Seaaon 1 tentang Jill dan Jeff (couple J).
Season 2 tentang Shanum dan Salman (couple S).
Jill kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan, ia kemudian bekerja di sebuah perusahaan dan justru bertemu cowok tampan, mapan, dan menawan yang ternyata adalah bosnya.
Shanum terpaksa menggantikan kakaknya menikahi Salman, pria cacat yang tiba-tiba menjelma menjadi pria paling kuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bengong deh
“Jill…!” panggil Veny.
“Sebenernya aku kabur dari rumah.” Jill terpaksa jujur. Pertanyaan Veny yang bertubi-tubi membuatku terpojok dan merasa harus mengakui. “Dan sekarang aku nggak tahu mau kemana.”
“What?” Veny menghentikan santapannya. Ia menatap Jill lekat dengan kening mengerut.
“Ini pertama kalinya aku dateng ke daerah ini.”
Veny meletakkan sendok. Kekecewaan menyemburat di wajahnya. Tentu ia kecewa, Jill telah membohonginya. Awalnya mengaku memiliki tempat tujuan di daerah itu, dan sekarang mengaku baru pertama kali ke sana karena sedang kabur dari rumah. Ini artinya Veny dijadikan alat untuk membimbing pelariannya.
“Kenapa harus kabur?”
“Aku nggak mau dijodohin.”
“Ooh… dan kamu ngintilin aku?”
Kepala Jill mengangguk polos. Sebenarnya Jill agak takut melihat Veny kesal. Di kepalanya sudah terbayang kengerian jika Veny marah lalu meninggalkannya. Ini daerah baru yang tidak ia kenal. Bahkan situasi dan kondisi daerah itu pun ia tidak tahu. Bagaimana jika ia dibegal orang? Bagaimana jika ia dihadang preman? Jika uang yang dirampas, mungkin ia hanya akan menjadi gelandangan. Tapi jika keperawanan yang dirampas, maka runtuhlah masa depannya.
“Aku minggat. Aku butuh bantuanmu untuk mencari tempat tinggal yang baru. Kalau aku kasih tahu sejak awal, aku takut kamu nggak mau barengan sama aku karena mengira aku bermasalah.”
“Tentu,” tegas Veny. “Mana mungkin aku mau bersama dengan orang yang sedang dalam masalah.”
Nah tuh kan benar, apa yang ditakutkan Jill terjadi juga. Veny yang sejak kemarin terlihat kalem, kini jadi ngomel.
“Gimana kalo orang tuamu menemukanmu sedang berdua denganku? Salah-salah aku yang disangka bawa kabur anak orang dan dituduh ngelariin kamu.” Suara Veny memelan ketika menyadari pandangan orang-orang disekeliling menjurus ke arahnya.
“Aku pergi atas kemauanku sendiri, bukan kamu yang ngajakin. Nggak mungkin kamu terlibat.”
“Inget Jill, aku yang pesenin tiket buat kamu. Sekarang orang tuamu pasti lagi pusing nyariin kamu.” Veny geleng-geleng kepala. Setelah menarik nafas berusaha meredam emosi, ia berkata, “Ini nomer telepon jasa Travel. Cepat telpon dan pulanglah ke orang tuamu.” Ia menyerahkan sebuah kartu.
Jill terdiam menatap kartu itu. Tubuhnya lemas. Sementara Veny bangkit berdiri. Ia membayar dua mangkuk bubur. Lalu menarik koper keluar.
“Aku nggak mau pulang. Aku mau ikut kamu,” seru Jill namun tidak membuat langkah kaki Veny berhenti.
Jill buru-buru keluar dari sela kursi yang sempit, ia kepayahan mengeluarkan kaki dari sela meja. Ditambah lagi roknya sempit hingga kakinya sulit bergerak. Malang, gara-gara terburu-buru, meja tersenggol. Orang-orang yang duduk berjejer di meja itu pun terkejut akibat mangkuk-mangkuk terguncang.
“Maaf.” Pandangan Jill berkeliling menatap wajah-wajah yang kesal. Sebagian tersenyum dan berkata, “Nggak apa-apa.”
Jill menenteng tasnya menuju keluar. Veny sudah tidak kelihatan. Sempurnalah kesendirian Jill. Veny telah meninggalkannya. Ia benar-benar seperti orang hilang. Kehilangan Veny sama saja kehilangan pegangan. Lalu sekarang ia harus kemana?
“Jangan bengong! Ikut aku!”
Jill menoleh ke sumber suara. Tampak Veny menganggukkan kepala. Jill tersenyum girang, ternyata Veny tidak sekejam yang ia duga.
Bayangan di kepala Jill buyar entah kemana saat pundaknya ditepuk. Ia menoleh dan mendapati tangan Alif di pundaknya.
“Kita udah sampai. Buruan turun!” ajak Alif yang menatap Jill masih nangkring di atas motor yang sudah distandarkan di halaman kantor afdeling. Tampak sebuah mobil sudah duluan terparkir di sana. Kalau tidak salah, mobil itu adalah mobil inventaris milik Jeff. Jadi lelaki serigala itu juga ada di afdeling satu? Jangan sampai Jill ketemu dengan lelaki itu.
TBC