WARNING!!! Banyak adegan Entah Berantah
Mohon bijak menyikapi keanehan ini.
Hanya boleh dibaca untuk yang sudah menikah
Bagi yang belum cukup umur harap tinggalkan panggung sandiwara ini, kehaluan ini hanya akan membuat pikiran kalian tercemar limbah industri dan menambah dosa, Author harap bocil-bocil paham!!!
Novel ini sudah Ending di episode 94
Episode 95-selanjutnya kehidupan anak-anak dari pemeran utama di Duda Janda Hot.
Saat membaca novel ini hilangkan pikiran waras Anda biar paham isinya, jika Anda berpikir waras dijamin gak nyambung isinya.
Jangan mencari adegan 21+ disini ya
Tapi carilah komedi di novel ini, Insya Allah banyak yang bikin ngakaknya.
Arian dan Freya adalah Duda dan Janda.Setiap bertemu mereka seperti Anjing dan Kucing.Semua itu berawal dari persaingan mereka mendapatkan gedung pernikahan.Kamu 8, Aku 9.
"Aku sumpahin ya pernikahanmu gak lama" sepenggal kata-kata sumpah dari Freya yang kesal.
"Pria Arogan Menyebalkan"untuk Arian
"Gadis Keras Kepala"untuk Freya
Gimana ya kelanjutannya?
Jodoh tidak ada yang tahu,terkadang orang yang kita benci sekalipun bisa jadi jodoh kita.
Hanya boleh dibaca untuk yang sudah menikah
Cerita ini murni pemikiran saya pribadi.Apabila ada kesamaan nama tokoh,tempat,waktu dan alur cerita yang tidak disengaja saya mohon maaf.Apabila ada kata-kata yang salah dan sulit dipahami saya mohon maaf.Cerita ini bertujuan untuk hiburan semata.Selamat membaca,Semoga Bermanfaat.
DILARANG COPY PASTE!HARGAI KARYA ORANG LAIN!
Baca juga karya dari Andropist lainnya
*Belum Siap Menikah
*Istri Yang Tersiksa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Dari Rey
Freya berangkat ke perusahaannya. Tak sengaja dia bertemu Rey didalam lift. Didalam lift itu hanya ada Rey dan Freya.
Rey melihat Freya yang ada disampingnya.
"Freya aku ingin menanyakan beberapa data laporan keuangan padamu, bolehkah aku keruanganmu sekarang?" tanya Rey.
"Boleh, kebetulan aku juga belum sibuk" ucap Freya.
Rey keluar lift bersama Freya. Mereka masuk ke ruangan akunting. Freya meletakkan tas miliknya lalu menyalakan laptopnya. Dia duduk dikursi kerjanya. Sementara Rey berdiri dibelakangnya.
"Freya coba lihat data keuangan minggu lalu, sepertinya ada yang belum benar" ucap Rey.
"Oke"ucap Freya.
Freya menunjukkan data keuangan minggu lalu pada Rey. Mereka membahas data keuangan itu.
"Pak Direktur benar, ada yang salah didata keuangan minggu lalu"ucap Freya.
"Iya, ini bisa jadi selisih diakhir bulan nantinya"ucap Rey.
"Terimakasih ya Pak"ucap Freya.
"Iya, oya Freya siang ini maukah kau makan siang denganku direstoran favoritku?"tanya Rey.
Freya langsung memikirkan ajakan Rey.
"Baiklah, aku mau"ucap Freya.
"Nanti jam istirahat aku menjemputmu ke ruanganmu ya"ucap Rey.
"Iya"ucap Freya.
"Aku kembali lagi ke ruanganku ya"ucap Rey.
"Oke"ucap Freya.
Rey kembali ke ruangan kerjanya. Tak lama beberapa staf masuk ke ruangan akunting.
Sudah jam 10 pagi tapi Arian belum juga datang. Freya terlihat mondar mandir diruangannya. Dia tidak tahu kemana Arian. Freya berinisiatif bertanya pada stafnya.
"Dedi, Pak Arian kemana ya? kok belum datang dan tidak ada kabar"ucap Freya.
"Wah saya juga gak tahu tuh Bu Freya, kenapa ibu tidak telpon saja, mungkin Pak Arian sakit"ucap Dedi.
Freya langsung memikirkan ucapan Dedi. Dia gengsi kalau harus menelpon Arian. Tapi sebagai atasannya dia harus tahu kenapa Arian tidak masuk kerja hari ini. Akhirnya Freya memutuskan untuk menelpon Arian.
"Hallo"ucap Freya.
"Hallo singa betina ada apa?"tanya Arian.
"Arian kenapa jam segini kau belum berangkat ya?"tanya Freya.
"Aku sakit Freya"ucap Arian.
"Semalam kau baik-baik saja tuh"ucap Freya.
"Justru karena semalam aku sakit"ucap Arian.
"Kenapa kau tidak memberi kabar ke kantor"ucap Freya.
"Itu karena aku ketiduran, semalam aku demam sampai sekarang aku juga masih demam"ucap Arian.
"Oke, semoga kau cepat sembuh"ucap Freya.
"Terimakasih singa betina"ucap Arian.
Freya langsung menutup telponnya.
Dia mulai mengerjakan pekerjaannya.
Jam istirahat dimulai, Rey masuk ke ruangan akunting setelah semua staf keluar.
"Freya pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Rey.
"Belum, tapi sudah sebagian selesai"ucap Freya.
"Ayo makan, aku mengadakan makan siang bersama seluruh staf akunting"ucap Rey.
"Oke"ucap Freya.
Rey dan Freya berserta staf akunting lainnya pergi ke restoran tempat mereka mau makan siang.
Mereka semua makan di meja yang sama. Meja itu cukup besar hingga menampung dua puluh orang.
"Freya pesanlah makanan yang kau inginkan"ucap Rey.
"Oke"ucap Freya.
Rey dan Freya berserta staf lain memesan makanan mereka. Setelah pelayang menyajikan makanan, mereka memakan makanan itu. Tak lama datang Andika bersama Maya. Mereka melihat Freya sedang makan bersama yang lainnya.
"Lihat mantan istrimu itu, kelihatan sedang ada acara besar, jangan-jangan acara tunangan"ucap Maya.
"Paling bertunangan dengan orang miskin yang tidak berguna"ucap Andika.
"Kok aku gatel pengen ngeledekin dia"ucap Maya.
"Ayo kita pamerkan kemesraan kita sayang"ucap Andika.
Andika dan Maya menghampiri Rey dan Freya yang sudah selesai makan.
"Freya lama tak bertemu kau sudah punya mangsa baru"ucap Andika.
"Peselingkuh kaya dia pasti nyari korban untuk dikuras hartanya"ucap Maya.
Freya tak habis pikir, sudah disakiti kini malah difitnah oleh Andika dan Maya. Dia langsung berdiri dan berbicara pada mereka.
"Andika, Maya sudah lama tidak bertemu. Sepertinya kalian masih ingin melihatku menderita"ucap Freya.
"Freya justru kami kasihan pada lelaki yang akan jadi korbanmu. Wanita miskin sepertimu akan menguras hartanya sampai habis"ucap Andika.
"Andika asal kau tahu aku tidak membawa sepeser uangpun saat keluar dari rumahmu, kau pikir aku ini menguras hartamu, atau kaulah yang akan menguras harta Maya"ucap Freya.
"Freya.........."ucap Andika hendak menampar Freya tapi ditahan Rey.
"Seorang laki-laki tidak pantas melakukan kekerasan pada seorang wanita"ucap Rey.
"Sepertinya kau sudah dipelet Freya hingga menutup matamu"ucap Maya.
"Aku tidak peduli sudah dipelet Freya atau tidak, itu urusanku"ucap Rey.
"Kau akan menyesal memungut sampah bekasku"ucap Andika.
"Aku justru orang yang senang memungut sampah bekas yang berkualitas, jadi kaulah yang menyesal membuangnya"ucap Rey.
"Kau......"ucap Andika.
"Ayo sayang kita kembali ke kantor, jam istirahat sudah mau usai"ucap Maya.
"Iya, untuk apa kita meladeni wanita miskin tak punya harga diri ini"ucap Andika.
Andika dan Maya meninggalkan tempat itu. Freya langsung duduk dan menundukkan kepalanya. Dia begitu malu dihina dan dicaci didepan semua stafnya.
"Astagfirullahaladzim, kenapa mereka masih saja mengganggu hidupku. Sabar Freya"batin Freya.
"Freya kau tak apa?"tanya Rey.
"Tidak apa-apa Pak Rey"ucap Frey.
Staf akunting hanya melongo melihat kejadian tadi. Ada yang berpikir positif dan ada juga yang berpikir negatif. Andika benar-benar membuat Freya semakin menderita.
**********
Freya berada diruang akunting, dia terlihat murung. Apa yang dilakukan Andika benar-benar membuatnya malu. Freya duduk dimeja kerjanya sambil menangis. Kebetulan semua staf sudah pulang.
"Ya Allah, berilah aku kekuatan dan kesabaran. Mantan suamiku masih saja berusaha melukai hatiku hik....hik....."ucap Freya.
"Apa belum cukup luka yang dia goreskan hingga membuatku terluka lagi, padahal aku sudah berusaha cerai secara damai dengannya hik...hik....."ucap Freya.