"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembelajaran dan Keputusan
Athena bisa melihat dari ekor matanya pergerakan pria itu. Logan tampak bimbang, memikirkan kata-katanya atau sedang menahan diri untuk tidak semakin emosi. 'Hanya dia yang tau.' pikir Athena, dia tidak bisa yakin dengan pilihan Logan, mengingat betapa sayangnya pria itu kepada putrinya.
"Daddy, Rora lapar...." Ujar Aurora kembali.
"Rora, makan makanan mu atau makanan yang tersaji di meja. Kau bisa pilih."
"Maksud Daddy?"
"Daddy tidak berikan menu yang baru. Makan yang ada. Aurora suka semuanya kan?"
"Tapi, Aurora tidak bisa mengupas kulit udang nya!" Anak itu tampak kesal dan menaikkan suaranya.
Athena terkejut, tentu saja. Pria itu mengambil pilihan yang tidak diduganya. Logan diam, seolah mengambil napas sejenak sebelum bicara pada putrinya.
"Asalkan Rora mau belajar, mommy bisa bantu. Mommy akan ajarkan cara mengupas kulit udang nya tanpa membuat tanganmu lengket."
"Iya, itu bagus!"
"Daddy!" Panggil anak itu tak percaya, dia mengeluarkan seluruh jurus nya. Sekarang matanya berkaca-kaca menatap Daddy nya.
"Rora harus belajar." Putus Logan.
"Kalau begitu Aurora tidak mau makan!"
"Ya sudah! Tidak usah makan!"
"Daddy?" Bibir rora bergetar, matanya sudah berkaca-kaca bukan main seiring dengan air mata nya mengalir.
Logan tidak bicara lagi, dia kembali memilin mie dari sumpit nya. Memutus kontak mata dengan putrinya. Athena melihatnya, Logan tidak melihat tangisan Aurora. Anak itu menangis seraya melipat tangannya.
"Sudah selesai Athena? Kita pulang."
"Daddy!" Panggil Rora, dia sudah didiamkan hingga setengah jam.
"Lapar, atau belajar?" Logan kembali bersuara pada putrinya. Menatap tanpa belas kasih sekarang. Athena bisa melihat tindakan suaminya tanpa kepura-puraan.
"Daddy akan pergi besok dengan mommy Athena. Kita akan bertemu seminggu lagi. Ini makan malam sebelum Daddy pergi, jadi Rora putuskan.... Lapar? Atau belajar?"
"Sudahlah, dia tidak akan memutuskan. Pelayan!"
"Rora belajar!" Pekik anak itu.
"Katakan dengan lembut, Daddy tidak dengar." Bibir rora bergetar, matanya terus basah.
"Rora mau belajar. Jangan pergi dulu. Rora lapar." Ujarnya dengan suara kecil.
"Bagus! Sekarang dengarkan mommy Athena."
Athena mengangguk kecil dan memanggil pelayan. Tak lama pelayan datang membawa sarung tangan. "Ini sarung tangan plastik. Rora bisa menikmati udang nya dengan ini. Tangan Rora tidak akan lengket dan tetap bersih."
"Pakai sarung tangan nya." Rora melakukannya.
"Lihat ini.... Ambil udang nya, kita mulai dari ekornya. Lalu begini dan .... Tara! Daging udang yang manis siap dinikmati!"
"Cobalah." Ujar Athena memberikan kesempatan pada Aurora. Tangan Aurora mulai bergerak mengambil satu udang.
"Ya, ekornya." Sesaat suasana hening, hanya ada gesekan dari sarung tangan dan kulit udang.
"Rora..... Bisa! Daddy! Ini daging udang nya!" Air mata dan wajah kesedihan itu langsung menghilang digantikan dengan senyuman. Saat daging udang itu masuk ke mulutnya, kepala Aurora langsung menggeleng ke kanan dan kiri secara bergantian.
"Enak!"
"Bagus, rora sudah bisa. Sekarang lanjutkan." Logan tersenyum kecil, matanya tidak hanya menatap pada putrinya tapi sosok disebelahnya, Athena... Wanita yang sebelumnya berdebat dengan nya memancing emosinya nyatanya membawa senyuman untuk putrinya.
'Apa ini, sisi lain mu Athena?' Batin Logan tanpa mengalihkan pandangannya. Athena tersenyum tipis, wajahnya terlihat berkilau seiring dengan lampu restoran yang terarah padanya. Sesekali anak rambutnya bergerak kecil seiring dengan pergerakannya.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏