Alarice Jovelyn Dav Dewantara, atau Jove, adalah putri pertama keluarga Dewantara yang hidupnya nyaris sempurna. Namun, kesempurnaan itu runtuh dua hari sebelum pernikahannya ketika ia memergoki calon suaminya sedang bercinta dengan wanita lain di rumah yang telah mereka persiapkan untuk kehidupan setelah menikah.
Tanpa ragu, Jove membatalkan pernikahannya dan memilih menutup hati. Selama dua tahun, ia menenggelamkan diri dalam pekerjaan hingga membuat kedua orang tuanya khawatir.
Alaska Dewantara akhirnya memutuskan menjodohkan Jove dengan Nicholas Alvarendra, putra sahabat bisnisnya.
Nicholas adalah pria dingin yang juga memiliki luka yang sama. Ia pernah dikhianati tunangannya yang justru hamil dari sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Nicholas tidak lagi percaya pada cinta.
Dua hati yang sama-sama terluka akhirnya dipertemukan dalam sebuah perjodohan.
Mereka menikah tanpa cinta dan membuat kesepakatan untuk tidak saling berharap.
“Pernikahan kita hanya sebatas kertas, jangan berharap lebih.”
“Tenang saja, aku juga tidak ada niat menjalankan rumah tangga ini denganmu.”
Tapi, bagaimana jika dua orang yang sama-sama tidak percaya cinta justru perlahan menemukan kembali arti cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shann29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Hancur
Jove tiba di rumah, Jordi dengan setia mendampingi Kakaknya. Jihan Mommy mereka melihat dengan heran, pasalnya ini masih jam kerja dan kedua anaknya sudah ada di rumah.
“Jove, Jordi, kalian sudah pulang.” Namun ucapannya terjenti kala melihat wajah Jove yang sembab. “Jove apa yang terjadi denganmu?” Tanya Jihan dan Jove masih diam karena masih merasakan sakit di hatinya. Jihanpun melihat pada putra bungsunya. “Jordi apa yang terjadi dengan Kakakmu?”
“Mom, kita antar kak Jove ke kamar dulu, nanti aku janji akan menceritakannya.”
Jihan pun mengangguk dan mengusap pundak Jove. “Istirahatlah Sayang.” Jihan pun kembali berkata pada Jordi. “Antarkan Kakakmu untuk beristirahat, setelah itu Mommy tunggu kamu untuk bercerita.”
Jordi pun mengantar Jove ke kamar, memastikan sang Kakak beristirahat dengan nyaman. Setelah beberapa menit, Jordi kembali turun dan ternyata sang Mommy sudah menunggunya di ruang keluarga.
“Apa yang terjadi pada Kakakmu, Jord?” Tanya Jihan tak sabar.
“Mom, aku akan menceritakannya pada Mommy. Tapi Mommy janji jangan terlalu memikirkannya ya.”
“Ada apa, Jord? Jangan buat Mommy penasaran.”
Jordi menghela nafasnya. “Azril mengkhianati Kak Jove, dia bahkan membawa wanita ke rumah yang Daddy berikan untuk Kak Jove dan bercinta dengan wanita lain di ranjang Kak Jove.”
“Apa?” Jihan merasa terkejut sekali.
“Mom please ingat kesehatan Mommy. Jo dan Daddy sudah mengurus semuanya.” Kata Jordi menenangkan.
“Pernikahan itu harus batal, Jord. Mommy tidak ingin seumur hidup kakakmu di habiskan dengan pria breng*sek seperti Azril.”
“Mommy tenang saja, Jo sudah mengatasi semuanya. Bukan hanya pernikahan yang batal, tapi kerjasama dengan perusahaan keluarga Azril kita hentikan sepihak.”
Jihan mengusap pelipisnya, ia bisa merasakan kesedihan putri sulungnya. Dulu saja Jihan pernah berada di posisi Jove, tepatnya saat Jihan mengandung Jove dan melihat Alaska tengah di cium wanita lain, tetapi kondisinya berbeda karena dulu Alaska sedang hilang ingatan, sementara Azril melakukannya dengan penuh kesadaran.
Jordi kembali ke kantor karena masih harus menghandel beberapa pekerjaan, sementara Jihan naik ke atas kamar Jove dan melihat putrinya yang sudah terlelap. Jihan mengusap lembut kepala Jove, memandangi wajah putrinya yang cantik.
Sementara itu, Alaska kembali bekerja meski pikirannya terus tertuju pada Jove, putri kesayangannya. Alaska melemparkan pulpen kala tidak bisa fokus dan teringat akan tangisan Jove dipelukannya beberapa saat lalu.
“Shittt.” Umpat Alaska lalu berdiri dari kursi kebesarannya. “Memangnya siapa dia berani menyakiti putriku.”
Pintu ruangan terbuka dan terlihat Beni asistennya masuk ke dalam ruangan Alaska dengan membawa beberapa berkas. “Pak, keluarga Winata menuntut pinalty atas pemutusan kerjasama sepihak.”
“Masih berani mereka menuntut?” Tanya Alaska dengan emosi.
“Tuan muda Jonathan sudah memancingnya untuk datang kemari, bukti-bukti masih berada di tangan tuan muda Jo.” Kata Beni kembali.
Alaska menganggukan kepalanya, Jonathan dan Jordan adalah sepasang anak kembar keluarga Dav Dewantara yang tidak bisa di saingi kecerdasan dan begitu pintar mengecoh lawan dengan strateginya.
Benar saja, setelah satu jam Fandra Winata yang tak lain ayah dari Azril Winata datang menemui Alaska.
“Pak Alaska, kenapa anda menarik proyek anda dari proyek kami?” Tanya Fandra.
Alaska menaikan satu halisnya. “Anda datang langsung menanyakan proyek?” Tanya Alaska. “Tidak menanyakan pernikahan anak kita yang saya batalkan sepihak?” Tanyanya sinis.
Fandra membisu, ia melupakan soal pernikahan putranya yang juga di batalkan sepihak.
Alaska melempar beberapa lembar foto yang tadi sempat ia remas ke hadapan Fandra. Fandra menatapnya dengan tatapan penuh keterkejutan. Melihat putranya bercinta dengan keponakannya sendiri. Namun keserakahannya menutup rasa empatinya.
“Anda bisa membatalkan pernikahan dengan sepihak karena itu hak anda, tapi tolong jangan campur adukan masalah pribadi ke dalam proyek kita. Bukan saya saja yang rugi, anda pun juga rugi, Pak Alaska.”
Alaska tersenyum mengejek. “Saya lebih baik rugi dari pada harus memberikan keuntungan pada keluarga dan perusahaanmu.”
“Ya itu benar.” Sahut Jonathan yang masuk kedalam ruang kerja ayahnya. “Kami tidak ada kompromi lagi dengan proyek itu, kami akan menarik semua investor juga pekerja dari proyek itu.”
“Tidak, kalian tidak boleh melakukan hal ini pada kami.” Ucap Fandra.
“Tentu saja kami bisa, memutus proyek dengan anda tidak akan membuat Dewantara Grup bangkrut, tapi tidak dengan perusahaan kalian yang perlahan akan hancur seperti putra kalian yang menghancurkan putri keluarga Dewantara.” Telan Jonathan.
“Akan aku bawa ke jalur hukum.” Ucap Fandra tak menyerah.
“Silahkan.” Jonathan mendekat ke arah Fandra. “Dan akan ku pastikan skandal keluargamu viral di media sosial.” Jonathan tersenyum mengejek. “Putra keluarga Winata bersetubuh dengan sepupunya sendiri di rumah calon istrinya.” Ucapnya penuh penekanan.
Membuat Fandra tak bisa berkata apapun.
“Pak Fandra, dari pada anda menghabiskan waktu disini, lebih baik anda pulang dan menghajar putramu yang menjijikan itu.” Jonathan menjeda kalimatnya sejenak. “Menggantikan aku yang begitu ingin menghajarnya mati-matian.”
“Pergilah.” Kata Alaska dengan dinginnya. “Saya pastikan Dewantara Grup tidak akan pernah berhubungan kembali dengan seluruh keluarga Winata.”
Fandra mencoba memberontak dan Jordi datang membawa dua security yang akan menyeret Fandra untuk keluar.
Sejak hari itu seluruh hubungan keluarga Dewantara dengan keluarga Winata putus. Meski mengalami kerugian tetapi keluarga Dewantara sanggup menutupnya karena perusahaan mereka begitu besar, tidak seperti perusahaan keluarga Winata yang terancam mengalami kebangkrutan.
Alaska pulang dan Jihan menyambutnya. Meski mereka sedang bersedih karena putri mereka yang disakiti, namun sebisa mungkin mereka tetap seperti biasa agar Jove tidak terus terpuruk.
Alaska mengambil cuti dan menemani Jove untuk berlibur di resort pribadi keluarga Jihan. Sementara seluruh pekerjaan di Dewantara Grup di ambil alih oleh Jonathan dan Jordan.
Azril dan Maya mendapatkan sanksi, keluarga yang masih satu keluarga Winata begitu murka pada Azril dan Maya. Karena kesalahan Azril, membuat Fandra harus menyerahkan perusahaannya pada adiknya yang memiliki seorang putra, dan kedudukan Azril tentu saja digantikan. Sementara Maya, keluarganya memilih mengasingkan Maya ke luar negri, Maya diberikan pekerjaan di sebuah perusahaan kecil yang masih memiliki kekerabatan dengan keluarga Winata. Pekerjaan itu begitu mengikat Maya sehingga Maya tidak bisa meninggalkan pekerjaanya.
Sementara itu, rumah yang dibelikan oleh Alaska untuk Jove pada akhinya di hancurkan, sesuai dengan keinginan Jove yang tidak ingin ada jejak sedikitpun di masa lalunya. Rumah itu di rubuhkan meski banyak yang menyayangkannya.
Jove menatap dingin video call dari Jordy yang memperlihatkan rumah mewahnya yang tengah di rubuhkan, tidak ada lagi tangisan, tidak ada lagi senyuman, yang ada kini hanya Jove dengan hatinya yang mati. Hatinya sudah hancur seperti rumah yang kini tersisa puing-puingnya saja.