NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Metode Tak Lazim

Gadis itu memegang sebuah gelas kosong, berniat ke dapur karena haus. Matanya yang bulat melebar dengan sempurna, mulutnya agak menganga, menatap lurus ke arah suaminya, aka dokter kejiwaan yang pagi kemarin mengikrarkan janji suci, sorenya dipaksa terapi, kini sedang meliukkan pinggul dengan tangan melentik ke udara.

Mendadak, kesunyian pun menggantung di antara mereka, meski musik India di headphone Arnold, masih berdentum dengan kencang. Entah kenapa, dunia bagai bergerak dengan lambat dalam pikiran Arnold.

Perlahan, dengan gerakan sesantai mungkin, Arnold menurunkan tangannya yang melentik, menegakkan punggungnya yang tadi meliuk, lalu berdeham mencoba memanggil suara pria yang tiba-tiba lupa caranya.

"Ehem..."

Arnold melepas headphone-nya dengan satu gerakan cepat.

"Ehem ..."

"Za-Zarisha? Kenapa belum tidur?"

Lova masih bergeming. Gadis itu menelan ludah, menatap Arnold dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu perlahan mundur satu langkah kembali ke kamarnya.

"Eh ... Eh ... Eh ... Jangan salah paham dulu. Ini ... aku lagi ... olahraga kardio untuk melatih kelenturan sendi pasca-operasi."

"M-maaf, Kak ... saya tidak bermaksud mengganggu ... olahraganya," bisik Lova dengan wajah polos yang campur aduk antara bingung, syok, dan takut salah lihat.

Klek

Pintu kamar Lova kembali ditutup dengan rapat.

Sementara di luar, Arnold langsung menjatuhkan dirinya ke sofa sambil meremas bantal, "Aduhhhh, meong! Reputasi eikeh runtuh seketika di depan pasien sendiri! Jatuh harga diri eikeh, Cyiiin!

...****************...

Keesokan pagi, Arnold melakukan strategi yang telah ia susun dalam kepala. Bagaimana cara agar ia dan pasiennya merasa sama-sama nyaman di bawah atap yang sama. Karena ia tidak tau, sampai kapan masa mereka menjadi suami istri ini.

Mungkin bisa dalam satu bulan setelah wasiatnya diresmikan, mungkin bisa kurun waktu yang lebih panjang. Arnold tak mungkin terus pura-pura menjadi psikiater di rumahnya sendiri. Dan, pagi ini ia mulai menunjukkan sisi-sisi yang tentu belum pernah dilihat oleh Lova sebelumnya.

Meski kantong matanya kini menggantung dengan berat, efek semalaman terjaga memikirkan reputasi dokternya yang mendadak runtuh, Arnold tetap bangun pagi-pagi sekali dengan sebuah strategi baru di kepalanya.

Strategi yang ingin ia tunjukan adalah: meminimalisir jarak dan sekat trauma antara pria dan wanita di antara mereka. Demi kesembuhan Adik Kecil, mengembalikan reputasi seorang psikiater, dr. Arnoldy Darmawan, MD. Psychiatrist, memang tidak boleh setengah-setengah.

Saat jarum jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Lova keluar dari kamar dengan gerakan sangat pelan. Namun, langkah kakinya langsung terkunci di ambang dapur. Matanya mengerjap beberapa kali, mengira ia masih terjebak di alam mimpi semalam.

Di depan kitchen island, Arnold sedang sibuk memotong buah. Pria bertubuh tegap itu kini mengenakan kaos oblong pink, apron memasak pink, bahkan sebuah topi koki berwarna pink cerah bertengger di atas kepalanya.

"Eh, Adik kecil? Sudah bangun, Bestie?" sapa Arnold santai dengan nada ceria. Ia meletakkan pisau plastiknya dengan gerakan tangan yang luwes.

Lova menelan ludah, menatap penampilan suaminya dari ujung topi sampai ujung kaki. "Kak Arnold ... kenapa ..." Lova sulit menekan isi pikirannya kembali masuk ke dalam kepala. "Pink?" Pakaian yang ia sendiri tak pernah berpikir untuk memakainya.

Arnold berdeham berat, mencoba memanggil sisa-sisa wibawanya meski penampilannya sangat kontras. "Ehem. Ini adalah bagian dari strategi medis, Adik Kecil. Warna merah jambu secara psikologis terbukti dapat menurunkan hormon kortisol penyebab stres dan mengikis aura intimidasi maskulin yang selama ini memicu trauma kamu," terangnya.

"Kakak memakai ini semua agar kamu tidak merasa sedang tinggal bersama seorang pria yang bisa membuatmu merasa takut. Lain kali kita bisa mencoba pedi-medi bersama, dasteran bersama, atau maskeran bersama. Gimana, kamu paham kan?" tambahnya perlahan, menunggu reaksi pasien yang terus dikibulinya ini.

Penjelasan ilmiah itu terdengar sangat masuk akal di telinga Lova, membuat rasa canggung akibat kejadian tarian India semalam menguap begitu saja. Arnold benar-benar seorang ahli kejiwaan yang luar biasa berdedikasi.

"Oh, ya, omong-omong ..." Arnold menopang dagunya di atas meja marmer. "Kamu bisa memasak, gak Best?"

Mendengar pertanyaan itu, Lova langsung menunduk dalam-dalam. Jarinya bertautan gugup dan wajahnya memerah karena malu. "T-tidak bisa, Kak ... Selama ini semua urusan rumah, mencuci, dan memasak ... selalu dilakukan oleh Mama." Sejenak, ia menelan ludah.

"Kehidupan sehari-hari saya hanya menyendiri di dalam kamar dan melukis."

Kalimat itu terhenti. Dada Lova mendadak berdenyut nyeri. Di tempat semewah ini, saat jauh dari ibunya, Lova baru tersadar sepenuhnya selama tiga puluh dua tahun ini, hanya menjadi beban dan selalu menyusahkan sang ibu. Setitik air mata mulai menggenang di pelupuk matanya yang redup.

Melihat perubahan raut wajah Lova, Arnold langsung tanggap. Ia tidak mau suasana hati pasiennya drop di pagi hari.

"Hei, dengerin Kakak," ujar Arnold lembut, mengetuk meja makan untuk menarik perhatian Lova. "Melukis itu adalah salah satu bentuk katarsis emosi yang luar biasa. Kamu tidak menyusahkan, kamu hanya sedang berproses untuk sembuh."

"Mama kamu pasti sangat bangga punya anak berbakat seperti kamu. Dengan lukisan, kamu bisa menghasilkan duit loh? Jangan sedih lagi, oke? Nanti cantiknya luntur, Cyin... eh, maksud Kakak, aura positif kamu bisa luntur."

Lova mendongak, merasa sedikit terhibur oleh semangat yang diberikan Arnold.

"Sebagai penghargaan karena latihan pertama kita semalam sukses, hari ini Kakak luangkan waktu untuk mengajakmu mengunjungi Mama kita. Bagaimana?" tanya Arnold bersemangat.

Mata Lova langsung berbinar. "Benarkah, Kak? Saya mau!"

"Sana ganti pakaian. Kakak tunggu lima belas menit," perintah Arnold kembali ke mode tegasnya.

Namun, dua puluh menit berlalu, Lova keluar dari kamar dengan penampilan yang membuat Arnold langsung memijat pelipisnya gemas.

*bersambung*

1
Eva Karmita
sedihnya harus berpisah dengan mereka berada masih Ngantung ,, kita belum tahu nama baby twin ..
SoVay: wkwkwkw..boncap nanti malah kebosenan kak 🙈🙈
total 1 replies
Eva Karmita
semoga nanti ada cerita untuk keturunan anak" pak dokter gemulai
Eva Karmita: ngak lah aku setia menunggu cerita mereka 🥰🤭
total 3 replies
Eva Karmita
udah tamat aja ni ....🥺

Otor kita belum tahu nama" anak pak dokter looo...udah main tamat aja 😭😭💔 ...boncap dong biar kita tau keseruan Arnold ngasuh dua anak kembarnya please boleh ya 🙏🙏🙏😩🤭
SoVay: kak, baca perawat magang yuk, d sana masih ada Arnold dan Lova kok 🤣 kebalikannya di sini dia
total 2 replies
Eva Karmita
masyaalloh Alhamdulillah setelah begitu banyak melewati badai rumah tangga akhirnya kalian diberikan kebahagiaan dan diberi dua calon malaikat kecil yang akan meramaikan rumah tangga kalian 🥰🥰

selamat Lova Arnold semoga persalinan nya nanti normal dan lancar...
Eva Karmita
bismillah semoga ada kabar gembira ya Lova 🥰🥰
Eva Karmita
mana bisa Lova balas dendam wong hati nya selembut sutra 🤣🤣🥰🥰
Eva Karmita
pelan" pak dokter...kok cuacanya sama si pak dokter di tempat ku juga lagi turun hujan bercampur angin ni 🤣🤣
Eva Karmita
kok aku ngk pernah dapat note kalau Lova update ya ?? 🤔
Nada She Embun
jadi plong deh... kalo udah cerita dari hati ke hati... maka kamu akan dengan mudah menerima kelebihan dan kekurangan pasanganmu... 😍 semangat Thor...
SoVay: ini udah di ujung semangat ni jakak 🙈 tapi semoga semua suka ya dengan cerita arnold dan lova 😚
total 1 replies
mimief
semoga... semoga jadi
mimief
udah lebih 9 hari y nold
gass lah🤣🤣
pelan " tapi woi
jadi kyk perawan lagi tu
SoVay: dah lama bgt tu bagi laki2 🤣🤣🤣
total 1 replies
mimief
vote ku emang selalu untuk mu Thor..
biar semangat selalu berkarya
SoVay: makasi ya kakakku
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹
mimief
ya kan....
mati Matian mau lepas
tapi pas lepas...apa yg kau dapat
bahagia?
lega?
malah kesepian kan kekosongan kan yg kau dapatkan??🫠
SoVay: soalnya dielus2 tiap menit sih. gilirab
n jablay kangen ga tu🤣
total 1 replies
mimief
kan???
aku benci dia
tapi ketika dia benar benar menghilang
apakah aku bahagia??
jawab sendiri lova bener"
mimief
hmmmmmmm
aku yg sedih ih
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief: iy ih
masa di aku ga keliatan kamu update
ini aja ga sengaja ke klik
eh.. ternyata udah banyak
lah.. aku langsung 😶‍🌫️🫥
aku dimana??
aku siapa??
🤣🤣🤣
total 2 replies
Eliyawati
mantap ceritanya
SoVay: makasi bunda. terus tunggu kelanjutannya yah. nanti tanggal 1 juli udah bener2 selesai
total 1 replies
Eva Karmita
Lova harusnya kamu jangan berlarut-larut dengan masalah kalian,, kasihan Arnold Lova dia juga sama seperti mu terluka dan berduka atas kepergian calon anak kalian...
Eva Karmita
Lova percayalah Dev laki" normal...dan Arnold juga pria normal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!