NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Tarian Darah Sang Penenun

Tekanan spiritual seorang kultivator Jiwa Baru Lahir bukan sekadar aura yang menakutkan. Itu adalah kekuatan hukum alam yang dipaksakan kepada mereka yang berada di bawahnya.

Ketika Tetua berjubah putih bersulam awan emas turun melalui celah langit-langit Paviliun Teratai Hitam, udara di seluruh kawah seketika terasa berat.

Beberapa kultivator yang masih terjebak di aula langsung jatuh berlutut dan memuntahkan darah akibat tekanan yang menghimpit tubuh mereka.

Inilah kekuatan kultivator Jiwa Baru Lahir.

Dengan kehendak jiwa, sang Tetua telah mengunci ruang di sekitar kawah dan menjadikan tempat itu penjara tanpa jalan keluar.

Namun di tengah tekanan tersebut, Mo Xie tetap berdiri.

Sepasang kaki Jenderal Iblisnya menancap kuat di atas lantai marmer. Tulang Ular Naga Bumi di punggungnya berderak pelan, memancarkan aura liar yang menolak tunduk.

Tekanan Jiwa Baru Lahir yang mampu meremukkan tulang manusia hanya membuat tubuhnya sedikit bergetar.

"Ling'er."

Mo Xie menatap Tetua di langit.

"Tikus-tikus bersenjata di atas sana mengganggu pandanganku. Bersihkan mereka."

Xue Ling'er tertawa pelan.

Tawanya merdu, tetapi mengandung hawa dingin yang membuat para prajurit merinding.

"Dengan senang hati, Tuan Muda." Ling'er mengangkat kedua tangannya.

Cahaya merah menyala di matanya.

Setelah menyerap esensi darah dua kultivator Inti Emas, kekuatan Seni Penenun Darah Yin Agung telah pulih sepenuhnya.

Genangan darah di lantai mulai bergerak.

Darah dari para korban yang tewas dalam pertempuran sebelumnya perlahan terangkat dari tanah. Ratusan genangan menyatu menjadi satu aliran besar yang melayang di udara.

Kemudian darah itu pecah menjadi ribuan benang merah.

Setiap benang, tipis dan tajam.

"Serang monster itu!" Komandan Penegak Hukum berteriak. "Lindungi Tetua!"

Lebih dari seratus prajurit menukik dari langit. Pedang mereka memancarkan Qi Yang yang terang ketika mereka menyerbu Mo Xie.

Namun mereka tidak pernah mencapai dasar kawah.

Sepuluh jemari Ling'er bergerak.

Ribuan benang darah melesat ke langit dan membentuk jaring raksasa.

Para prajurit Pembangunan Fondasi yang menerjang lebih dulu langsung terjebak.

Zraat!

Benang darah menembus zirah.

Pedang dan perisai Qi mereka terbelah dalam sekejap.

Tubuh para prajurit itu jatuh dari langit dalam hujan darah. Bahkan jeritan mereka belum sempat terdengar ketika benang darah telah memutus leher dan tenggorokan mereka.

"Mundur!" Wajah komandan Inti Emas berubah pucat. "Itu Seni Iblis tingkat tinggi! Serang dari kejauhan!"

"Terlambat." Ling'er tersenyum.

Benang darah yang memenuhi langit tiba-tiba berubah arah.

Mereka mengejar para prajurit yang berusaha melarikan diri. Sebagian melilit kaki, sebagian menjerat pinggang dan leher.

Ling'er menarik jemarinya.

Puluhan tubuh terhempas ke dinding batu.

Tubuh mereka remuk sebelum benang darah menembus daging dan menyerap sisa esensi kehidupan.

Dalam sekejap, aula lelang berubah menjadi ladang pembantaian.

Namun Mo Xie tidak memperhatikan semua itu.

Jalannya telah dibuka. Ia menekuk kedua kakinya.

Domain Penghancur Gunung meledak.

Boom!

Lantai marmer hancur di bawah telapak kakinya.

Tubuh Mo Xie melesat ke langit seperti meteor hitam.

Dalam sekejap, ia menembus awan debu dan puing yang beterbangan.

Melihat Mo Xie menyerbu ke arahnya, Tetua berjubah putih mendengus dingin.

"Berani menantang langit dengan tubuh iblis!" Ia mengangkat tangan kanannya.

Awan di atas Kota Awan Jatuh berputar liar.

Cahaya emas berkumpul dari segala penjuru.

Sebuah telapak tangan raksasa perlahan terbentuk di langit.

Telapak itu berukuran sebesar alun-alun kota. Cahaya emasnya menyilaukan, sementara tekanan hukum ruang membuat udara di sekitarnya bergetar.

"Telapak Penakluk Surga!"

Telapak emas itu turun dan ruang di sekitar Mo Xie seketika terkunci.

Tubuhnya seperti ditekan oleh gunung tak kasatmata.

Jika seorang kultivator Inti Emas biasa terkena tekanan tersebut, tubuhnya pasti telah hancur menjadi kabut darah.

Namun Mo Xie hanya mengangkat kepalanya.

"Hukum ruangmu terlalu lemah."

Ia menarik lengan kanan Kera Iblis ke belakang.

Urat hitam pada lengan abu-abu itu menonjol. Racun Yin mengalir dari dalam tulang, memenuhi lengannya dengan kekuatan yang mengerikan.

Tidak ada mantra, tidak ada gerakan rumit, hanya kekuatan tubuh yang terkumpul dalam satu tinju.

Ketika telapak emas tinggal beberapa langkah dari kepalanya, Mo Xie mengayunkan tinjunya ke atas.

Boom!

Tinju Kera Iblis menghantam pusat telapak emas.

Sesaat, langit menjadi sunyi.

Kemudian...

Kraak!

Retakan muncul di tengah telapak raksasa itu.

Retakan tersebut menjalar ke segala arah.

Racun Yin dari lengan Kera Iblis menyusup ke dalam telapak emas dan mengikis Qi Yang yang membentuknya.

Tetua berjubah putih membelalak.

"Bagaimana mungkin..."

Boom!

Telapak Penakluk Surga pecah.

Cahaya emas berhamburan ke langit malam seperti hujan bintang.

Gelombang tekanan menyapu Kota Awan Jatuh dan mengguncang seluruh paviliun.

Teknik yang seharusnya mampu menekan iblis mana pun telah dihancurkan hanya dengan satu pukulan.

Tanpa teknik spiritual, tanpa senjata, hanya kekuatan tubuh.

Tetua berjubah putih kehilangan ketenangannya.

"Lengan macam apa itu?!"

Ia segera mundur dan membentuk segel tangan. Ruang di belakang tubuhnya mulai berputar.

Ia hendak melarikan diri. Namun Mo Xie sudah tiba di hadapannya.

Dengan memanfaatkan daya tolak Domain Penghancur Gunung, tubuhnya melesat menembus udara dan menutup jarak dalam sekejap.

Mo Xie muncul tepat di depan wajah sang Tetua.

Aura kematian menerpa.

Sang Tetua segera melepaskan tekanan jiwanya.

Kehendak seorang kultivator Jiwa Baru Lahir meledak dan menghantam Lautan Kesadaran Mo Xie.

Namun Mo Xie tidak bergeming.

Tulang Naga Bumi dan Kerangka Besi Hitam Kegelapan menahan tekanan tersebut.

Bahkan kehendak Jiwa Baru Lahir tidak mampu mengguncang jiwanya.

"Tekananmu lemah sekali, orang tua."

Cakar kiri Mo Xie bergerak.

Perisai Qi di tubuh sang Tetua terkoyak, dan Lima cakar obsidian mencengkeram lehernya.

"Kau..."

Sang Tetua mencoba melawan.

Namun tangannya yang menghantam lengan Mo Xie tidak mampu membuatnya bergeser sedikit pun.

Beberapa saat lalu, lelaki tua itu masih berdiri sebagai penguasa yang disegani oleh seluruh pasukan Penegak Hukum.

Kini ia hanya tergantung di udara.

Dicekik oleh monster yang baru saja menghancurkan teknik terkuatnya.

Mo Xie menatap matanya.

"Kau menawariku reinkarnasi menjadi cacing." Cengkeramannya semakin kuat.

Krak!

Tulang leher sang Tetua berbunyi.

"Sayang sekali." Mo Xie menarik lengan kanannya ke belakang.

Tinju Kera Iblis perlahan mengepal.

"Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa di bawah tahtaku, bahkan jiwa seorang Jiwa Baru Lahir tidak berhak memilih tempat untuk bereinkarnasi."

Di bawah mereka, Xue Ling'er berdiri di tengah lautan darah.

Benang-benang merah menari di sekeliling tubuhnya seperti ular.

Ia mendongak dan tersenyum.

Malam pertama Kaisar Kematian di dunia atas telah berubah menjadi pembantaian.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!