NovelToon NovelToon
Tawanan Pangeran Siren

Tawanan Pangeran Siren

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Beda Dunia / Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

JANGAN MAKAN AKU!
Aku hanyalah penyelam mutiara miskin yang bernasib sial. Niat hati mencari nafkah di kapal peneliti asing, aku justru terjebak dalam pembantaian keji di Teluk Bayangan. Kapal kami hancur, Sahabatku dibantai, dan laut berubah merah oleh darah.

Di hadapan para siren yang siap mengoyak dagingku, insting survivalku mendadak liar. Demi bertahan hidup, aku rela membuang harga diri, berlutut, menari dengan tubuh bersimbah darah, dan membualkan pujian setinggi langit untuk memohon ampunan. Bualan manisku rupanya menarik perhatian Pangeran Nataniel, iblis laut paling kejam dan mengerikan.

Bukannya dibunuh, aku malah diseret ke dalam istana karangnya sebagai satu-satunya tawanan manusia. Di mata Sang Pangeran, aku hanyalah seekor badut yang menarik untuk diamati. Di antara maut dan cengkramannya yang menyiksa, aku harus terus memutar otak dan bersilat lidah. Aku harus memastikan mulut manisku ini cukup ampuh untuk menjinakkannya, sebelum dia menjadikan ku santapan makan malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketampanan yang Menyilaukan

# Ketampanan yang Menyilaukan #

"YA TUHAN! TOLONG!"

Jeritan histeris di dalam batinku meledak bagaikan dentuman meriam sihir! Kesadaranku yang baru saja tersiram air es kenyataan membuat seluruh saraf di tubuhku bergetar hebat. Lorong-lorong logikaku yang sempat lumpuh akibat nyanyian sihir Nataniel kini memuntahkan rasa panik yang teramat dahsyat!

Bagaimana tidak panik? Aku...gadis berakal budi dan penuh kalkulasi cermat, saat ini sedang duduk dengan posisi teramat intim di atas pangkuan paha tegap Pangeran Siren yang paling berbahaya di seluruh samudra! Kedua tangan mungilku bahkan masih menempel erat di dada bidangnya yang telanjang, seolah-olah aku baru saja meraba dan menikmati otot-otot dadanya yang kokoh!

Tanpa membuang waktu satu milidetik pun, aku melompat mundur secara drastis! Kaki mungilku yang gemetar hebat terantuk lantai koral balkon hingga aku hampir tersungkur. Dengan kecepatan kilat yang didorong oleh ketakutan akan hukuman mati, aku melemparkan tubuhku ke lantai, berlutut, dan menempelkan dahi serta seluruh permukaanku serendah-rendahnya ke atas lantai koral dingin!

"Ampun, Paduka yang Maha Agung! Ampuni hamba!" jeritku dengan suara yang melengking parau, bergetar ketakutan setengah mati. "Hamba khilaf! Hamba lancang! Hamba tidak sadar atas apa yang baru saja raga hamba lakukan! Demi Sang Penguasa Lautan, sihir suara Paduka teramat dahsyat hingga otak hamba yang kerdil ini tidak sanggup mengontrol tubuh hamba sendiri! Mohon jangan tebas leher hamba, Paduka!"

Aku menahan napas dengan telapak tangan yang mencengkeram erat lantai koral. Keringat dingin menyembur deras di seluruh tengkukku.

Di atas sana, Nataniel tidak langsung menjawab. Pangeran iblis itu perlahan bangkit dari kursi koralnya. Suara gesekan jubah perak dan helaan napas beratnya yang santai merayap di udara, menambah ketegangan yang membuat jantungku mau melompat keluar dari rongga dada.

"Bangun, Serangga," perintah Nataniel dengan suara rendah yang sangat dalam, bernada santai namun sarat akan ejekan mutlak. "Kau tidak akan kubunuh hanya karena terpikat oleh keagungan suaraku. Bukankah kau sendiri yang bilang... raga dan jiwamu memang milikku?"

Aku meneguk saliva yang terasa teramat pahit, perlahan-lahan menegakkan tubuhku dengan posisi masih berlutut dan menundukkan kepala. "Terima... terima kasih atas kemurahan hati Paduka yang Mulia..."

Nataniel memutar tubuh tegapnya, melangkah perlahan menuju batas luar balkon yang menghadap ke arah celah-celah raksasa karang pembatas Teluk Bayangan.

Tepat pada saat itu, fenomena alam bawah laut yang teramat langka terjadi. Cahaya matahari sore yang mulai membias jingga keemasan menerobos masuk menembus celah-celah kecil koral raksasa dan air laut yang jernih. Silau pendaran sinar matahari sore itu menghantam langsung tubuh tegap Nataniel yang sedang berdiri membelakangiku.

Mataku menyipit seketika. Pemandangan di depanku mendadak berubah menjadi teramat visual dan menyilaukan!

Pendaran cahaya jingga keemasan itu memantul di atas kulit tubuh Nataniel yang eksotis. Otot-otot dadanya yang kekar, bahunya yang lebar dan kokoh, serta lekukan perutnya yang tercetak sempurna bagaikan pahatan patung dewa Yunani tampak berkilauan dengan pendaran sihir perak yang tipis. Rambut panjangnya yang bergelombang berkilau memancarkan warna keemasan yang teramat indah saat tertimpa bias sinar sore.

Aku yang semula menunduk takut, perlahan-lahan mendongakkan kepala sedikit. Mata cokelatku mengerjap kaku, menatap lurus ke arah punggung tegap dan fisik sempurna pria di hadapanku ini tanpa sanggup kupalingkan.

("Ya Tuhan... ini visualnya tidak masuk akal sekali!") racau batin liarku seketika, beradu hebat dengan rasa takut yang masih tersisa. ("Ini pangeran monster samudra atau model internasional yang sedang syuting iklan di bawah laut? Kenapa tatanan otot perut dan punggungnya bisa sesempurna itu? Itu otot perut atau roti sobek delapan rasa? Mengilap sekali terkena sinar sore!")

Otak kreatif ku yang biasanya merangkai kata-kata tipuan manis mendadak meracau heboh di dalam kepalaku.

("Aduh, Alessia! Ingat, dia ini iblis! Dia ini jagal kubangan yang kemarin habis mencincang puluhan Siren liar dan teman-teman mu! Tapi... ya ampun, proporsi tubuhnya benar-benar definisi visual karakter pria idaman di novel-novel fiksi! Tingginya tegap, pinggangnya ramping, bahunya lebar bagaikan benteng pertahanan... pantas saja suara dan fisiknya sanggup membuat wanita se-kerajaan pingsan berjamaah! Kalau di daratan ada pria seperti ini, sudah pasti langsung ditandatangani kontrak jadi aktor utama!")

Namun, begitu mataku melirik ke arah bekas luka sabetan cakar yang memanjang di dadanya, bekas luka berdarah yang baru saja kusembuhkan, rasa takut yang nyata seketika menendang kembali kesadaranku!

("Ingat leher, Alessia! Ingat leher!") tegur batin rasionalku dengan galak. ("Biar kata fisik dan mukanya sekelas dewa Yunani, kalau dia murka, satu kibasan tangannya bisa membuat kepalamu melayang sampai ke Samudra Pasifik! Jangan sampai terlena hanya gara-gara pamer visual roti sobek!")

Nataniel mendengus pelan, seolah bisa merasakan gesekan pandangan mata dari belakang tubuhnya. Pria perkasa itu perlahan memutar tubuhnya kembali, mulai melangkah dengan tenang namun penuh wibawa menuju ke arah lorong dalam istana.

Aku dengan cepat bangkit berdiri, menundukkan pandanganku kembali dan melangkah mengekor beberapa tapak di belakang jubah peraknya yang melambai.

Namun, dasar mata tidak tahu diri! Meskipun langkah kakiku berjalan dengan sangat sopan dan tunduk, mataku secara tidak sadar terus-menerus mencuri pandang ke arah bahu tegap dan garis leher tegas Nataniel yang berjalan di depanku. Setiap kali otot punggungnya bergerak saat melangkah, mataku melirik cepat dengan binar takjub yang tak sanggup kusembunyikan sepenuhnya.

Tanpa kusadari, Nataniel yang berjalan di depan ternyata memanfaatkan pendaran dinding kristal istana yang mengkilap bagaikan cermin untuk mengawasi setiap gerak-gerikku!

Dari pantulan kristal di dinding lorong, iris mata keemasan Nataniel melihat dengan sangat jelas bagaimana babu manusianya ini terus-menerus mencuri pandang ke arah tubuhnya dengan raut wajah yang masih teler dan terlena, meskipun nyanyian sihirnya telah lama berhenti!

Sudut bibir Nataniel terangkat tajam, membentuk senyuman miring yang teramat culas, angkuh, dan penuh rasa puas.

("Gadis kerdil yang konyol,") batin Nataniel seraya terkekeh rendah tanpa suara. ("Kau pikir kau bisa menyembunyikan hasrat dan keterpesonaanmu dari pantulan kristal ini? Mari kita lihat seberapa jauh kau bisa bertahan saat kubawa ke depan seluruh penghuni istana.")

Langkah kami berdua akhirnya menembus pintu gerbang raksasa yang membawakan kami masuk ke dalam Ruang Tahta Utama Istana Teluk Bayangan.

Suasana di dalam ruang tahta yang amat megah itu sedang teramat ramai. Di sisi kiri dan kanan karpet kristal, telah berkumpul puluhan Menteri Kerajaan bersisik emas, para Pengawal Dalam bertubuh raksasa dengan zirah perak, serta belasan Selir Istana bersisik indah yang mengenakan perhiasan mutiara mewahnya. Mereka semua sedang menunggu kedatangan Sang Pangeran untuk melaporkan hasil pertempuran kemarin.

Begitu Nataniel dan aku melangkah masuk, seluruh perhatian pejabat dan penghuni istana seketika tertuju ke arah kami. Para selir menatapku dengan tatapan iri dan penuh kebencian, sementara para menteri menunduk hormat.

"Hormat bagi Paduka Pangeran Nataniel, Penguasa Teluk Bayangan!" seru para Menteri secara serentak.

Nataniel tidak langsung berjalan menuju tahta koral utamanya di ujung ruangan. Sebaliknya, pria tegap itu mendadak menghentikan langkahnya tepat di tengah-tengah aula utama, di depan mata puluhan Menteri, Pengawal Dalam, dan para Selir yang sedang menyaksikan!

Aku yang berjalan mengekor di belakangnya ikut terhenti dengan raut bingung. "Paduka?"

Sebelum aku sempat bereaksi, Nataniel memutar tubuhnya dengan cepat. Tangan raksasanya yang dingin meluncur maju, mencengkeram pinggang rampingku dengan sangat erat, lalu menarik tubuh mungilku secara drastis hingga menempel rapat ke dada bidangnya!

"AAH!" jeritku kaget setengah mati!

Belum selesai rasa terkejutku, Nataniel terus mendorong tubuhku melangkah mundur hingga punggungku terhempas pelan dan terpojok kaku di pilar kristal utama aula! Nataniel mengurungku sepenuhnya dengan satu tangan kekarnya di samping kepalaku, menundukkan wajah tampannya hingga hembusan napas panasnya berhembus langsung di atas bibir dan pipiku yang memerah!

Suasana di dalam Ruang Tahta seketika menjadi hening mencekam! Para Menteri melotot percaya tak percaya, para Pengawal Dalam mematung kaku, dan para Selir Istana menjerit tertahan seraya menutup mulut mereka karena syok melihat perlakuan intim sang Pangeran pada seorang babu manusia!

Nataniel menatap lurus ke dalam mataku yang membelalak horor. Senyuman miring di bibirnya tampak begitu memikat, berbahaya, dan sarat akan niat menggoda yang sengaja dipamerkan di depan umum.

"Mengapa matamu terus-menerus mencuri pandang pada tubuhku sepanjang lorong tadi, Alessia?" bisik Nataniel dengan suara berat yang sengaja digemakan keras, menembus keheningan aula. "Apakah nyanyianku belum cukup, hingga kau masih mendambakan sentuhan dadaku seperti saat kau berani duduk di pangkuanku tadi?"

Mata cokelatku membelalak maksimal! Wajahku seketika membakar merah padam bagaikan udang rebus di depan puluhan pasang mata pejabat istana yang kini menatapku penuh skandal belum lagi tatapan selir yang menghujam tajam!

⭐ ⭐⭐⭐⭐

Kena pergok kan!! 🤣 Nataniel ternyata tahu Alessia curi-curi pandang lewat pantulan kristal! Malah sekarang Alessia dipojokkan dan digoda terang-terangan di depan para menteri dan selir istana!

Gimana cara Alessia menyelamatkan mukanya yang sudah merah padam dari skandal heboh dan tatapan membunuh di ruang tahta ini di Bab 17 nanti?

Jangan lupa klik **LIKE**, tinggalkan **KOMENTAR** heboh kalian, dan **VOTE** cerita ini ya! Sampai jumpa di Bab 17! ✨

1
Helmy Faldy Alaydrus
aura penjilatnya tembus layar😄
Helmy Faldy Alaydrus
lanjooot
Helmy Faldy Alaydrus
ini si alesia makan apa thor
Pena kira: ikan lele kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: 🙏 terimakasih kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ada akademi vokal di dunia siren yak😄
Pena kira: mau join kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ttp kek bocil😄
Pena kira: xixixixi
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
cobain dulu lah kabur
Pena kira: kesian kang ikan lele Dumbo nya kak kalo ditinggal kabur
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
lawak lawak
Pena kira: 🤣🤣🤣 terimakasih kk
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: terimakasih kk
total 1 replies
Pena kira
tapi gantengnya nggak ngotak kak😭
Best
seramnye..
Pena kira: tapi gantengnya nggak ngotak kak 😭
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ikut mual njirrr🤢
Pena kira: minum antimo kak..aman😅
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍 lanjut thor
Pena kira: asiap kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍
Pena kira: makasih kakak
total 1 replies
Best
hadir Thor..
Pena kira: thanks a lot kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
gila kuat banget mental si alessia
Pena kira: sempat hidup generasi sandwich kak 😂
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
bagus lho tapi masih sepi. semangat thor bagus cerita nya..next👍
Best: "Baby or Babi." judul novel terbaru aku. Romansa yang di taburi juga dengan humor dan fantasi. Yuk mampir
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!