NovelToon NovelToon
DUA ALTER EGO

DUA ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******

Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya

Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya

Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEMBURU

Kringg kringg

Semua siswa mulai berhamburan keluar sekolah karena waktunya pulang sekolah,, Naumi mendatangi meja Langit

"Langit anterin aku pulang yah, mobil aku mogok" ujar Naumi manja

"Gue sibuk" ujar Langit yang memilih melihat Alluna yang sibuk membersihkan barangnya

"Ihh Langit ngapain sih liatin cewek kasar itu" ujar Naumi membesarkan suaranya dengan sengaja

Alluna yang mendengar itu menatap mereka datar kemudian pergi keluar kelas

Langit mengikuti Alluna namun langkahnya berhenti di pintu kelas saat melihat Alluna tengah berbicara dengan Alfin adik kelas yang Alluna tolong tadi

Alluna menatap datar Alfin dan Rey yang berdiri tepat di hadapannya

"Ehem, cepat katanya tadi lo mau ngomong sama dia" bisik Rey ke Alfin namun masih bisa di dengar oleh Alluna

"Ada apa" tanya Alluna masih dengan wajah datarnya

"Maaf kak, aku cuma mau bilang makasih udah nolongin aku tadi" ujar Alfin tersenyum manis

Sungguh senyum Alfin membuat hati Alluna tenang dia ingin berhambur memeluk adik kecilnya itu

"Sama-sama, lain kali hati-hati hm" ujar Alluna lembut bahkan tangannya refleks mengusap kepala Alfin lalu pergi meninggalkan mereka

Alfin membatu dia kaget dengan perlakuan Alluna tapi entah kenapa hatinya menghangat diperlakukan seperti itu oleh Alluna

Langit yang melihat itu menatap sinis Alfin tangannya bahkan sudah terkepal dan itu di sadari oleh Rey yang tersenyum miring

"Tuh liat Luna pasti suka sama cowok miskin itu Langit" ujar Naumi memanasi Langit

"Benerr tuh pasti Luna suka sama cowok miskin itu" sambung Siska

"Yaelah bos lo ngapa dah, cemburu sama tu anak?" Tanya David

Langit tidak menggubris ucapan mereka dia justru lari mengejar Alluna yang menuju parkiran

"LANGITTTT IH MAU KEMANAAA" teriak Naumi

"Eh toa lo bisa gak sih kecilin suara lo, suara lo ya udah gak enak di dengar masih aja Teriak-teriak" ujar David

"Lo mau mati ha" teriak Naumi

"Arga pulang bareng yuk" ajak Siska anak buah Naumi yang sudah lama menyukai Arga

"Berisik bangsat" ujar Arga dan segera pergi meninggalkan para cabe itu

Alluna yang hendak memasuki mobilnya harus mengurungkan niatnya saat ada seseorang menarik tangannya dengan sedikit keras

Alluna hanya menatap Langit tajam, namun Langit tidak memperdulikannya, Langit membawa Alluna ke dalam mobilnya karena hari ini Langit tidak memakai motor

"Apa?" tanya Alluna dingin

"Mau anterin lo pulang" jawab Langit santai

"Gue bawa mobil sendiri" ujar Alluna yang hendak keluar namun pintunya sudah Langit kunci

"Lo mau mati ha" ucap Alluna dingin menatap Langit

"Lo suka Alfin yah" tanya Langit yang berusaha terlihat santai padahal hatinya panas, Langit juga bingung dengan perasaannya sendiri

Alluna hanya diam menatap Langit setelah itu membuang napasnya kasar

"Dia baik" jawab Alluna datar

"Suka seperti cewek ke cowok ?" Tanya Langit dengan suara pelan tapi masih di dengar Alluna

"Tidak" jawab Alluna

"Kalau gitu biarin gue antar lo pulang" ujar Langit semangat

"Mobil gue?" Tanya Alluna tanpa melihat Langit

"Besok gue jemput lo lagi" jawab Langit

Alluna hanya diam dan memejamkan matanya malas berurusan dengan laki-laki keras kepala ini

Langit yang melihat itu tersenyum tipis dia segera menjalankan mobilnya

"Ga ga ga itu bos mau kemana woi bukannya dia ngajak kumpul di markas yah" ujar David

"Nanti dia nyusul sekarang kita ke markas duluan" ujar Arga

"Alamat lo dimana Lun" tanya Langit yang membuat Alluna membuka matanya

"Jalan aja gue tunjukin" jawab Alluna singkat

Langit terkesima melihat Mension besar di hadapannya, tidak jauh berbeda dengan Mensionnya namun ini terlihat begitu elegan

"Gue masuk" ujar Alluna

"Iya sama-sama" jawab Langit tidak nyambung

"Loh sayang kenapa temannya gak di ajak masuk dulu hm?" Ujar Mama Melani yang entah muncul dari mana

"Langit tante" ujar Langit menyalami Melani

"Pacarnya Luna yah" tanya Melani menggoda

"Mah ih" rengek Luna membuat Langit tak percaya, apa ini cewek yang terkenal dingin di sekolah itu, gila sifatnya berubah saat di rumah, pikir Langit

"Temen kok tante, soalnya Luna gak mau sama saya" ujar Langit santai membuat Alluna menatapnya tajam

"Hahahaha kamu ini lucu juga, ya udah karena kamu udah anterin anak tante, kita makan siang bersama tante udah masak banyak" ajak Mama Melani akan mencoba menggoda kakak es nya itu

"Mah dia siapa" tanya Rey

"Langit kenalin ini Rey keponakan tante dia juga baru pindah di sekolah kamu" ujar Melani membuat Rey menatapnya tidak percaya, apa-apaan ini dirinya dibilangin keponakan oleh Mamanya sendiri dia akan protes nanti

"Langit" ujar Langit mengulurkan tangannya

"Rey" jawab Rey membalas uluran tangannya dengan wajah kesal, dia sangat kesal dengan mamanya ini

Alluna turun dari lantai dua menggunakan pakaian santainya namun terlihat cantik di mata Langit, bahkan Langit tidak berkedip memandang Luna

Langit menatap Luna yang menatapnya tajam seakan ingin mencabik tubuhnya

"Gak usah tan..." perkataan Langit di potong oleh Mama Melani

"Udah tante gak nerima penolakan, Luna masuk dan ganti baju kamu" perintah Melani

"Tapi mah.."

"Lunaa"

"Iya iya Luna ke kamar dulu"

Langit tersenyum tipis melihat Luna yang kesal namun baginya itu lucu,, Langit mengikuti langkah Mama Melani yang mengajaknya ke meja makan disana cuma ada siswa baru yang Langit lihat bersama Alfin tadi

Rey yang melihat keberadaan Langit tersenyum miring mungkin dia

"Kedip woi gak bakal hilang itu" sindir Rey yang membuat Langit tersadar

"Rey ngomong yang sopan dia kakak kelas kamu" tegur Melani yang hanya dibalas tatapan malas oleh Rey

Alluna duduk di samping Langit karena perintah mamanya

"Kak entar malam ke bar yuk" ujar Rey tersenyum miring dia akan memancing kemarahan Langit, saat Melani berada di dapur

"Mahhh Rey ngajak Luna ke Bar boleh gak" tanya Luna tersenyum miring

"Mati gua, kakak laknat" ujar Rey

Melani berjalan cepat ke arah Rey menjewer kencang telinga Rey

"Akhh mah udahh udahh"

"Ampunnn, Rey bercanda mah seriusan" ujar Rey

"Kamu mau ngajak anak mama ke bar lagi dasar anak nakal" ucap Melani

"Iya iya enggak mah Rey gak bakal ngajak anak mama lagi ke bar" ujar Rey menekankan kata "anak mama"

Langit tersenyum tipis melihat Luna senang saat melihat kesengsaraan Rey,, hal itu membuat Langit berfikir bahwa Luna tidak sedingin dan menyeramkan seperti perkataan teman-teman sekolahnya, mereka hanya melihat Luna dari satu sisi

Sementara Langit melihat Luna dari semua sisi sampai dia mengetahui kalau Luna tidak seburuk itu justru dia makin penasaran dengan perempuan ini, apalagi perempuan ini tidak termakan dengan ketampanannya yang mampu membuat semua siswi di sekolah menggilai dirinya

Selesai itu Langit pamit ke Melani karena dia harus segera ke markas ada hal penting yang harus mereka bahas

"Tante makasih makan siangnya, Langit pamit pulang dulu" ujar Langit menyalami Melani

"Iya sama-sama, hati-hati yah nak, sering-sering main kesini" jawab Melani

"Lun gue balik, besok gue jemput" ujar Langit

"Hm" jawab Alluna

"Ganteng yah Lun" goda Melani ke Alluna saat Langit sudah pergi

"Apaansih mah" jawab Alluna dan segera pergi ke kamar atau dia akan mendengarkan perkataan mamanya yang tidak jelas lagi

"Anak itu selalu saja keras" ujar Melani menggelengkan kepalanya

Langit segera pergi menuju markas teman-temannya sudah menunggu sejak tadi, ada masalah yang harus mereka selesaikan

1
Tosari Agung
thor saran ya kalau alter ego itu kejam dan nenanginnya agak lama jangan cuma satu jam udah tenang nah kalau ada dua tokoh punya alter ego maka dua duanya keluarin sekaligus atau pilih salah satu tapi harus benar psikopat karena cerita ini gak ada arah ke psikopat secara halus nya
Tosari Agung: sama-sama thor
total 3 replies
Dedek Titii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)
haii guys makasih udah mampir dan baca cerita akuu☺jangan lupa like, subcribe dan vote yaa guys(⁠◠⁠‿⁠◕⁠)🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!