NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga

...Sabrina berdiri di halte untuk menunggu kendaraan umum. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan Sabrina harus bekerja di sebuah bar sebagai pelayan....

...Sabrina terpaksa mengambil pekerjaan itu karena gajinya yang lumayan dan keadaan yang mendesaknya....

...Beruntungnya pemilik bar itu adalah saudara Thea yang sudah menjamin keamanan Sabrina di sana. Sabrina hanya mengantarkan minuman atau pesanan pelanggan saja....

...Selebihnya, itu bukan pekerjaannya....

...Biasanya Sabrina akan bekerja dari pukul lima sore hingga pukul dua belas malam. Terkadang dia mengambil lembur hingga jam tiga pagi jika kebutuhannya sangat mendesak. Sabrina sudah terbiasa dengan kehidupannya yang sekarang semenjak Ayah nya meninggalkan dirinya....

...Jika Sabrina tidak memiliki uang, itu akan menjadi bencana untuk dirinya sendiri....

...Tentu saja karena Ibu dan Adiknya akan memarahinya dan memaksa Sabrina untuk mendapatkan uang. Bahkan mereka pernah berniat menjual Sabrina pada pria hidung belang, beruntungnya itu tidak terjadi karena Sabrina bisa segera mendapatkan pekerjaan....

...Sabrina masuk ke dalam angkutan umum. Dia duduk di dekat jendela di sebelah seorang wanita paruh bayah....

...Sabrina tersenyum saat wanita itu menatapnya, dan wanita itu pun juga membalas senyuman Sabrina. Butuh waktu tujuh menit untuk Sabrina tiba di tempat kerjanya. Sabrina segera turun dari mobil itu dan masuk ke dalam bar....

...Sebuah mobil hitam berhenti tidak jauh dari bar itu. Di dalam mobil itu ada seorang pria yang sengaja mengikuti kemana pun Sabrina pergi. Siapa lagi pelakunya jika bukan Jeff. Jeff benar-benar kurang kerjaan hingga dia mengirimkan orangnya untuk melihat aktivitas Sabrina. Entah apa yang merasukinya hingga Jeff melakukan itu....

...Pria itu segera memberikan informasi yang dia dapat pada Jeff. Setelah itu mobil itupun kembali melaju meninggalkan bar itu....

..."Kamu sudah datang?" tanya seorang gadis bernama Tessa, dia adalah pemilik bar itu dan saudara Thea....

...Sabrina meletakkan tasnya di tempat yang memang di sediakan. "Ya, aku baru selesai kuliah dan langsung ke sini. Jika pulang dulu sepertinya membuang waktu dan tenaga."...

..."Mereka masih memperlakukanmu begitu?" Yang Tessa maksud adalah keluarga Sabrina. Tessa mengetahui kondisi keluarga Sabrina dan apa yang selama ini Sabrina alami, sebab itulah Tessa mau menjamin keamanan Sabrina di sana. Karena pegawai lain yang bekerja di sana kebanyakan mengambil untung dengan mendekati atau menjilat para pelanggan agar bisa mendapatkan uang lebih banyak dan untuk kesenangan dirinya sendiri....

...Sabrina hanya tersenyum sebagai jawaban. Terlihat Tessa yang menghela napasnya karena dia benar-benar tahu bagaimana kehidupan Sabrina....

..."Kenapa kamu tidak kabur setelah memiliki banyak uang? Biarkan mereka mati kelaparan. Selama ini mereka tidak pernah memperlakukan mu seperti seorang anak, yang mereka pikirkan adalah dirinya sendiri." Tessa sudah beberapa kali menyuruh Sabrina agar kabur saja dan dia akan membantunya. Namun jawaban Sabrina tetap sama....

..."Mereka juga keluargaku, jika bukan aku, memangnya...

...Siapa lagi?" Itulah yang selalu Sabrina katakan....

..."Ya, ya terserah kamu saja. Jika berubah pikiran segera kabari aku." Tessa memilih beranjak setelah mengambil minuman untuk dirinya sendiri....

...Sabrina hanya menatap Tessa dengan senyuman....

...Sebenarnya dia bersyukur karena di kelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya. Meskipun keluarganya sendiri tidak memperlakukan dirinya dengan baik....

...Malam itu Sabrina bekerja seperti biasanya. Dia akan mengantarkan minuman pelanggan dan setelah itu kembali ke tempatnya. Seperti saat ini, Sabrina membawa nampan yang berisi dua botol minuman alkohol dan tiga gelas kecil. Dia meletakkannya ke sebuah meja yang terdapat tiga orang pria muda di sana. Mungkin seumuran dengannya....

..."Minuman anda, Tuan." Sabrina meletakkan minuman dan gelas itu di atas meja....

..."Temani kami minum dulu, baru aku akan memberikan kamu bonus." ucap seorang pria yang mengambil alih botol itu dari tangan Sabrina sebelum gadis itu meletakkannya....

...Sabrina hanya tersenyum tanpa mau menjawabnya. Ini sudah biasa baginya....

..."Kau tersenyum? Itu artinya kau setuju, iya kan?"...

..."Maaf, Tuan. Pekerjaanku sudah selesai jadi aku permisi." Sabrina membawa kembali nampan itu sebelum akhirnya merasakan sebuah tangan yang menahan pergelangan tangannya....

...Sabrina berbalik dan menatap tangannya yang dipegang oleh salah satu dari mereka. "Tuan, lepaskan tanganku." ucap Sabrina dengan nada dinginnya....

...Pria itu tersenyum remeh. "Aku menyuruhmu untuk menemani kami minum, apa kau tidak dengar?"...

...Sabrina segera menarik tangannya hingga cekelan itu terlepas. "Bukan'kah aku sudah katakan jika pekerjaanku sudah selesai? Selebihnya, itu bukan urusanku." Sabrina menatap tajam ke arah mereka dan akhirnya kembali berbalik....

..."Hei jalang! Jangan pura-pura sok jual mahal. Berapa harga mu, huh? Kau sama saja dengan wanita pelacur lainnya yang suka di goda. Katakan saja berapa yang kau mau, aku tidak akan memberitahu siapapun nanti."...

...Sabrina menghentikan langkahnya mendengar itu. Ia pun kembali berbalik dan berjalan menghampiri mereka dengan senyuman. Mereka yang melihat itu juga ikut tersenyum....

..."Akhirnya kau sadar juga jika dirimu juga seorang pelacur Akhh!" Pria itu menjerit saat Sabrina dengan cepat menendang tulang keringnya....

..."Jaga bicaramu! Uangmu bahkan tidak bisa menyentuhku sedikitpun." Sabrina tersenyum kecil sebelum akhirnya benar-benar pergi dari sana....

..."Wanita sialan itu! Aku tidak akan melepaskannya!"...

...***...

...Tessa tertawa saat Sabrina sudah kembali. Dia melihat semua yang terjadi tadi karena memang Tessa benar-benar menjaga Sabrina....

..."Kamu berani juga," bisik Tessa pada Sabrina....

...Sabrina menghela napasnya. "Orang seperti mereka jika tidak di te gasi maka akan semakin menjadi-jadi. Beruntungnya aku sudah lama bekerja di sini, jika tidak mungkin aku akan menangis tadi." Sabrina menangkup wajahnya sendiri....

...Tessa kembali tertawa. "Apakah Thea yang mengajarimu? Aku pikir itu menyenangkan untuk menjadi tontonan."...

...Sabrina memutar bola matanya dengan malas. "Ya, adikmu yang mengajariku agar aku tidak di tindas lagi. Tapi menurutmu, apakah tadi itu terlalu kasar? Aku cukup keras menendang kakinya."...

..."Astaga! Itu sudah benar, seharusnya kamu tidak menendang kakinya. Tetapi tendang saja itunya agar dia kapok."...

...Sabrina bergidik ngeri membayangkannya....

...Tepatnya pukul setengah dua belas malam, Sabrina membereskan barang-barangnya karena sebentar lagi akan pulang. Tessa datang memberikan sebuah amplop yang isinya adalah uang. Hari ini adalah hari Sabrina gajian, jadi dia pulang sedikit lebih awal....

..."Terima kasih kakak' ku sayang." Sabrina memeluk Tessa dari samping. Dia sudah menganggap Tessa sebagai keluarganya karena Tessa yang menginginkan itu....

..."Ya, ya pulanglah dengan hati-hati. Aku tidak bisa mengantarmu karena ada kencan dengan pria pujaan hatiku." Tessa senyum-senyum sendiri membayangkannya....

...Sabrina mengangguk dan terkekeh. "Baiklah, tidak masalah. Semoga berhasil!" Sabrina melambaikan tangannya dan segera melangkah untuk pulang....

...Tessa tersenyum menatap kepergian Sabrina. Dia sering berpikir jika suatu hari nanti ada seseorang yang bisa menjaga Sabrina lebih darinya. Tessa memang bisa menjaga Sabrina di tempatnya bekerja, tetapi dia tidak bisa menjaga Sabrina dari keluarganya....

..."Semoga Tuhan selalu melindunginya dan mengirimkan orang yang bisa menjaganya lebih baik dari aku."...

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!