Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Tegas Max
Wening yang mendengar itu langsung berdiri dari duduk nya sambil berkata. "Aku tidak salah apa-apa. Kenapa harus berlutut dan minta maaf?ucapnya."
"Heh ... tidak salah? Kamu membuatku marah. Itu salah mu Wening."ucap Rani sambil melipat tangannya. "Dia itu cinta sejati nya Tuan Pratama. Kekasih nya, kalau aku disini berkelahi dengan nya dan menimbulkan masalah. Hanya akan menyulitkan Tuan Pratama kan?batin Wening sambil meremas baju kantornya."
"Cepat berlutut! Kamu goda pacar Nona Rani. Dasar pelakor!ucap Anton memanasi keadaan. Lalu karyawan lain pun ikut menjadi kompor. "Dasar pelakor! Harusnya berlutut minta maaf! Dan kalau salah harus mengaku. Nona Rani sudah baik mau memaafkan kamu."
"Di zaman kuno, perempuan penggoda seperti kamu, harusnya dimasukkan ke kandang babi! Cepat berlutut! Jangan bikin malu perusahaan kita." ucap para karyawan lain.
Wening hanya diam dan melihat sekeliling. Mendengar setiap cacian mereka semua. Karena desakan semua orang Wening menjadi lemah. Dia mundur beberapa langka karena tidak kuat mendengar dan dia bergumam sendiri. "Aku tidak seperti itu, aku sungguh tidak menggodanya."gumam Wening.
"Asal Rani bisa mengusir Wening dari perusahaan, dia tidak akan punya lagi seseorang yang bisa membelanya lagi. Nanti, aku bawa pulang dia, aku bisa berbuat sesukaku ucap Anton dalam hati." Dia tertawa dalam hati, membayangkan semuanya.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Wening memutuskan untuk menuruti keingin Rani. Dengan memejamkan matanya, Wening mulai untuk berlutut.
Dengan gerakan perlahan, dia menekuk lututnya kebawah. Saat hampir lututnya mencapai lantai tiba-tiba suara seseorang mengagetkan semua orang. Dan langsung menengok ke sumber suara termasuk Rani.
"Siapa berani menyuruhnya berlutut! Ucap Max datang dengan Rama. Dia langsung memegang kedua tangan Wening dengan hati-hati dan membantu nya untuk berdiri.
Dia melihat luka ditangan Wening. Memegang nya dengan lembut. Raut wajah nya menjadi kaku dan terlihat penuh emosi. Lalu dengan tegas dia berkata.
"Siapa yang melakukan nya?ucapnya kepada Wening." Lalu Rani pun berkata. "Ka Max, dia sengaja beli barang tiruan yang sama dengan mu. Dia sengaja mau menggodamu, makanya aku memberikan pelajaran kepadanya untuk mu."ucap Rani.
"Kamu pikir kau siapa? Melawannya untukku? Ucap Max dengan penuh emosi." Rani yang kaget dan takut hanya bisa berkata, aku ... dan dia tidak bisa berkata lagi.
"Jangan biarkan Tuan Pratama, berantem dengan Nona Rani."batin Wening. Lalu Wening melepaskan tangannya dari tangan Max. Max kaget melihat reaksi Wening yang seperti itu.
"Pak Pratama, ini semua salah ku. Bukan salah Nona Rani, semua hanya salah paham,"ucap Wening. Lalu Rani menyelanya. "Iya betul, semua ini dia yang melakukan nya sendiri. Bukan salahku."ucapnya.
"Cuma kecelakaan kecil, karena kebetulan sudah jam pulang. Saya akan pulang untuk mengobati luka nya. Saya pamit duluan."ucap Wening. Lalu dia segera mengambil tas nya. Dan langsung pergi tanpa berbicara lagi. Dan meninggalkan pecahan gelas tersebut. Max hanya bisa diam dan membiarkan Wening pergi.
"Sudah ditindas begini, tapi masih tidak mau mengumumkan hubungan kita?batin Max. Lalu Max berkata kepada Rama. "Rama batalkan semua kontrak kerja sama Perusahaan dengan Rani Cahaya. Perusahaan tidak butuh karyawan yang menindas rekan kerja nya."ucapnya.
"Tidak, aku tidak setuju! Ucap Rani sambil memegang tangan Max. Max dengan kasar langsung melepaskan tangan Rani. Sampai Rani hampir saja terjatuh karena perlakuan Max tersebut.
"Beritahu resepsionis, Rani Cahaya dilarang masuk lagi ke perusahaan." Baik Tuan Pratama jawab Rama. "Tapi aku masih ingin bertemu dengan mu."ucap Rani kepada Max.
"Rani Cahaya! Selama ini, kamu menyebarkan gosip tentang kita berdua. Aku memaafkan mu karena orang tuamu. Makanya aku tidak masalah dengan itu. Tapi makin hari kamu makin berani berbohong lebih jauh. Dan itu membuatmu menjadi semena mena."tegas Max.
"Ternyata selama ini dia sendiri membuat gosipnya? Ternyata kita semua ditipu?ucap salah satu karyawan. "Dasar tidak tahu malu."ucap Silvi. Kami semua kira hubungan mereka beneran?ternyata hanya sepihak."bisik para karyawan.
Max yang mendengarnya, hanya melirik ke arah mereka. Rani yang merasa malu langsung pergi meninggalkan perusahaan.
udah gilaaa kamu iya rani, gila😭
kan kamu itu nyonya pratama🤭🤭
kalian bikin masalah🤣