NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Hari yang Penuh Warna

Suasana di ruang makan utama mansion pagi itu benar-benar berubah total.

Jika sebelumnya setiap kali sarapan selalu diwarnai oleh keheningan kaku, kecemasan, atau bayang-bayang ketakutan Raya, hari ini ruangan tersebut dipenuhi oleh gelak tawa, celoteh riang, dan kehangatan keluarga kecil yang tampak begitu sempurna dari luar.

Di atas meja marmer panjang, tersaji menu sarapan ala American breakfast yang lengkap: roti panggang keju hangat, telur mata sapi setengah matang yang harum, sosis panggang, serta semangkuk buah segar. Raya memasak semuanya sendiri dibantu oleh Suster Santi.

Cyla duduk di baby chair mengenakan gaun terusan berwarna merah muda dengan pita besar di rambutnya. Balita itu bertepuk tangan riang melihat piringnya dipenuhi potongan buah stroberi manis.

"Mami cantik! Mami cantik!" seru Cyla cadel sambil menepuk-nepuk meja makan, hingga membuat Raya tertawa lepas.

Raya melayani Aris dengan penuh perhatian. Ia menuangkan secangkir kopi hitam panas ke dalam cangkir porselen Aris, lalu meletakkan dua lembar roti panggang beroleskan mentega dan madu di atas piring pria itu.

"Makanlah yang banyak, Aris. Kamu butuh energi ekstra untuk memimpin perusahaanmu seharian ini," ucap Raya ramah seraya mendudukkan dirinya di kursi sebelah Aris.

Aris menatap piringnya, lalu mendongak menatap Raya yang duduk di sampingnya dengan binar mata yang begitu ceria. Hatinya berdesir hebat. Selama bertahun-tahun hidup sendiri dalam dinginnya dunia bisnis dan kekuasaan, tidak pernah ada satu pun wanita yang memperlakukannya sedemikian hangat, tulus, dan penuh perhatian seperti ini.

Biasanya, orang-orang di sekitarnya mendekatinya karena uang, status, atau rasa takut. Namun Raya... wanita yang ingatannya telah ia rampas, kini justru duduk di sampingnya, merawatnya layaknya seorang kekasih sejati dengan senyuman paling tulus di dunia.

"Terima kasih, Raya," ucap Aris tulus. Ia mengambil garpu dan pisau, memotong kecil roti panggang tersebut, lalu menyuapkannya sebagian ke mulut Raya secara tiba-tiba.

Raya sedikit terkejut, pipinya pun merona merah muda seketika. Namun ia tidak menolak. Ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Aris dengan senyuman malu-malu yang sangat manis.

"Hmm... Enak!" puji Raya tersenyum lebar.

Melihat interaksi romantis itu, Suster Santi yang berdiri di dekat sudut ruangan sambil mengawasi Cyla tersenyum simpul dan merasa ikut bahagia. Ia merasa majikannya akhirnya menemukan sosok wanita yang bisa meluluhkan hati dingin sang pengusaha sukses.

"Hari ini cuacanya sangat cerah, Aris," kata Raya di tengah suapan sarapannya. "Bagaimana kalau nanti sore, setelah kamu pulang kerja, kita jalan-jalan sebentar ke taman kota dekat distrik bisnis? Aku ingin melihat suasana luar tanpa harus merasa terkurung di dalam mansion terus."

Mendengar ajakan itu, mendadak sendok di tangan Aris sedikit bergetar.

Jantungnya berdegup kencang bukan karena gembira, melainkan karena rasa waspada yang tiba-tiba melonjak. Taman kota di distrik bisnis? Tempat umum yang sangat ramai?

Meskipun Surya telah dikirim ke luar negeri dan ancaman pemerasan telah musnah, Aris masih diselimuti oleh ketakutan paranoid yang mendalam.

Ia takut jika di tempat umum, Raya tidak sengaja berpapasan dengan seseorang dari masa lalunya, rekan kerja lama, tetangga dari rumah sewaannya dulu, atau kenalan Ardiansyah yang mengenali wajah Raya. Jika hal itu terjadi, seluruh kebohongan indahnya akan hancur dalam hitungan detik.

Namun, saat Aris melihat binar penuh antusias dan harapan besar di mata Raya, wanita yang baru saja memutuskan untuk membuka lembaran baru dan bersikap ceria, ia tidak sanggup berkata "tidak". Ia tidak tega merusak kebahagiaan pertama yang ditunjukkan oleh Raya setelah sekian lama menderita.

Aris menarik napas dalam-dalam, menelan ludahnya, lalu mengangguk pelan dengan senyuman yang ia paksa agar tampak tenang.

"Tentu saja, Raya," jawab Aris mantap. "Nanti sore, setelah pekerjaanku selesai tepat waktu, aku sendiri yang akan menjemputmu di ruang keluarga, lalu kita jalan-jalan bertiga bersama Cyla."

"Yey!" seru Cyla kegirangan seolah mengerti arti kata tersebut, hingga mengundang tawa renyah dari Raya dan Aris.

Hari itu berlalu dengan ritme yang sangat berbeda di mansion Aris.

Biasanya, Raya akan menghabiskan waktunya duduk melamun di dekat jendela kamar atau membaca buku di ruang baca sambil memikirkan masa lalunya yang kosong. Namun hari ini, Raya benar-benar membuktikan tekadnya.

Ia berkeliling mansion bersama Suster Santi, membantu merapikan beberapa dekorasi bunga di ruang tamu, bermain kejar-kejaran ringan dengan Cyla di halaman rumput belakang hingga balita itu tertawa terbahak-bahak, dan bahkan sempat ikut ke dapur untuk membantu koki pribadi menyiapkan makan siang sederhana.

Semua pelayan di mansion tampak terkejut sekaligus kagum melihat perubahan drastis pada diri "nyonya" mereka. Aura suram dan penuh kecemasan yang sebelumnya menyelimuti Raya kini berganti menjadi energi positif yang menyegarkan seluruh sudut rumah.

Menjelang pukul empat sore, Aris yang sedang berada di ruang kerjanya di kantor utama mendapati dirinya beberapa kali tersenyum sendiri saat menatap layar ponselnya.

Pesan singkat yang dikirimkan Raya dua jam lalu berisi foto selfie ceria dirinya bersama Cyla di taman belakang dan berhasil mencuri konsentrasinya dari tumpukan dokumen kontrak bernilai triliunan rupiah di atas meja.

Pria yang dikenal sebagai "singa bisnis" yang kejam dan tak kenal ampun itu kini melepas jas kerjanya lebih cepat dari biasanya. Pukul tiga lewat tiga puluh menit, ia sudah melangkah keluar dari gedung pencakar langit perusahaannya, masuk ke dalam mobil sports hitamnya, dan melaju kencang kembali ke mansion dengan debar antisipasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Tunggu aku Raya."

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!