NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Plak.

Nadia memukul lengan jay dengan kencang, " Masih sakit juga udah di bilang, masih aja di masukin," dumel Nadia memarahi Jay.

"Habis enak sayang, gimana dong?" jay bahkan menarik kursi Nadia saat mereka sedang sarapan pagi di meja makan.

"jangan macem-macem ya! di meja makan ni!" ketus Nadia yang membuat jay terkekeh.

"Berarti boleh lagi ya? jangan di meja makan?"

Nadia membulatkan matanya. mendengar ucapan Jay yang seolah tak ada lelahnya itu.

"Tau gitu mending sekolah aja nggk sih gue."

"Bikin bahagia suami itu berkah loh sayang."

Lagi asik menikmati sarapan berdua. Tiba- tiba Arnold datang dengan berkas di tanganya.

"Selamat pagi bapak Jayden yang terhormat, anda tahu bukan jika pagi ini anda membuat saya menjadi kocar kacir karena ulah anda yang tiba-tiba tidak pergi ke perusahaan! Jadi tolong untuk pagi ini jiga anda harus bertanggung jawab. Setidaknya memberikan saya bonus, dan anda harus menandatangani semua berkas ini. Tuan!" Arnold tak datang seorang diri, dan yang membuat Nadia kaget adalah Arnol datang bersama Jesica.

Mood Nadia jadi kelek karena melihat Jesica yang juga datang," pasti mah ngerayu lagi tuh, liat aja nanti kalau Jay kerayu, beneran gue bikin hamil ni perut." Gumma Nadia dalam hati.

"Sorry ya Jes, jadi bikin kamu sibuk juga," ucap Jayden.

"Its okay, lagian anggep aja lagi bantu pacar gue kan? Asal jangan lupa aja bonus doble ya!"

"Nggak wadon nggak lanang, ternyata sama aja, yang di pikirin cuma duit."

Arnold dan Jesica hanua bisa cengengesan mendengar omelan dari Jay.

"Ya gimana ya sayang, hidup kan butuh duit ya yank," ucap Jesica yang kini bergelendot di lengan Arnold.

Nadia merasa bingung melihat sikap Jesica yang Nadia pikir mudah beralih ke hati yang lain.

"Lo kok biasa aja sih ngeliat cewek itu gelendotan di lengan cowok lain?" Bisik Nadia bertanya.

"Ya emang harus ngapain? Orang mereka pacaran kok," sahut Jay yang masih sibuk menandatangani lembaran berkas di atas meja.

Nadia terkesiap, ia merasa ada yang aneh. "Jangan- jangan kalian bohongin gue ya?"

"Bohong apa lagi sih sayang?" Tanya Jay sembari merapikan berkas yang sudah selesai ia tandatangani.

"Cewek itu! Bukanya waktu di ruangan kerja kamu dia bilang kalau dia pacar kamu?"

"Oke udah selesai ya, kita nggak ikut-ikutan kalau masalah rumah tangga anda ya boss!" Jessica dan Arnold kabur dari rumah Jay dengan cepat sebelum mendapatkan amukan dari Nadia.

"Dia nggak pernah bilang kan kalau dia pacar aku? Dan juga sebaliknya, itu perasaan kamu aja yang mikir kalau ku sama Jesica ada hubungan lebih.

Orang nyatanya nggak ada kok."

"Tapi waktu itu lo manggil dia Baby anjir! Di depan gue malah!"

"Oh. Kalau itu emang sengaja," dengan entengnya Jay cengengesan.

"Lo tega ya sama gue!"

Prang!

Nadia meletakkan sendok ke atas piring dengan kencang.

"Loh kok ikutan kabur sih?"

Jay berlari mengejar langkah Nadia yang kembali menuju kamar.

"Sayang....." Panggil Jay mengenggam tangan Nadia.

"Gue lagi marah sama lo ya! Nggak usah deketin gue dulu."

"Gimana aku nggak deket? Kamu aja lagi marah gini, siapa tahu kamu lagi hamil beneran kan?

Makanya suka tiba-tiba marah,"

"Hah.. hamil?" Jay mengangguk antusias.

"Tapi kita kan baru aja ngelakuin itu semalam sama tadi pagi, mada udah hamil."

"Ya bisa aja kan? Kenapa nggak bisa coba?"

Jay menuntun Nadia duduk di sofa.

"Jangan marah terus, kasihan nanti dede bayinya di dalam perut."

"Hah??!! Seriusan?" Tanya Nadia dengan polosnya.

Jay mengangguk pelan, "Iya sayang, bagusnya itu kalau sering-sering di tengok sama papanya,"

"Di tengok? Gimana caranya?"

"Sampe kapan lo ngikutin gue terus?" Ketus Kevin semakin gak suka dengan Mela yang kini selalu mengikuti Kevin kemanapun cowok itu pergi.

"Ya sampai sekolah selesai lah, asal lo tahu ya! Gue juga males anjir ngikutin Lo kaya giju kalah bukan Nadia yang minta!" Ketus Mela.

"Ehh.. asal lo tahu juga! Gue nggak butuh di iiutin sama lo! Yang gue butuhin itu Nadia bukan lo anjir! Siapa lagi yang mau deket - deket sama lo!?"

"Guw saranin ya, biar lo nggak terlalu sakit hati nantinya, Nadia itu nggak bakal balikan sama lo lagi! Dia itu udah di jodohin sama Jayden Mahendra! Cowok keren pemilik sekolah ini. Udah ganteng, keren terus banyak duit lagi, nggak kaya Lo nya bisanya cuma mokondo!!! Manfaatin cewek doang! Jangan lo pikir gue nggak tahu akal busuk lo ya anjir!" Kesal Mela yang akhirnya berkata jujur pada Kevin. " Dan mulai sekarang gue juga udha ogah ngikutkn lo lagi, lagian luka lo juga udah sembuh kan? Bagus deh kalah gitu, jadi gue bisa bye maksimal!"

Mela pergi dari pandangan Kevin yang saat ini tengah duduk di area kantin sekolah. Dengan ttapan yang tajam dan rahang yang mengeras, Kevin berjanji pada dirinya sendiri kan merebut Nadia kembali!

"Pokoknya Nadia nggak boleh jadi milik cowok lain! Dia cuma boleh sama gue! Titik! Gue nggak rela kalau Nadia sama yang lain, sekalipun itu pemilik sekolahan ini, liat aja nanti pada akhirnya siapa yang akan menang?!" Tegas Kevin di dalam hatinyabertekad.

Setelah istirahat dan kembali masuk ke dalam kelas hingga menyelesaikan beberapa mata pelajaran lagi, bel pulang sekolah berbunyi.

Membuat para murid mulai berhamburan keluar dari dalam kelas masing-masing.

Begitu juga Mela, cewek itu menunggu angkutan umum untuk ia pulang.

Selang 15menit. Angkot berhenti tepat di pinggir jalan, karena dari gang dan masuk ke rumah Mela lumayan jauh dan Mela harus rela berjalan lagi.

Baru saja turun dari angkot, tiba-tiba ada sebuah motor yang menyerempet Mela sampai membuat cewek itu terjatuh.

"Awwww..!" Pekik Mela merasa perih dj bagian siku dan juga dengkulnya yang berdarah.

Bagusnya saat itu Arga yang baru saja pulang dari rumah sakit. Melihat Mela yang lecet dan tka ada yang menolong karena jalanan yang lumayan sepi.

Arga menepikan mobilnya dan segera turun untuk membantu korban.

"Kamu nggak apa-apa de?" Tanya Arga mencoba membantu mela untuk bangun.

Tapi bukanya bangun, Mela malah gagal fokus dengan wajah Arga yang tampan dan dewasa.

"De.. de.. kamu mggak apa-apa kan? Saya obatin ya, kebetulan saya dokter."

Mela tergagap tapi akhirnya bangun dan duduk di tepi jalan. Menunggu Arga yang kembali ke mobil untuk mengambil kotak p3k.

Dengan telaten, Arga mengobati luka Mela yang walau hanya lecet saja.

"Mau saya antar pulang?"

Mela kembali gelagapan karena wajah mereka yahg sangat dekat.

"Nggak usah Om, di bantuin ini aja saya makasih banget kok, jadj nggak perlu ngerepotin Om lagi.

Ehh.. maksudnya pak dokter."

"Mggak usah sungkan, udah kewajiban saya membantu yang sedang sakit."

"Kalau sakit hati om dokter bisa bantu juga?"

Pertanyaan Mela yang nyeleneh membuat Arga tersenyum.

"Duhh senyumnya.... Ini mah malah buat gue makin lemes aja yang ada," gumam Mela dalam hatinya. "Ganteng banget anjir."

"Hayuk biar saya antar aja ya," Mela mengangguk kikuk.

"Lumayan lah, di anter dokter ganteng, kapan lagi coba kan?" Gumam Mela yang terang-teranganmengambil kesempatan.

"Bisa nggak sih meleng dikit jangan ci um?"

Tukas Nadia yang sebenarnya tak kuat menghadapi godaan Jay.

"Nggak bisa, apa lagi kalau di rumah begini dan berdua sama kamu."

"Lo kenapa jadi manggil aku kamu sih? Gue kok agak geli ya dengernya," protes Nadia memainkan jenggot yang mulai tumbuh di dagu Jay.

"Nanti gelinya aku bikin enak deh, mau kan?"

Bugh!

Nadia memukul dada bidang milik Jay.

"Mesum!"

"Biarin, sama istri sendiri kan nggak ada salahnya."

"Gue boleh tanya satu hal ke lo?"

"Hemm.. apa sayang?" Sahut Jay dengan lembut.

"Berapa umur lo sekarang? Gue rasa lo nggak seumuran sama gue, ngeliat Lo akrab sama 2 asisten lo tadi."

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!