sih pengen banget ikutan, gimana dengan kalian" Vita kembali bertanya dan menatap satu persatu teman-temannya.

"Kok pada bengong saja, emang kalian nggak bosan habis' ujian semester ini. kita perlu penyegaran juga tahu. ulang vuta dan Jo, pasangan kekasih ini, terlihat antusias.

"Emang tempat nya dimana?" tanya Davina.

"Kalau nggak salah di daerah puncak, sekalian pihak sekolah sewa Villa gitu, juga para siswa-siswi bisa juga memanfaatkan lingkungan villa yang luas untuk mendirikan tenda, kita disana bsa menikmati keindahan alam dan juga malam panjang dengan api unggun yang menyala terang.

"Benar-benar malam yang Romantis" Vita membayangkan kemesraan nya, nanti bersama Jo yang malu-malu tapi doyan.

"Aku tertarik sekali untuk ikut, gimana dengan kamu Davina ?" ulang Vita

Davina masih nampak berfikir, dan saat mulut nya bergerak ingin menjawab pertanyaan sahabat nya itu bel tanda waktu istrahat berakhir berbunyi nyaring, sehingga tanpa ba-bi-bu lagi Vita langsung menarik tangan Davina, untuk pergi meninggalkan kantin. membuat Aldo mengusap wajahnya gusar dan penasaran dengan jawaban Davina.

Banyak juga yang mendaftar untuk mengikuti study tour itu, namun Aldo dan Jo belum juga menemukan daftar nama Vita dan Davina yang tertera disana.

"Aldo, kayaknya status jomblo masih enggan beranjak dari hidup mu." goda Jonathan tertawa mersa lucu.

"Maksud mu?"

"Semula, aku berfikir kamu bisa memanfaatkan moment ini untuk menyatakan perasaan mu pada Putri Davina, tapi sekarang hal itu tidak akan mungkin terjadi Do." menatap Aldo yang juga terlihat kecewa.

Sementara dikelas, Vita terus membujuk Davina agar mau ikut.

"Ayolah Davina,...masa remaja seperti ini cuma datang sekali dalam hidup kita, makanya kita harus memanfaatkan nya sebaik dan seindah mungkin, apa kamu mau seperti Natasya. setelah menikah dan hamil, dia tidak pernah bergabung dan bersenang-senang dengan kita lagi." ucap Vita.

"Iya juga sih, nanti aku bilangin Mama dulu." jawab Davina, meskipun sebenarnya dia juga ingin ikut namun dia ingin melihat wajah sewot dan usaha Vita membujuk nya.

"Apa studi tour, tidak.... tidak. Mama tidak setuju sama sekali. ingat Farrel! Natasya tengah hamil muda anak kamu, dia sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang darimu. bagaimana perasaan nya nanti. jika kamu malah memilih ikut, sedangkan dia sendiri juga ingin ikut dan bergabung dengan teman-teman nya." ucap Mama kesal.

"Tapi ma, ini sangat penting dan Farrel harus ikut."

"Sudahlah ma, Natasya ngak papa kok." membujuk Mama.

"Tuh kan, orangnya aja ngak keberatan, Mama aja yang terlalu memanjakannya." terang Farrel menunjuk Natasya.

Mereka sedang berkumpul di taman belakang, karena Natasya suka sekali menghabiskan waktu ditempat, yang posisi nya berdekatan dengan kamar Natasya sendiri. menikmati bunga yang sedang bermekaran, yang memberikan nya ketenangan yang begitu damai dan indah. saat hendak memetik salah satu bunga mawar merah

"Aduhhh....,, tangannya terkena duri hingga mengeluarkan sedikit darah

Mama yang berdiri tidak jauh dari Natasya, langsung memanfaatkan keadaan itu.

"Sayang tangan Kamu kenapa berdarah begini?"

Mama sengaja berteriak agak keras, berharap agar Farrel yang sedang kesal karena dilarang ikut studi tour, bisa luluh dan cemas.

"Ah.... tidak apa-apa kok ma, cuma tertusuk duri kecil bunga Mawar saja" balas Natasya yang melihat Mama yang sengaja melebih-lebihkan kan dan terlihat sangat Lebai.

Benar saja, tidak begitu lama Farrel dengan langkah panjang langsung berjalan mendekati Natasya, mengisap jemari untuk mengeluarkan darah itu

"Luka dikitit aja, heboh" dengan ekspresi acuhnya.

Natasya menggelengkan kepalanya, dan melanjutkan kesukaan nya merawat dan menikmati keindahan bunga itu. melihat tingkah Natasya yang seperti itu, Farrel membalikkan badannya. dia juga menunjukkan jika sesungguhnya dia juga tidak tertarik pada istri nya.

Mama melonggos kecewa, melihat usaha nya kembali gagal, namun Mama tidak putus asa "Aku punya ide lagi.." sambil tersenyum, Mama Sinta kembali buat ulah.

"Aduh .....sakiiit, Farrel tolong Mama nak, kepala Mama kembali pusing" berakting seolah-olah ingin oleng dan jatuh dan pingsan didekat kolam kecil penghias taman.

Dengan gerakan refleks Natasya dan Farrel yang tidak begitu jauh dari posisi Mama, langsung menangkap tubuh Mama, di saat itu juga secara tidak sadar tangan Natasya dan Farrel berdempetan menopang tubuh Mama

Pandangan mata Natasya dan Farrel bertemu, seolah-olah bahasa tubuh mereka sangat menikmati Sentuhan tidak sengaja itu, Farrel merasa begitu nyaman dan bahagia bisa bersentuhan dengan kulit tangan Natasya yang lembut, begitu juga Natasya jantungnya berdetak cepat merasa kan hangat tangan Farrel dengan keadaan sadar dan nyata, tanpa harus sembunyi-sembunyi seperti yang biasanya dilakukan Farrel.

Mama tersenyum melihat anak menantu nya itu, Natasya yang tersadar ingin menarik tangan kembali, namun tiba-tiba Mama mengeluh.

"Aduh.. sakit nya, ayo kalian berdua bantu Mama menuju kamar, dengan istrahat pusing Mama ini akan hilang dengan sendirinya" ucap Mama mengedipkan mata ke arah Natasya.

"Ooo ternyata Mama berakting lagi, untuk mendekat kami... bagus lah " gumam Natasya, tanpa melepas tangannya diatas tangan Farrel mengiringi Mama menuju kamar tidur dan merebahkan tubuh Mama secara perlahan-lahan

"Farrel semalam Mama dan papa mu telah memutuskan untuk berlibur beberapa hari di Paris, sekalian Honeymount yang ke dua"

"Apa?" ucap mereka kompak.

Mama tersenyum..." kalian kompak sekali Mama senang mendengarnya, tua-tua begini Mama juga butuh liburan berduaan sama papa, apalagi dia sudah memutuskan hubungan nya dengan pelakor itu dan berjanji akan menghabiskan hari tua dengan berduan saja bersama Mama selama nya." terang Mama.

"Jadi dirumah ini, kami berdua saja dong ma." Natasya melirik Farrel.

"Nggak, dirumah ini banyak pelayan yang akan menjaga dan membantu mu, termasuk anak nakal ini." menunjuk Farrel

" Mama ngapain sih pakai liburan segala, udah tua juga." Farrel merasa ini hanyalah akal-akalan Mama.

"Serah mana dong."

"Ya udah Mama istrahat saja, Natasya keluar dulu" pergi meninggalkan kamar sambil menutup pintu pelan.

Sementara Farrel masih duduk di samping Mama yang terbaring, melihat Natasya telah pergi Mama langsung duduk menghadap Farrel.

"Farrel tahu, ini semua sandiwara Mama"

"Nggak juga sih, sebenarnya Mama memang ingin liburan, berduaan dengan papa. sesuatu yang sudah lama sekali tidak kami lakukan, semenjak pelakor itu hadir di kehidupan papa."

"Farrel jangan menyerah dan bukti kan kesungguhan mu, bahwa kamu bisa dan benar-benar berubah, Mama tidak ingin kebiasaan buruk papa itu kamu ikuti" ucap Mama kembali.

"Baiklah ma"

1
Qaisaa Nazarudin
Hah bagus,ini yg aku suka, Isterinya yg hamil,Misua yg ngidam.. Apa lagi saat sekolah,jadi isteri nya selamat dan gak dicurigai...
Qaisaa Nazarudin
Farrel Junior bakal Launching tuh pasti...😄😄
Qaisaa Nazarudin
Wkwwkwkkwkwk ngakak aku..
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak benar,Yang isteri nya siapa yg di mimpi alam bawah sadar nya siapa ..
Qaisaa Nazarudin
Ini nih isteri durhakim...😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa nama Aldo dan Farrel sering banget ketukar...
Qaisaa Nazarudin
Harusnya alurnya bikin kesel ya..Tapi malah bikin aku ngakak...🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lebay banget,dikit2 pingsan,Harusnya kamu ambil potonya buat ngancam dia..
Qaisaa Nazarudin
Tasya ambil potonya dan sebarkan..biar dia malu...biar kapok dia..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok Farrel..Bukannya Aldo ya?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos kau Farrel,masih bocil otaknya licik banget,taunya cuman bersenang2 doang,gak mikir gimana perasaan ibu kamu,udah diselingkuhin suaminya, Sekarang anaknya lagi yg gak benar..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jadi cewek itu harga diri tinggi dikit,jangan kayak cewek murahan yg ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh,Hadeeuuhh moga aja pujaan mu mau bertanggungjawab..
Qaisaa Nazarudin
Mana ada kek gitu,Apa kamu gak mikir kalo dia Hamil Gimana??!!
Qaisaa Nazarudin
Hah ku pikir si Farel TEH CELUP..
Qaisaa Nazarudin
Lha katanya sebelum ini Davina jauh lebih cantik dari Tasya.. kok sekarang lain lagi..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Mana ada,Dasar buaya darat,yang ada kamu benci sama Tasya..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaghfirullah Farel keterlaluan,Nakal sih nakal tapi jangan sampai melakukan sebegitu..Natasya sih terOBSESI banget dgn cowok,makanya jadi kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Kalo Tasya yg jadi peran utama ceweknya KECEWA deh,terkesan Cewek MURAHAN...🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Lha kok Davina peran cewek utamanya,Ku pikir Natasya..Aku suka peran cewek utamanya CANTIK, JUTEK,TEGAS,BAR-BAR bonus PANDAI ILMU BELA DIRI..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!