NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Memulai perang

...Chapter 15...

...----------------...

Setelah menunggu hampir setengah jam, Beberapa orang yang di undang akhirnya datang.

"Perkenalkan, Namaku Felix. Satu-satunya adik kak rosely. Umurku 16 tahun." Ucap seorang anak lelaki berkulit putih dengan tinggi 160, Dia anak kedua dari keluarga Samuel, Felix samuel.

"Kyaa...lucu sekali, Adik-mu ini aku tak pernah melihatnya." Ucap Riana merasa gemas mencubit sebelah pipi Felix.

"Tentu saja, Dia itu anak yang tertutup. Susah sekali di ajak kemana-mana." Ucap rosely, Riana pun mengangguk.

"Adik-mu sangat lucu." Puji Clarissa, Felix terlihat malu tetapi kini tatapannya langsung menciut melihat seseorang di sebelah Clarissa.

"Halo semua, Terima kasih sudah mengundangku." Tora datang dengan senyuman manisnya, Sesekali melirik keberadaan Axion yang duduknya sangat dekat dengan Clarissa.

"Kak Tora! Selamat datang, Aku yang mengajakmu sebagai pasanganku ya." Ucap Nasya menegaskan, Riana pun tertawa karna merasa lucu.

"Oke baiklah-baiklah." Pasrah Tora, Ia duduk tepat di hadapan Clarissa sebelah Nasya. Sekarang tersisa Riana dan Mia yang bangku sebelahnya masih belum terisi.

"Nona Clarissa, Ada tamu lagi. Katanya dia teman tuan muda Alexion." Ucap Sera, Clarissa pun mengizinkannya masuk.

"Hai semua, Saya Kevian Candra Teman dekat tuan muda Alexion." Ucap Kevian tersenyum, Kedua matanya mengedar menatap satu persatu manusia di sana. Matanya jatuh pada seorang gadis yang nampak familiar.

"Kau ingin duduk di mana? Tersisa 2 bangku." Ucap Axion dengan datar,

"Mau duduk bersama-ku?" Tanya Riana tersenyum semanis mungkin.

"Tidak, Aku duduk di sebelah sana saja." Ucap Kevian, Pemuda itu segera meletakan bokongnya di sebelah Mia yang sedang terpaku. Wajah gadis itu kembali memerah seperti kepiting rebus.

"Huh...Menyedihkan sekali." Riana cemberut sedih.

"Nona Clarissa, Ada tamu lagi." Ucap Sera, Clarissa menatap semua orang, Bukankah sudah lengkap?

"Aku mengundang kakak-ku." Ucap Mia, Alexion dan Kevian terlihat jengah. Lagi-lagi bertemu Luzkay, Pria menjengkelkan itu.

"Selamat sore. Wah ramai yaa." Luzkay datang dengan pakaian rapih. Ia juga menggunakan kacamata style. Menambah kesan ketampanannya.

"Kakak, sini." Mia menyuruh kakaknya untuk mendekat, Luzkay berjalan dengan wajah datar sesekali melirik beberapa orang yang berada di ruangan.

"Siapa itu yang di sebelahmu? Katanya kau tidak punya pasangan?" Tanya Luzkay menatap wajah tak asing Kevian, Adik kelasnya.

"Sekarang ada, Aku pasangannya." Ucap Kevian.

"Sejak kapan aku mengizinkan kau berpasangan dengan adik-ku? Enak saja." Ucapnya dengan wajah Kesal.

"Kak Luzkay, Ini hanya untuk seru-seruan saja. Bukan pasangan asli." Ucap Clarissa menengahi.

"Iya, Kakak duduk bersama nona Riana saja. Di sana." Unjuk Mia pada Riana yang sedang berbinar sekarang.

"Bukankah kau hanya mengundang para gadis, Mengapa ada laki-laki di sini?" Tanya Luzkay pada Clarissa, menatap satu persatu laki-laki di sana.

"Kakak benar, Cuma karna kebetulan ada Axion. Jadi aku memperbolehkan mereka mengajak siapapun ke sini, Sebagai rasa tak enak-ku." Ucap Clarissa, Luzkay menatap Clarissa dengan wajah meneliti. Dari atas sampai bawah.

"Jaga matamu!" Kesal Axion, Ia terlihat seperti siap menerkam siapapun.

"Eh...kakak, Bagaimana jika aku menjadi pasanganmu, Kebetulan pacarku tak bisa datang." Ucap Riana, Luzkay menatap datar Riana.

"Kenapa aku harus berpasangan dengan-mu, Aku tidak tertarik padamu." Tolak Luzkay mentah-mentah.

"Baiklah...jika tidak mau, Aku tidak memaksa." Ucap Riana gelagapan.

"Kakak! Jangan seperti itu!" Teriak Mia, Bangkit dari duduknya. Ia menarik rambut Luzkay dengan kasar, Seperti sudah terbiasa.

"Aww...Jangan menarik rambutku." Luzkay mendorong Mia hingga gadis itu kaget.

"Dasar kau, Kakak gila!" Teriak Mia kembali menarik kasar rambut Luzkay. Luzkay sibuk mencengkram tangan adiknya agar melonggarkan tarikannya.

"Aku tak menyangka nona Mia punya sisi seperti ini." Ucap Riana terkekeh.

Seisi ruangan itu menatap perdebatan kedua saudara itu dengan wajah berbeda-beda. Rosely, Riana, Nasya, Clarissa dan Felix tersenyum lucu, Sedangkan Axion memutar bola matanya malas. Kevian dan Tora sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Clarissa, Jangan melihat itu." Axion menutup kedua telinga Clarissa. Dan menahan kepalanya untuk terus menatapnya saja.

Diam-diam Tora mengepalkan tangannya, Tetapi wajahnya tetap tersenyum seperti biasanya.

"Sudahlah, Kalian jangan bertengkar. Tidak enak di lihat tau." Ucap Riana mencoba melerai, Mia pun melangsung melepaskan rambut Luzkay yang terlihat berantakan.

"Aku membencimu!" Teriak Mia menghentakkan kakinya, Gadis itu berlari keluar, Clarissa melihatnya dengan khawatir, Ia langsung mengejar Mia.

"Haduh, Kalian memang selalu ribut ya?" Tanya Riana heran.

"Nona Mia pasti merasa malu, Kita melihatnya bertengkar dengan kakaknya." Ucap rosely merasa tak enak.

"Pertengkaran itu kan biasa, Tetapi kak Luzkay terkenal dingin kan, Ternyata dia sangat jahil dan menyebalkan aslinya." Ucap Riana.

"Kau benar, Padahal aku hampir jatuh cinta padanya tadi." Ucap Nasya.

"Seleramu memang unik, Aku tidak bisa meragukan." Unjuk jempol Riana pada Nasya. Gadis itu pun mengerucutkan bibirnya tak terima.

Axion keluar mengejar Clarissa, Tora yang melihat itu pun tak tinggal diam. Ia juga berjalan mengejar Axion dengan tatapan elangnya.

"Kau keterlaluan ketos." Ucap Kevian mendatangi Luzkay,

"Memangnya apa salahku?" kesal Luzkay heran, Padahal adiknya yang menarik rambutnya.

"Seharusnya kau pasrah saja, Dan dia kan menyuruhmu datang ke sini untuk menemaninya, Tapi kau malah bersikap dingin pada temannya, Dia jadi malu." Ucap Kevian.

"Ku lihat kau begitu memahami adik-ku, Kau mengenalnya?" Tanya Luzkay menyelidik.

"Waktu pesta kemarin aku bertemu dengannya, Tapi aku tidak mengenalnya." Ucap Kevian jujur, Luzkay menatap Kevian yang merasa pemuda itu mulai menjaga sikap di depannya. Ia tahu bahwa pemuda itu tertarik pada adiknya.

"Aku beritahu saja, Adik-ku itu terlalu serius. Itu karna ia jarang sekali memiliki teman. Hanya Clarissa saja. Dan setiap aku mengajaknya bercanda dia terlihat kaku."Ucap Luzkay menjelaskan.

"Aku tau, tapi dia juga gadis yang selalu ingin di perhatikan. Dan walaupun terlihat dewasa. Dia juga terlihat ingin sekali di mengerti." Ucap Kevian, Luzkay menatap kevian dengan wajah kesal.

"Jangan sok mengenal adik-ku, Akan aku beritahu satu hal. Aku tidak mengizinkan-mu mendekati adik-ku." Ucap Luzkay dengan kesal, Ia berjalan keluar mengejar Mia.

Luzkay keluar dengan wajah dingin dan langkah besar, Ia menatap dua orang pemuda yang sedang menatap Clarissa dan mia dari jauh. Ia tahu bahwa ia sudah keterlaluan pada adiknya, Tetapi jujur saja. Ia tak suka mendekati seseorang yang tidak ia sukai.

Mia terlihat mengusap air matanya, Ia merasa malu menatap Clarissa. Padahal ia sudah berusaha bersikap dewasa dan pengertian sebagai teman, Tetapi hari ini. Clarissa akan tau sifat aslinya yang cengeng dan kasar.

"Tidak apa-apa, Kau tidak salah Mia." Ucap Clarissa menenangkan,

"Aku bukan teman yang baik untuk-mu, Aku lebih buruk dari Robert itu kan?" Tanya Mia berlinang air mata.

"Tidak, Kau lebih baik seribu kali darinya, Jangan menangis." Ucap Clarissa.

"Clarissa, Apa maksudmu?" Clarissa menoleh, Ia menatap Robert yang kini menatapnya dengan wajah tak terima. Pemuda itu ternyata baru pulang. Ia masih memakai seragam sekolahnya.

Melihat keberadaan Robert, Axion yang awalnya hanya melihat dari jauh. Ia langsung berjalan mendekat tetapi tiba-tiba kakinya seperti tersandung sesuatu. Sehingga kini ia tersungkur.

"Aduh...kau tidak apa-apa?" Tora juga terjatuh duduk, Lelaki itu bertanya pada axion dengan wajah khawatir. Tetapi Axion bukanlah orang yang tidak peka. Tidak ada apapun yang menghalangi jalannya. Tetapi mengapa ia bisa terjatuh?

Luzkay tersenyum tipis, Sepertinya kedua orang yang berada di hadapannya sudah memulai perang. Axion tidak terjatuh tanpa alasan, Kaki seseorang membuatnya terjatuh.

"Ketua OSIS, Apa kau melihat sesuatu?" Axion berdiri sendiri dan bertanya dengan tatapan tajam pada Luzkay yang jelas berada di belakang mereka. Tora terlihat santai dan bersikap seperti biasanya.

"Tidak ada, Ku rasa kau butuh air putih." Ucap Luzkay terkekeh, Ia berjalan mendahului kedua pemuda itu menuju adiknya.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!