NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Tiri Itu Gak Mudah

Jadi Ibu Tiri Itu Gak Mudah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Menikahi seorang duda beranak tiga dipikirnya akan membawa kebahagiaan baru, namun kenyataan menjadi ibu tiri ternyata jauh lebih rumit dari yang dibayangkan. Di balik pintu rumah yang tampak sempurna, ia harus berhadapan dengan penolakan halus, bahkan kasar, serta dinamika tiga anak dengan karakter yang bertolak belakang.
Mampukah Ayu meluluhkan hati anak-anak tirinya dan mempertahankan rumah tangganya, atau justru menyadari bahwa ketulusan saja tidak pernah cukup?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Ego para remaja

Siang harinya, setelah mendampingi Moana tidur siang dan menyelesaikan beberapa urusan rumah tangga bersama Bibi Minah, Ayu duduk di ruang tengah.

Ia membawa satu keranjang penuh pakaian yang baru selesai disetrika untuk dimasukkan ke dalam lemari masing-masing kamar di lantai dua.

Ayu menaiki tangga dengan perlahan. Lengan kirinya yang pernah tersiram sup panas kini sudah sembuh total, meninggalkan bekas kemerahan tipis yang hampir memudar. Langkah kakinya membawa keranjang pakaian itu menuju kamar Kenzo terlebih dahulu.

Pintu kamar Kenzo sedikit terbuka, lalu Ayu mengetuknya dengan pelan. "Kenzo? Ibu boleh masuk untuk menaruh pakaian bersih?"

Namun tidak ada sahutan dari dalam. Ayu pun berasumsi jika Kenzo belum pulang sekolah atau sedang berada di luar bersama teman-temannya. Hingga dengan perlahan, Ayu mendorong pintu kayu tersebut dan melangkah masuk.

Kamar remaja laki-laki itu tampak cukup rapi, dominan warna abu-abu dan hitam. Ayu melangkah menuju lemari kayu besar di sudut ruangan, membuka pintunya, dan mulai menata kaus serta celana milik Kenzo yang sudah dilipat rapi.

Namun, saat Ayu hendak menaruh tumpukan kaus terakhir, langkah kaki menghentak terdengar masuk ke dalam kamar.

"Ngapain Tante di kamar aku?!" suara Kenzo terdengar menajam dari arah pintu.

Ayu terperanjat kaget dan berbalik dengan cepat. Kenzo berdiri di sana dengan wajah yang diliputi kekesalan. Seragam SMA nya agak kusut, dan matanya menatap Ayu dengan pandangan bermusuhan yang pekat.

"Kenzo... Ibu cuma mau menaruh pakaian bersih yang sudah disetrika," sahut Ayu tenang, sambil menunjukkan tumpukan pakaian di tangannya.

Kenzo melangkah lebar mendekati Ayu, dan merebut tumpukan pakaian itu dari tangan Ayu secara kasar. "Gak usah masuk-masuk ke kamar aku tanpa izin! Kamar aku bukan tempat umum yang bisa Tante masuki sesuka hati!"

Ayu menghela napas pelan, dan menatap anak sulung suaminya itu dengan tatapan teduh. "Ibu minta maaf kalau tidak mengetuk lebih keras tadi. Tapi Ibu tidak bermaksud lancang, Kenzo. Ibu cuma membantu pekerjaan rumah."

"Bantuan Tante itu gak ada yang butuh di rumah ini!" cetus Kenzo dengan nada suara yang rendah namun sarat akan kebencian yang menusuk. "Tante pikir dengan berpura-pura rajin begini, Papa bakal makin sayang dan kita bakal luluh? Nggak akan, Tante. Sampai kapan pun, Tante cuma orang luar yang ngerusak ketenangan keluarga ini."

Ayu meremas jemarinya sendiri di balik lipatan gamisnya. Rasa perih yang amat sangat menghantam ulu hatinya. Namun, ia berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak menetes di depan Kenzo.

"Kenzo, Ibu tahu kamu sangat menyayangi almarhumah Mamamu," ujar Ayu dengan suara yang sedikit bergetar. "Tapi apakah salah kalau Ibu mencoba menjadi bagian dari hidup kalian? Ibu tidak akan pernah menggantikan Mama kalian, tapi Ibu mau merawat kalian..."

"Gak usah sok manis," potong Kenzo dingin, seraya menunjuk ke arah pintu keluar kamarnya. "Keluar dari kamar aku sekarang. Dan jangan pernah sentuh barang-barang aku lagi."

Ayu membeku sejenak, lalu menundukkan kepalanya secara sopan. "Baiklah. Ibu permisi."

Ayu melangkah keluar dari kamar Kenzo dengan dada yang bergemuruh sesak. Namun, penderitaannya siang itu belum berakhir. Saat berjalan menelusuri koridor lantai dua, ia melihat Lea baru saja keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah buku pelajaran.

Lea menghentikan langkahnya, dan menatap Ayu yang baru saja diusir dari kamar kakaknya. Sebuah senyum sinis yang puas pun terukir di bibir gadis remaja berusia empat belas tahun itu.

"Kenapa, Tante? Diusir sama Bang Kenzo?" ejek Lea tanpa beban, sambil bersedekap dada.

Ayu menatap Lea, dan mencoba mempertahankan ketenangannya. "Lea, kamu baru pulang sekolah? Mau Ibu buatkan minum hangat?"

"Gak usah sok perhatian," balas Lea tajam, lalu melangkah mendekati Ayu hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter. "Tante tuh gak sadar ya? Semakin Tante berusaha sok baik di rumah ini, kita semua makin benci sama Tante. Papa mungkin bisa Tante bodohi pakai wajah polos Tante itu, tapi kita berdua nggak akan pernah tertipu!"

"Lea..."

"Mending Tante sadar diri deh," potong Lea dengan kata-kata yang kian menyudutkan. "Tante tuh cuma guru privat yang beruntung dinikahi orang kaya. Jangan berakting seolah-olah Tante itu Nyonya di rumah ini!"

Setelah melontarkan kata-kata pedas yang sangat menyakitkan itu, Lea berbalik dan melangkah pergi menunju lantai bawah, meninggalkan Ayu yang berdiri sendirian di koridor yang hening.

Ayu bersandar pada dinding koridor yang dingin. Ia memejamkan matanya rapat-rapat, dan meresapi setiap kalimat beracun yang ditujukan padanya.

Setetes air mata hangat akhirnya lolos membasahi pipinya. Rasa tertekan, terintimidasi, dan tersudutkan bergulung menjadi satu beban yang sangat berat di pundaknya.

Namun, saat mendengar suara langkah kaki kecil Moana yang terbangun dari tidur siangnya, Ayu cepat-cepat menghapus air matanya menggunakan ujung jilbab. Ia menarik napas panjang, seraya menata kembali raut wajahnya, dan mengulas senyum yang paling manis.

Demi Yoga yang sangat mencintainya, demi Moana yang membutuhkannya, Ayu berjanji pada dirinya sendiri untuk terus bertahan meski ia harus menelan puluhan duri tajam di rumah ini setiap harinya dalam diam.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!