NovelToon NovelToon
Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
​Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
​Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Fajar Pertama dan Tamu Tak Diundang

​Matahari perlahan terbit dari ufuk timur, namun sinarnya tidak lagi terasa sama. Cahayanya menembus awan abu-abu yang tebal, memantul pada lapisan tipis menyerupai jaring bercahaya yang kini menyelimuti seluruh langit Bumi. Jaring itu berkedip sesekali, mengingatkan sisa-sisa umat manusia bahwa dunia mereka kini berada di bawah kendali penuh Sistem.

​Yudha berdiri di atas atap beton bangunan utama pabrik, menatap reruntuhan kota yang berasap. Angin pagi membawa campuran bau belerang dan daging gosong. Malam pembantaian telah berlalu, tetapi kiamat ini baru saja mengambil napas pertamanya.

​Di bawahnya, halaman Tatanan Besi Hitam mulai hidup. Kelima belas pekerja kasar tampak sibuk memindahkan potongan baja, menyortir kabel, dan membersihkan sisa-sisa darah dari area gerbang. Wajah mereka pucat dan kuyu, namun ada sorot kelegaan di mata mereka. Suara desingan halus dari Menara Lontar Elektromagnetik yang terus berputar di atas gerbang memberikan mereka rasa aman yang tak ternilai harganya.

​Sebuah denting jernih tiba-tiba bergema di benak Yudha, disusul oleh kemunculan layar biru keemasan.

​[PENGUMUMAN GLOBAL SEKTOR 7-BUMI]

[Fase Inisiasi selesai. 42% populasi inang gagal bertahan hidup dan telah dimusnahkan.]

[Fase Adaptasi dimulai. Zona Aman Sementara telah dimunculkan di beberapa titik acak. Monster Tingkat 5 ke atas mulai dilepaskan dari Celah Dimensi.]

[Semoga Anda menikmati evolusi ini.]

​Yudha menyipitkan matanya. Hampir separuh populasi manusia musnah hanya dalam satu malam. Angka yang mengerikan, tetapi ia tidak merasakan simpati apa pun. Rasa iba adalah kelemahan fatal di era baru ini.

​"Ketua," sebuah suara memecah lamunannya.

​Lin Tian melompat dari tangga besi, mendarat dengan ringan di atap tanpa menimbulkan suara. Pemuda itu menangkupkan tangan dengan hormat. Pakaian kerjanya tampak rapi, dan sebilah golok baja yang telah diasah tajam terselip di pinggangnya.

​"Laporan," ucap Yudha tanpa menoleh.

​"Para pekerja telah menyortir sepuluh drum bahan bakar dan memisahkan logam berkualitas tinggi sesuai perintah Anda. Dapur juga telah menyajikan jatah makanan berupa bubur encer dan biskuit sisa. Pasokan makanan kita hanya akan bertahan lima hari jika dibagikan dengan porsi seperti ini," lapor Lin Tian lugas.

​Yudha mengangguk pelan. "Lima hari terlalu singkat. Setelah matahari agak tinggi, kau dan Lin Chen bawa tiga pekerja kasar yang bertubuh paling besar. Pergi ke pusat perbelanjaan di blok seberang. Kosongkan semua makanan kaleng, air kemasan, dan obat-obatan. Bunuh monster apa pun yang menghalangi jalan kalian. Ambil kristal energinya."

​"Siap laksanakan!" jawab Lin Tian. Matanya memancarkan semangat tempur. Ia sangat ingin menguji kekuatan fisiknya yang telah menembus batasan manusia biasa setelah menyerap energi malam tadi.

​Namun, sebelum Lin Tian sempat membalikkan badan, suara peringatan dari Sistem berbunyi di benak Yudha.

​[Peringatan: Menara Lontar Elektromagnetik mendeteksi entitas tak dikenal mendekati batas wilayah (Radius 50 meter).]

​Yudha segera menoleh ke arah jalan raya utama di luar pabrik. Dari balik kabut pagi, muncul sekelompok bayangan. Namun, itu bukan monster.

​Itu adalah dua belas orang manusia.

​Mereka berpakaian acak-acakan, membawa berbagai macam senjata mulai dari pipa besi, parang, hingga senapan angin. Di barisan paling depan, seorang pria botak berbadan gempal memegang sebuah palu godam berukuran tidak wajar. Kepala palu itu sesekali mengeluarkan percikan api merah, menandakan bahwa pria itu bukan manusia biasa. Ia pasti telah membunuh monster dan mendapatkan pengakuan Sistem.

​Kelompok itu berhenti sekitar tiga puluh meter dari gerbang pabrik. Pria botak itu menyeringai, menatap tembok beton tinggi dan menara pelontar di atasnya dengan mata serakah.

​"Hei, kalian yang bersembunyi di dalam!" teriak pria botak itu dengan suara serak yang menggelegar. "Kami tahu ini bekas pabrik peleburan! Buka gerbangnya sekarang dan serahkan semua perbekalan kalian! Kalau kalian patuh, Kelompok Kapak Merah akan membiarkan kalian hidup dan menjadikan kalian budak kami!"

​Di halaman bawah, para pekerja kasar langsung menghentikan aktivitas mereka. Kepanikan kembali menjalari wajah mereka. Di hari pertama kiamat, ancaman ternyata tidak hanya datang dari monster, tetapi juga dari sesama manusia yang kehilangan moralitasnya.

​Lin Tian mengerutkan kening, tangannya meraba gagang golok di pinggangnya. "Ketua, mereka manusia. Apakah menara pelontar akan menembak mereka?"

​"Menara itu diatur untuk menembak entitas yang menunjukkan niat membunuh secara langsung, atau siapa pun yang memaksa masuk tanpa izinku," jawab Yudha tenang. Ia menyilangkan lengannya di dada, menatap kerumunan preman itu layaknya menatap sekumpulan semut. "Tetapi, menggunakan paku baja dan tenaga kristal untuk sampah seperti mereka adalah pemborosan sumber daya."

​Yudha menatap Lin Tian lekat-lekat. "Kau butuh batu loncatan untuk membiasakan diri dengan kekuatan barumu, bukan?"

​Lin Tian segera memahami maksud pimpinannya. Senyum tipis yang mematikan terbentuk di bibir pemuda itu. "Saya mengerti, Ketua."

​"Turun ke bawah. Buka gerbang kecil di sisi kiri. Hadapi mereka berdua bersama adikmu," perintah Yudha mutlak. "Jangan bunuh semuanya. Patahkan tulang pemimpinnya, dan bawa sisanya masuk. Tatanan Besi Hitam butuh lebih banyak pekerja kasar untuk memperluas tembok pertahanan."

​"Bagaimana jika mereka melawan dengan keras?" tanya Lin Tian.

​Sorot mata Yudha menajam, memancarkan aura es yang membekukan jiwa. "Maka pastikan darah mereka mewarnai aspal di depan gerbang kita, sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani mengusik wilayahku."

​Lin Tian membungkuk dalam-dalam, lalu melesat turun dari atap dengan kelincahan seekor macan tutul.

​Di luar gerbang, pria botak itu mulai kehilangan kesabaran. Ia mengangkat palu godamnya yang memercikkan api, bersiap memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mendobrak gerbang utama.

​"Karena kalian memilih mati, jangan salahkan aku—"

​KRIEET...

​Suara engsel besi berderit memotong ucapan pria itu. Gerbang kecil di sisi kiri pintu utama terbuka perlahan. Lin Tian dan Lin Chen melangkah keluar secara berdampingan. Wajah kedua bersaudara itu sangat tenang, kontras dengan dua belas pria bersenjata yang menatap mereka dengan buas.

​Pria botak itu tertawa terbahak-bahak. "Hanya dua bocah ingusan? Di mana bos kalian yang pengecut itu? Menyerah sajalah dan serahkan markas ini kepadaku!"

​Lin Chen meretakkan buku-buku jarinya, menatap pria botak itu dengan pandangan meremehkan. "Kalian salah memilih tempat untuk mencari mati."

1
REY ASMODEUS
lanjut thor
Aisyah Suyuti
good
REY ASMODEUS
karya ini menarik untuk dinanti kelanjutannya. petualangan di dunia apocalipse sungguh membawa aroma baru untuk kalian yang haus ketegangan dan pertempuran epik. 10 Jempol untuk karya terbarumu othor badhot
REY ASMODEUS: othornya salh 🤣🤣🤣. othor bhodat
total 1 replies
REY ASMODEUS
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!