Sarah adalah gadis desa yang cantik dan polos, dia tertipu dengan cinta palsu Frans.
Frans seorang pria muda, tampan, dan kaya raya yang menikahi Sarah karena taruhan yang dia buat dengan temannya.
Tidak lama setelah menikah Sarah hamil, tapi Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak yang dikandungnya.
Frans meninggalkan Sarah yang tengah mengandung anaknya, dan kembali ke Jakarta.
Penderitaan Sarah tidak cukup sampai disitu, Sarah divonis dokter menderita kanker otak. Dokter menyarankan dia untuk menggugurkan kandungan demi kebaikannya. Tuhan tidak pernah membiarkan ketidak-adilan pada hambanya.
Suatu hari Frans mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Karena hal itu Frans harus membawa Sarah ke Jakarta, karena anak yang dikandungnya itu satu-satunya yang akan menjadi penerusnya.
Bagaimanakah nasib Sarah selanjutnya? Akankah dia memilih keselamatannya atau bayi yang dikandungannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cussie°®, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
"Apa aku gila...? Apa yang baru saja ingin aku lakukan? Apa aku tadi ingin menciumnya? Ini tidak mungkin, aku harus menjauh darinya." kata Frans sambil mengacak-acak rambutnya.
Di dapur Sarah bersandar di tembok sambil memegangi bibirnya, Ia memikirkan apa yang baru saja terjadi. "Apa tadi Frans ingin menciumku? Tidak mungkin...Dia tidak pernah mencintaiku, pasti hanya aku yang kegeer-an saja." kata Sarah mengalihkan pikirannya, dan kembali melanjutkan pekerjaan rumahnya.
Malamnya Sarah membantu bi Inah memasak di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Frans. Setelah Sarah menyajikan makanannya di meja, Frans turun ke bawah, tapi Dia mau pergi ke luar rumah.
Melihat Frans yang hendak pergi Sarah menghentikannya, "Kamu mau kemana Frans malam-malam begini? makanlah dulu."
"Aku mau kemana bukan urusanmu." jawab Frans dingin meninggalkan Sarah.
Malam itu Frans pergi ke klub malam untuk menenangkan pikirannya dari Sarah, kebetulan dia bertemu dengan Aldo di sana.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Aldo menepuk pundak Frans. "Harusnya kau di rumah bersenang-senang dengan istrimu, malah keluyuran di sini." kata Aldo menggoda.
"Sudahlah, jangan ganggu aku!" ucap Frans kesal menangkis tangan Aldo yang menepuk pundaknya. "Aku sedang stres sekarang, jangan tambah lagi dengan ocehanmu itu." jawab Frans kesal.
"Baiklah Frans...maafkan aku, aku tidak akan ganggu kesenanganmu, silahkan bermain dengan wanita cantik di sini untuk melupakan masalahmu." kata Aldo.
Sejak hari itu, sudah satu bulan Frans jadi jarang makan di rumah dan jarang pulang ke rumah, Ia lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah untuk bersenang-senang dengan wanita penghibur dan minum-minuman alkohol.
Padahal Sarah selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk Frans. Setiap Frans pulang dari kerja, Sarah selalu membawakan tasnya, menyiapkan makananya, mencuci bajunya, menyiapkan bajunya sebelum kerja, tapi Frans tetap tidak perduli dengan semua perhatian yang Sarah tunjukkan, Dia tetap sering keluar rumah untuk bersenang-senang di klub malam.
Karena kemarin Frans pulang larut malam dan mabuk, Ia tidak fokus menyiapkan berkas-berkasnya sebelum kerja. Setelah Frans berangkat kerja, Grace datang ke rumah untuk menemui Sarah.
"Anda mau minum apa nyonya?" tanya bi inah.
"Tinggalkan kami berdua bi!" kata Grace tegas.
"Baik nyonya, saya permisi." Bi Inah, segera pergi meninggalkan Sarah berdua dengan Grace.
Sarah bingung mengapa Grace menatapnya dengan penuh amarah. "Apa ada sesuatu yang nyonya ingin bicarakan dengan saya?" tanya Sarah.
"Hei...kamu benar-benar tidak tahu malu ya, saya biarkan kamu tinggal di sini tapi kamu malah menghancurkan karir anak saya." jawab Grace penuh amarah.
"Apa kesalahan saya nyonya?" tanya Sarah dengan wajah bingung.
"Satu bulan ini kinerja Frans menurun drastis, itu semenjak kamu datang ke rumah ini." jawab Grace kesal.
"Saya tidak mengerti apa maksud nyonya?" tanya Sarah lagi.
"Bagaimana kamu melakukan tugasmu sebagai seorang istri? Urus Frans dan layani dia dengan baik, supaya Dia tidak suka main-main di luar sana, awas kalau sampai Frans belum juga berubah jadi baik." kata Grace mengancam. Sarah diam menunduk karena disalahkan terus oleh Grace.
"Jangan kira kamu bisa hidup mewah di sini tanpa melakukan tugasmu. Saya tahu tipe wanita seperti kamu ini." kata Grace menyindir.
up
up