NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Oliver dan Zafana mereka tidak kembali ke kampus karena mereka mendapatka kabar kalau Aileen Kepeleset dan jatuh dari tangga.

Keduanya sudah sampai dihalaman mansion milik Rina. Dengan perasaan cemas Oliver segera menggandeng tangan Zafana untuk segera masuk bersamanya. Kedatangan mereka langsung disambut oleh maid yang ada disana.

“Tuan muda”ucap salah satu maid setelah membukakan pintu untuk Oliver dan Zafana.

“Dimana anak-anak?”tanya Oliver“

Di kamar tuan, ada non Aqila juga disana”jawab maid itu.

Oliver mengangguk lalu membawa Zafana masuk kedalam sebuah kamar dengan cat pintu warna coklat. Langkah kaki Oliver mulai cepat dan genggamannya mulai terlepas saat mendengar tangisan Aileen yang lebih kencang dari sebelumnya.

“Sayang, apa yang sakit nak?”tanya Oliver saat dirinya sudah berada tepat disamping Aileen yang berbaring diatas kasur.

“Papa...sakit”Aileen menangis dalam pelukan Oliver.

“Kita ke rumah sakit sekarang ya”ucap Oliver.

Aileen menggelengkan kepalanya, “Ai takut, papa”

“Ada papa disini sayang, Ai gak perlu takut”jawab Oliver.

“Kakak mama...” Oliver menoleh saat Zafana baru saja masuk kedalam kamar.

“Kak Zafa, akhirnya kakak datang juga”ucap Aqila sambil menggandeng tangan Zafana untuk segera berjalan menuju kasur Zafana.

“Ai lihat, kakak mama datang buat Ai”ucap Enzi.

Zafana tersenyum lalu membungkukan tubuhnya mengusap puncak kepala Aileen,

“Ai kenapa bisa jatuh?” Suara lembut Zafana seolah menghipnotis Aileen sehingga tangisannya berhenti.

“Ai lagi main kejar-kejaran sama Enzi, Ai kepleset ditangga”jawab Aileen dengan nada sendu dan air mata yang membendung dipelupuk matanya.

“Apa yang Ai rasakan sekarang?”tanya Oliver.

“Badan Ai sakit semua...”jawab Aileen kembali

menangis. Zafana kembali mengusap puncak kepala Aileen dengan lembut.

“kalau gitu kita ke dokter ya sayang, biar diobatin sama dokter dan Ai gak sakit lagi deh”

“Ai takut disuntik”jawab Aileen dengan bibir yang mengerucut.

“Yah, padahal kakak mau kasih apapun kalau Ai mau ke dokter”ucap Zafana dengan nada kecewa yang dibuat-buat.

“Sesuatu apa?”tanya Ai penasaran.

“Apapun yang Ai mau, kakak akan kabulkan”jawab Zafana. “Kakak mama janji?”tanya Aileen.

Zafana mengangguk yakin, “janji kalau Ai mau ikut kakak sama papa ke dokter” Aileen tersenyum lalu mengangguk.

“Ai mau” Zafana tersenyum, begitupun dengan Oliver yang sejak tadi memperhatikan dari belakang Zafana

Dengan segera Oliver beranjak dan mengangkat tubuh Aileen perlahan kedalam gendongannya. Ia tersenyum dangat berbeda dari biasanya pada Zafana sebelum akhirnya berjalan keluar lebih dulu. Enzi menggenggam tangan Zafana lalu menariknya keluar kamar dengan Aqila yang mengikuti dari belakang. Mereka akhirnya membawa Aileen ke rumah sakit dengan beberapa menit menunggu didepan ruang pemeriksaan. Enzi sejak tadi terduduk dengan nyaman diatas pangkuan Zafana sambil sesekali memainkan jemari Zafana. Oliver duduk disampingnya sambil sesekali mendengar obrolan kecil antara Enzi dan Zafana.

“Tangannya masih sakit gak?”tanya Zafana. Enzi menggelengkan kepalanya,

“udah enggak, Enzi udah bisa mam sendiri juga”

“Wahh, pintar dong”puji Zafana dengan tangan yang terus mengusap lembut pergelangan tangan kanan Enzi.

“Tadi Enzi sama Ai dibelikan mainan sama tante jahat, tapi Enzi gak suka mainan robotnya”ucap Enzi.

“Kenapa gak suka? Bukannya Enzi suka mainan robot?”tanya Zafana.

Enzi mengangguk, “tapi kalau tante jahat yang kasih Enzi gak suka”

“Enzi gak boleh gitu, siapapun yang kasih Enzi mainan, makanan atau apapun itu harus diterima dengan baik”ucap Zafana lembut.

“Tapi tante itu jahat, udah lukain tangan Enzi”jawab Enzi.

“Iya, tapi kan tante itu ngasih mainan ke Enzi niatnya baik, gak jahat”ucap Zafana.

Enzi terdiam lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Zafana dengan mata terpejam, lalu dengan sayangnya Zafana mengusap pipi gembul Enzi hingga bocah itu semakin nyaman berada didalam dekapan Zafana.

Melihat itu Oliver beringsut lalu ikut mengusap puncak kepala Enzi sekilas lalu kembali duduk berjarak dengan Zafana.

Beberapa menit kemudian dokter keluar membuat Oliver segera bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri dokter perempuan itu.

“Gimana dok keadaan anak saya?”tanya Oliver

“Keadaan anak bapak baik-baik saja, ada beberapa bagian yang mengalami pembengkakan dan tidak begitu serius, hanya perlu istirahat yang cukup dan pengawasan yang ketat juga”jelas dokter itu.

“Tidak ada hal serius yang lainnya dok?”tanya Oliver memastikan.

“Tidak pak, tapi mungkin untuk beberapa hari kedepan tangan sebelah kiri nya sedikit kehilangan fungsi karena benturan yang dialami cukup keras dibagian tangan kiri anak bapak dan ibu”jawab dokter itu sontak membuat Zafana menunduk.

“Apa tidak berbahaya dok?”tanya Oliver.

“Tidak pak, memang ini sering terjadi setelah seseorang jatuh terbentur, karena untuk membentuk komponen nya kembali itu membutuhkan proses yang cukup lama”jawab dokter itu.

Oliver mengangguk, “baik dok, terimakasih”

“Baik pak, kalau gitu saya permisi”ucap dokter itu lalu beranjak pergi.

Oliver menunduk menatap Zafana yang masih mengusap pipi Enzi dengan lembut dan tatapan yang menghangatkan.

“Kamu mau ikut kedalam gak?”tanya Oliver membuat Zafana mendongak.

“Udah boleh dijenguk, pak?”Zafana balik bertanya.

Oliver hanya mengangguk lalu berjalan masuk kedalam ruangan Aileen diikuti Aqila.

“Ayo, kak”ucap Aqila.

Zafana mengangguk lalu segera menuntun Enzi yang langsung membuka matanya untuk masuk kedalam ruangan Aileen.

“Mama!”ucap Aileen membuat Zafana segera menghampirinya

“Gimana habis diperiksa dokter?”tanya Zafana.

Aileen tersenyum, “gak papa kok, ma..dokter nya baik”jawab Aileen membuat Zafana ikut tersenyum sambil mengusap pelan pipi Aileen.

“Ai, untuk sementara Ai harus banyak istirahat ya, jangan banyak main..tadi dokter bilang ke papa kalau Ai harus banyak istirahat”ucap Oliver.

Aileen merengut, “terus Ai harus ngapain papa?”

“Ai bobo aja, jangan kemana-mana”Aqila menjawab.

“Ih masa boboan aja sih?”tanya Aileen tidak terima.

Oliver terkekeh lalu mengusap kepala Aileen pelan, “pokoknya sekarang harus banyak istirahat ya, papa harus keluar dulu mau antar Enzi sama kakak Qila pulang, Ai tunggu disini sama kakak mama ya”

Aileen mengangguk, “papa hati-hati, Enzi sama kak Qila juga hati-hati”

Enzi mengangguk lalu melambaikan tangannya pada Aileen, “cepat sembuh Ai”

“Saya titip Aileen sama kamu ya Zafa”ucap Oliver,

Zafana mengangguk, “iya pak, hati-hati di jalan bapak, Enzi sama Qila”

Oliver mengangguk sambil mengusak puncak kepala Zafana pelan lalu menuntun Enzi untuk keluar dari ruangan itu secara bersamaan meninggalkan Zafana didalam ruangan itu bersama Aileen.

“Mama, sebenernya badan Ai masih sakit semuanya”ucap Aileen jujur pada Zafana.

“Ai, mau kakak panggilin dokter?”tanya Zafana seketika menjadi panik.

“Gak usah mama, Ai mau mama disini aja temenin Ai”jawab Aileen.

Zafana mengangguk lalu duduk dikursi samping ranjang Aileen dengan sebelah tangan yang digenggam oleh Aileen dan sebelah tangannya lagi mengusap lembut puncak kepala Aileen.

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!