NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16_ tidak tenang

" apa benar Sandra Haruna bekerja di sini?" tanya kai pada petugas resepsionis perusahaan tempat Haruna Berkerja.

" yaa tuan, apa perlu saya panggilkan?"

" yaa, tolong panggilkan" ujar kai

" baik tuan, mohon tunggu sebentar ya" ujar wanita itu.

Wanita tersebut terpesona melihat ketampanan kai secara langsung. Biasanya dia hanya melihat di layar ponselnya dan juga di layar Billboard. entah mimpi apa dia semalam hingga hari ini bisa bertemu langsung dengan seorang kai.

Kai duduk di kursi tunggu menunggu Haruna. bukan tanpa alasan dia ingin bertemu gadis itu. Yap! Karena ingin mengambil ponselnya yang ketinggalan di tas Haruna.

Ketinggalan? No! Sengaja dia tinggalkan. Seperti yang dia rencanakan, dan semuanya berjalan lancar. Dia mendapatkan alasan untuk bertemu dengan Haruna hari ini.

" hay kak kai" sapa haruna yang baru saja tiba.

Kehadiran kai di kantor nya bikin heboh. Banyak karyawan yang ingin menyaksikan nya secara langsung. Bahkan ada yang sengaja memotret dan memvideokan moment tersebut.

Sebenarnya Haruna sendiri tadi terkejut kala petugas resepsionis datang ke meja kerjanya dan mengatakan jika kai datang mencarinya. entah dari mana kai mengetahui tempat dia berkerja.

" hy haruna" balas kai tersenyum manis " kamu sibuk?"

" tidak, ini sedang jam istirahat" jawab Haruna seadanya " ini ponsel kakak" lanjutnya lalu menyerahkan ponsel milik kai.

Kai mengambil nya lalu memasukan ke dalam sakunya. " maaf aku sudah merepotkan mu, sebagai tanda terimakasih dan juga maaf dari ku. Aku akan mentraktir mu makan siang. kamu mau?" tawarnya.

" tidak perlu kak, aku tidak merasa keberatan sama sekali. tidak perlu sampai mentraktir ku" tolak Haruna merasa tidak enak.

" ayo lah, Anggap saja sebagai pertemuan terakhir. karena besok aku akan kembali ke Jepang" ujar kai sedikit memaksa.

Yap! Kai akan kembali ke Jepang besok. Dia bukan pria pengangguran yang memiliki banyak waktu senggang. Dia adalah pria sibuk yang memiliki banyak job.

" baiklah kalo kakak memaksa" jawab Haruna memutuskan untuk setuju karena ingin menghargai kai.

" terimakasih, ayo" ajaknya.

Keduanya pun berjalan keluar dari kantor. Mereka pergi menggunakan mobil milik kai. mereka singgah di restoran yang ada di dekat kantor Haruna karena setelah ini Haruna harus kembali berkerja.

tiba di sana mereka langsung memesan. Keduanya makan sambil berbincang ringan. Haruna tipe orang yang humoris dan ramah. Jadi cukup mudah untuk di dekati.

" boleh aku meminta nomor mu?" tanya kai setelah mereka selesai makan.

" boleh kak, sini aku tulis" ujarnya

Kai memberikan ponselnya pada Haruna. Haruna menerima ponsel itu dan memasukan nomor nya. setelah itu dia mengembalikan lagi pada kai. terserah kai mau menyimpan nomor nya dengan nama apa.

" terimakasih runa, kamu sangat baik" ujar kai.

Setelah itu kai mengantarkan Haruna kembali ke kantor. begitu Haruna turun dan memasuki lobi perusahaan, kai segera pergi dari sana.

seharian ini, gizel tidak bisa fokus bekerja m dia terus melakukan kegiatan yang sama m yaitu melihat ponselnya menunggu panggilan dari nomor tadi pagu.

Namun, hingga malam pun nomor itu tidak kunjung menghubungi nya lagi. Bahkan saat gizel hubungi balik tidak ada jawaban.

" apa aku tanya sama mereka Saja ya? Mereka pasti tahu" gumam gizel berfikir keras.

Dia butuh jawaban. Dia tidak bisa seperti ini, jika seperti ini terus dia tidak akan bisa tidur, tidak akan bisa beraktivitas dengan normal.

\[ **1 Romeo 3 Juliets** \]

Guys, aku mau tanya sesuatu \_ gizel

Apa kak? \_ Haruna

tadi pagi aku mendapatkan panggilan dari nomor my little baby, kalian tahu itu siapa? Aku lupa \_ gizel

1 menit

2 menit

3 menit

Tidak ada balasan. gizel heran kenapa mereka tidak ada yang membalas? padahal biasanya mereka Gercep membalas pesan nya. Bahkan Haruna yang tadi ada kini ikut menghilang.

kenapa kalian diam saja? kalian tahu dia siapa?\_ gizel

kamu sempat menjawab panggilan nya?\_ Luna

Tidak, saat aku bangun sudah ada banyak panggilan tak terjawab dari nomor itu\_ gizel

Kita bertemu besok, aku akan menjelaskan nya pada mu\_ Luna

Kenapa harus besok? Kenapa tidak sekarang? \_ gizel

1 menit

2 menit

5 menit

Luna tidak lagi membalas. apa Luna sedang sibuk dengan anaknya? Huh! lalu bagaimana dengan Alaska dan Haruna? apa mereka sedang berpacaran?

Alaska send a picture ( foto Haruna yang sedang menikmati steak di restoran mewah )

Aku sedang dinner, aku akan melamar Haruna malam ini. harap jangan ganggu \_ Alaska

gizel menghela nafas kasar. Dia tidak bisa menunggu besok. tapi tidak mungkin juga dia mengganggu Alaska dan Haruna. dia yakin saat ini Alaska pasti sedang grogi karena ingin melamar Haruna.

Luna send a picture ( foto Luna bersama kedua anaknya di tempat tidur)

Aku sedang membaca dongeng untuk anak ku\_ Luna

" ah! shibal!!" desis gizel kesal.

Lalu harus kemana gizel sekarang? bertanya pada siapa? Dia sungguh tidak tenang.

" sepertinya aku tidak akan bisa tidur malam ini" gumam nya membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi terlentang menghadap langit langit kamar dengan kedua tangan di rentangkan dan satu tangan memegang ponselnya.

*ting*

gizel segera melihat ponselnya saat terdengar bunyi pesan masuk. Dia berfikir mungkin nomor tadi mengirimkan dia pesan. namun saat melihat nama kai yang tertulis di sana membuat dia kecewa.

*Aku akan pulang ke Jepang besok, terimakasih untuk bantuan nya\_ kai*

*santai saja, hati hati dan jangan lupa kabari aku jika sudah sampai \_ gizel*

*Oke, thanks you \_ kai*

*Yaah \_ gizel*

gizel menyimpan ponselnya lalu bangun dari posisi tidurnya dan berjalan keluar kamar. Dia belum makan malam. Dan sekarang dia berencana untuk memaksa.

"Will you marry?"

Pertanyaan itu lolos dari mulut Alaska dengan susah payah. Alaska berlutut di depan Haruna yang sedang duduk di kursi restoran baru saja selesai makan makan.

Jantung Alaska berdegup kencang, bahkan tangan nya sedikit bergetar karena grogi dan takut di tolak.

Alaska menatap Haruna yang masih setia diam menatap cincin yang dia ulurkan. Cincin berlian yang harganya tidak murah.

Jangan tanya bagaimana keadaan Haruna. Yang jelas dia sangat terkejut, tidak menyangka Alaska akan melamar nya secepat ini. padahal mereka tidak pernah berpacaran.

" kak, ini.... Ini terlalu cepat" ujarnya gugup takut membuat Alaska tersinggung dan marah.

Jujur ini bukan pertama kalinya. Alaska sudah sering mengutarakan perasaannya. Bahkan sudah pernah mengajak nya Menjalin hubungan. namun Haruna terus menolak dengan alasan belum siap.

" ini tidak cepat na, aku sudah menunggu selama 5 tahun. Dan sekarang usia ku sudah 30 tahun" ujar Alaska.

Yap! Alaska sudah 30 tahun, sama seperti gizel dan Luna. namun berbeda dengan Haruna. Dia baru 25 tahun. jelas masih muda.

" aku minta maaf kak, aku belum siap"

Berat! Sangat berat. Tapi Haruna benar benar belum siap ke jenjang pernikahan. Dia ingin sukses, ingin membanggakan dirinya dan juga ibunya yang sudah tiada.

Alaska menunduk menyembunyikan kekecewaannya. dia menurunkan kedua tangan nya yang memegang kotak cincin tersebut. Lalu dia berdiri dan mengambil ponselnya di atas meja.

" ayo kita pulang " ujarnya pelan lalu berjalan duluan bahkan tidak menoleh ke arah Haruna sama sekali.

Setiap Alaska mengucapkan perasaan pada Haruna dan mengajak Haruna menjalin hubungan dia Selalu menghitung nya. dan ini sudah ke 7 kalinya Haruna menolak nya dengan alasan yang sama.

kecewa? Tentu saja. Dia sudah sangat bersabar, menunggu dan terus menunggu. Tapi apa balasannya? Hanya penolakan?

" kak" panggil Haruna saat mereka berada di mobil.

" hmm" gumam Alaska sebagai jawaban. matanya fokus kedepan, kada jalanan yang cukup ramai.

Haruna jelas sadar dengan perubahan sikap Alaska. dia juga merasa bersalah. jujur dia juga sangat mencintai Alaska, bahkan sangat ingin menjadi miliknya. tapi dia tidak ingin perjuangan dan pengorbanan nya sia sia hanya karena cinta.

" aku minta maaf" ujar Haruna

Alaska tidak membalas. Maaf? Rasanya Alaska sudah muak mendengar kata maaf itu. Di tolak lalu memaafkan. seperti itu seterusnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!