Season awal.
Perjalanan para ksatria nusantara setelah berakhirnya zaman kerajaan. Dan berubah menjadi zaman ksatria era baru dengan tujuan memberantas kejahatan penindasan yang merajalela di nusantara.
Perjuangan Barata untuk membentuk sebuah perguruan dengan mendidik anak-anak yang berhasil ia selamatkan dari korban peperangan yang pernah terjadi pada zamannya.
"Meskipun kami harus mati sekalipun ditangan kalian! Tidak akan membuat aliran putih lenyap dari muka bumi ini! Dan kau! Akan membayar semua ini" tutur Suntari setelah melihat Satril yang tergeletak dengan nada kebencian pada Arya
Kesatuan dan kekompakan perguruan Sugiran yang menjadi simbol sebagai hubungan kebersamaan yang kuat, menciptakan kekuatan yang nyaris tak tertandingi oleh kelompok lain dan ksatria hebat sekalipun.
Jelajahi kisah lengkapnya! Semoga terhibur,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereka Kembali
Kemudian Berta memberi tau Zabela melalui suara batin dan berkata
"Zabela! Kau harus menyayat telapak tangan mu dengan pedang milik Parta! Kemudian sayat telapak tangan Argus dan Parta lalu satukan darahmu dan darah mereka berdua! Setelah itu Kau ambil salah satu dari anak panah mu dan usaha kan darah mu membasahi anak panahmu semua itu untuk menyembuhkan Argus dan Parta.!" kata Berta yang terdengar oleh zabela dari kejauhan
Zabela mengenali suara Berta dsn Iya pun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Berta.
Dan setelah hal tersebut Iya lakukan
akhirnya Argus dan Parta sembuh dan mengucapkan banyak terimakasih pada Zabela.
" Zabela.! Kami berhutang nyawa padamu..!!" kata Argus seraya berterimakasih
"Iya Zabela.! Dan Aku harus berbuat apa untuk membalas kebaikan mu?" sambung Parta
"Aku tidak bisa melakukan apa apa tanpa bantuan Berta..!" ucap Zabela seraya merendah
" Berta? Bagaimana bisa? " ujar Argus seraya menanyakan bagaimana bisa Zabela bisa berkomunikasi dengan Berta
"Iya! Berta memberitahu apa yang harus Aku lakukan melalui suara batin.!" terang Zabela
" Zabela! Ada apa dengan tangan mu?" tanya Argus yang tidak tau apa yang dilakukan Zabela
"Satu satunya cara untuk menyembuhkan Kalian adalah menyatukan darahku dan darah kalian berdua oleh sebab itu Aku melukai tanganku..!" jawab Zabela
" Zabela! Ternyata selain cantik Kau juga memiliki pengorbanan yang tinggi..!" ucap Argus seraya memuji
Kemudian Argus menyembuhkan luka yang ada ditangan Zabela dan luka itupun lenyap.
Dan Mereka bertiga pun meneruskan perjalanan.
Belum begitu pulih sepenuhnya kekuatan Argus dan Parta, Mereka harus menghadapi siluman buaya yang terdapat disebuah sungai yang mereka lewati.
" Ada apa lagi ini?" ujar Argus sambil melihat sungai yang bergelimang
Tiba tiba muncul kerumunan Buaya yang langsung menyerang Mereka saat mereka berada di atas rakit.
Merekapun menghadapi serangan buaya tersebut dan setelah mereka menghadapi para buaya tersebut sayangnya rakit yang mereka gunakan hancur karena hempasan ekor Buaya, Tapi untuk nya Mereka berhasil terbang kearah sebrang.
Merekapun selamat dan meneruskan perjalanan seolah-olah olah tidak terjadi apa-apa
Dan pada akhirnya Mereka sampai pada tempat yang dituju, Disebuah Goa yang menyeramkan.
Merekapun memasuki Goa tersebut,
dan setelah memasuki Goa cukup dalam, tampak terlihat kilauan cahaya.
Merekapun menghampiri cahaya tersebut.
" Itu pasti pedang nya..! " ujar Argus sambil melihat kearah cahaya tersebut
Ketika mereka hendak mengambil benda tersebut tiba tiba datang seekor Naga hitam yang Menjaga benda tersebut.
Dan tanpa basi basi Naga tersebut menyerang mereka, namun demi mendapatkan benda Pedang Naga Ulung mereka tidak takut menghadapi Naga tersebut.
Dan pada akhirnya mereka pun bisa melumpuhkan Naga tersebut begitupun dengan pusaka nya sudah berada di tangan Mereka.
Dan sudah tiba waktunya mereka kembali keperguruan untuk menyerahkan pedang tersebut pada Barata.
Mereka kembali dengan keberhasilan namun masih Dalam perjalanan.
Beralih ke perguruan........
Hampir tiga hari Barata tidak sadarkan diri.
Kesabaran mayang sari menunggu kepulangan Berta ataupun Zabela hampir punah, Iya khawatir dengan keadaan Barata yg semakin lama semakin memburuk.
"Sampai kapan Aku harus menunggu Mereka? Aku tidak sanggup lagi melihat keadaanmu Barata.!" ujar Mayang Sari dalam hati dengan kesedihan
Kemudian Datang Apriana untuk menghibur Mayang sari.
" Jangan biarkan Tuan Putri berlarut larut dalam kesedihan! percayalah..! Guru pasti akan sembuh.!" hibur Apriana
"Tapi sampai kapan Aku harus bersabar Apriana? Aku tidak ingin kehilangan Barata yang kedua kalinya..!! Aku sudah siap mengeluarkan kekuatanku demi Barata asalkan Dia sembuh.!" kata Mayang yang siap untuk mengakhiri hidupnya
Di episode sebelumnya sudah diberitahukan bahwa Mayang memiliki kekuatan Salju sejagat yang bisa membekukan seluruh kekuatan yang ada dimuka bumi, Jika sampai Mayang Mengeluarkan kekuatannya maka Iya pun akan mati bersama hilangnya seluruh kekuatan yang ada dimuka bumi ini dan Apriana sudah mengetahui semua itu, Sudah pasti Apriana akan melarang Mayang Sari.
" Itu bukan keputusan yang tepat tuan Putri..!! Jika sampai Tuan putri mengeluarkan ilmu yang tuan Putri miliki! Itu akan mempersulit keadaan..!! Karna saat ini Nusantara sedang dikuasai Aliran hitam! Dan meskipun Tuan Putri bisa menghancurkannya! Itu hanya berlaku untuk kekuatan saja dan tidak akan mengubah sifat manusia..! Harap tuan mepertimbangkan semua itu.!! Aku percaya bahwa Tuan Putri adalah jodohnya Guru..! Buktinya kalian kini dipertemukan setelah sekian lama Terpisah.! Saat ini yang perlu Putri lakukan adalah menanamkan keyakinan yang kuat..!!!" kata Apriana seraya mengingatkan Mayang Sari
"Baiklah.! Aku akan mengikuti saran mu..! Terima kasi Apriana! Karna Kau telah mengingatkanku.!" ujar Mayang seolah menyadari bahwa keputusannya salah
Tak lama kemudian Karnada dan Apriando tiba di Perguruan, Kepulangan mereka disambut bangga oleh murid sugiran yang lainya.
"Ray! Karnada Dan Apriando sudah kembali" panggil Sukanta pada Ray Anaka seraya memberitahunya
" Benarkah? Mana mereka? " tanya Ray Anaka dengan senang
Ray Anaka dan yang lain nya pun mengucapkan selamat atas Keberhasilan Karnada dan Apriando yang bertugas menyelamatkan Putri Mayang Sari, Dan itu sedikit membuat Mayang lega atas kekhawatirannya pada Barata.
Melihat barata tidak menyambut kepulangan Karnada dan Apriando , Mereka berdua pun menanyakannya pada Ray Anaka.
"Ray! Dimana Guru? Dari tadi Aku tidak melihatnya?" tanya Karnada
"Sudah tiga hari ini Guru tidak sadarkan diri..!" jawab Ray Anaka
" Apa yang terjadi ?" tanya Karnada lagi dengan kaget sambil melihat keadaan Gurunya
" Semua kekuatan Guru hilang diambil oleh Artasura" jawab Apriana
"Artasura? Siapa dia?" ujar Karnada Seraya menanyakan tentang Artasura
" Artasura adalah musuh Guru dimasa lalu yang memiliki dendam! Karna dahulunya Iya dikalahkan oleh Guru.!" terang Ray Anaka
Amarah Karnada dan Apriando keluar, Rasa ingin membalas dendam pada Artasura semakin membara.
" Aku harus membalas semua ini..!!" ujar Karnada dengan amarahnya
"Kita semua akan membalasnya! Tapi saat ini yang harus Kita lakukan menyembuhkan Guru dulu.!" kata Ray anaka Berusaha menenangkan Karnada
Mendengar ucapan Ray Anaka, Karnada sedikit tenang.
"Apa yang harus kita lakukan untuk menyembuhkan Guru?" tanya Karnada
"Untuk sementara.!! Kita menunggu kepulangan Semiang, Sastra, Berta ,dan Zabela dulu karna Mereka menguasai kekuatan Elementasi.!"
jawab Ray Anaka
"Adakah tanda tanda mereka akan pulang dengan segera?" tanya Karnada lagi seolah tidak sabar menunggu
"Iya.! Apriana bisa merasakan bahwa mereka sudah berhasil.!" terang Ray Anaka
"Syukurlah kalau begitu! Kuharap mereka tidak lama akan sampai.!"
ujar Karnada dengan leganya
Mayang Sari dan para murid sugiran yang lain hampir kehilangan kesabaran saat menunggu kembalinya para Ksatria Elementasi atau Ksatria pengendali Alam yang saat ini diberi tugas oleh Barata untuk menyelesaikan misi yang sudah ditentukan oleh Barata sendiri.
Namun Mereka satu-persatu berusaha saling menyabar kan satu dengan lain.
Dan disaat saat kesedihan mereka, Artasura datang dan mengetahui keberadaan perguruan Sugiran.
...
...
Dan Titi di akhir kalimat 🙏🙏
Dan mereka membantai penduduk tanpa pandang bulu 😈👿
Thor, setiap akhir kalimat, mana tanda (.) titiknya??
🙏🙏😊😊
semoga sastra bisa mengendalikan amarah yg sllu datang tiba²
penulisannya tidak terlalu berat & tidak bertele², jadi pembaca dg mudah masuk mengikuti alur cerita
Inti cerita nya pun beda yg lain, pemilihan nama² tokohnya jg merakyat (bener² menyesuaikan)
Mengangkat cerita anak negri,, makasih Bang Jun sudah berkenan menyapa pembaca
Semangat terus dalam berkarya ya Bang Juna