[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]
George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.
Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.
Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.
Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.
“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.
“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.
“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.
Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
Setelah menetralisir amarahnya, Gabby segera meraih ponselnya untuk menelfon papanya. Ia ingin memberitahukan informasi tentang Diora yang ia dengar tadi.
Gabby merasa papanya perlu tahu tentang informasi itu karena tak bisa dipungkiri jika Diora adalah anak Lord hasil buah kesalahan.
Setelah Lord mengetahui hal itu, membuat dirinya selalu menyuruh Gabby untuk melindungi Diora dan menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Diora kepadanya.
“Papa,” sapanya ketika panggilan sudah diangkat oleh Lordeus.
Lordeus sedikit terkejut ketika mendapatkan telefon dari nomor negara lain. Namun setelah mendengar suara putrinya, ia menjadi heran.
“Kau, kenapa menggunakan nomor asing?” tanya Lord.
“Aku diculik,” Gabby berkata dengan nada kesalnya.
“Siapa yang berani menculikmu?” Lord sedikit tak percaya ada orang yang berani menculik anaknya yang ia didik menjadi wanita kuat. Bahkan nada suara anaknya pun tak terdengar seperti orang yang diculik.
Gabby menceritakan semua yang dilakukan George kepadanya. Ia fikir papanya akan marah, ternyata ia salah. Papanya justru saat ini sedang menertawakannya.
Gabby hanya bisa tersenyum getir mendengarnya. Entah mengapa hatinya sedikit nyeri seolah papanya kurang perduli lagi dengannya.
“Ternyata ada juga pria yang berani dan mengalahkan kearogananmu.” Lord terkekeh membayangkan putrinya ketika dipaksa oleh George.
“Papa ...,” gerutu Gabby menyimpan nada penuh kesedihan. Ternyata apa yang ia bayangkan jika papanya akan menghawatirkannya hanyalah sebuah hayalannya belaka.
“Kau, kenapa menelfon?” Pria paruh baya itu kembali ke topik, meskipun ia sangat ingin menggoda anaknya.
Gabby pun menceritakan semuanya kepada Lord. (Baca di novel aku yang judulnya My Rich Husband, disini cuma sekilas aja)
“Kau jaga saja Diora!” titah Lord dengan nada penuh kekhawatiran terdengar jelas di telinga Gabby setelah wanita itu menyelesaikan ceritanya.
Pa, apa kau tak menanyakan bagaimana perasaanku tiap kali papa lebih khawatir dengan Diora dan seolah menilaiku sangat kuat? Fisikku mungkin kuat, tapi hatiku bisa saja rapuh. Kau seperti membedakan aku yang terlahir dari wanita yang tak kau cintai dengan Diora anak dari wanita yang sangat kau cintai, meskipun hanya buah dari kesalahan tapi kau terlihat sangat menyayangi Diora. Aku juga memiliki hati yang bisa sakit, meskipun kau selalu mendidikku untuk tak melakukan sesuatu menggunakan hati agar tak lemah, tapi bagaimana bisa aku tak menggunakan hati ketika itu menyangkut keluargaku? Aku bisa menerima permintaan papa yang selalu menyuruhku untuk menjaga Diora, sebab saudara memang harus saling menjaga. Tapi, entah mengapa aku juga sakit, pa. Papa begitu menghawatirkan Diora, tapi tidak dengan aku. Kau selalu mendidikku dengan keras sedari kecil, aku bisa menahannya hingga kini. Tapi kini aku seolah merasa tersisihkan di hati papa.
Gabby hanya bisa mengatakannya dalam hati dengan air mata yang sedikit lolos keluar menghianati dirinya yang ingin mencoba kuat.
“Baik, pa.” Hanya itu yang bisa Gabby ucapkan.
Perbincangan mereka pun berakhir setelah Gabby memutuskan panggilan itu sebelum suaranya tercekat dan ketahuan papanya jika ia tengah menangis.
Gabby ingat betul konsekuensi jika sampai dirinya menangis. Papanya akan menghukum dirinya untuk lari mengelilingi kota Helsinki selama satu hari penuh. Begitulah kerasnya didikan papanya yang ingin membentuk Gabby menjadi wanita kuat.
Wanita itu memilih untuk mencuci mukanya. Membasahi wajahnya di washtafel tanpa menggunakan sabun.
Kedua tangannya bertumpu pada washtafel. Menarik nafasnya dalam-dalam dan menutup matanya sejenak. Lalu mengeluarkan nafasnya perlahan.
“Apa aku tak pantas untuk dicintai, dikasihi, dan disayangi?” Gabby berbicara dengan pantulan dirinya dicermin.
Di kaca itu kini terlihat jelas wajah aslinya yang menunjukkan kesedihan amat sangat dalam yang selalu ditutup dengan wajah galak dan arogannya.
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
sakit bngt jd gabby
*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada
thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja
thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja
thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga
pakai hati thor