Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Sisi munafik Raja Jonah
“Bagaimana jika kau mendorongnya menggunakan kekuatan sihirmu ?! Jangan karena kau sudah masuk keluarga kerajaan, kau bisa bertingkah seenaknya ?!”
“Apa kau benar-benar menuduhku tanpa bukti seperti itu, Pangeran Mahkota Ebert ?? Jika kau menggunakan kekuatan sihir, maka semua orang pasti bisa merasakannya, apa kau merasakan aura sihir disini ?!” Ujar Becca dengan kesal, karena sudah kesekian kalinya, dia di tuduh dengan tudingan yang tidak-tidak.
“Awh !! Sudah.. Pangeran.. Tidak apa, mungkin Ratu Becca tidak sengaja.. Menggunakan kekuatan sihirnya..” Ujar Selina dengan raut wajah kesakitan dan menangis di sana.
Semua bangsawan yang sedari tadi mengamati pergerakan Selina hanya berdecih tidak suka, beberapa memang tidak menyukai Becca, tapi mereka lebih membenci orang dengan penuh drama seperti Selina.
“Ada apa ini ?!”
Sebuah suara berat terdengar membuat beberapa orang yang mengerubungi TKP keributan itu segera memberikan jalan, terlihat Raja Basilio berjalan dengan langkah tegap dan tubuh tinggi, diikuti oleh Raja Jonah di belakangnya dengan tatapan bingung, ada masalah apalagi ini ?? Batin Raja Jonah.
Raja Basilio kemudian berjalan mendekati istrinya yang masih memegang gelas minuman juga makanan, “Apa kau suka makanannya ??” Ujar sang raja, seakan mengabaikan Selina dan Ebert yang berada di bawah.
“Ayah !! Jangan karena dia adalah istrimu, lalu kau melupakan aturan yang ada di istana !!”
“Aturan apalagi Ebert ?? Apalagi yang terjadi disini ??” Tanya Raja Basilio merasa jengah dan malas, putranya selalu menggunakan alasan aturan demi melindungi wanita kesayangannya, tapi dia sendiri melupakan aturan dan tata krama.
“Istrimu itu, telah menggunakan sihir untuk melukai Selina !! Apa kau akan tutup mata disini !!”
Raja Basilio menghela nafas berat, “Aku tahu kau berniat melindungi wanita kesayanganmu itu, tapi.. Apa kau lupa kekuatan sihir seorang ratu itu terbatas, kekuatan sihir Becca terikat denganku, jika dia menggunakan kekuatannya, maka aku akan mengetahuinya.” Ujar Raja Basilio dengan wajah malas.
Selina yang mengetahui gelagatnya mulai ketahuan, berusaha keras untuk bisa menutupi dramanya itu.
“Ah.. Mungkin.. Mungkin saja lantainya basah, sehingga aku terjatuh..”
Raja Jonah menangkap perkataan itu dengan sinis, dasar wanita rendahan !! Mau menjerat Ratu Becca saja, harus menarikku dalam perkataan dustamu !! Batin Raja Jonah tidak suka, dengan alasan yang di berikan oleh Selina.
“Maaf menyela, tapi aku selalu memastikan jika istanaku bersih tanpa ada air atau lantai yang licin sebelum mengadakan pesta besar seperti ini. Apa kau mau menudingku mengabaikan kondisi lokasi tempat ini ??” Ujar Raja Jonah dengan nada tidak suka.
“Kau terlalu sensitif paman, Selina tidak menyebutkan atau menudingmu dalam tragedi ini.” Pangeran Ebert menatap Raja Jonah dengan sinis.
“Benarkah ?? Mengatakan terpeleset di tempat pestaku dengan alasan lantai yang basah, bukankah sama saja menudingku.” Ujar Raja Jonah mulai tidak sabaran.
Raja Basilio menghela nafasnya sangat berat, haruskah terjadi kericuhan lagi disini. Raja Jonah melirik ke arah kakaknya dan berbicara dengan nada sinis.
“Wah kakak, sepertinya tamu dari kerajaanmu benar-benar mengetahui sopan santun bukan ?? Aku heran, darimana mereka belajar ??”
Semua tamu hening seketika, perkataan itu.. Seolah menjatuhkan harga diri Raja Basilio, dan ekspresi senyuman ramah Raja Jonah, membuat semua mulai menyadari, jika keduanya tidak benar-benar tulus sebagai saudara. Ada sisi gelap, untuk saling menjatuhkan di dalam diam mereka.
Raja Basilio tersenyum sinis, “Jangan berkata seperti itu adikku. Kau tidak bisa menilai aturan kerajaanku, hanya karena peristiwa ini. Lagipula Selina bukan bagian dari kerajaanku, jadi tingkah lakunya tidak berkaitan denganku.” Ujar Raja Basilio menanggapi perkataan adiknya yang berusaha menjatuhkan harga dirinya.
“Apa maksudmu ayah ?! Selina akan menjadi tunanganku, dan dia akan menjadi bagian dari Keluarga Oswald !!” Ujar Pangeran Ebert tidak terima dengan perkataan ayahnya yang malah melepas tangan demi menjaga harga diri kerajaannya.
Pangeran Aldert mengepalkan tangannya, sialan !! Paman Jonah sengaja menjatuhkan harga diri ayah !! Cih, dan kakak malah menjebak ayah di dalam situasi ini, anak macam apa dia ini !! Aku harus bertindak !! Batin Pangeran Aldert, dia hendak membuka suaranya, tapi..
“Sebelumnya saya minta ijin berbicara, jika boleh. Sebagai orang yang bersangkutan dengan peristiwa ini.” Becca perlahan membuka suaranya, meskipun ada rasa gugup didalam hatinya saat semua mata memandang ke arahnya.
Tapi Becca tidak mau, suaminya di pojokkan begitu saja, oleh orang-orang dan Raja Jonah.
“Sebelumnya, Pangeran Ebert, tolong jangan cepat-cepat menghakimi orang di sekitar anda, hanya karena satu bisikan. Terlebih di acara publik seperti ini, aku khawatir hanya akan menimbulkan kesan tidak baik di khalayak umum.” Ujar Ratu Becca dengan tenang dan lembut, dirinya hanya ingin melindungi suaminya.
Pangeran Ebert yang tidak terima, dia malah menunjuk ke arah Becca dengan kesal, “Kau tidak memiliki hak, untuk menasehatiku !!”
“dia berhak, kakak !!” Ujar Pangeran Aldert langsung memasang maju berjalan, di sebelah Ratu Becca.
“Mau kau suka atau tidak, dia kini bukan lagi perempuan asing, dia sudah menikah dengan ayah. Jadi dia adalah ibumu juga !!” Lanjut Pangeran Aldert di sana.
Raja Basilio yang masih berada di sebelah istrinya, kini tersenyum kecil seakan bangga saat Becca mulai berani bersuara, dan Pangeran Aldert yang kini berani membela yang benar.
Sepertinya paman salah memilih putra mahkota, seharusnya Aldert yang terpilih. Dia lebih berani membela kebenaran dan menegakkan hukum batin Pangeran Arland menanggapi semua pemandangan itu sambil tersenyum misterius di sana.
“Dia masih sangat muda ?! Aku tidak mau menerima nasihat dari orang yang lebih muda dariku !!”
“Lalu kenapa, kau mendengarkan perkataan Selina yang jauh lebih muda dari Bibi Becca ?! Padahal jelas-jelas dia tidak mengetahui aturan dalam kerajaan, tapi kau lebih memilih mendengarkannya !!” Ujar Pangeran Aldert sembari tersenyum miring, membuat Pangeran Ebert mengepalkan tangannya.
“Kau..”
“Pangeran Ebert.. Sudahlah.. kakiku sudah sangat sakit..”
Selina berusaha membawa Pangeran Ebert agar segera pergi dari sana, terlebih saat Becca dan Pangeran Aldert mulai membuka suaranya. Ebert akhirnya melupakan kemarahannya sejenak, dia segera membantu Selina untuk keluar dari sana, mengobatinya. Tapi sebelum itu, dia sempat menatap sinis ke arah Pangeran Aldert yang tersenyum penuh kemenangan, lalu keluar dari sana.
Licik~ Dia berusaha menjatuhkan nama baik Ebert.. Apa yang diinginkan oleh Aldert, sebenarnya ?? Batin Raja Jonah melihat tingkah laku Pangeran Aldert yang terus menerus berusaha menekan dan memojokkan Pangeran Ebert sang putra mahkota.
“Yang Mulia Raja Jonah, mohon maaf atas perilaku keluarga kami yang tidak berkenan di pesta anda hari ini. Saya mewakili Kerajaan Oswald meminta maaf, atas semua yang terjadi.” Ujar Becca dengan menundukkan tubuhnya sedikit menghormati Raja Jonah, sang lelaki hanya menganggukkan kepalanya sekilas.
“Aku juga minta maaf, karena terlalu emosi tadi.” Ujar Raja Jonah melirik ke arah Raja Basilio, yang masih terlihat tenang di sana, seakan tidak terusik dengan apa yang terjadi.
“Kalau begitu, nikmatilah pesta hari ini. Aku permisi.” Ujar Raja Jonah dengan sopan melenggang pergi, tapi sebelum itu, dia sempat berhenti di samping Raja Basilio, dan berbisik sinis.
“Kau beruntung kali ini, kakak.”
“Aku memang selalu beruntung, setelah meninggalkan keluarga ini.” Balas Raja Basilio dengan nada angkuh, membuat Raja Jonah langsung berlalu tanpa menoleh lagi.
“Astaga, apa aku tadi keterlaluan pada Pangeran Ebert.” Ujar Becca dengan nada sedih.
“Tidak, bibi.. Kau melakukan yang terbaik. Aku semakin bangga, bibi bisa masuk ke dalam keluarga ini.” Ujar Pangeran Aldert dengan senang.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Wah ternyata Raja Jonah sinis juga sama kakaknya ya 😔😔 apakah dia akan menjadi musuh dalam selimut bagi Raja Basilio ??
Btw karakter Becca kurang enggak ya ?? Author merasa agak kalah sama karakter lainnya, mungkin ke depan Becca bisa agak lebih menonjol daripada lainnya hehehehe 😅😅
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄