NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Razan, Raka, Ardana, Darren dan jessica susah berada di sebutan tempat wisata yang sangat indah. Mereka tengah duduk di atas rumah pohon, dan menatap pemandangan yang begitu indah di sore hari. Jessica menatap Darren dan membuat pria itu benar benar sangat risih, namun Darren berusaha tetap tenang. Raka duduk di samping Darren dan menatap Jessica dengan tatapan jijik.

"Enggak sadar udah punya pacar, Inget Lo udah punya Dimas. Jangan oleng ke arang lain. Kalau Dimas liat dia bakal marah sama Darren, nanti salah paham lagi. Dimas gampang emosian dan cemburu, awas aja kalau Dimas sampai bilang kalau Darren yang kegatelan sama lo. Asli, gua akan tabok mulut lemes Lo," ucap Raka ketus.

Raka benar benar kesal dan Ardana langsung memegang bahu sahabatnya. "Udah jangan ribut, lebih baik kita nikmati saja pemandangan hari ini. Heran gue sama kalian ribut Mulu," ucap Ardana.

Raka langsung terdiam, sedangkan Darren memegang sedari tadi diam. Ia malas memperpanjang masalah, nanti jika dia meladeni semuanya, permasalahan tersebut akan semakin panjang. Jessica tersenyum miring ke arah Raka karena Ardana membelanya. Razan? Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Ia benar benar tidak habis pikir dengan Jessica yang mudahnya mencintai pria lain. Apalagi pria itu sahabat dari kekasihnya sendiri.

"Inget apa yang udah gue ucapin Jes, jangan karena Lo persahabatan kita hancur," ucap Razan.

Jessica memutar kedua bola matanya dengan malas, Darren menatap Razan. "Gue juga enggak bakalan suka sama dia, kalau Dimas percaya dengan apa yang wanita ini ucapkan, ya itu urusan dia. Kalau dia enggak mau berteman lagi, ya udah. Gue bisa apa? Kalau dia percaya sama ini cewek, berarti dia cowok paling bodoh. Mempertahankan cewek yang enggak tulus mencintai nya dan memilih menjauh dari sahabatnya sendiri. Jadi jangan ambil pusing Zan. semua keputusan ada di tangan Dimas, kalau dia marah dengan gue dan persahabatan gue sama dia hancur, enggak masalah bagi gue. Karena gue enggak salah bro," ucap Darren.

Ucapan Darren membuat Razan dan Ardana terkejut bukan main. Raka? Pria itu terlihat tenang, ia juga sudah muak dengan Dimas. Raka bersikap biasa saja, agar persahabatan mereka baik baik aja. Raka menyetujui ucapan Darren, kalau Dimas mau memutuskan persahabatan mereka, tidak masalah. Karena bukan dia yang salah tapi Dimas yang terlalu tergila gila dengan gadis tidak baik seperti Jessica.

"Lo ngomong apa sih? Jangan ngomong kayak gitu ren, kita udah sahabatan lama banget, kok Lo gampang banget mau memutuskan persahabatan kita?," ucap Razan.

Razan benar benar tidak terima dengan perkataan sahabatnya tersebut. Darren hanya memasang wajah datar. "Gue enggak bakal memutuskan persahabatan gue kalau dia enggak bertingkah. Dimas itu sudah terlihat bodoh percaya sama cewek modelan kayak Jessica, di-------,"

"Stop!, jangan pernah menilai gue dengan penilaian buruk lo darren. Gue cewek! Lo enggak pantes merendahkan harga diri gue!," ucap Jessica.

Jessica memulai drama demi mendapatkan simpati dari Ardana dan razan. Sedangkan Raka dan Darren hanya bisa memutar kedua bola mata mereka dengan jengah. Mereka sudah sangat hafal dengan Jessica, jika sudah terpojokkan Jessica akan memulai drama kampungannya. Razan memegang bahu Jessica dan berusaha untuk menenangkan gadis itu.

"Udah Lo tenang aja, gue bakal bicara sama Darren, dan gue bakal suruh dia minta maaf sama Lo," ucap Razan.

Jessica menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Razan. Di dalam hati gadis itu, ia sangat bahagia karena sangat mudah mencari perhatian kepada Razan dan Ardana.

"Stop Ren, Jangan berbicara kasar seperti itu. Baru kali ini gue Lo berbicara kayak gini ke cewek. Ini bukan Darren yang gue kenal, Darren yang gue kenal pria lembut dan sangat menjaga perasaan wanita. Lo beda banget ren, Lo enggak kayak Darren yang gue kenal. Cepat minta maaf sama Jessica, kasihan dia sakit hati mendengar ucapan Lo tad------,"

"Enggak, gue enggak bakal minta maaf. Apa yang dia rasakan enggak sebanding dengan wanita lain rasakan. Wanita yang di injak injak oleh pria yang dia cintai, dan wanita yang harus kuat mendengar ucapan kasar dari semuanya, hanya karena membela wanita lain. Ucapan gue enggak seberapa Zan, itu juga kali modelan kayak Jessica, enggak bakal di masukin ke hati. Lo kayak enggak kenal si ratu drama, bodoh banget kalian, mau percaya sama orang modelan kayak gini. Heran gue," ucap Darren.

Darren langsung berdiri dan memilih untuk menjauh dari yang lain. Ia benar benar semangat risih dengan tatapan Jessica dan merasa risih terus saja di salahkan oleh para sahabatnya. Padahal Jessica yang paling salah di sini, sudah tau memiliki kekasih, masih saja menatap pria lain. Raka yang melihat kepergian Darren langsung berdiri.

"Biar gue yang susul dia," ucap Raka.

Razan dan Ardana menganggukkan kepala mereka, Raka langsung pergi karena dia juga tidak nyaman berada di antara kedua sahabatnya dan Jessica.

"Sabar ya, mungkin Darren lagi enggak mood," ucap Razan.

Jessica menganggukkan kepalannya dan langsung memeluk Razan. Pria itu hanya pasrah dan membalas pelukan Jessica.

"Apa aku sejelek itu ya di mata kak darren, aku salah apa sih sama dia?," ucap Jessica.

"Udah Lo tenang aja, Darren bakal minta maaf kok sama lo. Gue kenal Darren, dia pria baik dan dia bakal minta maaf atas perkataan dia ke Lo tadi," ucap Razan.

Jessica tersenyum bahagia dan memanfaatkan pelukan Razan. Kapan lagi dia bisa memeluk Razan, si pria tampan? Dia tidak akan menyiapkan nyiakan kesempatan ini. Pelukan Razan begitu hanya dan membuat Jessica benar benar nyaman. Dari kejauhan Raka dan Darren hanya menatap Jessica dengan tatapan jijik.

"Geli banget gue liat Jessica sok suci di depan Razan. Lah si Razan mau aja percaya sama cewek modelan kayak gitu. Hadeh, heran gue," ucap Raka.

"Udah biarin aja, nanti tau sendiri gimana sifat asli tuh cewek. Balik yuk, males gue di sini," ucap Darren.

Raka menatap Darren. "Ayo, gue juga males di sini. Males liat muka Jessica, males liat drama kampungan tuh cewek," ucap Raka.

Darren menganggukkan kepalannya dan kedua pria tampan itu pun memilih untuk pulang ke villa. Mereka benar benar tidak sanggup lagi melihat Jessica, yang terlihat menjijikkan di mata mereka berdua. Ardana yang melihat kepergian ke dua sahabatnya, langsung memegang bahu Razan.

"Darren dan Raka kayaknya balik ke villa deh. Aish, enggak asik mah. Biasanya mereka yang paling heboh kalau liburan," ucap Ardana.

Razan menatap Ardana. "Ya udah, kita lebih baik balik juga ke villa. Besok kita siap siap buat kembali ke rumah. Soalnya besok kita harus masuk kerja," ucap Razan.

Ardana kesal dan langsung berjalan ke tempat parkir. Ia benar benar semangat kesal karena liburan yang ia bayangkan tidak sesuai dengan ekspektasinya. Jessica melepaskan pelukannya dari Razan dan menatap wajah Razan.

"Makasih ya, udah mau nenangin gue," ucap Jessica.

"Sama sama, ya udah lebih baik kita kembali ke villa," ucap Razan.

Jessica menganggukkan kepalannya dan tersenyum kecil. 'andai saja Darren seperti Razan, gue jadi gampang untuk menaklukkan hatinya. Tapi si Darren susah banget untuk gue dapatkan, bikin frustasi aja. Tapi gue enggak bakalan nyerah, apapun caranya gue bakal dapetin hatinya darren,' batin Jessica.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!