Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta (Part 2)
Hotel Horizon adalah hotel berbintang Lima, dimana para pejabat dan tamu pembisnis hadir diacara pesta malam itu, Marlen mengundurkan diri dari obrolan para pria berkelas yang membuatnya bosan, ia berjalan kearah hidangan, begitu banyak aneka makanan yang tersusun rapih diatas meja makan, Ia mengambil mangkuk kecil dan menaruh salad buah didalamnya.
"Apakah Nona menyukai salat buah ini? tanya seorang pria yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya, sekilas Marlena menoleh dan ia terkejut.
"Tuan Smith?!
"Kalau kau menyukai salat ini, berarti selera kita sama." ujarnya menusuk potongan melon dengan garpu dan memasukkan kedalam mulutnya
"Benar kah? kalau Tuan Smith penyuka buah, menurutku itu sangat bagus untuk diet malam hari."
"Benar sekali ambil ini" Alan memberikan satu gelas berisi anggur berwarna merah pada Marlen.
"Ahh,, maaf Tuan Smith, ku rasa aku tidak minum alkohol lagi?! tolaknya, tersenyum manis.
"Apakah anda trauma dengan alkohol ini, Nyonya Collins?!
Deg! Dada Meylin berdebar debar, ia bingung darimana Alan mengetahui kalau ia trauma dengan alkohol, sekilas ia mengerutkan keningnya.
"Ahh,, bukan begitu Tuan Smith, saat ini aku sedang mengurangi alkohol karena tidak baik untuk kesehatan, apalagi sekarang aku sedang buat program kehamilan?! dusta nya, mengalihkan ucapan Alan agar tidak memaksanya minum wine lagi.
Alan terdiam, seketika wajahnya memerah mendengar ucapan Marlen, sorot matanya suram, tatapannya seakan menusuk jantung Marlen, jelas saja Marlen telah berbohong padanya dan ia membenci kebohongan. Pria pendiam yang tidak bnyak bicara itu terkenal kejam dan tegas pada semua bawahannya, ia terlihat kesal karena Marlen berkata bohong, melihat wajah Alan berubah membuat Marlen bingung dan canggung, ia mengalihkan pandangannya kearah salat buah yang ia pegang lalu memasukkan potongan buah itu kedalam mulutnya.
"Apakah Anda berdusta Nyonya Collins? tanya Alan lagi penuh penekanan.
"Ap_ apa maksud tuan Smith?! kerutan di kening Marlen menandakan kebingungan dengan pertanyaan Alan yang menohok.
"Dari perkataanmu sepertinya anda sedang berdusta?! Ujar Alan enteng sambil menyesapi wine ditangannya.
"Ak__aku?!"
"Hallo tuan Smith, ternyata anda berada disini?" Sapa seorang wanita cantik yang sudah berada diantara mereka berdua.
"Shinta?! sejak kapan kau sudah berada disini?
"Aku belum terlalu lama datang, kebetulan Papa juga datang ke pesta ini, ayo kita temui papa" Shinta mengkaitkan tangannya ke tangan Alan
"Ayo lah Alan, Papa mencari mu."
"Nanti saja aku menyusul" ujar Alan sinis sambil melepas tangan shinta.
"Maaf, aku permisi dulu" Marlen pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
Buukk!
Tak sengaja Marlen menabrak seorang pelayan dan gaun indahnya tersiram tumpahan minuman yang dia bawa.
"Maaf Nona, aku tidak sengaja" tutur pelayan itu terlihat bersalah.
"Sudah tidak apa-apa" tangan Marlen mengibas ngibaskan gaun yang tersiram minuman.
Merasa bersalah pelayan itu memberikan saran pada Marlen "Bagaimna kalau Nona keruangan ganti di sebelah sana, Nona bisa mengeringkan bajunya yang basah."
"Baiklah, dimana ruangan gantinya, aku ingin mengeringkan gaun ku"
"Ohh,, ada disamping rooms ini, Nyonya terus berjalan lurus, nanti keluar dari rooms ini ada ruangan ganti sebelah kanan."
"Oke terimakasih" Marlen berjalan keluar pintu room, mengikuti arah petunjuk pelayan itu, ia masuk ke sebuah ruangan ganti yang dipenuhi berbagai macam jenis pakaian dan banyak cermin di sekeliling ruangan itu, Marlen mencari kipas angin untuk mengeringkan gaunnya yang basah, ia menemukan di pojokan dan mulai menyalakan kipas angin itu.
"Blub!
Seketika lampu ruangan itu mati, Marlen terperanjat Kaget tangannya mulai meraba-raba mencari dinding agar ia bisa berjalan kluar dari ruangan itu, tiba tiba sebuah tangan kekar menarik tangannya dan menyudutkan tubuhnya ke dinding, ia mengkungkung tubuh Marlen.
"Siapa kau?! Pekik Marlen, terdengar suara nafas seseorang didepannya hawa panas keluar dari hidungnya, tercium aroma parfum maskulin yang menyengat.
"Marlen... suara berat seorang pria yang sudah menyentuh wajahnya, tubuhnya menegang, nafas Marlen terengah engah, tangan pria itu terus menjelajahi setiap inci wajah cantik Marlen sambil terus mengelusnya lembut
"Apa yang ingin kau lakukan padaku?! menarik kasar tangan Pria itu yang terasa kekar, suara Marlen terdengar lirih dan ketakutan,
"Marlen kau tidak usah takut!" suara pria itu tepat berada di depannya walau tidak terlihat wajah pria itu karena gelap, tapi ia yakin Pria itu tidak akan menyakitinya "Aku akan menjagamu dengan jarak yang tidak pernah kau ketahui, Aku akan melindungimu dengan caraku sendiri, kau tidak usah khawatir, aku akan membantu kehidupanmu tanpa orang lain tahu dan kau sadari, sekarang kau adalah bagian dari hidupku, dan kau adalah prioritas utamaku."
"Apa maksud perkataanmu? tunjukan siapa dirimu sebenarnya? jangan kau menambah beban hidupku!
"Suatu hari nanti kaupun akan mengetahui siapa diriku yang sebenar nya, maafkan aku tidak bisa memberi identitas ku sekarang, karena itu akan membuat mu bertambah sulit, tapi aku berjanji tidak akan membiarkanmu menderita dan hidup susah atas perlakuan suami terkutukmu Arsen!
"Apa?! ap_apakah kau mengetahui segalanya tentang aku dan Arsen?! tanya Marlen kaget, ucapannya tercekat, hatinya dipenuh tanda tanya.
"Jaga dirimu baik-baik, kau tidak usah khawatir, sesungguhnya aku berada dekat denganmu" ucap pria itu mencium kening dan bibir Marlen, lalu melepaskan kungkungannya, pria itu pergi begitu saja meninggalkan Marlen yang masih berdiri terpaku di dinding, suara langkah kakinya terdengar ringan.
"Tap,, tap,, tap,,,
"Heeii tunggu! tunjukkan siapa dirimu?! beritahu aku siapa namamu? Marlen berseru. tiba-tiba tubuh Marlen merinding bulu kuduknya meremang. "Aku begitu ketakutan sendiri di ruangan ini, tempat yang gelap tanpa sedikitpun sinar lampu atau cahaya.
"Klik'
Tiba-tiba lampu ruangan itu menyala terang benderang kembali, Marlen terperangah dan langsung beranjak Pergi dari ruangan itu, dengan cepat ia membuka pintu, Marlen melihat sosok bayangan seorang pria didepan pintu. Ia mengejar pria yang baru saja masuk kedalam ruangan tadi, "Mungkinkah bayangan itu pria yang baru saja keluar? tapi kemana dia pergi?! Marlen tidak menemukan jejak Pria itu, ia pergi bagaikan angin' menghilang begitu saja tanpa jejak.
@@@@
'
'
'
'
'
'
@, BERSAMBUNG
@YUK TERUS IKUTI KISAH NYA DAN JNGN LUPA UNTUK
@LIKE
@KASIH HADIAH
@SERTAKAN JUGA KOMENTAR NYA
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭