Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.
Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.
Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.
Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.
"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"
"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil?
Akhir pekan akhirnya Viona pergi ke sebuah klinik. Memeriksakan dirinya yang merasa tidak baik-baik saja. Menjelaskan apa yang dia rasakan, lalu Dokter disana malah bertanya tentang hal yang menurutnya tidak ada hubungannya dengan sakitnya.
"Kapan terakhir kali datang bulan?"
Viona terdiam, mengingat kembali jika terakhir dia datang bulan ada sebelum dia pergi meninggalkan rumah Dani. "Satu bulan lalu"
Dokter mengangguk pelan, seperti mencatatnya di sebuah kertas. "Sebaiknya kamu melakukan tes kehamilan, saya pikir kamu bukan sakit, tapi hamil"
Deg.. Itu seperti sebuah kalimat yang menjadi bom waktu. Viona terdiam dengan sangat terkejut. Hamil? Rasanya tidak mungkin jika dia hamil, karena sudah menikah selama 5 tahun bahkan dia tidak bisa hamil. Tapi, kenapa saat dia sudah bercerai malah kabar ini yang harus dia dengar.
"Tidak mungkin Dok, saya baru bercerai. Lagian pernikahan saya 5 tahun tetap tidak hamil, mungkin memang ada yang bermasalah dengan saya" 0
Dokter mengerutkan keningnya, menatap Viona dengan lekat. "Saya rasa kondisi tubuh kamu baik-baik saja. Apalagi kamu bilang rutin datang bulan, itu sudah cukup menandakan kamu baik-baik saja. Seharusnya tidak ada masalah dengan reproduksimu"
Viona kembali dibuat diam dan terkejut dengan ucapan Dokter. Memang sudah sempat periksa, dan memang keadaan Viona baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi karena tidak kunjung hamil juga, membuat Viona berpikir jika Dokter mungkin telah salah melakukan pemeriksaan.
"Begini saja, mungkin juga suamimu yang kurang subur dan baru bisa memberikan kamu keturunan sekarang. Kalau kamu baru saja bercerai, harusnya kamu masih bisa mengajukan rujuk karena kehamilan ini"
Viona mengerjap, masih merasa bingung dengan semua ini. Belum sempat berkata apapun, dia hanya menurut saja ketika Dokter memintanya untuk melakukan periksa kehamilan.
"Kehamilannya sudah 4 minggu, ini sesuai ya dengan terakhi kali kamu datang bulan"
Viona masih diam, ini masih cukup tidak masuk akal baginya. Dia hamil? Bahkan setelah 5 tahun dan sekarang dia baru bercerai, dan kenapa harus sekarang?
"Dok apa benar saya hamil? Mungkin Dokter hanya salah periksa"
"Tidak mungkin, ini jelas kantong kehamilan" ucap Dokter sambil menunjukan ke layar monitor.
"Tapi Dok, saya baru saja bercerai"
"Coba kamu ingat-ingat, kapan terakhir kali kalian berhubungan sebelum berpisah?"
Viona terdiam, bayangannya hanya pada pertengkaran satu bulan sebelum dia pergi dari rumahnya. Saat Viona mengetahui tentang perselingkuhan suaminya dan temannya, Tari. Malam itu, Viona benar-benar marah besar pada suaminya. Berharap akan di tenangkan dan suaminya menyangkal tentang perselingkuhan itu, tapi nyatanya tidak.
"Ya, aku memang sudah lama bersama Tari. Semuanya aku lakukan juga gara-gara kamu, kenapa kamu tidak hamil? Papa dan Mama sudah ingin menimbang cucu. Percuma saja aku menikahimu, kalau tidak bisa memberikan keturunan"
Kalimat yang benar-benar menghancurkan dunianya. Sebagai seorang perempuan yang sangat di rendahkan oleh suaminya sendiri. Pria yang seharusnya menjadi pelindungnya, penenangnya, dan rasa aman untuknya, tapi malah menghancurkan mentalnya dalam sekejap.
"Mas, bahkan kamu tega mengatakan itu padaku? Kalau memang kamu ingin bersama dengan Tari, maka ceraikan saja aku"
Suaranya pecah, sedikit tertahan karena tercekat di tenggorokan. Air mata mengalir tanpa suara isakan, rasa sakitnya terlalu besar sampai untuk menangis saja sulit sekali. Dadanya sudah begitu sesak.
"Aku tidak akan pernah menceraikanmu, masalah dengan Tari, aku hanya ingin mempunyai anak, dan Tari bisa memberikan itu"
Dunia Viona benar-bena hancur sejak saat itu, ketika suaminya mengakui sendiri tentang perselingkuhan dengan teman dekatnya. Tubuh Viona luruh ke lantai, menangis dengan tatapan kosong, tidak ada isakan sama sekali. Hanya air mata yang mengalir dengan tatapan yang kosong.
"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Mas?"
Setelah hari itu, pernikahannya sudah tidak baik-baik saja. Setiap hari Viona hanya terus bicara untuk Dani menceraikannya agar dia bisa menikahi Tari. Tapi suaminya itu tidak pernah mau menceraikannya, dia hanya akan marah ketika Viona terus meminta tentang perceraian.
"Kau bisa diam tidak? Aku tidak akan pernah menceraikanmu!"
Dan setelah itu ... Viona sama sekali tidak memberikan hak pada Dani, suaminya itu juga tidak meminta. Mungkin karena sudah puas dengan Tari yang melayaninya. Setelah datang bulan berikutnya, Viona sama sekali tidak tersentuh oleh suaminya, dan ... malam itu adalah terakhir kali dia melakukannya. Bukan dengan suaminya, melainkan dengan orang lain.
Tidak, ini tidak mungkin. Bayi ini... Ya Tuhan...
"Mbak, mbak Viona"
Sebuah tepukan pelan di bahunya menyadarkan Viona dari lamunannya. Dia mengerjap dan menatap ke arah Dokter.
"Kenapa malah melamun? Kapan terakhir kali berhubungan dengan suami? Mbak masih bisa meminta rujuk pada suami setelah tahu adanya kehamilan ini"
Viona tidak menjawab, karena dia bingung harus bagaimana menjelaskan. Terakhir kali berhubungan bahkan bukan dengan suaminya, tapi dengan orang lain. Dan Viona tidak mungkin mengatakan ini pada Dokter.
"Saya permisi pulang dulu, Dok" Viona langsung turun dari ranjang pemeriksaan dan pergi dari ruangan Dokter dengan menyambar tasnya yang dia simpan di meja kerja Dokter.
"Eh, tunggu dulu Mbak. Ini vitamin dan obatnya?"
Teriakan Dokter Viona abaikan begitu saja, dia keluar dari klinik. Masih merasa linglung dan tidak percaya dengan apa yang Dokter katakan. Sampai di parkiran, Viona diam membeku. Tangannya tiba-tiba meraba perutnya yang masih rata.
"Ak-aku hamil?"
Seolah tidak percaya, setelah 5 tahun dia terus berharap bisa hamil dan memberikan keturunan untuk suaminya. Tapi, nyatanya tidak bisa. Lalu apa ini? Apa hanya dengan satu malam bersama Bayu, dia bisa sampai hamil? Rasanya masih terlalu membingungkan bagi Viona.
Kalau benar ini adalah anaknya, Ya Tuhan aku harus bagaimana?
*
"Cucu? Haha... Jangan aneh deh Yah, aku bahkan tidak ingin menikah" ucap Bayu sambil tertawa saat mendengar ucapan Ayahnya yang terus membahas seorang cucu.
"Ck, Bayu sampai kapan kau akan begini? Seharusnya kau bisa mendapatkan cinta sejati. Tidak semua perempuan sama Bayu"
Bayu mengangkat bahunya acuh, bahkan tidak terlalu tertarik dengan pernikahan. Karena menganggap sebuah pernikahan hanya akan membuatnya terikat tanpa kebebasan lagi.
"Semua wanita hanya ingin hartaku, Yah. Yang benar-benar tulus itu hanya ada di drama fiksi saja. Buktinya Ayah pun sekarang hanya sendirian, karena apa? Karena wanita hanya ingin hartamu, saat Ayah jatuh, dia bukan menemani, tapi lari meninggalkan kita"
Ayah menghela napas pelan, menatap anaknya dengan rasa bersalah. "Seandainya kamu tidak mengalami hal seperti itu, mungkin kamu tidak akan menjadi pria pemain wanita seperti sekarang"
Rasa bersalah yang sulit di ucapkan oleh seorang Ayah yang berusaha keras membesarkan anaknya seorang diri sampai dia bisa sukses mengejar mimpinya. Namun, sebuah trauma masa lalu telah berhasil merubah Bayu menjadi seperti sekarang.
Bersambung
Bayu kan malam itu gak niat sewa wanita bayaran ya. Jadi dia gak bawa pengaman, Viona pun sama, tidak berpikir sampe harus bawa pengaman. Dahlah.. artikan sendir aja sama kalean.
di tunggu up nya thor 🙏
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.