Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16.Kunjungan 2
Faris langsung membuka pintu ruangan itu lalu mereka lihat Syifa sedang tidur di atas sofa.
"Yampun nak sekecewa inikah kamu hingga semua barang yang ada di sini berantakan semua."Faris melihat ruangan itu sudah berantakan.
Semua orang meneteskan air mata melihat keadaan Syifa.Setelah mereka melihat Syifa,semuanya keluar dan duduk di kursi pengunjung cafe.
"Faris sebenarnya apa yang terjadi dengan Syifa,kok bisa sampai sebegitu marah nya Syifa hanya karena Albert tidak mengunjungi nya kemari?"tanya Kyai Ismail penasaran.
"Dulu Syifa itu anak yang baik,cerdas,dan sangat rajin beribadah.Dari Syifa kecil, Albert dan istri nya sangat sibuk dengan bisnisnya jadi mereka menitipkan Syifa kepada kakek dan neneknya di Inggris,disana dia mendapatkan kasih sayang dan pendidikan yang sangat bagus baik segi agama ataupun materi dari nenek dan kakeknya.Tapi setelah mereka meninggal,Syifa kembali ke Indonesia dia tinggal sendirian hanya ada para pelayan dan bodyguard yang menemaninya.Albert dan istri nya jarang pulang bahkan kadang 1 tahun hanya pulang sekali itupun sebentar.Semenjak itulah sifat Syifa berubah menjadi anak yang keras kepala dan nakal."Jelas Faris prihatin akan keadaan keponakannya.
Mereka hanya mendengarkan penjelasan Faris.
"Jadi itu yang membuat singa kecil itu sifatnya berubah?"batin Ustadz Bian.
"Om, David akan menikahi Syifa agar dia tidak merasa kesepian lagi, David mengerti perubahan sifat Syifa itu disebabkan oleh kurang kasih sayang dari orang tua nya."David sangat kasihan dengan kehidupan Syifa gaddis kecil yang ia kagumi.
"Percuma,kami juga sudah memberikan kasih sayang kepada Syifa sama seperti kami menyayangi Adinda tapi hasilnya masih zong."Balas Faris putus asa.
"Dia itu gadis yang sangat sulit untuk dimengerti."Tambahnya.
"Iya,di sekolah banyak laki laki yang suka sama Syifa tapi tidak ada yang diresponnya."Sambung Adinda.
"Bahkan meskipun seperti kamu yang memanggilnya dengan sebutan khusus pun ia tidak perduli,meskipun iya tidak marah. "
David langsung meresa sangat lemas karena ucapan Adinda.
Adinda berdiri dan kembali masuk ruangan itu.Di dalam ruangan.
"Hi dek kamu sudah bangun?"tanya Adinda berjalan mendekati Syifa.
"Mari kita keluar semua orang sedang berada di luar."
Syifa melangkah keluar ruangan.I
Dia berpikir bahwa Ayah dan Ibunya datang karena dia kabur dari pesantren, dilihatnya semua sudut tapi dia tidak menemukan sosok itu.Air matanya tiba-tiba mengalir.
Syifa kembali arah untuk kembali ke ruangan dan diikuti oleh Adinda.
"Dek kenapa kamu menangis?"tanya Adinda sembaring menghampus air mata Syifa.
Syifa tidak membalas pertanyaan Adinda.
David yang tadi melihat Syifa mau keluar dan kemudian kembali masuk langsung menyusul Syifa tapi langkahnya terhenti.
"Dav,kamu mau kemana?"tanya Abi.
"Dav mau melihat Syifa bi,tadi dia mau kemari tapi kembali masuk ruangan."Ustadz David melangkah pergi
Semua orang masuk kedalam ruangan.Mereka melihat Syifa sedang menangis.
"Eh kuntilanak,kamu apakan calon makmumku kok dia nangis?"tanya Ustadz David sewot.
"Hi kamu pikun ya,
Syifa itu Adik sepupu saya mana mungkin saya bikin dia menangis."Balas Adinda tak terima.
"Ya kali ajakan."Ustadz David tak mau kalah.
Mama dan u6mi Zahra mendekati Syifa lalu me**luknya.
"Sayang disini ada kami,kamu jangan menangis ya." Mama menenangkan Syifa.
Syifa masih menangis, Ustadz Bian yang melihat Syifa seperti kedinginan karena bajunya basa karena air hujan langsung membuka jasnya dan memasangkan pada Syifa
"Pakai jas ini ya,supaya gak kedinginan."
David yang melihat hal tersebut merasa marah.
"Apa-apaan sih Mas,kok memberikan jas pada Syifa."Ucap Ustadz David dengan nada agak meninggi.
"Emangnya kamu mau Syifa sakit?"skakmat Abi.
David hanya diam.Setelah Syifa tidak menangis lagi mereka mengajak Syifa pulang.
"Nak sekarang kita pulang ya."Bujuk Papa,
Syifa hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka semua menaiki mobil untuk pulang ke rumah Kyai Ismail, sesampainya di depan rumah mereka langsung turun.
"Kalian hari ini nginap saja dirumah ku.Syifa dan Adinda juga nginap saja disini tidak usah tidur di asrama."
"Baiklah untuk malam ini kami akan tidur di rumah mu, karena saya masih khawatir dengan kondisi Syifa."Balas Faris.
Syifa kembali meneteskan air matanya mendengar ucapan Faris.
"Setidak penting itu kah Syifa di mata Ayah dan Ibu sehingga rasa khawatir pun tidak ada untuk Syifa."Batin Syifa sedih.
Mereka langsung memasuki rumah Kyai Ismail.
"Pa Adinda kembali ke asrama sebentar ya,mau ambil baju Adinda dan Syifa."
"Syifa ikut ya Kak?"
"Gak kamu tunggu saja di sini,biar Kakak yang mengambilkan baju buat kamu."Larang Adinda.
"Iya Syifa gak usah ikut ya biar Kak Adinda saja yang mengambil baju Syifa."
syifa hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Papa Adinda.
Adinda segera pergi ke asrama untuk mengambil bajunya dan Syifa.
Setelah sampai di asrama.
"Assalamualaikum."Salam Adinda dari depan pintu kamar.
"Waalaikumsalam."Jawab teman-temannya.
"Kamu baru pulang Din,lalu di mana Syifa atau dia belum pulang?"tanya Wulan.
"Syifa sekarang berada di rumah Kyai Ismail ,saya mau mengambil baju buat saya dan Syifa.Tadi Syifa kabur dari pesantren karena orangtuanya gak bisa datang kesini karena sibuk."Jelas Adinda pada temannya.
Setelah berbicara dengan teman temannya,Adinda membuka lemari milik Syifa ,tak sengaja Adinda menemukan selembar kertas.
Adinda membuka selembar kertas tersebut yang dilipat lalu membacanya,saat membacanya.
"Dekkkk."
Jantung Adinda terasa sangat sakit saat melihat nama dan isi surat itu.Surat tersebut dari Ustadz David untuk Syifa.
"Ih,kenapa ini jantung saya berdebar,masa iya saya suka sama Ustadz gila itu nanti bukan hanya berdebar nih jantung tapi langsung mati saya karena serangan jantung gara gara tiap hari bertengkar dengan dia."Batin Adinda
Adinda melipat kembali kertas itu dan meletakkan nya kembali ditempat semula.Dia mengambil baju milik Syifa lalu menutupnya kembali.
Setelah selesai mengambil baju adi5nda berpamitan pada tempat temannya.
"Gays hari ini saya sama Syifa tidur di rumah Kyai Ismail ya,kalian jangan kengen."Ucap Adinda kepedean sambil berpamit pada tempat temannya.
"Iya,sekalian jagain Syifa.Dia itu lucu banget soalnya jangan sampai nanti dia kabur lagi."Dwi takut Syifa akan kabur lagi.
"Iya kalau gak ada Syifa kamar jadi sepi."Balas Ayu memasang puppy eyesnya agar Adinda memenuhi keinginannya.
"Siap saya pastiin Syifa kembali ke asrama besok,saya juga merasa sepi kalau gak ada Syifa."Jujur Adinda.
"Yasudah saya pergi dulu ya."Pamitnya.
Adinda segera meninggalkan asrama dan kembali ke rumah Kyai Ismail.Setelah sampai.
"Assalammualaiku ."Salam Adinda lalu masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam"
"Syifa dimana Pa?"tanya Adinda.
"Dia di kamar itu,mungkin sekarang lagi mandi." Papa menunjuk arah kamarnya.
Adinda menuju ke kamar.Dilihatnya tidak ada Syifa disana, lalu ia melangkah ke arah kamar mandi.
"Masih mandi ternyata."Gumam Adinda.
Adinda memanggil Syifa yang masih berada di kamar mandi.
"Dek ini baju kamu."Adinda mengetuk pintu kamar mandi.
Syifa membuka pintu lalu mengambil bajunya.
"Terimakasih Kak."Syifa kembali menutup pintu kamar mandi.
Setelah selesai mandi Syifa keluar dan langsung digantikan oleh Adinda.
Syifa melangkah menuju tempat tidur yang ada di kamar untuk istirahat.
T**erimakasih untuk yang sudah like ,komen,dan beri bintang terus ikuti episode selanjutnya**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya