Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Pak Angkasa pulang ke rumah dengan wajah di tekuk, rasa marah yang tertahan pada putranya sudah tidak bisa di tahan.
Hari ini beberapa investor hampir menarik saham karema keteledoran putranya yang hanya memikirkan soal wanita.
" Jangan terlalu keras pada Linggar mas, kita tidak tahu beban apa yang di hadapinya." kata Bu Intan. Istrinya.
" tapi tidak dengan menghancurkan perusahaan sayang" kesal pak Angkasa.
Beberapa waktu lalu, saham menurun karena masalah internal. Pak Angkasa sampai harus turun tangan menanganinya.
Linggar sempat meminta maaf tetapi pak Angkasa hanya diam dan pergi dari hadapan putranya. Bukan dia tisak memahami persoalan rumah tangga Linggar, tetapi dia sudah lama terlalu diam.
Pak Angkasa memutuskan mengambil alih perusahaan dan memindahkan Linggar ke cabang lain yang baru di buka.
Maya marah besar pada Linggar sebab merasa uang bulanan yang di berikan linggar tidak cukup.
Linggar yang merasa bersalah karena menghianati Maya, bahkan dia juga tidak mampu menuhi kebutuhan batin istrinya hanya diam saat di maki maki oleh Maya.
" Aku mau kembali ke Paris mas" ucap Maya pagi itu di dalam kamar mereka.
" Kenapa kau selalu kesana....sedangkan kontrakmu sudah habis." jawab Linggar.
" Aku masih ingin mengikuti ajang penghargaan di sana." jelas maya dengan tetap bersiap.
Linggar menatap istrinya dengan tatapan sendu, perjalanan rumah tangga mereka berjalan sudah bertahun tahun, tetapi Maya selalu bertinda semaunya sendiri.
Linggar tidak mencegah, dia berjalan menuju teras kamar tanpa melihat belakang.
Dari lantai 2 terlihat, Maya memasuki mobil yang menjemputnya menuju bandara dan terbang menuju negara impiannya.
" Pernikahan macam apa ini?? " batin Linggar.
*******
Setelah 1 bulan maya pergi ke Paris... Linggar bersiap menuju kantor barunya. Di sana sudah menunggu staff yang akan menemani Linggar membangun perusahaan tersebut. Salah satunya... Angga.
Ya, Angga menolak untuk tinggal di perusahaan pusat, meskipun dia jengkel dan sebal pada sahabatnya itu, Angga tetap meminta Pak Angkasa menempatkannya di sisi Linggar.
" Selamat pagi pak, hari ini kita akan bertemu dengan investor yang akan mendistribusikan bahan mentah ke pabrik." laporan Angga begitu melihat Linggar masuk ke dalam.ruangan.
Linggar menarik nafas... Tatapannya keluar ruangan yang terhubung langsung pada halaman pabrik.
Di bawah sana terlihat lalu lalang karyawan baru yang memasuki area perusahaan. Gerbang pabrik pun tampak masih terbuka.
" Maaf pak Linggar..."
Angga tidak melanjutkan ucapannya saat melihat tangan dari sahabat sekaligus atasannya terangkat.
" Jam berapa meeting di mulai?" suara Linggar singkat.
" jam 9 pagi pak" Angga tetap formal pada Linggar.
Entah kenapa... Angga merasa ada yang berbeda dari Linggar.... Lebih tegas, tetapi... Rapuh. tatapan mata itu menyiratkan kekecewaan yang mendalam dan... Sakit.
" Setelah meeting dengan investor, adakan rapat juga, berlaku untuk semua staff." perintah Linggar tanpa senyuman.
Angga mengangguk lalu mengundurkan diri. Berlalu dari hadapan Linggar dan membiarkan Linggar... Sendiri.
" Aku tidak tahu kemana dan kenapa kamu pergi Tania, aku juga tidak paham kenapa seolah aku tidak ada harganya di depan Maya. Atau memang... Semua wanita seperti itu."
Linggar memutuskan memasang pembatas untyk hidupnya. Keputusan orang tuanya memindahkan ke tempat yang jauh ini, membuatnya tersadar dia terlalu di butakan cinta dan kesenangan.
Waktu meeting telah tiba, tidak membutuhkan waktu lama, sebab perusahaan itu sudah menjalin kerjasama dengan Pak Angkasa jauh sebelum pertemuannya dengan Linggar.
Bahan mentah akan di kirim 2 minggu setelah peresmian perusahaan. Trial akan di lalukan setelah semua bahan baku ada.
Perusahaan yang di pegang Linggar saat ini bergerak di bidang makanan snack dengan berbagai rasa.
Rapat dengan staff di mulai, Linggar menatap satu persatu staff karyawannya, mulai dari HRD... Sampai pimpinan mekanik.
"Pak Angga, tolong buat aturan mengenai baju staff, selama seragam belum hadi, wajib memakai atasan kemeja lengan panjang dengan kancing full, serta celana kerja standart." perintah Linggar.
Angga sempat menyipitkan mata, tetapi setelah melihat salah satu staff HRD memakai rok span pendek dengan atasan ketat berbelah, dia paham apa yang di maksud oleh Linggar.
Rapat selesai, Linggar melewati semua staff wanita tanpa melihat mereka. Tidak ada senyuman ramah, hanya aura tegang yang dia tampilkan.
Angga melangkah mengikuti Linggar dengan aura yang sama, dia tidak ingin lengah dalam menjaga amanah pak Angkasa padanya.
" Kenapa kamu tidak mengikuti saran papa?, di sana gajimu jauh lebih besar." suara Linggar tanpa formal terdengar... Penaran.
" Maaf pak Linggar, saya bahkan bisa mendapatkan gaji yang lebih besar, tetapi... Saya tidak akan bisa memiliki sahabat setia yang sudah menolong saya dari kesusahan." Jawab Angga dengan tegas.
" Itu hanya kebetulan Angga" kata Linggar.
" Ya... Kebetulan yang menyelamatkan nyawa adik saya dan menempatkan saya di posisi yang berharga." tegas Angga dengan tetap sopan dan formal.
" Bagaimana kesehatan adikmu?" tanya Linggar.
" Adik saya sudah sangat membaik, kemarin baru saja lulus SMA dan meminta ijin sekolah kedokteran, saya... Mengabulkan." jawab Angga.
Linggar tidak bertanya lagi, lalu dia membuka sosial media untuk melihat bursa saham.
Tetapi... Sebuah kenyataan menampar hidupnya. Kenyataan yang membuatnya semakin kecewa, sakit dan... Terluka yang sangat dalam.
Wajahnya menampakkan merah karena amarah yang membuncah. Matanya berkilat tajam menusuk setiap tatapan. Kukunya memutih mencengkram mouse. Nafasnya naik turun menandakan dia ada di puncak emosi.
Angga belum mengetahui perihal itu, ingin bertanya tetapi segan. Dia hanya setia berdiri di depan meja atasannya yang saat ini terlihat memendam... Amarah.
" Ada apa lagi Tuhan...." Batin Angga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Bagaimana kabat kalian? Flu tipe A menyerang tanpa ampun dan jeda. Semoga kalian selalu baik baik saja.
Selamat membaca karya recehku ya... mohon tinggalkan jejak... Like, komen dan follow... Terimakasih...
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....