NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Welcome to My World

Putri berjalan lunglai dari ruang kelasnya. Hari ini dia malas sekali pulang ke rumah. Tadi pagi Farhan memberitahunya kalau akan ke Jakarta bersama Agam dan menginap di sana selama dua hari. Berarti selama dua hari pula Putri hanya ditemani bi Juju, Asih dan mang Soleh di rumah.

Sialnya lagi dia diminta bu Denok membantu mengumpulkan semua tugas makalah dan membawanya ke ruang guru. Di sana dia masih diminta bantuan untuk mendata anggota tiap kelompok. Ajeng, Dinda dan Zaki sudah pulang lebih dulu. Permintaan bu Denok ini sebagai hukuman karena selama pelajaran berlangsung Putri hanya bengong seperti ayam terkena penyakit tetelo.

Selesai menjalani hukuman bu Denok, Putri beranjak pulang. Pelan-pelan dia menapaki jalanan sekolah. Kepalanya masih tertunduk. Kemudian telinganya menangkap kasak-kusuk para siswa yang masih berkumpul di depan gerbang sekolah.

“Gila tuh cowo ganteng banget, mau dong jadi pacarnya.”

“Kira-kira dia jemput siapa ya?”

“Vitamin mata ini mah.”

Putri tak menghiraukan suara-suara itu. Dia terus saja berjalan. Sampai akhirnya kakinya terhenti karena banyaknya siswi yang berkumpul di dekat gerbang. Putri mengangkat kepalanya. Matanya membelalak tak percaya. Di depan gerbang, terlihat seorang pemuda tampan sedang berdiri sambi menyender di pintu mobilnya.

“Kak Ri,” gumamnya.

Putri menatap tak berkedip pada kakaknya ini. Kini Fahri terlihat lebih tampan dan gagah. Jantung Putri berdegup kencang melihat orang yang dirindukannya selama ini kini ada di hadapannya. Fahri yang melihat Putri berdiri dekat gerbang segera melambaikan tangannya. Seketika kesadaran Putri pulih. Sambil berlari dia memanggil nama kakaknya.

“Kak Ri!”

Dia tak mempedulikan tatapan aneh para siswi padanya. Yang dia pikirkan hanyalah memeluk kakaknya. Putri sampai di depan Fahri dan langsung memeluknya erat.

“Kak Ri, ini beneran kak Ri kan? Putri ngga mimpi?”

“Ngga dek. Ini benaran kak Ri.”

Putri kembali memeluk kakaknya. Kini Putri mendapat tatapan iri dari para siswi yang sedari tadi mengagumi ketampanan Fahri. Sambil merangkul adiknya, Fahri membukakan pintu untuk Putri. Setelah itu dia masuk dan duduk di belakang kemudi. Tak berapa lama Mazda 3 warna hitam itu meluncur mulus meninggalkan area sekolah.

“Kak Ri kok ngga bilang-bilang pulang sekarang?”

“Biar surprise.”

“Ayah sama bunda lagi di Makassar kak.”

“Iya. Sebelum pulang ke sini, kakak ke sana dulu nengok ayah sama bunda.”

“Kak Ri jahat ngga pulang-pulang. Mulai sekarang Putri bakalan panggil kak Ri, bang Toyib!”

“Kok bang Toyib?”

“Kak Ri sama kaya bang Toyib yang tiga kali puasa tiga kali lebaran ngga pulang-pulang.”

“Hahaha.. bisa aja kamu dek.”

Fahri mengusap puncak kepala Putri. Dia benar-benar merindukan celotehan adik kecilnya ini.

❤️❤️❤️

Malamnya, Fahri sedang berada di kamarnya. Dia serius di depan laptopnya. Fahri sudah berjanji akan melakukan panggilan skype dengan Rania. Tak lama saluran pun terhubung. Muncul wajah Rania di layar laptop.

“Assalamu’alaikum,” ucap Fahri.

“Waalaikumsalam. Kamu sudah sampai Bandung Ri?”

“Alhamdulillah udah. Kamu lagi ngapain Ran?”

“Lagi santai aja di flat.”

“Gimana tesisnya?”

“Ya gini deh, masih berjuang keras hehehehe.”

“Makan yang teratur, jangan lupa shalat, istirahat yang cukup. Sehat terus di sana ya Ran.”

“Siap pak bos.”

“Kayanya enam bulan ini aku bakalan kangen terus sama kamu nih.”

“Kalau kangen liatin aja foto aku di ponsel kamu.”

“Jangan lebih dari enam bulan ya Ran. Kalau bisa kepulangan kamu dipercepat aja.”

“Emang mau ngapain cepat-cepat pulang?”

“Ya ngelamar kamu lah.”

Rania tertawa, nampak wajahnya kemerahan mendengar jawaban jujur Fahri. Membuat pria ini gemas.

“Eh Ri, udah dulu ya. Kayanya Medina udah dateng. Rencananya kita mau ke kampus bareng.”

“Ya udah, hati-hati ya. Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Rania memutuskan hubungan, seketika wajahnya sudah menghilang dari layar laptop. Kini hanya tersisa wajah Fahri yang masih tersenyum senang. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. Tak lama menyembul kepala Putri dari balik pintu.

“Kak Ri,” panggilnya.

“Ada apa dek?”

Putri membuka pintu lalu masuk ke dalam, mendekati Fahri yang tengah duduk bersila di atas kasurnya.

“Putri boleh tidur di sini ya kak. Putri kan kangen sama kak Ri.”

Fahri mengangguk pelan. Dengan cepat Putri naik ke kasur. Fahri beranjak untuk menaruh laptop di meja kerjanya. Kemudian mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Setelah itu berbaring di samping adiknya. Putri memeluk pinggang kakaknya, kepalanya mendongak melihat wajah Fahri.

“Kak Ri tambah ganteng aja,” pujinya.

“Kamu juga dek tambah cantik. Adek kak Ri udah besar ya.”

Fahri mengamati wajah Putri lekat-lekat. Adik kecilnya kini sudah beranjak dewasa. Tak dipungkiri, wajah Putri terlihat lebih cantik. Kulit putih, hidung mancung, bulu mata lentik dan bibir mungil warna merah jambu. Dia mengusap lembut pipi Purtri lalu mencium keningnya. Tak lama keduanya sudah masuk ke alam mimpi.

❤️❤️❤️

Seperti biasa saat jam istirahat kuartet gesrek akan menghabiskan waktunya di kantin. Memakan menu favorit mereka sambil berceloteh ria. Perbincangan mereka terhenti saat mendengar suara Angel, murid kelas 12, sang idola sekolah tengah mengusir dua orang siswi yang berada di meja yang biasa dia tempati. Sontak keempat sekawan itu menoleh padanya. Dengan gaya congkaknya Angel duduk diikuti dayang-dayangnya.

Mata Angel tertuju pada Putri, seketika emosinya tersulut. Dia mengingat kemarin baru saja diputuskan Reno, pacarnya. Reno meminta putus karena ingin berkonsentrasi dalam ujian nanti. Nyatanya dia minta putus karena sedang tergila-gila pada adik kelas, yang tak lain adalah Putri. Angel bangun dari duduknya. Dia menghampiri Putri lalu memegang dagu gadis itu.

“Oh jadi elo yang namanya Putri. Cih, cantik dari mana. Model yang beginian banyak di pasar loak.”

Putri menepis kasar tangan Angel. Dia berdiri berhadap-hadapan dengan kakak kelasnya itu. Dinda dan Ajeng mulai tegang. Bisa dipastikan pertempuran dahsyat akan segera terjadi. Sedang Zaki tenang-tenang saja, menanti huru hara terjadi. Dengan begitu dia bisa membuktikan ucapannya tentang Fahri.

“Biasa aja dong. Emang gue punya masalah apa sama elo hah?” tantang Putri.

“Eh songong lo. Gue tuh senior lo, jangan macem-macem.”

“Harusnya sebagai senior lo bisa ngasih contoh yang baik sama junior.”

“Kalau juniornya pelakor model elo males banget gue.”

“Apa lo bilang? Pelakor? Eh dijaga ya tuh mulut, jangan sembarangan ngomong!”

“Emang lo tuh pelakor. Elo kan yang udah godain cowo gue si Reno!!”

“Hellow, atas dasar apa lo sebut gue pelakor hah? Kenal sama Reno juga ngga. Apa salah gue kalau para cowo suka sama gue? Salahin tuh cowo lo yang ngga bisa lihat cewe bening dikit langsung blingsatan.”

PLAK!!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Putri. Tak terima mendapat tamparan dari Angel, dia pun melakukan hal yang sama.

PLAK!!

Pipi Angel memerah setelah telapak tangan Putri mendarat sempurna di pipinya. Karena kesal dia mencoba menarik kerudung Putri. Dengan cepat Putri mengelak dan menarik tangan Angel kemudian memelintirnya. Angel berteriak kesakitan, sedetik kemudian Putri melepaskan tangan gadis itu lalu mendorong tubuhnya hingga terjatuh. Tak terima temannya diperlakukan seperti itu, para dayang Angel mulai mengeroyoknya. Dinda dan Ajeng langsung sigap membantu. Alhasil terjadilah tawuran di kantin.

Beberapa siswa yang ada di sana tidak tertarik untuk melerai. Mereka malah asik memberikan semangat bertarung pada kedua kubu. Penjaga kantin yang berusaha melerai justru jatuh tersungkur. Suasana kantin semakin ricuh. Dengan cepat keributan di kantin segera diketahui oleh para guru.

“BERHENTI!!!”

Terdengar suara menggelegar. Sontak semua siswa terdiam dan tawuran berhenti. Nampak pak Bowo, sang kepala sekolah tengah berdiri sambil berkacak pinggang. Menatap tajam pada pelaku pertempuran dengan sorot mata membunuh. Angel beserta para dayang, Putri, Dinda dan Ajeng segera digiring ke ruang BK.

Bu Lestari menghela nafas panjang melihat penampilan anak-anak didiknya yang sudah tak karuan. Lagi-lagi dia melihat Putri sudah terselip di antara yang lain. Saat dia mulai menginterogasi, pak Bowo mulai menghubungi wali murid yang terlibat perkelahian satu per satu.

Sementara itu di kediaman Adhiana. Farhan baru saja akan pergi ketika sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Dia menghela nafas kasar. Sebuah panggilan dari sekolah dan sudah dipastikan kalau Putri lagi-lagi terlibat masalah. Dengan cepat dia menjawab panggilan tersebut.

Selesai berbicara dengan pak Bowo, Farhan menghubungi Fahri yang saat ini sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Fahri menjawab panggilan.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam. Bang, bisa ke sekolah Putri ngga?”

“Ada apa?”

“Barusan pak Bowo telepon katanya Putri abis berantem sama kakak kelasnya. Abang aja yang ke sana ya. Aku lagi ada urusan sama Agam. Lagian aku udah malu banget sama bu Lestari bolak-balik ke sekolah ngurusin kelakuan Putri,” terdengar Fahri menghela nafasnya dengan berat di ujung sana.

“Ya udah, abang ke sekolah sekarang. Wassalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam,” Farhan mematikan ponselnya. Segaris senyum menghiasi wajahnya.

Welcome to my world brother hahaha..

❤️❤️❤️

**Farhan bahagia banget😂 Selamat bertemu dengan Bu Lastri😂

Please like, comment n vote nya please😘**

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!