NovelToon NovelToon
True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: laksmi 93

Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.

Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.

Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak sekarang

Pagi menjelang, suara ayam terus terdengar di indra pendengaran Diana. Diana terduduk di atas tempat tidur, Ia melihat jam dinding yang terpasang di kamarnya menunjukan pukul lima pagi. Diana memikirkan sesuatu, mimpi yang semalam ia alami itu seperti nyata. Pelukan hangat Ayahnya ia rasakan seolah Ayahnya benar-benar ada.

Diana beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Saat melewati kamar Ayahnya Diana terdiam sejenak, ia berpikir apakah perkataan Ayahnya itu seolah pertanda jika Diana harus menerima lamaran pria yang kini tidur di kamar Ayahnya itu.

Diana menghela nafas panjang,membuangnya perlahan lalu kembali melanjutkan langkahnya. Setelah selesai membersihkan wajah, Diana langsung turun ke bawah, memeriksa dapur apa saja bahan yang habis dan harus ia beli sebelum pergi ke warung dekat rumahnya.

Setalah tau apa saja yang harus Diana beli, ia langsung pergi ke warung.

Diana pergi ke warung terdekat dengan berjalan kaki. meski terbilang dekat jika berjalan kaki butuh waktu 20 menit untuk sampai di sana.

"Pagi Diana, tumben kamu belanja sepagi ini nak?" tanya pemilik warung sesaat Diana tiba.

"Iya Buk, lagi ada tamu." jawab Diana.

"Itu calon suami kamu ya Di?" tanya ibu satunya

Diana ragu, tapi jika tidak di jawab mereka pasti curiga dan menganggap Diana wanita murahan. Diana tidak ingin membuat nama Ayahnya yang begitu bersih menjadi buruk.

"Iya Bu, itu calon suami Diana." jawab Diana.

"Wah, beruntung ya kamu Di. Calonnya ganteng dan sepertinya orang kaya, cocok banget sama kamu." ujar ibu yang bertanya tadi.

"Iya Bu,Terimakasih pujiannya." ucap Diana.

Ibu itu mengangguk lalu kembali memilih satu yang akan dia beli.

"maaf ya Di, bukan apa-apa. Tapi kalau boleh Ibu saranin, lebih baik calon suami kamu tidak dulu menginap.karena kan kamu belum Sah nak. Jatuhnya Fitnah meski statusnya calon suami." ujar salah satu Ibu-ibu bertubuh tambun.

"Iya Diana. Ayah kamu itu dulu orang terhormat, jangan sampai karena masalah ini nama Ayah kamu jadi tercoreng." sambung yang lainnya.

"Iya Bu Diana mengerti. Calon suami Diana hanya menginap semalam saja. Hari ini dia sudah pulang. Itu karena kemarin dia tidak sengaja ingin menginap. Diana minta maaf ya Bu." ujar Diana

"tidak apa-apa Nak, kami juga maklum. Soalnya kan kamu sudah tidak ada lagi yang mengurus. Ibu turut senang karna sekarang sudah ada yang menjaga kamu. Kami juga percaya kok Diana anak yang baik. Nah sekarang Diana mau beli apa biar Ibu siapkan." ucap si pedagang.

Diana menyodorkan catatan yang akan dia beli. Setelah semua barang terbeli Diana berpamitan dan bergegas pulang.Sesampainya di rumah Diana sudah melihat Rafa tengah duduk di kursi teras rumah.

"Kamu kenapa tidak bilang jika keluar membeli sayur!". ucap Rafa

"Kenapa harus bilang dulu, lagian anda juga belum bangun kan." balas Diana.

"Iya, tapi setidaknya kamu bisa membangunkan aku." ucapnya

Sejak kapan Rafa berbicara begitu santai. dan kenapa juga Rafa berbicara begitu seolah Diana sudah menjadi miliknya.

"Maaf tuan Rafa yang terhormat. Saya bukan istri anda yang setiap bangun pagi harus membangunkan anda." ujar Diana lalu berlalu begitu saja.

Rafa tersenyum tipis sambil menunduk mendengar ucapan Diana.

"Sebentar lagi Diana, kau tau itu. Jika kau menerima lamaran ku, maka semua yang kau ucapkan barusan akan terjadi." gumam Rafa.

__

Sejak tadi Diana berkutat di dalam dapur, sementara Andra memainkan ponselnya, membalas setiap laporan yang dikirim Divo untuknya.

"Kapan anda pulang?"

Pertanyaan Diana membuat Rafa mendongak menatap gadis yang berada di depannya sedang berdiri menatap ke arahnya.

"Setelah kau memberi jawaban atas permintaanku." jawab Rafa

"Hahhh." Diana menghela napas panjang.

"Aku tidak akan menjawabnya sekarang." ujar Diana

Rafa terdiam sejenak lalu ikut berdiri.

"Lalu kapan?"

"Nanti, saya akan menjawabnya nanti." jawab Diana

"Tidak Diana, aku ingin kau memberi jawaban sekarang. Jika tidak aku tidak akan pergi dari sini." ujar Rafa kembali duduk.

"Jangan mempersulit keadaan saya, tolonglah. Tetangga disini sudah mempertanyakan keberadaan anda. Dan itu bisa merusak nama baik Ayah." ujar Diana

Andra menatap Diana." Kau tinggal bilang aku calon suamimu." ucap Rafa enteng.

"Semua tidak semudah yang anda pikirkan." ucap Diana

"Kenapa tidak, itu sangat mudah di ucapkan." balas Rafa

"Tidak bisa seperti itu. Di kota dan di Desa itu sangat berbeda. Meski saya mengatakan jika anda calon suami saya, tetap saja jika belum Sah maka jatuhnya akan fitnah."ujar Diana

"Kalau begitu ayo kita menikah." ucap Rafa menggoda.

Pria itu tersenyum kecil melihat wajah Diana yang terlihat kesal.

"Kata menikah memang mudah untuk di katakan, tetapi saat terjadi semua akan terasa sulit untuk di jalankan. Saya mohon beri waktu saya untuk memikirkan semuanya. Mungkin satu minggu ini, setelah keputusan saya ambil, saya akan kembali ke kota dan memberi tahu semua keputusan saya." ucap Diana

Gadis itu berharap semoga Rafa bisa mengerti jika sebuah keputusan tidak bisa di ambil begitu saja. Apalagi tentang pernikahan. Diana bukan anak umur 17 tahun, dia sudah cukup dewasa untuk memikirkan masa depannya.

Rafa terdengar menghela nafas. Umurnya memang sudah cukup dewasa untuk tidak menjadi anak kecil dalam hal ini. Dan Diana benar, keputusan sebesar ini harus Diana putuskan dengan matang. Terlebih lagi tidak ada cinta di antara mereka.

Ah ya, bukan tidak ada tetapi belum ada.

"Baiklah Diana, saya akan menunggu." ujar Rafa akhirnya.

Diana mengangguk senang."Anda bisa makan terlabih dulu sebelum pulang." ucap Diana.

Rafa mengikuti Diana ke meja makan. Setelah selesai makan Andra bersiap untuk pulang. Rafa sudah siap di depan rumah, ia menunggu Diana karena gadis itu menyuruhnya menunggu.

"Ini saya titip untuk Tante Sandra. Titip salam untuk tante dan juga Kanaya." ucap Diana sambil memberi bungkusan buah yang ia petik pagi tadi untuk Ibu dan sahabatnya.

"Terimakasih.Jaga dirimu baik-baik.Jika ada sesuatu segera hubungi aku. jangan pernah sungkt. " ucap Rafa sambil menerima bungkusan itu.

"Tentu. Tolong jangan beri tahu Kanaya jika saya ada disini. Saya ingin kembali setelah semua keputusan saya ambil." ujar Diana sebelum Andra pergi.

Andra mengerti, ia mengangguk sambil tersenyum. Andra masuk ke dalam mobil lalu menginjak pedal gas menuju kota.

____

Sementara itu Kanaya sedang menggerutu bosan berada di rumah sendiri. Sejak kemarin kakaknya masih belum memberi kabar, dan Sandra ia juga tidak bisa mencari tau dimana keberadaan putranya itu. Bahkan Divo, sahabat Rafa sekaligus asistennya itu kompak tidak memberi tahu kemana dan dimana Rafa saat ini.

Suara deru mobil di luar kediaman Wiguna membuat Kanaya berlari ke luar rumah. Kanaya sangat yakin jika itu adalah kakaknya. Saat di luar Kanaya benar-benar senang, yang ia pikirkan benar jika itu adalah Rafa.

"Abang." teriak Kanaya saat Rafa keluar dari dalam mobil.

"Abang ini kemana saja, kenapa tidak ada kabar? terus bagaimana? apa Abang menemukan Diana?" begitu banyak pertanyaan hingga membuat Rafa pusing.

"Kakak lelah Kay, boleh kakak masuk dulu."

Kanaya mengerucutkan bibirnya saat Rafa menolaknya. Sejak kemarin Kanaya sudah tidak sabar menanti kepulangan Rafa, berharap saat pulang Rafa akan membawa kabar baik dan langsung memberi tahunya.

"Kay, di belakang ada buah. Tolong ambil dan bawa masuk ya." ujar Rafa lalu masuk ke dalam

Dengan kesal Kanaya mengambil bawaan Rafa lalu mengikuti langkah kakaknya masuk ke dalam.

Sampai di dalam Rafa langsung naik ke atas masuk ke dalan kamarnya untuk membersihkan badan. Setengah jam kemudian Andra turun dengan wajah segar.

"Sayang, kapan kamu pulang?" tanya Sandra saat melihat putranya sudah ada di rumah.

"Baru saja Ma." jawab Rafa ikut duduk di ruang tengah.

"Bagaimana Dra, kamu udah ketemu Diana?" tanya Sandra

"Sudah Ma."

"Dimana bang?, Kanaya mau tau. Kanaya mau ketemu Diana." ujar Kanaya menyela.

"Diamlah Kanaya, jangan menyela pembicaraan." ujar Rafa

"Tapi Bang-

"Kay." Sandra menyela sebelum putranya kesal.

Sandra tau saat ini Rafa sedang lelah, sangat terlihat jelas di wajah putranya itu.

"Malam nanti akan kakak beri tahu Kanaya. Ma, Rafa ingin istirahat." ujarnya

Sandra mengangguk, Kanaya pun begitu. Kanaya tau jika abangnya sangat lelah, tetapi karena ketidak sabarannya membuat dirinya tidak memikirkan apapun.

Di dalam kamar Rafa menghempas tubuhnya di tempat tidur, ia tidak benar-benar ingin tidur. Ia hanya ingin sendiri. Keputusan yang ia ambil untuk menikahi Diana benar-benar gila. Apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya hingga mengambil keputusan sebesar itu.

Rafa mengacak rambutnya seperti orang yang sedang frustasi. Tidak ingin terlalu larut dalam pikirannya, Rafa mengambil laptopnya dan mulai bekerja. Ia ingin melupakan sejenak masalah yang ia buat sendiri.

.

.

.

1
Rina
keluarga aneh ..
Agus Borotoding
lanjut
Lili. A
Hai semua, saya Author baru. Baru punya satu karya, mohon bantuannya. Mampir ya ke ke karya pertama ku yang berjudul PILIHAN CINTA. Terimakasih🙏
just.drew
thor lebih dari 2 tahun lo masih ga update lagii
nina meliana
lanjuut
Irma Yanti
nama mama nya Andra Sisil ato Bella
Ria
aku menyimak
Sudirman Sudirman
tadi katanya diawal bab divo nya enda punya adik , trs ada dibab brp katanya disuruh ibunya menikah, tiba2 dibab ini katanya yatim piatu cuma tinggal berdua sama adiknya jadi bingung bacanya....authornya kurang minum nih jadi enda konsen....😁😁😁
Callysta Nungrum Amira
mati aja lu🤬🤬🤬
Callysta Nungrum Amira
harta dan tahta
indrianti pramono
kc itu apa sih thor, gagal paham aku
Angelique
hiiisss nyebelin dah
Siti Afifah
cembentong
Siti Afifah
makan tuh cemburu ndraaa..emang enak
Uchi Hafiz
lanjut
Komang Kartika
Haaaah putus lgi bacanya.. Pdhl lgi seru2nya thor
Lanjut thor
Andriyah Nurhidayati
Sejauh ini ceritanya bagus hanya penulisan nya kurang rapi, PUEBI nya kakak
Harini Sunaryo
maaf ya thor Diana itu Khan minimal dah lulus SMA Khan? trs dia kan hidup sendirian harusnya dia jadi wanita kuat bukan penakut
Andriyah Nurhidayati
kok nama kakak Diana dan cowok itu sama thor Andra semua
Laksmi93
Maaf ya, mungkin akan Author lanjut, tapi tidak sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!