NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria baik pemberi jajan

Esoknya, pagi-pagi sekali, Azarin berjalan menuju warung makan miliknya bersama Mia di gandengannya.

"Ibu, Olang kemalin itu ciapa?"

Hening.

Tatapan Azarin pada jalan berubah kosong. sementara sang putri menatap lekat wajah ibunya penuh tanda tanya.

Cukup lama wanita itu terdiam, sebelum akhirnya menoleh pada sang putri. Senyum manis terbit di bibirnya.

"Cuma orang asing sayang."

Mia mengerjab kecil, ada keyakinan 100% kalau ibunya itu berbohong.

Pertama kali Mia melihat wajah Fajar. Ia seperti tak asing, seolah pernah mengenal tapi ia juga tak ingat.

Mia memanyun kecil, menatap jalanan dengan satu tangan setia di gandengan ibunya. Ia relfeks menatap tangan sang ibu yang tiba-tiba menggenggamnya begitu erat. Saat melihat wajah ibunya, gurat cemas dapat Mia tangkap dari ekspresi Azarin.

"Mama takut?"

Pertanyaan Mia mengejutkan ibunya. Azarin refleks menggeleng, tersenyum tipis, merunduk menatap putrinya lembut.

"Ngga sayang, ngapain mama takut?"

Pandangan Mia beralih ke arah tangan besar di genggamannya, "Tapi tangan mama kenceng banget megang Mia, mama juga gemetal."

Bungkam langsung bibir Azarin. Beralih menatap jalanan lagi seraya mempercepat jalan kaki mereka.

Senyum Azarin merekah saat melihat warung makan miliknya sudah terlihat di ujung sana. Segera mengangkat tubuh sang putri dalam pelukannya.

"Lihat Mia, kita sudah sampai!" heboh wanita itu.

Namun Mia tidak. Tatapannya terus melekat pada tatapan dan ekspresi Azarin yang dijual terpisah.

"Mama kenapa? Kenapa mama cepelti ketakutan? Apa olang kemalin jahat cama mama?"

Banyak pertanyaan liar di benak Mia. Namun ia memilih untuk tidak membuat mamanya semakin khawatir. Seolah tidak pernah melihat apapun, Mia akan bersikap seperti biasanya.

"Azlil!" seru Mia saat melihat Azril duduk-duduk sambil bermain handphone di depan toko buku ibunya.

Azril yang mendengar namanya dipanggil itu menoleh. Senyumnya merekah, melambai ke arah sahabatnya, "Mia!"

Gadis kecil itu segera turun dari gendongan ibunya, berlari ke arah Azril.

Senyum Azarin merekah kecil, menggeleng pelan melihat keakraban keduanya yang begitu erat.

"Hati-hati yah sayang mainnya!" seru Azarin melambai, yang dibalas lambaian balik sang putri.

Azarin pun masuk ke dalam warung, sementara Mia duduk di samping Azril.

Suasana yang tenang, depan toko yang dipenuhi bunga krokot warna-warni itu membuat Mia betah berlama-lama di toko buku Tante Naya.

"Azlil kamu main apa?" tanya Mia melongok ke benda yang Azril genggam.

Azril menoleh sekilas, kembali fokus pada game di handphone mamanya.

"Aku main tembak-tembakan, Mia." ucapnya tanpa menoleh, begitu fokus memencet -mencet handphone.

"Kata mama kita gaboleh lama-lama main hp, Azlil."

Anak kecil itu lantas menoleh, "Aku cuma minjam bental dali mama. Suutt...jangan bilang-bilang ya..." bisik anak kecil.

Mia melongo, "Hoo....kamu nyuli yaaa?" todongnya.

Azril spontan menggeleng, "Udah dibilang nanti aku kembalikan."

"Azlil menculi itu tidak boleh. Cepat cana kembalikan, nanti kamu dimalahin Tante Naya lho. Mending kita ke telnak Pak Capto." kekeh Mia berbisik.

Azril memanyun kecil, ia tatap Mia dan handphone di tangannya bergantian. cukup berat meninggalkan game-nya karena lagi seru-serunya. Namun mendengar nanti dimarahi mamanya dia takut juga.

"Ayoo...kita liat kambing Pak Capto...Azlil." mohon Mia turun dari duduk, menarik-narik tangan Azril.

Kalo Mia sudah merengek gini mana mungkin Azril menolak. Anak kecil itu pun menurut, turun dari kursi.

"Iya-iya deh....aku masukin handphone ini dulu ke dalam yah."

Yang langsung dibalas anggukan oleh Mia.

Selesai menempatkan handphone di tempat semula, Azril segera membalas uluran tangan Mia. Berlari kecil menuju rumah belakang dimana tempat ternak Pak Sapto berada.

Baru saja mereka berbelok dari toko buku. Langkah mereka terhenti tatkala ada seseorang yang memanggil Mia.

"Miaa..." bisik seseorang.

Mia dan Azril kompak menoleh. Bola mata Mia menatap lekat sosok pria yang tidak asing di depannya.

Sementara Azril, kening anak kecil itu mengerut. Anak kecil itu segera berdiri di depan Mia, seraya merentangkan tangannya untuk melindungi gadis kecil sahabatnya itu.

"Ciapa kamu?! Kamu penculik ya?!" seru Azril garang.

Pria itu adalah Fajar.

Ia tatap lekat wajah Mia yang menatapnya polos di belakang Azril. Matanya meleleh melihat betapa cantik putrinya dilihat dari dekat gini.

Cukup lama pria itu terdiam, sebelum akhirnya tergagap dan segera mengeluarkan tote bag berisi banyak makanan dan hadiah untuk Mia.

"Hallo, Mia...masih ingat om yang kemarin tidak?" tanya Fajar tersenyum manis.

Mia melongo, menatap polos pria dewasa di depannya. Ia segera keluar dari balik Azril. menatap Fajar intens.

"Anda ciapa? Anda yang kemalin cole kan?" tanya Mia polos.

Fajar tatap haru sang putri, mengangguk antusias. Ia segera memberikan Tote bag besar itu kepada Mia.

"Mia mau jajan?"

Mendengar kata jajan, gadis kecil itu langsung melompat dan bersorak sorai penuh rasa bahagia.

"Mau!!" hebohnya.

Fajar segera menyodorkan tote bag itu, namun langsung di tepis kasar oleh Azril.

"Anda olang asing! Pelgi dari kami!" usir Azril penuh rasa waspada.

Tatapan Fajar kini beralih ke arah Azril, tersenyum manis. Ia acak rambut Azril kecil gemas, lalu mengeluarkan dua tote bag untuk mereka berdua.

"Nih...om kasih satu-satu. Tapi janji sama om yah, jangan bilang siapa-siapa okey?"

Meski Azril waspada, dia dikasih juga pun ikut penasaran juga akhirnya. Melongok takut-takut ke dalam isi tote bag.

Dan saat melihat aneka jajanan dan buah-buahan, tanpa fikir panjang Azril langsung menyambar tote bag miliknya lebih dulu. Tersenyum ramah ke arah Fajar.

"Makaci om!"

Mia tatap malas sahabatnya itu heran, "Tadi nolak...cekalang malah ambil lebih dulu."

Azril tak menggubris karena ia sudah lebih dulu melahap buah apel miliknya. Sementara Fajar kini kembali menatap sang putri. Ia sodorkan tote bag warna pink kepada Mia.

Gadis kecil itu pun tak ada lagi rasa curiga. Alhasil menerima saja pemberian dari pria asing di depannya.

Dan saat ia memakan buah dan ternyata lezat dan manis, senyum manis terbit di mulut penuh makanan itu.

"Enak banget! Makaci om!" seru Mia senang.

Fajar tatap haru putri yang belum mengetahui identitas nya itu, mengelus lembut pucuk kepala Mia.

Tak puas hanya mengelus, Fajar lantas menarik tubuh Mia ke dalam pelukannya. Menangis sesegukan. Hal itu menghadirkan tanda tanya di benak Mia dan Azril.

"Om kenapa nangis? Om kelilipan?" tanya Mia kecil, dengan polos menghapus air mata di pipi Fajar.

Pria itu tersenyum haru, tak mampu menahan tangisnya. Perhatian yang putrinya beri memberikan rasa semangat di hati Fajar.

Cukup lama pria itu memeluk, sebelum akhirnya ia melepasnya, berdiri perlahan.

"Om pergi dulu yah, lain kali om mampir lagi. Dadahh....." pamit Fajar melambai, segera pergi dari sana sebelum ketahuan oleh orang.

Mia tatap Fajar dari pria itu memeluknya, hingga masuk ke mobil di sebrang sana. Begitu intens dan mengunci.

"Mia, om tadi mukanya milip kamu yah?"

1
Rahma Inaya
azrin ngajk silaturhmi bibir gk knl tempt jgn sekli kli km bangunkn macan tdr krn kku dia tebangun siap memangsa mu.tnp knl tempat .skrg br ngakui ank km fajar kmnr2 kmn qjq darg dging sendru mau di buqng
Rahma Inaya
semoga mia bs meluluhkn hati bu dean dab merestui nya
Rahma Inaya
azrin jgn lagi km menoleh keblkng ttp kedepan masa.depn menantimu .biarkn fajr mau masuk rumh sakit mau depresi krn tu mmg pantas utk dia
Rahma Inaya
karma mu di bayr kontan fajar ..
Rahma Inaya
malu sendri fajr dpt istri sdh speak bidadari di lepas malah milih yg mirip ondel2
Rahma Inaya
ank kecil aja tau riasan mirip ondel2 .sekrg km menyesal fajar klu azrin bs bahgia tnp mu dan mendptkn calon suami lebih kaya dr km fajr
Rahma Inaya
hahaha ank kecil aja tau klu riasan mirip ondel2
Rahma Inaya
papa baru bs membahagikan mia melebihi papa kandung nyq
Rahma Inaya
semoga ibu nya dean merestui hub dean dan azrin
Rahma Inaya
semoga ibu nya dean merestui hub dean dan azrin
Rahma Inaya
dean akn syg dan tulus ttm mia malh kasih sayg nya nnt tdk di dpt dr ayah kandung nya fajar yh mn tega mau buang mia ke panti asuhan demi mau nikahi pelakor rela buang istti dan anknyq
Rahma Inaya
ya ..cr azrin krn istri muda mu gk bs hamil dan ibu mi sllu merengek mnt cr smpe ktm azrin dan mia coba klu km punya ank dr pelakor mn mkn km cr2 azrin dan mia tuhan tu adil karma di bayr dgn kontan
Rahma Inaya
awas azrin hati2 nnt fajar ambil hak asuh mia .mknya km hrs perawatn seridknya utk dr mu sendri bkn utk orng lain
Rahma Inaya
semoga dean berjodoh dgn azrin
Rahma Inaya
makasih thor terkabul doa ku istti ke dua gk bs punya ank .sdh punya ank cantik,gemes dan lucu mau di buang ke panti sekrg kena karma allah murka gk guna hidup kaya tp ank gk punya
Rahma Inaya
wanita kedua yg km jadikan istri blm lama km nikahi sdh byk ngatur km akn menyesal sdh menyiak nyiakan azrin moga di pernikahn kedua mu ssh dpt punya ank
Rahma Inaya
good azrin wanita pintr biar aja dia.selingj yg pentg aset beharga ada di tangan mu pergi sejauh mingkin
Rahma Inaya
bawk semua yg beharga yg mmg hak km azrin tglkn suami kang singkuh
Cicih Sophiana
serba salah ya Nay..
Maria Magdalena
itu tante menor tante jalang mia tante murahan yg maunya harta doang 😁 tante mata duitan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!