NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Tiga hari setelah peluncuran, Alex berdiri di depan sebuah minimarket besar di pusat kota, menyaksikan rak kosmetik yang biasanya penuh sesak kini hanya menyisakan dua botol Renata yang tersisa di ujung rak.

"Habis lagi, Mas?" seorang perempuan muda bertanya pada pramuniaga di dekatnya, kecewa terlihat jelas di wajahnya.

"Iya, Mbak. Baru datang pagi tadi, siang udah ludes," jawab pramuniaga itu sambil menggeleng. "Katanya ini produk paling laris minggu ini di toko kami."

Alex berdiri di sudut lorong, tangannya di saku celana, mendengarkan percakapan itu tanpa berniat menampakkan diri. Bibirnya melengkung tipis, tapi dia sengaja tidak mendekat, sekadar ingin merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi orang asing yang menyaksikan hasil kerja kerasnya dari kejauhan.

Ponselnya bergetar. Pesan dari Bima.

"Pak, laporan penjualan minggu pertama udah masuk. Bapak harus lihat ini."

Alex kembali ke kantor sore itu, menemukan Bima dan Reina berdiri di depan layar besar di ruang rapat, menunjukkan grafik yang naik tajam sejak hari peluncuran.

"Angka pre-order kita terlampaui tiga kali lipat, Pak," Bima menjelaskan, suaranya masih terdengar tidak percaya meski ini sudah hari ketiga dia melaporkan hal serupa. "Distributor di tiga kota lain sudah minta tambahan stok. Masalahnya—"

"Kapasitas produksi kita gak bisa ngejar," Reina menyambung, wajahnya campuran antara bangga dan cemas. "Lini produksi yang kita pakai sekarang cuma dirancang untuk skala uji pasar, bukan permintaan sebesar ini."

Alex menatap grafik itu lama, jarinya mengetuk meja pelan. 'Sukses juga bisa jadi masalah, ternyata.'

Dia melirik panel kecil yang muncul samar di sudut penglihatannya, menampilkan jumlah permintaan yang masih tersisa.

[Permintaan Tersedia: 2]

"Aku akan urus kapasitas produksinya," Alex berkata akhirnya. "Kalian fokus jaga kualitas, jangan sampai turun cuma karena kita buru-buru mengejar jumlah."

Malam itu, di ruangannya sendiri, Alex berdiri menghadap jendela, menatap kota yang mulai berkelip lampu-lampu malam.

"Aku ingin kapasitas lini produksi perusahaanku ditingkatkan sepuluh kali lipat, dengan kualitas yang tetap terjaga sama seperti sebelumnya."

[Permintaan diterima.]

[Memproses...]

[Permintaan berhasil dikabulkan.]

[Permintaan Tersedia: 1]

...-------...

Keesokan harinya, laporan dari pabrik maklon Bu Utami mengonfirmasi bahwa kapasitas mesin mereka tiba-tiba melonjak drastis tanpa penjelasan yang jelas dari pihak teknisi, meski semua orang di pabrik itu terlalu senang untuk mempertanyakannya lebih jauh.

Berita soal Renata mulai menyebar lebih luas. Sebuah stasiun televisi swasta mengundang Reina untuk wawancara singkat soal fenomena "skincare rakyat" yang tiba-tiba viral, sementara beberapa akun media sosial besar mulai membandingkan harga Renata dengan produk sejenis milik merek-merek besar yang sudah lama berdiri.

Alex duduk di ruangannya, membuka salah satu artikel berita ekonomi di ponselnya, alisnya terangkat membaca judul yang muncul di layar.

"Saham Divisi Kosmetik Hartono Group Melemah Tipis, Analis Sebut Tekanan dari Pemain Baru."

Dia membaca artikel itu dengan saksama, senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

'Baru tipis. Tapi ini baru minggu pertama.' Dia meletakkan ponselnya, menatap keluar jendela ke arah menara Hartono Group yang masih berdiri gagah di kejauhan, meski untuk pertama kalinya, gedung itu terasa sedikit kurang menakutkan dari sebelumnya.

Sore harinya, seorang office boy datang membawa setumpuk surat lamaran kerja tambahan—kabarnya beberapa karyawan divisi kosmetik Hartono Group diam-diam mengirimkan lamaran ke perusahaan Alex, meski identitas pengirimnya sengaja disamarkan.

Bima meletakkan tumpukan itu di meja Alex sambil tersenyum lebar. "Kelihatannya bukan cuma pelanggan yang mulai berpindah, Pak."

Alex mengambil salah satu lamaran itu, membacanya sekilas, lalu meletakkannya kembali dengan tenang.

"Biarkan mereka datang sendiri," Alex berkata pelan. "Aku gak perlu merebut apa pun. Cukup buktikan kalau di sini lebih baik."

Malam itu, sebelum pulang, Alex berhenti sejenak di lantai produksi yang sudah sepi, memperhatikan mesin-mesin yang masih berdengung pelan menyelesaikan batch terakhir hari itu. Beberapa karyawan shift malam melambai kecil saat melihatnya lewat, dan Alex membalas dengan anggukan singkat, sesuatu yang dulu tidak pernah dia lakukan sebagai karyawan biasa—bahkan atasannya sendiri jarang menyapa balik ketika Alex melambai lebih dulu.

'Aneh rasanya, jadi orang yang disapa duluan sekarang.'

Dia berjalan keluar gedung menuju mobilnya, melewati papan pengumuman di lobi yang baru saja ditempel siang tadi—daftar nama karyawan baru dari divisi produksi tambahan, hasil rekrutmen darurat untuk mengimbangi lonjakan permintaan. Di antara nama-nama itu, beberapa memang berasal dari perusahaan lain, termasuk dua nama yang menurut catatan HRD sebelumnya bekerja di bawah naungan Hartono Group.

Alex berhenti sejenak membaca daftar itu, senyum tipis kembali muncul di wajahnya sebelum akhirnya melangkah keluar menuju malam yang mulai dingin.

1
Sang M
membosankan, host tahi..
Sang M
dancokkkkk. bento
Sang M
pemintaan kekuatan dan kemampuan dulu, sampah
B4n6 F3rrY
1 permintaan..... minta uang yang jumlahnya tidak terhingga untuk biaya gaji perusahaan dan pribadi 😄😄😄😄😄
ND: biarin aja lagi uang gak penting juga
total 2 replies
Reed
Lanjutkan Kak, saranku tambahkan cameo Jungkook /Proud/
Reed: Masterpiece Kak, bukan mengerikan /Smile/
total 2 replies
Agang Junior
ha...sudah mulau mengarah k banyak wanita ...hadehhhh...saya tidak munafik...cuman jgn ada dalam novel ini...he..he
ND: cuman 2 kak itu pun gak fokus ke sana
total 1 replies
MW
sok sok an tp malah ga antisipasi
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
Harman Loke
cepat Alex
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt Alex jangan putus asa
Harman Loke
sabar Alex semua ada hikmahnya
Bonn Bonnies
makin lama makin cerita tak seru
sen Vy
dasar para hama ,kalo gak mau baca ,jangan hujat,author itu mau cerita yang gak membosan kan,dikira gampang buat novel, buat novel aja kagak, kalo gak suka jangan di baca,dan komen,mau nya op,tolol bener,gak menghargai karya,oh iya aku liat ada juga ya yang hujat karya orang lain. mohon di mengwrti, setiap orang menyukai cerita yang beda ,gak yang op op mulu,ada yang maunya gini,udah itu aja
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir baca novel ku . 😄
total 2 replies
Elhaq Mujaddid
yang buat kali
Mahlubin Ali
agak ga jelas ga sih??? skip lah, terlalu rancuh dan acak²an ga jelas alurnya. MCnya ga mau berubah dan berpandangan ke depan, selalu jalan di tempat dan liat kebelakang, MC nya di doktrin supaya benci benci benci, dendam dendam dendam, tanpa ada kemauan sendiri dan pemikiran sendiri. pastii novel tidak kompeten dan MCnya kek anak TK wajib di skipp and delete.
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ka mampir . kasih ulasan mu biar aku dpt berkembang
total 1 replies
swek lord
novel lawak
swek lord
otaknya eror mcnya
Menantu Mamanya LunLun: lu juga eror annjing
total 1 replies
swek lord
tolol
Elhaq Mujaddid: lol banget dah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!