NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Semua mata tamu undangan kini tertuju pada asisten berkacamata yang berdiri tegap di tengah lobi.

Nadia membenarkan letak kacamatanya dengan telunjuk lalu berdeham pelan membersihkan tenggorokannya.

Suara mikrofon kecil di kerah jasnya terhubung langsung dengan sistem pengeras suara hotel yang sangat jernih.

"Perhatian semuanya, izinkan saya membacakan laporan latar belakang asli dari calon mempelai pria hari ini," ucap Nadia dengan intonasi datar layaknya reporter berita.

"Nama lengkap: Rizky Dirgantara, lahir di perkampungan kumuh pinggiran Jakarta, bukan anak pengusaha batu bara dari Kalimantan."

Gumam kaget langsung meledak dari kerumunan tamu VIP di ruangan tersebut.

Rizky yang masih tersungkur di lantai langsung membelalakkan matanya ngeri karena rahasianya terbongkar dengan sangat akurat.

"Ibu kandung: Ibu Santi, seorang penjual mi ayam gerobakan yang saat ini sedang bekerja paruh waktu sebagai tukang cuci piring katering hotel ini," lanjut Nadia menunjuk ke arah Santi dengan sopan.

Santi terkesiap menutupi mulutnya dengan kedua tangan yang bergetar.

Meskipun dia tidak tahu siapa pria berjas hitam di dekatnya ini tapi dia merasa perlindungan yang sangat kuat darinya.

Tuan Wijaya dan Cynthia saling berpandangan dengan wajah pias seputih kertas.

"Tunggu, maksud Anda Rizky ini anak miskin dari wanita gila itu?" tanya Cynthia menunjuk jijik ke arah Santi.

"Tepat sekali Nona Cynthia, dan untuk menutupi kemiskinannya, pemuda ini menyewa aktor figuran dengan bayaran sepuluh juta rupiah untuk menjadi wali nikahnya," bongkar Nadia lagi tanpa ampun.

"Sepasang aktor figuran itu saat ini sedang bersembunyi di kamar rias VVIP nomor tiga," tambahnya memberikan informasi spesifik.

Mendengar itu, dua orang satpam berinisiatif lari menuju kamar rias untuk mengecek kebenaran ucapan sang asisten.

"Pemuda ini bahkan menggadaikan sertifikat rumah ibunya ke rentenir lintah darat bernama Bos Toni untuk meminjam uang enam ratus juta rupiah."

"Uang pinjaman dengan bunga gila itu dia gunakan untuk membayar uang mahar pernikahan demi menipu keluarga Wijaya," tutup Nadia menutup laporannya dengan senyum sinis.

Sunyi.

Lobi hotel yang awalnya riuh dengan musik klasik kini senyap layaknya kuburan.

Hanya butuh beberapa detik sebelum keheningan itu pecah oleh teriakan murka Tuan Wijaya.

"Bajingan penipu!" umpat Tuan Wijaya menendang tulang kering Rizky yang masih duduk di lantai.

Bugh!

Tendangan keras itu membuat Rizky meringis kesakitan memegangi kakinya.

"Berani-beraninya kamu menipu keluargaku dan mempermalukanku di depan semua rekan bisnisku!" maki ayah Cynthia itu dengan wajah merah padam.

"Papa tenang Pa, pasti ada kesalah pahaman di sini," panik Rizky berusaha berdiri dengan susah payah.

Plak!

Sebuah tamparan keras dari tangan Cynthia mendarat telak di pipi kanan pemuda itu.

"Kesalah pahaman apa hah?! Cincin berlian yang kamu kasih ini pasti juga barang palsu murahan kan?!" jerit Cynthia histeris sambil menarik cincin di jarinya.

Trang!

Cynthia melempar cincin itu ke wajah Rizky dengan sangat kasar.

"Aku tidak sudi menikah dengan gembel penipu sepertimu! Pernikahan ini batal!" teriak Cynthia menangis sejadi-jadinya karena merasa gengsinya hancur lebur.

Rizky mencoba meraih tangan Cynthia namun wanita itu menepisnya dengan jijik.

"Jangan sentuh aku dasar anak penjual mi ayam kotor!" hina Cynthia meludahi ujung sepatu Rizky.

Santi yang sejak tadi diam menyaksikan keributan itu merasa hatinya tertusuk ribuan jarum.

Meskipun Rizky telah berlaku sangat kejam padanya, namun naluri keibuannya tetap tidak rela melihat anaknya dihina dan dipukuli di depan umum.

Santi melangkah maju dengan tertatih-tatih melewati Rio yang berdiri diam mengawasi.

"Tuan Wijaya tolong maafkan anak saya, jangan pukul dia lagi," mohon Santi merentangkan tangannya melindungi tubuh Rizky.

"Dia memang salah karena sudah berbohong tapi tolong jangan bertindak kasar padanya, saya mohon Tuan," isak Santi membela anak durhakanya.

Tuan Wijaya menatap Santi dengan pandangan merendahkan yang sangat menusuk.

"Oh pantas saja anaknya menjadi penipu licik, ternyata ibunya juga pengemis tidak tahu diri," ejek Tuan Wijaya meludah ke lantai.

"Wanita tua cacat sepertimu memang pantas melahirkan sampah masyarakat seperti dia," lanjut Tuan Wijaya tanpa ampun menghina fisik Santi.

Mendengar hinaan yang ditujukan kepada ibunya, wajah Rio yang sedari tadi tenang mendadak berubah menjadi gelap dan menakutkan.

Urat-urat di leher dan dahinya menonjol menahan amarah yang sudah mencapai puncaknya.

"Tutup mulut busukmu itu Tuan Wijaya," potong Rio dengan suara bariton yang menggema memenuhi lobi.

Semua orang langsung terdiam dan menoleh ke arah Direktur Utama Grup Sentosa tersebut.

Tuan Wijaya sedikit gemetar mendengar nada ancaman dari orang nomor satu di dunia bisnis itu.

"Tuan Direktur, saya cuma memberi pelajaran pada penipu ini dan ibunya yang miskin itu," alibi Tuan Wijaya mencoba mencari dukungan.

"Anda sendiri kan yang membongkar identitasnya, jadi Anda pasti setuju kalau mereka berdua adalah sampah," jilat Tuan Wijaya sok akrab.

Rio tersenyum sangat tipis, senyuman yang lebih menakutkan dari seringaian iblis.

"Aku memang membongkar identitas penipu kecil ini karena dia pantas mendapatkannya," tunjuk Rio ke arah Rizky dengan ujung dagunya.

"Tapi aku tidak pernah mengizinkan mulut kotormu itu menghina wanita ini," tegas Rio melangkah maju menutupi tubuh Santi dari pandangan Tuan Wijaya.

Tuan Wijaya mengerutkan keningnya bingung dengan sikap membela dari direktur utama muda itu.

"Maksud Tuan Direktur apa? Wanita ini kan ibunya si penipu, wajar dong saya hina," sangkal Tuan Wijaya masih tidak paham.

"Benar Tuan Direktur, ibu dan anak ini komplotan penipu yang mau merusak acara saya," tambah Cynthia ikut-ikutan menimpali.

"Grup Makmur pantas hancur karena dipimpin oleh orang idiot sepertimu Tuan Wijaya," desis Rio menggelengkan kepalanya pelan.

"Nadia, telepon semua dewan direksi bank yang memberikan pinjaman pada Grup Makmur."

"Perintahkan mereka untuk menarik semua dana pinjaman itu hari ini juga tanpa kecuali," perintah Rio memberikan titah kehancuran.

Mata Tuan Wijaya dan Cynthia langsung membelalak lebar seperti mau keluar dari kelopaknya.

"Tunggu Tuan! Jangan lakukan itu! Grup Makmur bisa bangkrut total kalau semua dana ditarik hari ini!" panik Tuan Wijaya maju dan ingin memegang jas Rio.

Brak!

Rio menendang pelan lutut Tuan Wijaya hingga pria paruh baya itu jatuh berlutut di depannya.

"Kamu berani menghina wanita cacat di depanku?" tanya Rio menatap tajam ke arah mata Tuan Wijaya.

"Asal kamu tahu Tuan Wijaya yang terhormat, wanita tua cacat penjual mi ayam yang kamu hina itu..." kalimat Rio sengaja digantung menciptakan ketegangan yang luar biasa.

Rio menoleh menatap Santi dengan pandangan penuh kerinduan dan kasih sayang yang mendalam.

"Dia adalah ibu kandungku," ucap Rio dengan suara lantang yang menggelegar layaknya petir di siang bolong.

Hening.

Sunyi senyap seperti di pemakaman.

Semua tamu undangan, keluarga Wijaya, dan bahkan Rizky menahan nafas mendengar pengakuan yang sangat tidak masuk akal itu.

1
Adelina Lin
mantap thor
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!