NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16 Tamu Bulanan Yang Tak Kunjung Datang

Assalamu'alaikum, Kakak-kakak terkasih ❤️

Sebelum kalian lanjut menyelami bab baru kisah "Xavier dan Sukma", Author mau mencuri waktu kalian sebentar untuk menitipkan pelukan hangat dan permohonan maaf yang tulus.

Di bab-bab sebelumnya, mungkin beberapa dari kalian sempat merasa kalau cerita ini agak terlalu menonjolkan sosok dari novel sebelah. Author paham betul kenyamanan kalian dalam mengawal kisah para tokoh utama adalah nomor satu. Namun, semua itu hadir bukan tanpa alasan yang matang.

Perlu kalian ketahui, kisah "Marwah yang Ternoda" ini sebenarnya merupakan sekuel dari novel "Istri Bar-Bar Kesayangan Pak Guru" dan "Sandiwara Cinta Sang Presma".

Author sengaja menghadirkan kembali sosok Ayu dan Arjuna di sini untuk menjahit benang merah takdir yang masih terputus. Kehadiran mereka berdua bertugas untuk menguliti dan menjelaskan bab-bab di novel sebelumnya yang mungkin masih terasa samar atau menggantung di benak kalian.

Jadi, mari kita kawal bersama-sama bagaimana akhir kisah Xavier dan Sukma, akankah goresan takdir menghendaki mereka bersama atau mungkin sebaliknya.

Terima kasih banyak atas pengertian, cinta, dan dukungan jempol kalian yang luar biasa sampai detik ini. Selamat membaca kelanjutan kisahnya!

Love,

Author ✨

...🌹🌹🌹...

Tak terasa, sudah dua bulan lamanya Sukma menetap di Desa W. Hidupnya yang semula serasa jungkir balik dan hancur lebur, perlahan-lahan mulai membaik. Rasa sakit yang pernah ditorehkan oleh kebiadaban Xavier pun berangsur-angsur mereda seiring berjalannya waktu.

Namun, belakangan ini ada satu hal krusial yang kembali mengusik ketenangan benaknya. Hal itu menghadirkan rasa takut yang teramat berlebihan di dalam dada Sukma: ia belum juga kedatangan tamu bulanan.

Sukma teramat berharap apa yang tengah dialaminya saat ini bukanlah pertanda dari sesuatu yang paling tidak ia inginkan di dalam hidup; hamil. Sungguh, ia takut jika benih yang ditanam paksa oleh Xavier pada malam kelam yang terkutuk itu tumbuh di dalam rahimnya.

"Bu Guru Sukma!"

Suara cempreng Hanif dan Nadia seketika membuyarkan lamunan. Kedua bocah itu berlari kecil menghampiri Sukma yang tengah menyiram tanaman mawar putih di halaman rumah joglo.

"Hanif, Nadia... siapa yang mengantar kalian ke sini?"

Sukma menyambut kedua muridnya dengan rekahan senyum manis. Ia bergegas mematikan keran air, lalu meletakkan selang yang dipegangnya di atas kursi taman.

Namun, tepat saat ia kembali menoleh ke arah pagar, tatapan matanya seketika terkunci. Seorang pemuda berparas tampan dan bersahaja tampak sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berpijak saat ini.

"Assalamu'alaikum, Sukma," sapa pemuda itu hangat.

Beliau ... Ustaz Reinan.

Suara teduh Sang Ustaz sukses membuat Sukma seketika terkesiap, bahkan refleks sedikit memutar tubuhnya karena terkejut.

"Wa'alaikumsalam... Ustaz...." Sukma sejenak terpaku di tempatnya berdiri. Ia benar-benar tidak menyangka jika lelaki yang beberapa bulan lalu pernah datang mengkhitbahnya kini bisa menapakkan kaki di desa terpencil ini tanpa memberi kabar terlebih dahulu.

"Maaf, saya lancang. Datang ke desa ini tanpa meminta izinmu terlebih dahulu," tutur Ustaz Reinan dengan pembawaan yang teramat sopan.

Sukma menarik tipis kedua sudut bibirnya, lalu sedikit menundukkan kepala demi menghormati sang tamu. "Tidak apa-apa, Ustaz. Saya hanya... tidak menyangka kalau Ustaz bisa sampai ke desa ini."

"Beberapa hari yang lalu, saya mencoba mengirim pesan ke nomor Bi Jayanti, bertanya di mana kalian tinggal sekarang. Alhamdulillah, Bi Jayanti berkenan membalasnya," jelas Ustaz Reinan sembari mengulas senyum tulus.

Sukma menghela napas panjang. Ia sudah menduga sejak awal Bi Jayanti-lah yang telah membocorkan keberadaan mereka kepada Ustaz Reinan.

"Silakan duduk, Ustaz. Saya buatkan teh hangat sebentar," ucap Sukma, berusaha memecah atmosfer hening yang sempat menyelimuti halaman rumah joglo selama beberapa saat.

Ustaz Reinan mengangguk takzim, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kursi kayu. Sementara itu, Hanif dan Nadia bergegas membawa langkah kecil mereka terayun cepat, mengekor di belakang Sukma yang baru saja melangkah masuk menuju area dapur.

"Bu Guru, Om tampan yang di luar tadi itu siapanya Ibu?" tanya Hanif ingin tahu, tentu saja dengan menampakkan raut wajahnya yang teramat polos.

Sukma terkekeh pelan. Ia menyunggingkan senyum sembari jemarinya bergerak memasukkan sesendok gula ke dalam cangkir berisi teh hangat yang baru saja diseduhnya.

"Beliau Ustaz Reinan. Guru ngaji sekaligus tetangga Ibu dulu waktu masih di kota," jawab Sukma lembut, yang langsung dibalas dengan anggukan kecil tanda mengerti oleh Hanif dan Nadia.

"Sepertinya, si Om naksir Bu Guru," Nadia ikut menimpali sembari tersenyum jahil.

"Nggak boleh! Om tadi nggak boleh naksir Bu Guru Sukma," sahut Hanif cepat. Bocah itu mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di depan dada, persis seperti seorang kekasih yang teramat protektif.

Sukma tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan kedua muridnya. Perhatian tulus dan sikap polos mereka setidaknya berhasil membuat pikirannya teralihkan sejenak dari hal yang sempat menghadirkan rasa takut: tamu bulanan yang belum kunjung datang. Ia lalu kembali melangkah menuju halaman dengan membawa nampan berisi secangkir teh hangat serta camilan khas Desa W.

"Silakan diminum tehnya, Ustaz," ucap Sukma lembut sembari meletakkan cangkir dan camilan ke atas meja kayu.

"Terima kasih, Sukma," balas Ustaz Reinan disertai seutas senyum.

Demi menghormati tuan rumah yang telah menjamunya, ia meraih cangkir yang tersuguh dan menyesap teh hangat buatan Sukma perlahan. Tentu tanpa terlupa mengucap basmalah terlebih dahulu.

"Manis dan kentalnya pas sekali. Andai ada yang membuatkan saya teh sesegar ini setiap pagi, ya," puji Ustaz Reinan, menyelipkan candaan halus yang sarat akan makna tersirat.

Sukma seketika menundukkan kepalanya, berusaha sekuat tenaga menahan sesak yang tiba-tiba menghantam ulu hati.

Ucapan sang ustaz menghadirkan rasa sesal yang sempat terhempas. Andai waktu itu ia bersedia menerima niat suci Ustaz Reinan dan membuang jauh-jauh perasaan cintanya pada Xavier, mungkin garis hidupnya saat ini tidak akan berjalan sepelik dan setragis ini.

Namun, semua sudah telanjur terjadi. Tidak ada gunanya lagi disesali, apalagi harus diratapi terus-menerus tanpa henti.

"Mungkin, ini jalan takdir terbaik yang memang dikehendaki oleh Allah", batin Sukma berbisik lirih, mencoba membangun kembali dinding ketegaran jiwanya yang nyaris runtuh.

"Eh, Ustaz..."

Suara sapaan Bi Jayanti yang baru saja melangkah memasuki gerbang seketika memecah kecanggungan. Wanita paruh baya itu tampak terkejut. Binar bahagia terpancar jelas di matanya begitu melihat kehadiran Ustaz Reinan--sosok pemuda bersahaja yang hingga detik ini masih teramat ia harapkan bisa berjodoh dengan sang nona.

Ustaz Reinan mengulas senyum khasnya yang teduh, membawa tubuhnya bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan Bi Jayanti--sebagai wujud penghormatan takzim kepada wanita paruh baya itu.

"Assalamu'alaikum, Bi," sapa Ustaz Reinan sopan.

"Wa'alaikumsalam... Alhamdulillah, Ustaz Reinan akhirnya sampai juga di desa ini," sahut Bi Jayanti diselingi tawa kecil yang hangat, lantas membawa ayunan kakinya melangkah mendekat.

"Apa kabar, Bi?" tanya Ustaz Reinan ramah.

"Alhamdulillah baik, Ustaz. Bagaimana dengan keadaan Ustaz Reinan dan keluarga di kota?"

"Alhamdulillah, kami semua baik juga. Hanya saja, Ummi di rumah sedang rindu sekali dengan gadis yang tiba-tiba hijrah ke Desa W, dan sepertinya terlupa untuk berpamitan dengan beliau, Bi," jawab Ustaz Reinan, sengaja menyelipkan kalimat itu sembari melirik sekilas ke arah Sukma.

Mendengar sindiran halus bernada rindu itu, Sukma kian menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia mati-matian menekan rasa sesak yang kembali hadir menghantam, bahkan kali ini terasa jauh lebih menghimpit rongga dadanya. Sepasang bola matanya bergerak gelisah, berusaha menyembunyikan titik-titik air mata yang mulai menganak dan menggenang di pelupuk mata.

Bi Jayanti yang menangkap gelagat Sukma hanya bisa menghela napas panjang, menatap prihatin ke arah nonanya yang tampak begitu rapuh.

"Nenek, bawa oleh-oleh apa?" seru Hanif lantang. Bocah itu tampaknya mulai bosan duduk diam di ayunan bersama Nadia. Pekikan polosnya seketika berhasil mengalihkan perhatian Bi Jayanti yang semula sempat terkunci pada Sukma.

"Nenek bawa oleh-oleh kue bolen. Yuk, ikut Nenek ke belakang. Kita makan kuenya sambil melihat ikan," ajak Bi Jayanti sembari mengulas senyum lebar.

Wanita paruh baya itu memang sengaja membawa Hanif dan Nadia pergi, semata-mata agar Ustaz Reinan dan Sukma bisa memiliki ruang leluasa untuk berbicara empat mata dari hati ke hati.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
mom riz
suka ceritanya
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😇🙏🏻
total 1 replies
partini
aamiin bismillah jadi juara
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
Yups! betul. sekrng bukan waktunya mencari siapa yg salah, tapi intropeksi diri.

btw dr awal kamu kan yg salah?
Nofi Kahza
udahlah, Pir. Meski Gea nggak tau juga ujung2nya meninggal. justru Geaitu harus diberi tahu, biar dosamu segera ditebus.😒
Najwa Aini
Gak semuanya salah kamu, Nara. ajal seseorang itu sudah ditetapkan dari zaman azali
partini
ga lah lebih baik Gea tau secara itu perbuatan dosa besar si kafir Gea juga kondisi kesehatan nya udah ga memungkin hidup lama
memperkosa loh ga main" itu
Najwa Aini
Nah ini..kalimat Tara yg aku suka dari sejak bab Ryuga...
Najwa Aini: Iya paham..
total 2 replies
Najwa Aini
Si kakak Partini itu kah..yg selalu nagih dibuatin kisah Xavier ya
Ayuwidia: Bukan, Kak. Kak Erida yg dulu katanya nungguin, tapi belum aku colek. Kak Partini, pembacanya Nyai
total 3 replies
Najwa Aini
Kalau di kisah Rama ada Bi Ijah. Di sini ada Bi jayanti.
The Power of bibi bibi🌹🌹
Ayuwidia: Sungkem buat mereka 😍
total 1 replies
Najwa Aini
Aku yg baca juga pingin ngakak..
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
Ayuwidia: Ada2 gajah 😆
total 1 replies
Najwa Aini
frontal amat
partini
dasar kamu kafir punya pacar pengertian kamu biadab ,,waktu merangkak minta maaf ke Sukma
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier
Ayuwidia: Semoga ya, Kak 😁
total 1 replies
Nofi Kahza
gea soalnya hapal dg karakter Sapir yang batu😒
Ayuwidia: bener banget
total 1 replies
Nofi Kahza
kebiasaan tuman! emosi didahuluin dr pada otak😒
Ayuwidia: Namanya juga Sapir 😃😆
total 1 replies
Nofi Kahza
biasanya ada yng mau terkena musibah, atau ada yang meninggal...tapi tetep takdir itu kembali dg Yang di atas🥹
Nofi Kahza
biasalah.. bawa'an orang ngidam mang gitu. Senggol bacok🤣
Ayuwidia: Gampang Esmoni 😆
total 1 replies
Nofi Kahza
tapi janinmu nggak hina Sukma🥹
Nofi Kahza
baguuusss😏
Nofi Kahza
masih ingusan aja, sok2an mau jadi pembunuh😒
partini
wasiat Gea suruh nikahi Sukma bearti dia tau apa yg di lakukan vier ke Sukma ,,bikin jungkir balik dulu dunia vier Thor baru Sukma lovely doply ❤️ sama sukma
Ayuwidia: Iyes, Kak. Biar dia terpacu berjuang buat ngeluluhin hati Sukma ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!