NovelToon NovelToon
Mahabbah Yang Ternoda

Mahabbah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mardzan J.

“Affan, aku ingin nafkah batin.”

“Kalau kamu menginginkannya, aku bisa mencarikan pekerjaan untukmu sebagai PSK. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau.”

Hulya Anindita tidak pernah membayangkan pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi neraka. Menikah dengan Affandy Frazendra tanpa pernah bertemu sebelumnya membuat Hulya harus menjalani rumah tangga dengan seorang pria yang bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai istri.

Kebencian Affandy tidak berhenti pada sikap dingin dan pengabaian. Hulya harus menerima penghinaan, kekerasan, bahkan perlakuan kejam yang perlahan menghancurkan dirinya. Ironisnya, pernikahan itu justru terjadi atas keinginan Affandy sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mardzan J., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertengkar

Affandy tidak ingin memperpanjang obrolan dengan Hulya. Waktu terus berjalan dan ia takut terlambat pergi ke kantor.

"Affan, tunggu," ucap Hulya saat pria itu hendak pergi.

Bodohnya, Affandy malah berhenti. Hulya segera berdiri di hadapan pria itu. Beberapa detik kemudian, Affandy membulatkan matanya ketika Hulya mengusap bibirnya, menghilangkan sisa makanan di bibir pria itu.

"Jangan sentuh bibir aku."

"Harusnya kamu nggak marah kalau disentuh. Lagian tadi malam bibir ini sudah aku rasakan."

"AKU KHILAF, HULYA!" bentak Affandy.

"Kamu yakin khilaf?" tanya Hulya memastikan. "Kok malah minta beberapa kali?"

Affandy menggenggam kuat bahu wanita itu.

"Jangan coba membuat aku marah besar, Hulya. Atau kamu akan menyesal seumur hidup."

"Aku penasaran bagaimana cara kamu marah besar. Soalnya dari sikap kamu, aku nggak pernah merasa dimarahin."

Habis sudah kesabaran Affandy. Ia pun mendorong Hulya ke samping dan berlalu pergi begitu saja. Di kamar, Affandy mencoba menenangkan emosinya terlebih dahulu. Sebelum akhirnya mengambil tas kerja dan kembali keluar dari kamar.

[] [] []

Saat melewati ruangan, Affandy terkejut melihat Hulya pingsan tepat di tempat ia mendorong wanita itu tadi. Tas kantor yang digenggamnya terjatuh begitu saja.

Affandy berlari menghampiri Hulya. Ia kemudian meletakkan kepala wanita itu di pangkuannya.

"Hulya, bangun."

"Maafin, aku."

"Hulya, aku mohon bangun."

"Aku sudah bilang, kan? Jangan memancing emosiku."

Affandy menepuk-nepuk wajah wanita itu.

"Sekarang kamu merasakannya."

"Hulya, bangun!"

Masih sama. Pria itu berkata dengan nada tinggi, bahkan bisa dibilang membentak wanita yang tengah memejamkan mata.

"Kamu bilang mau nurut sama aku."

"Bangun, Hulya."

Tubuh Hulya menggeliat. Affandy sedikit tenang ketika wanita itu mulai membuka matanya.

"Kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Affandy.

Hulya memijat pelipisnya. Wanita itu mencoba duduk dengan bantuan Affandy.

"Kamu nggak apa-apa, kan? Yang mana yang sakit?" tanyanya sedikit panik.

Hulya hanya diam.

"Ada yang sakit? Aku antar ke rumah sakit, ya."

Hulya mengabaikan ucapan Affandy. Ia mencoba berdiri dan diikuti oleh pria itu.

"Kenapa?" tanya Affandy. "Kepalamu sakit?"

Affandy bertanya seperti itu karena Hulya beberapa kali memijat keningnya.

Sejenak Hulya menatap Affandy. Kemudian ia melangkah pergi.

"Hulya!" panggil Affandy.

Wanita itu tidak merespons. Ia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.

"Hulya, tunggu."

Affandy berlari dan berdiri di hadapan Hulya. Pria itu menggenggam bahu istrinya.

"Kita ke rumah sakit, ya. Aku minta maaf. Tapi kamu sendiri yang salah. Aku sudah bilang jangan memancing kemarahanku."

"Kamu terlalu keras kepala, Hulya."

Dengan perlahan, Hulya menggeser telapak tangan Affandy dari pundaknya. Tanpa berkata-kata lagi, ia melangkah menuju kamar.

Affandy mengikuti dari belakang. "Ngomong, Hulya. Kalau kamu sakit, aku bisa bawa kamu ke dokter."

Hulya menutup pintu. Saat Affandy hendak masuk, ternyata pintu tersebut sudah dikunci dari dalam.

Affandy mengembuskan napas perlahan. "Nanti kalau ada apa-apa, telepon aku, ya ... Aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik."

Di dalam kamar, seorang wanita tersenyum gembira. Ia berhasil mengerjai suaminya. Hulya Anindita tidak benar-benar pingsan. Ia hanya ingin menguji sikap labil suaminya.

Dan benar saja, Affandy memang tipe orang yang mudah terbawa suasana. Ketika berada dalam situasi buruk, kelakuannya pun akan ikut buruk. Sebaliknya, ketika Affandy berbaik hati, seketika sayap pelindungnya berkibar.

"Affan, Affan. Sekarang aku tahu bagaimana caranya membuat Affan luluh kepadaku."

[] [] []

Sekarang Hulya sudah berada di restoran tempat ia bekerja. Hari ini wanita berkerudung itu sangat senang. Ia akan terus mencoba mendekati Affandy hingga pria itu menyerahkan dirinya sendiri tanpa dipaksa.

Hulya tidak perlu terlalu keras berpikir bagaimana cara melunakkan hati pria itu. Karena saat ini, ia sudah memiliki rencananya sendiri.

Seperti biasa, suasana hati Hulya di kafe tersebut akan dikacaukan oleh seorang wanita berpenampilan modis. Dia adalah Tiffany. Wanita itu datang ke kafe sekadar untuk mengganggu Hulya.

"Ngapain lagi sih dia?" kesal Hulya.

Belum sempat Tiffany duduk, Hulya sudah menghampiri wanita itu.

"Halo, istri sah."

Tidak ada balasan dari Hulya. Ia langsung menarik lengan Tiffany dan membawa gadis itu keluar dari kafe.

"Sakit, Hulya!"

"Kamu pulang. Jangan ganggu pekerjaanku."

"Terserah aku dong. Itu bukan urusan kamu."

"Mau kamu apa sih? Aku nggak pernah ganggu kamu. Tapi kamu selalu cari ribut sama aku."

"Aku mau kamu minta cerai sama Andy."

"Jangan harap, Tiffany. Aku nggak akan melakukan itu."

"Kamu itu benalu, Hulya. Gara-gara kamu, aku jadi bertengkar sama Andy."

"Bagus kalau kalian bertengkar. Aku akan berdoa supaya kalian terus bertengkar."

"Kurang ajar kamu, ya," ucap Tiffany. "Kamu sadar diri, Hulya. Kamu itu nggak penting di hidup Andy."

"Tahu apa kamu soal dia? Kamu yang nggak penting di hidupnya. Makanya kalian bertengkar, kan?"

Hulya tersenyum miring, membuat Tiffany semakin marah.

"Kamu tahu kenapa kami bertengkar?" ucap Tiffany, memberikan jeda pada perkataannya. "Andy kangen tidur sama aku. Dan kemarin aku nggak menuruti permintaannya. Karena itu kami bertengkar."

"Ma-maksud kamu?"

"Hulya, Hulya."

Tiffany memutari tubuh wanita itu.

"Aku tahu, Hulya. Selama kalian menikah, Andy belum pernah menyentuh kamu. Sedangkan aku..."

Tiffany berdiri tepat di hadapan wanita itu.

"Jiwa raga Andy sudah aku miliki seutuhnya."

Hulya meradang. Kembali ia menarik tangan Tiffany dan membawa wanita itu sedikit menjauh dari kafe.

Plak!

Satu tamparan mendarat tepat di wajah Tiffany.

"Kamu!"

Tiffany menarik jilbab Hulya ke arah belakang.

"Hei!"

Suara seorang pria menghentikan aksi wanita itu.

"Kamu apakan pegawai saya?"

"Kenapa selalu kamu yang membela Hulya? Atau kalian punya hubungan spesial?" tanya Tiffany.

Vicky dan Hulya saling memandang. Perkataan Tiffany sudah melebar ke mana-mana.

"Aku bukan seperti kamu, Tiffany. Yang berpacaran sama—"

Ucapan Hulya terhenti. Jika ia melanjutkannya, Vicky akan mengetahui konflik rumah tangganya.

"Awas kamu, Hulya. Aku balas tamparan kamu tadi."

Tiffany berlalu pergi meninggalkan kedua orang itu.

Hulya tidak percaya jika suaminya benar-benar tidur dengan wanita lain.

"Kamu nggak apa-apa?"

"Mas... saya minta izin pulang?"

"Mau saya antar?"

"Nggak usah, Mas."

"Baiklah... Saya izinkan."

1
azzura faradiva
pantes aja ga ada yg baca,cerita sampah🤮😡
azzura faradiva
Thor..., please pemain perempuannya jgn di bikin lemah/menye².harus ambil sikap tegas menghadapi suami durjana macam dia,cerai aja udah!!!!
Mardzan J.: sabar sabar, baru juga beberapa part
total 1 replies
Tamirah
Kok ada suami model gini jadi istrinya kok yo betah,mbok ya minta cerai aja
Mardzan J.: sabar, nanti juga ada waktunya.
total 1 replies
azzura faradiva
kasih karma tu laki biar pedangnya karatan(impoten) biar ga banyak tingkah
Mardzan J.: sabar lho🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!