NovelToon NovelToon
Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:893.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Seosen 1

"Aku yang pertama, tapi bukan yang utama." Anjani Ashita.

"Aku cinta pertamanya, tapi bukan satu-satunya." Adhisti Andriani.

"Mereka berdua, adalah istri pertama bagiku, dan tidak ada yang kedua." Elang Samudra.

Seosen 2

Anak-anak Anjani, sudah beranjak dewasa. Banyak lika-liku kehidupan, yang harus dilalui.

Ara dengan rasa cintanya, yang diam-diam, dan tidak tahu untuk siapa.

Begitu juga dengan perasaannya Nanda.

Ara ada dalam kebimbangan, antara cowok yang dekat dan memiliki perasaan terhadap dirinya.

Lalu, bagaimana Ara akan menyikapi hal ini?

Bagaimana Anjani dan Abimanyu, memberikan nasehat kepada Ara?

Karena Anggi juga sudah menjadi remaja.

Dan permasalahan akan terus ada, seiring waktu dan bertambahnya permasalahan anak-anak mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang Terbagi

Elang, sudah berada di rumah selama seminggu. Dia belum sehat benar, sehingga tidak bisa berangkat ke kantor dan masih beristirahat di rumah untuk beberapa hari ke depan.

"Mas. Makan dulu ya, nanti baru minum obat," kata Adhisti, menegur Elang yang sedang melamun di teras depan rumah.

Elang, tidak menyahut. Dia hanya diam dan tidak bergerak dari tempatnya duduk. Dia terus memandang ke arah depan, dimana rumah Anjani yang dulu ditempati bersama dengannya juga.

"Mas," tegur Adhisti, dengan menyentuh pundak Elang.

"Eh, iya Sayang. Ada apa?" tanya Elang, terkejut sadar dari lamunannya tentang Anjani.

"Mas kangen rumah itu?" tanya Adhisti menyelidik.

"Rumah itu jadi sepi, dan tanamannya tidak terawat." Elang, memberikan alasan yang dirasa benar, karena sejak kepergian Anjani, rumah itu jadi tidak ada yang menempati, begitu juga dengan tanaman yang biasa di rawat Anjani. Jadi tumbuh liar dan tidak beraturan.

"Kadang, bibi yang dulu di rumah sana, Aku minta bersihkan rumahnya kok Mas," kata Andhisti memberitahu suaminya.

Sejak rumah depan kosong, yang dulu ditempati Anjani, bibi yang membantu Anjani dipindahkan juga ke rumahnya Andhisti. Jadi, rumah itu sudah tidak terawat dengan baik seperti dulu lagi.

"Kenapa dia mesti pindah? meskipun sudah tidak berstatus sebagai istriku, rumah itu adalah miliknya. Kenapa Aku tidak mencegahnya kemarin?" Elang, justru bicara sendiri dan tidak menghiraukan perkataan Andhisti. Dia seperti menyesali, apa yang sudah dia putuskan kemarin.

Perkataan Elang, yang seperti orang tidak sadar, membuat Andhisti mengerutkan keningnya bingung. Dia mulai berpikir, jika suaminya itu sudah tidak lagi utuh untuknya, secara perasaan hatinya. Elang, tanpa sadar telah memiliki perasaan terhadap Anjani, istri sirinya yang sudah dia ceriakan.

"Mas. Apa yang Mas pikirkan? Mas menyesal dan ingin Anjani kembali?" tanya Andhisti ingin tahu, apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.

Elang, menghela nafas panjang. Dia tidak tahu apa yang sedang dia rasakan saat ini. Dia juga tidak tahu, kenapa hatinya serasa kosong dan tidak bergairah seperti biasanya.

"Mas tinggal telpon, dan memintanya untuk kembali tinggal di rumah itu. Mas bisa bilang, jika rumah itu memang untuknya, dan tidak usah balik ke Bogor. Atau mas ingin dia kembali menjadi istri Mas?" Adhisti, mengajukan banyak pertanyaan, yang membuat Elang akhirnya menoleh ke arahnya.

"Lalu, sebagai laki-laki, apakah Aku sudah bisa dibilang cukup adil dengan kalian berdua? Aku merasa tidak bisa adil untuknya. Kamu tahu, selama ini, dia tidak pernah meminta apapun padaku. Dari hal kecil, hingga kewajibanku sebagai suaminya secara materi maupun batin pun, dia tidak pernah memintanya. Dia juga tidak pernah bertanya kenapa. Dia berpikir jika Aku memang tidak bisa, karena hanya ada Kamu. Aku merasa mengabaikan kehadirannya selama ini. Tapi saat dia sudah tidak ada di sini, Aku baru sadar jika hati ini juga ikut dia bawa. Sudah tidak utuh lagi di tempatnya. Apa Aku salah?"

Adhisti terkejut, mendengar pengakuan suaminya. Selama ini, dia berpikir jika Anjani yang selalu minta diperhatikan oleh Elang. Minta banyak hal, meskipun dia tidak tahu sendiri, apa itu. Dia merasa sangat bersalah, karena memiliki pemikiran yang jahat.

"Mas. Maafkan Aku. Aku, pikir kita akan bahagia tanpa adanya Jani lagi diantara kita. Tapi, melihat kondisi hati Mas Elang yang seperti ini, Aku tidak yakin jika kita akan baik-baik saja nantinya."

Adhisti menyadari, jika dia tidak akan merasakan kebahagiaan yang dulu dia inginkan, meskipun sudah tidak ada Anjani lagi dalam kehidupan pernikahan mereka.

"Nanti, Aku akan coba menghubungi Jani, memintanya untuk kembali pada Mas Elang, atau setidaknya, dia bisa menempati rumah itu lagi, agar Mas bisa melihatnya lagi dan tidak merasa khawatir."

Elang hanya diam saja, mendengar perkataan istrinya itu.

*****

Di kantor miliknya Elang, mama Amel datang bersama dengan Abimanyu. Dia sengaja datang, saat tidak ada Elang, karena masih sakit dan beristirahat di rumah.

"Tante. Apa tidak apa-apa, datang ke kantor ini tanpa sepengetahuan mas Elang?" tanya Abimanyu, dengan wajah cemas. Dia merasa khawatir, jika akan ada bentrokan antara ibu dan anak, karena kesalahpahaman dalam keadaan seperti sekarang ini.

"Tidak apa-apa. Aku datang bukan untuk mengacak-acak kantor dan usahanya. Tapi Aku justru ingin menyelamatkan usaha yang dia rintis dari bawah." Mama Amel, menjawab pertanyaan dari Abimanyu dengan wajah datar. Dia tahu, ada kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan anaknya itu.

Abimanyu, adalah ahli audit di beberapa perusahaan. Tapi, dia tidak ada di bawah naungan perusahaan manapun. Dia melakukannya, secara pribadi karena adanya permintaan dari beberapa pihak yang merasa, jika ada kecurigaan terhadap suatu masalah yang terjadi. Semacam detektif swasta, tapi ini bukan berarti menanggani masalah kejahatan secara umum, karena hanya untuk perusahaan yang memerlukan penanganan khusus.

Mama Amel, mengenal Abimanyu, beberapa tahun yang lalu, karena perusahaan suaminya yang terancam bangkrut. Papa Ryan, mendapatkan informasi dari sesama pengusaha, untuk mengunakan jasa Abimanyu untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan miliknya. Itulah mengapa, mama Amel tidak asing lagi dengannya, karena sekarang ini, dia memerlukan jasa Abimanyu, untuk kasus perusahaan anaknya, Elang.

Dari penuturan Abimanyu juga, dia tahu perbedaan antara kedua menantunya, Andhisti yang sudah dia kenal lama, dengan Anjani yang baru saja dia kenal, karena menjadi menantunya secara tidak sengaja. Tapi, karena rasa sayangnya pada Elang, dia tidak mau mengatakan kebenaran yang sesungguhnya terjadi. Dia ingin, Elang sadar dan mengetahuinya sendiri jika sudah ada bukti yang bisa dia perlihatkan.

Mama Amel, mengajak Abimanyu ke ruangan manager dan juga bagian akuntansi. Dia juga meminta laporan HDR. Semua dia minta laporannya dalam jangka satu tahun terakhir ini.

"Saya minta tolong, kumpulkan semuanya jadi satu. Saya akan tunggu sampai sore ini," kata mama Amel, memberikan instruksi pada semua kepala bagian masing-masing.

"Tapi Nyonya, apa Tuan Elang tahu kalau Nyonya meminta semua ini? Maaf, ini bukannya kami membatah, kami hanya mengikuti apa yang sudah menjadi peraturan perusahaan ini." pihak HDR, mencoba mencari alasan, untuk menolak permintaan dari mama Amel.

"Saya tahu jika setiap perusahaan, punya peraturan sendiri-sendiri. Tapi, apa yang sedang Saya lakukan ini, untuk menyelamatkan nasib kalian semua. Apa kalian mau menjadi pengangguran, jika perusahaan ini sampai bangkrut dan tutup?" tanya mama Amel, menjelaskan tentang maksud kedatangannya.

"Jika ada yang tidak mau melakukan sesuai yang Saya minta, silahkan suatu saat nanti berurusan dengan pihak yang berwajib," kata mama Amel, melanjutkan kata-katanya.

Dia tahu, ada yang tidak beres di perusahan anaknya itu, sedari awal. Tapi selama ini, dia tidak mempunyai banyak bukti, sehingga dia tidak ada melakukan apapun untuk memberikan penjelasan pada Elang, anaknya sendiri.

1
Jessa Jeje
semangat berkarya
Jamilatul Fauziah
thor cerita nya kok diluar ekspektasi sih,dari awal cerita gk ada sinyal" Adisti wanita rakus and matre loh, kenapa jadi alurnya begini
TK: plot twist itu, kak 🙏
total 1 replies
Jamilatul Fauziah
lanjut dong thor 💪
Jamilatul Fauziah
apa sebenarnya elang sudah mulai ada rasa sm anjani,kok aku jadi kasihan sm Adisti🥺, kalau benar sprti itu mending kamu minta cerai aja dis, karena semua wanita pasti tidak mau berbagi suami 😤
Darmanita Djohan
Luar biasa
TK: terima kasih untuk apresiasinya 🙏🙏
total 1 replies
sasip
orang serakah memang susah untuk merasa bahagia yak? 🤔 kaga bakalan bisa menerima hidup apa adanya.. selalu saja ada yg kurang, karena kata "cukup" ga ada dlm kamus kehidupannya.. 😩🤨
TK: Hemmm, begitulah
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
TK: silahkan Kak 🙏
total 1 replies
👑Gre_rr
Awas aja Elang sampai pisah sama Adhisyi!!!! ancaman ini Thor
Erni Sari
Emang benar, kalau sih hujan air mah. gpp atuh
Kar Genjreng
lage baca sinopsis eh merinding bagus yo... emang cerita Mu apik ko Author Ella..
Kar Genjreng: Ell opo ono neh Novel Mu sing nyar...iki wis Tamat to opo gung
total 4 replies
Kar Genjreng
terusane enek ga Anggi bi Ahmed ketoe lucu😂😂😋😋
TK: aamiin 🤲
total 3 replies
Kar Genjreng
oh wisentek yo... selamat yo Othor Ella duwe Anak he he he 🤭🤭🤭
TK: matur suwun 😍🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
wawn beneran jadi orang baik ya... Anggi senengnya usil. he he he
TK: 😂😂😂🙏🙏🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
ternyata menjadi orang baik juga tidak semulus jalan tol yo mas wawan... lah si mami piye kui waduh apa sido duda.. neh wis to mas mas apes tenan di gae bi Author.. he he he😁😁😁
TK: wkwkwk 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
Ayah Abi kena jebakan Batman... gara-gara Cucunya.. supaya balik jakarta..... Wawan ternyata benar-benar sudah baik.. shukur deh... sudah insaf... semoga istrinya baik ya Mas. 😗😗
TK: kan bumil harus dituruti
apalagi ini yang Bumil anaknya sendiri 🤗
total 1 replies
Kar Genjreng
hua hua hua🤗🤗 menantu Ayah Abi benar-benar jempol koyo sing nulis
TK: 😂😂🤫🤫🤫
total 1 replies
Kar Genjreng
kasih sayang orang tua sepanjang masa... kasih ayah sepanjang galah.. kasih ibu sepanjang jalan... tapi Kita lahir juga dari tulang rusuk Ayah juga... 🤣🤣🤣🤣maaf bukan menggurui yo thor sepurane🙏🙏
TK: yeee 👏👏
total 1 replies
Kar Genjreng
miko pokonya kita kocak ya
TK: ok Tante 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
baik banget awan dan 4 orang yang pernah dika sakiti kecuali Nanda.. 🤭🤭🤭🤭
Kar Genjreng
hidup di desa enak menurutku ada enaknya ada ga nya😞😞..
TK: ya di mana2 ya ngono
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!