NovelToon NovelToon
DEAR HUSBAND

DEAR HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:72.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Seaaon 1 tentang Jill dan Jeff (couple J).
Season 2 tentang Shanum dan Salman (couple S).

Jill kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan, ia kemudian bekerja di sebuah perusahaan dan justru bertemu cowok tampan, mapan, dan menawan yang ternyata adalah bosnya.

Shanum terpaksa menggantikan kakaknya menikahi Salman, pria cacat yang tiba-tiba menjelma menjadi pria paling kuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bengong deh

“Jill…!” panggil Veny.

“Sebenernya aku kabur dari rumah.” Jill terpaksa jujur. Pertanyaan Veny yang bertubi-tubi membuatku terpojok dan merasa harus mengakui. “Dan sekarang aku nggak tahu mau kemana.”

“What?” Veny menghentikan santapannya. Ia menatap Jill lekat dengan kening mengerut.

“Ini pertama kalinya aku dateng ke daerah ini.”

Veny meletakkan sendok. Kekecewaan menyemburat di wajahnya. Tentu ia kecewa, Jill telah membohonginya. Awalnya mengaku memiliki tempat tujuan di daerah itu, dan sekarang mengaku baru pertama kali ke sana karena sedang kabur dari rumah. Ini artinya Veny dijadikan alat untuk membimbing pelariannya.

“Kenapa harus kabur?”

“Aku nggak mau dijodohin.”

“Ooh… dan kamu ngintilin aku?”

Kepala Jill mengangguk polos. Sebenarnya Jill agak takut melihat Veny kesal. Di kepalanya sudah terbayang kengerian jika Veny marah lalu meninggalkannya. Ini daerah baru yang tidak ia kenal. Bahkan situasi dan kondisi daerah itu pun ia tidak tahu. Bagaimana jika ia dibegal orang? Bagaimana jika ia dihadang preman? Jika uang yang dirampas, mungkin ia hanya akan menjadi gelandangan. Tapi jika keperawanan yang dirampas, maka runtuhlah masa depannya.

“Aku minggat. Aku butuh bantuanmu untuk mencari tempat tinggal yang baru. Kalau aku kasih tahu sejak awal, aku takut kamu nggak mau barengan sama aku karena mengira aku bermasalah.”

“Tentu,” tegas Veny. “Mana mungkin aku mau bersama dengan orang yang sedang dalam masalah.”

Nah tuh kan benar, apa yang ditakutkan Jill terjadi juga. Veny yang sejak kemarin terlihat kalem, kini jadi ngomel.

“Gimana kalo orang tuamu menemukanmu sedang berdua denganku? Salah-salah aku yang disangka bawa kabur anak orang dan dituduh ngelariin kamu.” Suara Veny memelan ketika menyadari pandangan orang-orang disekeliling menjurus ke arahnya.

“Aku pergi atas kemauanku sendiri, bukan kamu yang ngajakin. Nggak mungkin kamu terlibat.”

“Inget Jill, aku yang pesenin tiket buat kamu. Sekarang orang tuamu pasti lagi pusing nyariin kamu.” Veny geleng-geleng kepala. Setelah menarik nafas berusaha meredam emosi, ia berkata, “Ini nomer telepon jasa Travel. Cepat telpon dan pulanglah ke orang tuamu.” Ia menyerahkan sebuah kartu.

Jill terdiam menatap kartu itu. Tubuhnya lemas. Sementara Veny bangkit berdiri. Ia membayar dua mangkuk bubur. Lalu menarik koper keluar.

“Aku nggak mau pulang. Aku mau ikut kamu,” seru Jill namun tidak membuat langkah kaki Veny berhenti.

Jill buru-buru keluar dari sela kursi yang sempit, ia kepayahan mengeluarkan kaki dari sela meja. Ditambah lagi roknya sempit hingga kakinya sulit bergerak. Malang, gara-gara terburu-buru, meja tersenggol. Orang-orang yang duduk berjejer di meja itu pun terkejut akibat mangkuk-mangkuk terguncang.

“Maaf.” Pandangan Jill berkeliling menatap wajah-wajah yang kesal. Sebagian tersenyum dan berkata, “Nggak apa-apa.”

Jill menenteng tasnya menuju keluar. Veny sudah tidak kelihatan. Sempurnalah kesendirian Jill. Veny telah meninggalkannya. Ia benar-benar seperti orang hilang. Kehilangan Veny sama saja kehilangan pegangan. Lalu sekarang ia harus kemana?

“Jangan bengong! Ikut aku!”

Jill menoleh ke sumber suara. Tampak Veny menganggukkan kepala. Jill tersenyum girang, ternyata Veny tidak sekejam yang ia duga.

Bayangan di kepala Jill buyar entah kemana saat pundaknya ditepuk. Ia menoleh dan mendapati tangan Alif di pundaknya.

“Kita udah sampai. Buruan turun!” ajak Alif yang menatap Jill masih nangkring di atas motor yang sudah distandarkan di halaman kantor afdeling. Tampak sebuah mobil sudah duluan terparkir di sana. Kalau tidak salah, mobil itu adalah mobil inventaris milik Jeff. Jadi lelaki serigala itu juga ada di afdeling satu? Jangan sampai Jill ketemu dengan lelaki itu.

TBC

1
Hermien Rudatin
seruuuu
Hermien Rudatin
ya wis Thor lanjut semoga oesan moralnya nyamoek dan bermanfaat bagi kita oembaca
Hermien Rudatin
visualnya selalu muka Blasteran yaaaa yg ori negeri tercinta apa gk ada yg hennnnnseeemmmmm maaf ya
Ema
luar biasa
Marhaban ya Nur17
kocak wkkwkw gw udh serius soudzon tp malah orang gila wkkwkw
Marhaban ya Nur17
emang harus nya gtu se jan ada tutup menutup
Marhaban ya Nur17
nunggu berapa th lagi neh gara" ranjang wkkwkwk
Marhaban ya Nur17
sekarang gantian wkkwkwk salman yg di kadalin
Marhaban ya Nur17
emaknya wkkwwk mungkin dendam
Marhaban ya Nur17
bergoyang wkwkwk jd galfok
Marhaban ya Nur17
apakah shanum bakalan jd investor di perusahaan salman ????
Marhaban ya Nur17
nanti asetnya di pegang salman kah wkwkwk secara perusahannya salman kah lg kolaps
Marhaban ya Nur17
jill ama jeff jd udh beneran metong neh
Marhaban ya Nur17
el = salman wkkwkw
Marhaban ya Nur17
gw baca part ini ada pengamen wkkwkkw jd nya ambyar
Marhaban ya Nur17
Jasmin jg apa anaknya jill ama jeff
Marhaban ya Nur17
Edo tuh temennya Jeff y ? ko jd jahat wkwkwk gara" cinta pasti yyy
Marhaban ya Nur17
salman tuh el , el itu y salaman wkwkwk
Marhaban ya Nur17
Jasmin anaknya jill ama Jeff ???
Marhaban ya Nur17
emang se Iran cakep" thor wkkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!