NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Akhir Sang Benalu

​"Siapkan mobil sekarang juga, Dimas. Aku dan Naya akan meluncur ke gedung pengadilan lima belas menit lagi," perintah Aksa tajam, raut wajahnya yang tadi lembut mendadak berubah keras dan dingin.

​Aksa memutuskan sambungan telepon sepihak. Pria itu menoleh menatap Naya yang masih memegang gelas susu hangat di pangkuannya.

​"Kita harus ganti baju sekarang, Sayang. Hari pembalasan untuk keparat tua itu akhirnya datang lebih cepat," ucap Aksa sambil beranjak turun dari ranjang.

​Dua jam kemudian, ruang sidang utama Pengadilan Negeri ibukota terasa sangat pengap dan sesak oleh puluhan wartawan. Kilatan lampu kamera terus menyambar dari balik batas pagar pembatas pengunjung. Di barisan paling depan, Aksa duduk tegap dengan setelan jas hitam formal, tangannya menggenggam erat tangan kiri Naya yang duduk di sebelahnya dengan balutan gaun sederhana.

​Di kursi pesakitan, Bima terlihat luar biasa menyedihkan. Pria buncit yang dulu selalu congkak dengan jabatan Wakil Direktur Medis itu kini mengenakan rompi tahanan berwarna oranye terang. Rambutnya memutih berantakan, wajahnya kusam, dan tatapan matanya kosong menatap lantai ruang sidang.

​"Menimbang seluruh alat bukti, rekaman kamera keamanan, bukti transfer bank, serta pengakuan saksi-saksi di bawah sumpah..." Hakim ketua membacakan naskah putusan dengan suara berat yang menggema membelah keheningan ruangan. "...Maka Pengadilan memutuskan, terdakwa Bima terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sabotase fasilitas medis, dan percobaan pembunuhan berencana."

​Hakim mengetuk palu kayu ke atas meja hijau. Tok! Tok! Tok!

​"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup, serta menyita seluruh aset kekayaan terdakwa untuk dikembalikan kepada kas negara dan pihak Rumah Sakit Medika Jaya," tutup hakim ketua mutlak.

​Ruang sidang langsung riuh rendah oleh suara ketikan papan tik wartawan dan sorak-sorai tipis pengunjung. Bima langsung merosot lemas dari kursinya. Pria itu menangis meraung-raung, diseret paksa oleh dua petugas kejaksaan keluar dari ruangan tanpa sedikit pun diberi kesempatan bicara. Semua hartanya lenyap, karirnya hancur lebur, dan sisa hidupnya akan habis membusuk di balik sel isolasi gelap.

​Aksa menarik napas panjang. Ia bangkit berdiri, merangkul pinggang Naya posesif, lalu membimbing wanita itu berjalan keluar melewati kerumunan wartawan yang mencoba mencecar mereka dengan puluhan pertanyaan.

​Tiba di luar gedung pengadilan, angin siang berhembus menerpa wajah mereka. Naya menghentikan langkahnya sejenak. Ia mendongak menatap pilar-pilar tinggi gedung pengadilan itu dengan mata berkaca-kaca. Dada Naya yang selama tujuh tahun ini selalu terasa sesak dan berat, kini terasa sangat ringan dan lapang. Semua rahasia kotor, pemerasan, dan fitnah keji masa lalunya sudah benar-benar terkubur bersama vonis Bima.

​"Sudah selesai, Aksa," bisik Naya pelan, menyandarkan kepalanya ke lengan kokoh Aksa. "Aku sudah tidak punya utang rahasia apapun padamu."

​Aksa tersenyum tipis. Ia mengecup puncak kepala Naya dengan sangat lembut. "Masa lalu sudah mati hari ini, Naya. Mulai sekarang, kita cuma akan fokus pada masa depan kita dan kesembuhan tangan kananmu."

​Perjalanan pulang menuju penthouse terasa sangat tenang. Mereka menyempatkan diri makan siang di restoran langganan Aksa sebelum akhirnya kembali ke apartemen mewah itu menjelang sore.

​Begitu Naya melepas sepatu hak datarnya di lorong masuk penthouse, ponsel di dalam tas selempangnya berdenting nyaring menandakan ada email masuk.

​Naya merogoh tasnya dengan tangan kiri. Layar ponselnya menyala, menampilkan notifikasi email dari Rumah Sakit Medika Jaya.

​"Siapa yang mengirim email di jam istirahat begini?" gumam Naya sambil membuka pesan tersebut.

​Matanya membaca cepat isi email resmi itu. "Oh, ini dari dokter Bayu. Dia baru saja mengirimkan jadwal rincian fisioterapi saraf lanjutanku untuk bulan depan. Katanya otot fleksorku harus mulai dilatih angkat beban ringan minggu..."

​Belum sempat Naya menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan besar mendadak menyambar ponsel itu dari genggamannya dengan gerakan luar biasa cepat.

​Naya terkesiap kaget. "Aksa! Kembalikan ponselku! Itu jadwal medis penting!"

​Aksa sama sekali tidak menggubris protes Naya. Rahang pria itu langsung mengeras kaku. Kilat cemburu buta yang sangat pekat kembali membakar matanya. Jari panjang Aksa bergerak cepat di atas layar sentuh ponsel Naya, menekan tombol blokir kontak pada alamat email dan nomor telepon milik fisioterapis muda tersebut tanpa ragu sedikitpun.

​"Aksa, apa yang kamu lakukan?!" pekik Naya marah, berusaha merebut ponselnya kembali tapi gagal karena tubuhnya terhalang dada bidang suaminya.

​Aksa melempar ponsel itu sembarangan ke atas meja konsol di dekat pintu masuk. Pria itu menatap Naya dengan sorot mata predator yang gelap dan tak terbantahkan.

​"Aku memecatnya siang ini juga," desis Aksa tajam, mengunci tubuh Naya di antara dinding dan lengan kekarnya. "Kamu tidak akan pernah melakukan terapi saraf sama dia apalagi disentuh dengan pria itu lagi, Nyonya Dirgantara. Tidak akan pernah."

1
Muft Smoker
semangat Naya ,,
semoga km bisa sembuh kembali ,, rasa sakit ini akan terbayar dg kembali ny tangan mu yg berfungsi dg normal
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!