NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:27.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.

Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Erik tertangkap basah

Erik terus mengikuti Mia, dari mulai gadis itu pergi ke apotek hingga kembali ke apartemen.

Saat tiba di depan lift apartement Erik kehilangan jejak Mia, gadis kecil tersebut jalan begitu cepat sehingga tak dapat di susul oleh Erik. Erik berdiam diri di depan lift, dia tidak tahu tempat tinggal Mia jadi dia bingung harus naik ke lantai berapa. Erik menoleh ke kiri dan kanan, tapi tak ada seorang pun yang dapat ia tanyakan.

Ketika Erik tengah berada dalam kebingungannya tiba tiba bahu Erik di tepuk dari belakang. Erik pun menoleh dengan cepat.

"Uncle mengikutiku?" tanya Mia pada Erik, membuat pria itu jadi salah tingkah karna tertangkap basah oleh Mia.

"Ah, itu, aku hanya merasa mungkin kau akan membutuhkan bantuanku" jawab Erik gugup.

"Terima kasih Uncle, tapi aku tidak ingin merepotkan Uncle" jawab Mia.

"Lagi pula aku sudah beli obat untuk Nenek" tambah Mia yang kemudian masuk ke dalam lift yang telah terbuka.

Erik terdiam di tempatnya, dia tidak tahu harus bicara apa lagi. Dia tidak biasa bicara dengan seorang gadis, jika pun ada pembicaraan biasanya itu menyangkut pekerjaan saja. Paling paling hanya teman dekat atau kerabat saja yang bisa membuat dia berkomunikasi tanpa rasa canggung.

"Uncle mau mampir ke tempatku?" tanya Mia pada akhirnya, karna dia melihat Erik tak bergerak sedikit pun dari tempatnya.

"Apa boleh?" tanya Erik ragu.

Mia menganggukkan kepalanya, kemudian Erik pun ikut masuk ke dalam lift. Mia memencet tombol angka 3, lantai di mana ia tinggal bersama dengan Neneknya.

"Kau tinggal bersama Nenekmu ?" tanya Erik berusaha memecah kesunyian ketika mereka berada didalam lift.

"Iya" jawab Mia singkat.

"Orang tuamu?" tanya Erik lagi.

"Mereka sudah bercerai sejak aku sekolah dasar, dan tidak ada yang mau merawatku karna di anggap terlalu merepotkan" jawab Mia dengan raut wajah yang sedih.

"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih" ucap Erik yang merasa bersalah atas pertanyaannya.

"Tidak apa Uncle, aku sudah terbiasa" jawab Mia yang sudah kembali ceria. Gadis itu selalu pandai menyembunyikan masalahnya dari orang orang sekitarnya.

Tanpa terasa mereka pun tiba di lantai yang di tuju. Mia segera keluar di ikuti dengan Erik dari belakang.

"Uncle silahkan duduk, aku akan memberi obat pada Nenek" ucap Mia setelah mereka sampai di apartementnya.

Erik pun mengangguk kemudian dia duduk di salah satu sofa di ruang tamu, sedangkan Mia berlalu ke kamar Neneknya untuk memberikan obat.

"Nenek" jerit Mia menjatuhkan kantung obat yang di bawanya ketika melihat sang nenek tergeletak di lantai.

Erik yang mendengar jeritan Mia langsung menghampiri gadis itu ke kamar.

Melihat tubuh Nenek Mia yang tergeletak di lantai Erik pun segera bergegas membopongnya ke atas ranjang.

"Cepat hubungi ambulance" perintah Erik pada Mia yang sedang menangis melihat keadaan Neneknya.

Mia pun segera meraih ponselnya dengan panik dan langsung menghubungi ambulance.

Erik sendiri berusaha melakukan pertolongan pertama pada Nenek Mia.

Tak berapa lama ambulance pun tiba, dan Nenek Mia segera di larikan ke rumah sakit terdekat.

"Tenanglah, Nenekmu pasti akan sembuh" ucap Erik berusaha memberi penghiburan pada Mia ketika mereka berada di dalam ambulance. Erik terus mendampingi Mia yang masih saja menangis. Dia merangkul gadis itu dalam pelukannya dan membiarkan gadis itu menangis di dadanya. Mia tak bisa berfikir lain lagi, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Neneknya. Selain Neneknya Mia tak mempunyai kerabat lain lagi. Mereka hanya hidup berdua. Maka dari itu Mia sering membantu Leea menjaga toko bunganya atau menjaga si kembar untuk mencari tambahan biaya hidupnya.

Tiba di rumah sakit Mia terus mendampingi Neneknya yang di bawa ke ruang IGD, sedangkan Erik menghubungi Ziga untuk bicara dengan Via, karna menurutnya saat ini Mia pasti butuh seseorang yang bisa menguatkan hatinya.

"Halo Tuan" ucap Erik

"Ada apa?" jawab Ziga yang kini masih bermain main dengan si kembar.

"Bisa saya bicara dengan Nyonya?" tanya Erik.

"Untuk apa kau ingin bicara dengan istriku?" tanya Ziga penuh selidik.

"Ini tentang Mia Tuan" jawab Erik

"Nenek gadis itu masuk rumah sakit, saya rasa Nyonya bisa membantu untuk menghibur gadis itu" jawab Erik dengan jelas, dia tahu Ziga pasti akan cemburu jika Erik bicara dengan Via maka dari itu dia menjelaskan secara langsung tentang keadaannya.

"Baik, akan aku sampaikan" ucap Ziga

"Rumah sakit mana?" tanya Ziga kemudian.

"Motol University Hospital Tuan" jawab Erik dan Ziga pun langsung mematikan panggilan tersebut tanpa basa basi lagi.

Ziga menghampiri Via yang tengah berada di dapur.

"Erik baru saja menelpon" ucap Ziga.

"Dia bilang Nenek Mia masuk rumah sakit dan kau di minta untuk datang" tambah Ziga.

"Erik, bagaimana dia bisa tahu Nenek Mia masuk rumah sakit?" tanya Leea keheranan.

"Entahlah" jawab Ziga sembari mengendikkan bahunya.

"Kau pergi saja, anak anak biar aku yang jaga" ucap Ziga.

Leea sempat ragu, tapi akhirnya dia pun segera beranjak ke kamar untuk berganti baju.

"Anak anak" panggil Leea ketika telah selesai berganti baju.

"Mom mau kemana?" tanya Zeline melihat sang ibu telah berganti pakaian lebih rapi.

"Mom akan ke rumah sakit untuk menjenguk Nenek Mia" jawab Leea.

"Kalian di rumah dengan Daddy" ucap Leea lagi.

"Tapi ingat kalian tidak boleh nakal, kalian juga tidak boleh merepotkan Daddy" pesan Leea.

Aiden dan Zeline mengangguk berbarengan, Leea pun mencium kedua pipi anak anaknya.

"Aku pergi" pamit Leea.

"Jangan terlalu memanjakan mereka" pesan Leea, karna dari tadi dia melihat Ziga selalu menuruti apa pun permintaan kedua buah hatinya.

"Mana ponselmu?" tanya Ziga tanpa menghiraukan pesan Leea.

"Untuk apa?"Tanya Leea kebingungan tapi dia tetap memberikan ponselnya pada Ziga.

Ziga pun melakukan panggilan di ponsel Leea,

"Itu nomorku, hubungi aku jika ada apa apa" ucap Ziga.

"Di sana juga ada Erik, minta bantuan padanya jika kau membutuhkan sesuatu" tambah Ziga.

Leea menganggukkan kepala, kemudian Leea pun segera berlalu meninggalkan Ziga, tapi sebelum Leea pergi tiba tiba Ziga menariknya kemudian memberikan kecupan singkat di kening Leea.

"Sebaiknya kau gunakan mobil"ucap Ziga sambil menyerahkan kunci pada Leea.

Leea sendiri masih merasakan keterkejutan atas kecupan Ziga. Jantungnya berdetak lebih cepat seakan ingin melonjak keluar, wajahnya pun memerah.

"Tidak perlu, aku naik taksi saja" jawab Leea sedikit gugup, dia masih belum terbiasa dengan sikap Ziga saat ini. Mungkin jika dia mengendarai mobil akan tidak aman karna saat ini jantungnya berdegup dengan cepat.

Leea segera berlari keluar meninggalkan Ziga, karna jika lebih lama lagi berdekatan dengan Ziga dia tidak tahu akan seperti apa wajahnya, saat ini saja wajahnya sudah seperti tomat.

Sementara itu Ziga hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat kelakuan istrinya. Via masih saja seperti lima tahun lalu, wajahnya selalu memerah jika mendapat perlakuan yang sedikit romantis. Melihat hal tersebut membulatkan tekad Ziga untuk segera dapat memenangkan hati Via. Dia yakin Via masih mencintainya. Karna itu Ziga akan berusaha lebih keras lagi untuk membuat hati Via kembali menjadi miliknya.

1
Salma Suku
Apakah Mi Rae bersekongkol dengan seseorang, untuk mengahancurkan rumah tangganya Aiden ama So Ah?
Salma Suku
Kenapa nda ngomong aja So Ah bikin dongkol kyk org bisu...
Salma Suku
Pastilah disetujui udah hamidun😁
Salma Suku
Hadeeeuw, nanti salah paham lagi, Aiden nda jelaskan yg sebenarnya bahwa So Ah yg akan dia nikahi...
Salma Suku
Apakah Mi Rae sepupuan dengan So ah?
Salma Suku
Pasti Delon melihat Aiden dan So ah berciuman makanya dia jatuh sampai kepalanya berdarah...
Salma Suku
Thor, Aiden akan bertemu dengan si gadis kecil yg punya gantungan...
Salma Suku
Thor tinggal tunggu So ah hamil, karena mlm pns di lobang😁
Salma Suku
Tempat uhuy2nya nda cocok thor masa ditempat seperti itu😁pasti hamil lagi setelah ini...
Salma Suku
Aiden jgn ngomong begitu, biasanya nanti akan terjangkit kau akan menikah muda jg...
Salma Suku
Thor apakah Mika anaknya Demyan?
Salma Suku
Waktu fello ama Jesi ambil Fabian sebagai anak angkat barang kali seumuran dengan Zeline...
Salma Suku
Kalo aku sih visualnya Aiden kurang pas...
Salma Suku
Woow bakal seruuu...
Salma Suku
Astaga Juan...tapi aku salut padamu demi kebahagiaan kakakmu👍👍
Salma Suku
Untung aja Louis gerak cpt untuk menelpon ama Zeline...
Salma Suku
Cinta yg tulus dan pengorbananmu semoga berbuah manis...
Salma Suku
Apakah itu Sera?
Salma Suku
Thor suka banget bikin org jantungan😁
Salma Suku
Via, hamil anak ke 3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!