NovelToon NovelToon
KONTRAK YANG TIDAK MASUK AKAL

KONTRAK YANG TIDAK MASUK AKAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mars JuPiter🪐

Argantara, 27 tahun, supir setia keluarga Harsono yang hidupnya sederhana dibawa Pak Harsono dari panti asuhan tempat dia dibesarkan.
Dua belas tahun lalu, dia menyelamatkan nyawa Pak Harsono dari kecelakaan, dan sejak itu Pak Harsono menganggapnya seperti anak sendiri.

Kini Pak Harsono divonis kanker paru stadium tiga dan hanya punya waktu satu tahun.
Dia punya satu permintaan terakhir: "menikahkan Argantara dengan putri semata wayangnya, Kirana Prameswari"
Tujuannya bukan cinta, tapi agar Kirana yang keras kepala tidak merasa sendirian saat dia pergi...

Kirana Prameswari, pewaris perusahaan HARSONO yang dingin dan perfeksionis, awalnya menolak keras. Bagi dia, Argantara hanya supir dekil yang bau garasi.
Tapi demi sang ayah, dia terpaksa menerima pernikahan itu.
Tapi dibalik setujunya Kirana Ada kontrak yg hanya Kirana dan Arga yang tau.

Pernikahan yang dimulai dari kebohongan dan paksaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars JuPiter🪐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : SATE AYAM LANGGANAN

Kantor perusahaan Harsono Group tampak sepi tak ada aktivitas didalam nya. Menandakan jam kerja kerja kantor tersebut telah berakhir 7 jam yang lalu. Memperlihatkan lorong lorong gedung yg tampak sudah gelap. Arga melihat jam di dinding. Sudah pukul 23.00. Lalu mengajak Kirana untuk segara pulang. Setelah Arga merapikan meja kerja Kirana. Kirana dan Arga keluar berjalan beriringan. Di lantai bawah mereka bertemu security yg jaga malam itu. "malam non Kirana, pak Arga.. abis lembur yahh..?? " pak security yang mencoba basa basi.

"Iya Pak Warto, abis lembur.. " balas Arga Ramah.

Kirana hanya senyum singkat.

"kamu tunggu di sini bentar yahh.. aku mau ambil mobil dulu" ucap Arga menyuruh Kirana menunggu di depan lobby kantor. Kirana hanya mengangguk.

Tak butuh waktu lama buat Arga ambil mobil. Segera di berhenti di depan lobby kantor. Arga turun dan membukakan pintu buat Kirana. Baru mau Arga buka pintu Kirana sudah lebih dulu masuk. Arga cuma bisa garuk kepalanya yang tak gatal.

Jalanan pulang cukup lengang menandakan hari telah larut. Di dalam mobil Hanya ada suara musik dari Radio. Sedikit ada kecanggungan. Arga mencoba mencairkan suasana. "Kirana kamu laper nggak..?? mau mampir makan dulu sebelum pulang..?? " tanya arga.

"Gak usah, kita pulang aja.. lagian udah malam gak bagus makan larut malam gini, bikin gendut. "tolak Kirana.

" hem.. tapi aku laper, aku belum sempet makan tadi sore.. Aku mau beli sate ayam langganan deket sini.. kamu nggak keberatan kan..?? "Arga mencoba meminta Izin.

Kryuukkkk.. kryuukkk

Dengan sangat cepat Kirana menekan perutnya. Pipinya tiba-tiba memerah karena malu. Arga sedikit tersenyum saat pendengaran nya menangkap itu."Baru denger kata sate ayam perut langsung teriak" . Ucapnya dalam hati sambil tertawa geli.

Kirana baru sadar perutnya kosong. Tadi sore mereka terlalu fokus sampai lupa makan malam.

“Aku nggak lapar kok,” jawabnya cepat.

Arga menggeleng sambil tersenyum menatap Kirana. “Kamu bohong. Perut kamu bunyi dari tadi.”

Kirana langsung menutup perutnya dengan malu. Arga tersenyum kecil.

“Ayo. Aku tahu ada warung sate kaki lima deket rumah. Enak. Buka sampai tengah malam.”

Kirana mengerjap. “Kaki lima?”

Dia tumbuh besar di lingkungan elit. Makanan kaki lima bukan sesuatu yang pernah dia coba. Paling banter dia makan di restoran hotel.

Arga mengangguk sambil mengambil kunci mobil. “Iya. Kaki lima. Jangan bilang ini pertama kalinya Nona Kirana Harsono makan di pinggir jalan.”

Kirana menatap Arga ragu. “Tapi...Kalau ada yang lihat? Nanti jadi bahan gosip lagi.”

Arga mengangkat bahu sambil mematikan lampu ruangan. “Biarin. Kita cuma suami-istri yang lapar, kan?” Dia sengaja menekankan kata suami-istri itu.

Kirana terdiam. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Lalu dia mengangguk pelan. “Oke. Ayo.”

Dua puluh menit kemudian, mobil Arga berhenti di depan gerobak sate ayam yang lampu kuningnya temaram.

Aroma asap sate dan bumbu kacang langsung menyeruak ke hidung Kirana. Dia menatap kursi plastik kecil dan meja lipat yang penuh noda dengan ragu.

“Kita... duduk di sini?” tanya Kirana pelan sambil memegang ujung rok kerjanya.

Arga sudah duduk lebih dulu di salah satu kursi plastik. Dia melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya.

“Iya. Duduk. Rasanya beda kalau kita makan langsung di sini.”

Kirana perlahan duduk di seberang Arga. Kursi plastiknya sedikit goyang. Dia harus menahan rok kerjanya biar tidak kusut.

“Kamu yakin ini bersih, Arga?” tanyanya seperti berbisik sambil melihat piring yang dipakai.

Arga tertawa pelan. “Yakin. Aku sering makan di sini dulu waktu masih kuliah. Sebelum kerja di Harsono Group.”

"Sebelum kerja di Harsono Group."

Kirana menatap Arga."Jadi disini tempat Arga dulu sering makan, sebelum menjadi kepala divisi. "

“Kamu dulu... Dulu suka makan disini, Arga?” tanya Kirana sedikit penasaran dengan masa lalu Arga.

Arga terdiam. Dia mengoleskan sambal kecap ke sate yang baru datang.

“Pernah... Itu jaman masih kuliah dulu sering makan di sini bareng temen. Kadang sate, kadang Nasi Goreng.”

"Temen..?? " Tanya Kirana sedikit mengangkat alisnya.

"Iya temen kuliah.. " jawab Arga singkat.

Ada rasa penasaran saat denger kata Temen. Dia ingin bertanya lebih jauh, tentang temanya. Dia penasaran dengan teman Arga. Teman yang dimaksud, teman perempuan atau teman laki-laki. Tapi Pertanyaan itu tak mampu kirana ucapkan.

Seperti ada peringatan dalam hati nya untuk tidak bertanya lebih jauh karena itu bisa melanggar batas kontraknya.

Kirana tidak bertanya lebih jauh. Dia hanya mengangguk dan mencoba menggigit sate pertama kalinya. Bumbu kacang yang manis pedas langsung meleleh di lidahnya. Hangat. Sederhana. Tapi enak.

“Enak...” gumam Kirana tanpa sadar.

Arga tersenyum melihat ekspresi Kirana.

“ Pertama kali kan?”

Kirana mengangguk cepat. “Pertama kali. Biasanya aku makan steak atau pasta di restoran.”

Arga mengangguk. “Nah. Kadang makanan sederhana itu yang paling bikin nagih. Belum tentu makanan dengan harga jutaan bisa ngalahin cita rasa yg harga belasan ribu” jelas Arga yg merasa puas dengan reaksi Kirana.

Mereka makan dalam diam. Tidak ada obrolan formal. Tidak ada jarak atasan-bawahan atau status suami istri kontrak. Hanya dua orang yang lapar dan berbagi satu meja plastik di pinggir jalan.

Saat mereka tengah makan, ada dua anak kecil lewat membawa gitar kecil menghampiri mereka. Satu laki-laki mungkin usia 12 tahunan dan satu perempuan sekitar 10 tahunan.

" kalian sudah makan..? " tanya Arga

Ke-dua anak itu hanya menggeleng. "Pak dhe, bikinin dua porsi buat mereka yahh.. "

"iya den.. " jawab pak dhe penjual Sate.

"Terima kasih kak.. "

"Terima kasih kak.. "

Jawab kedua anak bersaaman. Arga kemudian memberikan masing masing dua lembar uang Lima puluh ribuan ke mereka berdua.

Arga yang melihat mereka seperti melihat diri sendiri waktu kecil dulu. Dia ingat saat adik adik nya di panti asuhan ada yang menangis karena lapar. Saat itu belum ada donatur tetap seperti Pak Harsono . Dia harus kerja sampingan tanpa sepengetahuan ibu panti. Saat itu usianya baru 13 tahun. Dia berjualan asongan, mulung barang bekas, sampai jadi tukang semir sepatu. Semua dia lakukan sekedar untuk membeli nasi bungkus untuk adik adik nya di panti. Satu hal yg tak pernah ia lakukan, dia tak pernah sampai meminta minta di jalan.

Kirana melihatnya dan tanpa sadar tersenyum kecil.

Arga melihat itu. “Kamu jarang senyum kayak gitu, Kirana.”

Kirana menoleh. “Senyum kayak gimana?”

“Senyum yang tulus. Bukan senyum formal buat klien.”

Kirana terdiam. Lalu dia menunduk. “Di kantor... aku harus jaga image. Anak direktur nggak boleh lemah.”

Arga mengangguk pelan. “Di sini nggak perlu. Di sini kamu boleh jadi Kirana yang biasa.”

Kirana mengangkat wajah. Mata mereka bertemu. Untuk pertama kali, Kirana merasa... dia tidak perlu memakai topeng di depan Arga.

Setelah selesai makan, Arga membayar. Hanya lima puluh ribu untuk dua porsi sate dan dua es teh. Kirana melihat itu dan terkejut. “Segini doang?”

Arga tersenyum. “Iya. Murah kan? Makanya enak.”

Mereka berjalan kembali ke mobil Arga. Jarak mereka tetap setengah meter. Tapi kali ini, Kirana tidak merasa canggung.

Sampai di rumah Pak Harsono, sudah hampir pukul 00.30.

Arga memarkirkan mobil dan mematikan mesin. Kirana bersiap turun. Dan..

“Pulang bareng kali ini... nggak seburuk yang aku kira,” ucap Kirana tiba-tiba.

Arga menoleh. “Maksudnya?”

Kirana menatap rumah besar di depannya. “Dulu aku pulang selalu sendirian. Sekarang... ada kamu yang nunggu di sebelah.”

Arga terdiam. Dia tidak tahu harus jawab apa. Dia hanya bisa mengangguk pelan.

Mereka masuk ke rumah dengan pelan agar tidak membangunkan Pak Harsono. Sampai di depan kamar Kirana, Arga berhenti.

“Selamat malam, Kirana.”

“Selamat malam juga. Terimakasih untuk hari ini Arga.” Ucap Kirana lirih. lalu dia masuk ke dalam rumah meninggalkan Arga yang masih berdiri mematung.

Kirana masuk ke kamarnya dan menutup pintu pelan. Dia bersandar di pintu dan memejamkan mata. Di luar, Arga juga berhenti di depan kamar. Dia menatap pintu kamar Kirana yang baru saja tertutup.

Untuk pertama kali dalam beberapa tahun terakhir... Arga pulang ke rumah dan merasa rumah itu benar-benar seperti rumahnya.

[BERSAMBUNG...]

1
Tamirah
Kirana mulai mulai membuka hati untuk Arga yg tadinya menjaga jarak mulai resfek.
Tamirah
Merasa Anak orang kaya ,merasa cantik kalau nikah dgn sopir dekil apa lagi Anak panti wah gak level banget.Itu ciri makhluk Tuhan yg gak bersyukur.Apa pun yg ada di planet ini atas izin nya.kalau sudah kehendak-Nya apa pun bisa terjadi
jadi orang kaya gak perlu sombong.
💫Mars JuPiter🪐
Kalau suka cerita ini, jangan lupa kasih like nya 😊 biar Arga & Kirana bisa terus update🙏🏻
partini
maaf Thor bacanya langsung loncat,udah baca sinopsisnya
rumah tangga macam ini paling gampang di bikin huru" orang ketiga kalian berdua sama" suka diem"
💫Mars JuPiter🪐: makasih masukan nya kak😊
total 1 replies
Ella Ella
alur cerita yg menarik
💫Mars JuPiter🪐: thanks kak.. tunggu terus update nya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!