“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 — Ancaman Sang Patriak
Tangan Su Yang semakin dekat dengan Bunga Yin Ekstrem.
“Jangan menyentuhnya!”
Wanita tua berjubah merah tiba-tiba berteriak.
Su Yang menghentikan tangannya dan menoleh.
“Ada apa?”
“Bunga itu akan menyerang siapa pun yang mencoba menyentuhnya,” jelas wanita tua itu. “Kami sudah mencobanya beberapa kali. Qi yang dilepaskannya bahkan sebanding dengan serangan ahli Alam Roh Surgawi.”
Su Yang kembali memandang bunga kecil di hadapannya.
Tanaman spiritual yang menyerap energi dalam jumlah besar memang dapat memiliki sedikit kesadaran. Bunga Yin Ekstrem ini jelas telah tumbuh cukup lama hingga mampu melindungi dirinya sendiri.
Namun, itu bukan masalah baginya.
“Berikan kotak giok kalian.”
Wanita tua itu segera mengeluarkan sebuah kotak merah dan menyerahkannya.
Su Yang membuka kotak tersebut.
Tanaman spiritual tidak bisa disimpan sembarangan. Setelah dicabut, energi di dalamnya akan perlahan menghilang. Kotak giok dapat memperlambat proses itu dan menjaga khasiat tanaman tetap utuh.
Setelah memastikan kotaknya cukup baik, Su Yang kembali mengulurkan tangan.
Keempat ahli Alam Roh Bumi langsung menahan napas.
Mereka bersiap melihat ledakan energi.
Namun—
Tidak terjadi apa-apa.
Jari Su Yang menyentuh batang bunga itu dengan mudah.
Ia kemudian mencabutnya dari tanah seperti sedang memetik bunga biasa.
“Apa?!”
Keempat ahli itu membelalakkan mata.
Bunga Yin Ekstrem yang sebelumnya menyerang mereka dengan ganas kini sama sekali tidak melawan Su Yang.
Pemuda itu memasukkannya ke dalam kotak giok, lalu menutupnya.
“Bagaimana kau melakukannya?” tanya salah seorang. “Kenapa bunga itu tidak menyerangmu?”
“Tanaman spiritual seperti ini tidak boleh diambil dengan kasar.”
Su Yang berdiri sambil membersihkan tangannya.
“Anggap saja seperti mendekati seorang wanita. Jika caramu salah, tentu saja kau akan ditolak.”
Keempat ahli itu terdiam.
Perumpamaan itu terdengar aneh, tetapi melihat betapa mudahnya Su Yang mengambil bunga tersebut, mereka tidak bisa membantah.
Su Yang kemudian menjelaskan, “Bunga Yin Ekstrem mengeluarkan aura yang membuat sebagian besar binatang menjauh. Kucing Petir berbeda. Tubuh mereka cocok dengan energi Yin di tempat ini sehingga mereka justru berkumpul di sekitarnya.”
“Jadi itulah penyebab jumlah Kucing Petir meningkat?”
“Benar. Setelah bunga ini diambil, Lembah Petir akan kembali normal dalam beberapa minggu.”
Keempat ahli akhirnya memahami penyebab perubahan aneh di lembah tersebut.
Su Yang menyimpan kotak giok ke dalam jubah.
“Aku akan membawanya kepada Nona Xie.”
“Tunggu!”
Salah seorang dari mereka memanggilnya.
Su Yang sudah dapat menebak apa yang mereka khawatirkan.
“Aku akan menyebut jasa Sekte Pedang Ilahi ketika bertemu Nona Xie.”
Pria itu langsung tersenyum.
“Kalau begitu, kami berterima kasih kepada Senior.”
Su Yang hanya mengangguk sebelum meninggalkan pusat lembah.
Ketika ia kembali melewati lebih dari seratus murid Sekte Pedang Ilahi, mereka langsung membuka jalan.
Tak seorang pun berani menghentikannya.
Su Yang tersenyum tipis.
“Senior Zhong ternyata tidak berlebihan ketika memuji murid-murid Sekte Pedang Ilahi. Kalian memang tahu bagaimana menghormati orang.”
Para murid terlihat senang mendengarnya.
Bagi mereka, Senior Zhong adalah tokoh penting di dalam sekte. Mendapat pujian darinya tentu merupakan kehormatan.
Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa Su Yang hanya sedang memanfaatkan medali milik lelaki tua itu.
Jika Senior Zhong mengetahui semua yang terjadi hari ini, mungkin wajahnya akan berubah gelap karena marah.
Tidak lama setelah Su Yang meninggalkan wilayah tersebut, para murid Sekte Pedang Ilahi juga pergi.
Lebih dari seratus orang berdiri di atas pedang terbang. Mereka melesat menuju langit dan segera menghilang di balik awan.
Su Yang mendongak.
“Pedang terbang…”
Ia tertarik.
Dengan benda seperti itu, perjalanan beberapa hari dapat dipersingkat dengan mudah.
“Setelah menjual Inti Binatang, aku harus mencari satu.”
Su Yang kembali melanjutkan perburuan.
Namun, pikirannya masih tertuju pada kotak giok di dalam jubahnya.
Bunga Yin Ekstrem merupakan harta yang jauh lebih berharga daripada seluruh Inti Binatang yang telah dikumpulkannya.
Sayangnya, ia tidak dapat menggunakannya.
Energi Yin di dalam bunga tersebut terlalu kuat untuk tubuh pria. Bahkan seorang wanita di Alam Roh Surgawi belum tentu sanggup menyerap seluruh kekuatannya dengan aman.
Su Yang menghela napas.
“Sulit dipercaya. Aku berhasil menemukan harta sebesar ini di dunia yang kekurangan sumber daya, tetapi tidak memiliki orang yang cocok untuk menggunakannya.”
Keberuntungan itu terasa seperti lelucon.
Pada waktu yang hampir bersamaan, jauh di Sekte Bunga Mendalam, Lan Liqing akhirnya keluar dari kamarnya.
“Guru!”
Para murid Aula Pengobatan langsung menghampirinya.
“Guru akhirnya selesai berkultivasi!”
Seorang murid menyerahkan keping giok kepadanya.
“Patriak datang kemarin. Karena Guru sedang berkultivasi tertutup, beliau meninggalkan pesan ini.”
“Patriak?”
Lan Liqing menerima keping tersebut.
Sebelum pergi, ia tiba-tiba teringat seseorang.
“Bagaimana dengan Su Yang?”
“Dia mengambil misi di luar sekte sekitar seminggu lalu. Sampai sekarang belum kembali.”
“Dia keluar sekte?”
Lan Liqing baru mengetahui hal itu.
Ia sempat terdiam sebelum akhirnya menuju Paviliun Yin Yang.
Sekte Bunga Mendalam memiliki dua pemimpin, seorang Patriak dan seorang Matriak. Keduanya mewakili murid laki-laki dan perempuan sehingga masalah di dalam sekte dapat diselesaikan dengan lebih adil.
Lan Liqing memasuki ruangan Patriak dan memberi hormat.
“Lan Liqing memberi hormat kepada Patriak.”
Pria paruh baya berambut panjang yang duduk di hadapannya mengangkat tangan.
“Tidak perlu terlalu resmi.”
Setelah beberapa saat, ia berkata, “Kau sudah berada di Sekte Bunga Mendalam lebih dari dua puluh lima tahun.”
Lan Liqing diam.
“Dahulu kau merupakan salah satu murid paling berbakat. Banyak orang ingin menjadi pasangan kultivasimu, tetapi semuanya kautolak.”
Lan Liqing mulai memahami arah pembicaraan itu.
“Apa yang ingin Patriak katakan?”
“Kau adalah tetua Sekte Bunga Mendalam, tetapi selama bertahun-tahun kau terus menghindari Kultivasi Ganda.”
Tatapan Patriak berubah tajam.
“Berapa lama lagi kau akan menolak ajaran utama sekte?”
Lan Liqing menatapnya dengan tenang.
“Sekte tidak pernah memaksa murid melakukan Kultivasi Ganda.”
“Memang.”
“Kalau begitu, bagaimana jika aku tetap menolak?”
Suasana ruangan langsung berubah.
Patriak menatapnya beberapa saat sebelum berkata, “Kalau begitu, kau harus mempertimbangkan apakah masih pantas berada di sekte ini.”
Jari Lan Liqing perlahan mengepal.
Sekte Bunga Mendalam bukan sekadar tempat tinggal baginya.
Ketika masih muda, kedua orang tuanya terbunuh oleh bandit. Patriak sebelumnya menyelamatkannya dan membawanya ke sini. Lelaki tua itu bahkan membesarkannya seperti cucu sendiri.
Karena itulah, meskipun tidak menyukai Kultivasi Ganda, Lan Liqing tidak pernah meninggalkan sekte.
Tempat ini adalah rumahnya.
“Aku memberimu waktu sampai akhir bulan,” lanjut Patriak. “Pilih pasanganmu sendiri di antara para tetua. Setelah itu, kita akan membicarakan masalah ini lagi.”
Lan Liqing tidak menjawab.
Ia memberi hormat singkat, lalu pergi.
Ketika kembali ke Aula Pengobatan, wajahnya tampak pucat.
“Guru, apakah terjadi sesuatu?”
“Aku baik-baik saja.”
Lan Liqing langsung naik ke kamarnya dan menutup pintu.
Setelah duduk di tepi ranjang, ia terdiam cukup lama.
Selama puluhan tahun, tidak ada seorang pria pun yang berhasil mengubah keputusannya.
Namun sekarang, ketika pikirannya kacau dan rumah yang selama ini dipertahankannya mulai terasa asing, satu wajah justru muncul dalam benaknya.
Pemuda berjubah putih yang saat ini entah berada di mana.
“Su Yang…”
Lan Liqing menatap keluar jendela.
Untuk pertama kalinya sejak pemuda itu meninggalkan sekte, ia benar-benar berharap Su Yang segera pulang.
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat