NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Viviane

Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.

"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.

Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.

Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dendam

"Br3ng$3k Lo!" bentak Justin saat masuk ke dalam suatu ruangan.

Didalam ruangan itu, sedang duduk seorang pria yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia adalah Billy, seorang CEO dari perusahaan merupakan salah satu perusahaan yang selalu bersaing dengan Perusahaan MIU.

"Eits ... santai bro. Ada apa nih datang-datang sudah marah?" tanya Billy dengan melipat dua tangannya didada.

"Nggak usah tanya kenapa! Nggak usah pura-pura b390!" bentak Justin.

Hari ini, Justin mendatangi musuh bebuyutannya sejak sekolah. Gery melaporkan bahwa salah satu pelaku kecurangan terhadap penurunan harga saham adalah Billy. Tanpa basa-basi lagi, Justin langsung mendatanginya.

"Haha ... Bisa Lo jelaskan ke gue. Ada apa dengan Lo? Kalau ada masalah hidup cerita aja bro. Nggak usah tiba-tiba marah begini," kata Billy dengan tertawa mengejeknya.

"Lo sudah berani-beraninya kurang ajar sama gue!" balas Justin cepat.

Bugh ... bugh ...

Dua kali pukulan mendarat tepat di wajah Billy. Hingga membuat pria itu tersungkur ke lantai begitu saja. Rasanya Justin sudah tidak sabar untuk menghabisi pria yang sudah berani macam-macam dengan perusahaannya.

"Hentikan!" teriak seorang satpam yang sudah masuk ke dalam ruangan itu.

Mendengar keributan dari ruangan CEO membuat satpam langsung masuk. Melerai dua CEO hebat yang sedang bertengkar. Satpam dan karyawan di perusahaan itu sudah mengenal siapa itu Justin. Jadinya mereka tidak berani membuatnya semakin marah.

"Tuan mohon hentikan," ucap satpam yang memegangi Justin.

"Jangan ikut campur!" bentak Justin mencoba melepaskan pegangan satpam itu.

Sementara satpam lainnya membantu atasan mereka yang tersungkur ke lantai. Membantunya untuk bangkit berdiri kembali. Pria itu memberikan senyuman getir kepada tamu yang tak diundangnya.

"Jika Lo masih pengen hidup. Berhenti ikut campur urusan perusahaan gue!" Justin memperingati.

"Nggak akan!" balas Billy dengan cepat.

Ingin rasanya memberikan pukulannya lagi kepada pria itu. Namun sayangnya dua satpam menahannya. Sehingga hasratnya untuk memukul Billy terurunkan..

"Oke! Kalau mau Lo seperti itu," ucap Justin membalas dengan senyuman sangat sinis.

"Gue tunggu Lo bertekuk lutut dihadapan gue!" sambungnya.

"Siapa takut?" balas Billy sok berani.

Segera Justin berbalik badan, menghentakkan pundaknya agar pegangan dua satpam itu terlepas. Pria itu beranjak pergi meninggalkan perusahaan itu dengan jalan yang angkuh.

"Gue harus cari cara untuk terus menekan perusahaannya," gumam Billy saat ruangannya kembali sepi.

Pasalnya Billy hanya bisa berkata-kata sok berani melawan Justin. Padahal dirinya juga kebingungan dengan cara apa akan menyerang Perusahaan MIU. Pria itu terus memikirkan cara untuk itu semua.

*

*

Setiap malamnya Erika berangkat ke tempat kerja dengan menggunakan angkutan umum. Sesampainya di gang sempit, dia harus melanjutkan dengan jalan kaki. Jangankan motor, untuk makan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan rumah saja uangnya pas-pasan.

"Bapak, Er berangkat dulu ya," pamitnya pada Toni, bapaknya.

Toni menganggukkan kepalanya, sebagai jawaban 'iya'. Sudah kurang lebih dua tahun ini, Toni menderita stroke. Jadi dia hanya bisa diam di rumah saja. Sementara itu adiknya perempuan bernama Tasya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ibunya Erika sudah meninggal dunia. Dan Erika-lah satu-satunya tulang punggung dikeluarkannya.

"Bapak baik-baik di rumah ya," pesan Erika.

Setelah mencium punggung tangan bapaknya Erika berangkat kerja. Selama ini Erika mengaku kepada keluarga kalau dia bekerjasama sebagai SPG pakaian di salah satu mall. Sehingga biasa mengenakan pakaian yang seksi.

##

Rencana apa yang akan dilakukan Billy untuk membalaskan dendamnya dengan Justin.

Bagaimana kehidupan Erika selama hamil dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Simak di bab berikutnya ya.

Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇

1
Nindy rachmawati
suka ceritanya
Butet Bandar baru
Biasa
lovely
e.mang murah ko Etika ngerayu laki² di saat ga sadar guru rasa klo jadi justine pasti akan marah² apalagi Etika bukan cewek baik² pstilah jijik tukang cukup sana sini🥵
Wirda Wati
Oma yen
Wirda Wati
Gerry the best...
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
Wirda Wati
Dasar Justin lebay....
Wirda Wati
tinggalkan aja justinnya Erika.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
Wirda Wati
keguguran
Wirda Wati
lanjut
Wirda Wati
tapi...jastin ngga suka sama Erika.
biarkan aja Erika diculik...
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjjut
Wirda Wati
simalamaka buat Erika.
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
Wirda Wati
kurang suka Erika ..licik...
cocok sama jastin...
Wirda Wati
lanjuut...
Wirda Wati
Bagusnya tinggalkan jastin...
Erika yg bodoh...
Wirda Wati
Berlebihan jastin...
Wirda Wati
pintar juga jastin
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!